Sunday, 27 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Tahap-tahap dalam Siklus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Tahap-tahap dalam Siklus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau yang lebih singkat dengan APBN. APBN mempunyai 5 siklus yaitu :
  1. Tahap penyusunan dan penetapanPerencanaan dan penganggaran APBN.
  2. Tahap Penetapan/Persetujuan APBN
  3. Tahap Pelaksanaan APBN
  4. Tahap Pelaporan dan Pencatatan APBN
  5. Tahap Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN
Tahap-tahap dalam Siklus APBN

Adapun penjelasan kelima tahap-tahap dari siklus APBN itu adalah :

Perencanaan dan penganggaran APBN


Tahapan ini dilakukan pada tahun sebelum anggaran itu dilaksanakan (APBN t-1) misal untuk APBN 2014 dilakukan pada tahun 2013 yang meliputi dua kegiatan yaitu, perencanaan dan penganggaran. Tahap perencanaan dimulai dari:
  • penyusunan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional
  • Kementerian Negara/Lembaga (K/L) melaksanakan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun berjalan, menyusun rencana inisiatif baru dan indikasi kebutuhan anggaran
  • Kementerian Perencanaan dan Kementerian Keuangan mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan yang sedang berjalan dan mengkaji usulan inisiatif baru berdasar prioritas pembangunan serta analisa pemenuhan kelayakan dan efisiensi indikasi 
kebutuhan dananya
  • Pagu indikatif dan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah ditetapkan;
  • K/L menyusun rencana kerja (Renja);
  • Pertemuan tiga pihak (trilateral meeting) dilaksanakan antara K/L, Kementerian Perencanaan, dan Kementerian Keuangan;
  • Rancangan awal RKP disempurnakan;
  • RKP dibahas dalam pembicaraan pendahuluan antara Pemerintah dengan DPR; (9) RKP ditetapkan.

Tahap penganggaran dimulai dari:
  • penyusunan kapasitas fiskal yang menjadi bahan penetapan pagu indikatif;
  • penetapan pagu indikatif (3) penetapan pagu anggaran K/L;
  • penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L (RKA-K/L);
  • penelaahan RKA-K/L sebagai bahan penyusunan nota keuangan dan rancangan undang-undang mengenai APBN;
  • penyampaian Nota Keuangan, Rancangan APBN, dan Rancangan UU mengenai APBN kepada DPR.

Penetapan/Persetujuan APBN

Kegiatan penetapan/persetujuan ini dilakukan pada APBN t-1, sekitar bulan Oktober-Desember. Kegiatan dalam tahap ini berupa pembahasan Rancangan APBN dan Rancangan Undang-undang APBN serta penetapannya oleh DPR. Selanjutnya berdasar persetujuan DPR, Rancangan UU APBN ditetapkan menjadi UU APBN. Penetapan UU APBN ini diikuti dengan penetapan Keppres tentang rincian APBN sebagai lampiran UU APBN dimaksud.

Pelaksanaan APBN

Jika tahapan kegiatan ke-1 dan ke-2 dilaksanakan pada APBN t-1, kegiatan pelaksanaan APBN dilaksanakan mulai 1 Januari - 31 Desember pada tahun berjalan (APBN t). Dengan kata lain, pelaksanaan tahun anggaran 2014 akan dilaksanakan mulai 1 Januari 2014 - 31 Desember 2014.Kegiatan pelaksanaan APBN dilakukan pemerintah dalam hal ini kementerian/lembaga (K/L). K/L mengusulkan konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) berdasar Keppres tentang rincian APBN dan menyampaikannya ke Kementerian Keuangan untuk disahkan. DIPA adalah perangkat untuk melakukan APBN. Berdasarkan DIPA inilah para pengelola anggaran K/L (Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran, dan Pembantu Pengguna Anggaran) melakukan berbagai macam kegiatan sesuai tugas dan fungsi instansinya.

Pelaporan dan Pencatatan APBN

Tahap pelaporan dan pencatatan APBN dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan APBN, 1 Januari-31 Desember. Laporan keuangan pemerintah dihasilkan melalui proses akuntansi, dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan pemerintah yang terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, dan Laporan Arus Kas, serta notulen atas laporan keuangan.

Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN

Tahap terakhir siklus APBN adalah tahap pemeriksanaan dan pertanggungjawaban yang dilaksanakan setelah tahap pelaksanaan berakhir (APBN t+1), sekitar bulan Januari - Juli. Contoh, jika APBN dilaksanakan tahun 2013, tahap pemeriksaan dan pertanggungjawabannya dilakukan pada tahun 2014. Pemeriksaan ini dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Untuk pertanggungjawaban pengelolaan dan pelaksanaan APBN secara keseluruhan selama satu tahun anggaran, Presiden menyampaikan rancangan undang-undang mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang sudah diperiksa BPK, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Sumber : id.wikipedia.org

Saturday, 19 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan berpenampakan alam sangat bervariasi yang didiami oleh bermacam-macam masyarakat yang sangat majemuk, hal itu menimbulkan akibat bervariasinya kegiatan ekonomi masyarakat di Indonesia. Definisi atau Pengertian kegiatan ekonomi itu sendiri adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia untuk mendapat barang ataupun jasa tertentu sesuai dengan kebutuhannya. Kegiatan ekonomi juga dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk mencapai kesejahteraan dalam hidupnya. Selain itu, kegiatan ekonomi juga dapat diartikan sebagai cara untuk mendapatkan atau mencapai tujuan. Dalam hal ini barang dan jasa. Jadi, dapat dikatakan bahwa kegiatan ekonomi memiliki tujuan untuk kemakmuran hidup individu. Dalam bahasan ini yang dimaksud dengan individu adalah individu masyarakat Indonesia.

Berikut ini bentuk kegiatan ekonomi masyarakat di beberapa bidang:

1. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Pertanian

Hasil usaha pertanian adalah usaha yang menghasilkan bahan pangan. Indonesia disebut sebagai negara agraris sebab sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian dilakukan dengan cara intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi.

  • Intensifikasi  ialah upaya untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan pertanian yang sudah ada. Upaya intensifikasi dilakukan dengan cara penggunaan pupuk, bibit unggul, pengairan, pemeliharaan, dan penyuluhan. Intensifikasi lebih dikenal dengan nama pancausaha tani.
  • Ekstensifikasi adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan pertanian.
  • Diversifikasi adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan pertanian. Contoh diversifikasi pertanian adalah sistem tumpang sari yaitu menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan pada lahan yang sama.
  • Rehabilitasi adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui cara-cara pertanian yang ada atau mengganti tanaman tidak produktif lagi. Misalnya memperbaiki sawah tadah hujan menjadi sawah irigasi, mengganti tanamannya sudah tua dengan tanaman baru, dan mengganti tanaman yang tidak menguntungkan dengan tanaman yang lebih menguntungkan.

2. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Perdagangan

Perdagangan adalah suatu kegiatan ekonomi yang bergerak dalam penyediaan dan distribusi barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dan sektor industri melalui mekanisme pasar atau operasi khusus untuk barang-barang kebutuhan masyarakat. Perdagangan adalah faktor penting yang merangsang pertumbuhan ekonomi. Peranan perdagangan disuatu daerah sangatlah penting, baik itu perdagangan domestik atau perdagangan antar Negara (perdagangan internasional.

Dalam perekonomian terlihat bahwa para pelaku ekonomi perdagangan melaksanakan dua bentuk kegiatan perdagangan, yaitu perdagangan besar dan perdagangan eceran. Perdagangan besar meliputi unit usaha yang melaksanakan kegiatan pengumpulan dan penjualan kembali barang-barang baru dan bekas oleh pedagang dari tangan produsen atau importir (loco gudang atau importir) kepada pedagang eceran, perusahaan, lembaga dan profesional atau pedagang besar lainnya, tanpa merubah bentuk barang itu. Dalam perdagangan besar termasuk didalamnya pemberian jasa kepada perseorangan atau kelompok orang seperti reparasi mobil ataupun motor.

Sedangkan perdagangan eceran adalah kegiatan perdagangan yang ada pada biasanya melayani konsumen perseorangan atau rumahtangga tanpa merubah bentuk barang yang dijual, baik barang baru atau barang bekas. Selain itu, dalam kegiatan perdagangan eceran tercakup pula kegiatan menyewakan barang-barang konsumsi, terutama untuk melayani keperluan rumah tangga atau perseorangan.

Menurut tempat usahanya, pedagang dibedakan menjadi sebagai berikut.

  • Pedagang tetap, yaitu pedagang yang mempunyai tempat yang tetap, misalnya berdagang di pasar, ruko (rumah toko), toko, warung atau mal/supermaket.
  • Pedagang asongan, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berdagang dengan cara berkeliling.
  • Pedagang kaki lima, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berpindah pindah tempatnya. Contohnya, pedagang di pinggir jalan raya atau trotoar.

Berdasarkan jumlah barangnya, perdagangan ada 3, yaitu

  • Perdagangan besar: kegiatan jual beli barang dalam jumlah besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri
  • Perdagangan sedang/menengah : kegiatan jual beli barang dengan jumlah yang tidak begitu banyak.
  • Perdagangan kecil: kegiatan perdagangan, dilakukan para pedagang kecil dengan modal dan jumlah barang sedikit

Selain perdangan antar pedagang dalam satu negara, ada juga perdagangan antar negara. Kegiatan perdagangan antarnegara disebut ekspor-impor. Ekspor adalah usaha mengirim dan menjual barang keluar negeri.  Impor adalah usaha memasukkan dan membeli barang dari luar negeri.

Kegiatan Ekonomi penduduk Indonesia

3. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Perkebunan

Perkebunan adalah usaha penanaman lahan dengan tanaman-tanaman keras. Ada dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola oleh rakyat. Perkebunan besar biasanya dikelola oleh pemerintah atau perusahaan perkebunan.

Tanaman perkebunan dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu :

a. Perkebunan musiman atau berumur pendek, contohnya:
Perkebunan tebu,
Perkebunan tembakau,
Perkebunan rosela.

b. Perkebunan tanaman tahunan atau berumur panjang atau tahunan, contoh:
Perkebunan teh,
Perkebunan kopi,
Perkebunan cengkeh,
Perkebunan lada,
Perkebunan karet,
Perkebunan kelapa,
Perkebunan kelapa sawit.

4. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Peternakan

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan satwa ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan itu. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang sudah dikombinasikan secara optimal.

Usaha peternakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:
  • Peternakan satwa besar adalah peternakan sapi, kerbau, dan kuda.
  • Peternakan satwa kecil adalah peternakan kambing, domba, kelinci, dan babi.
  • Peternakan unggas adalah peternakan ayam, itik, entok, dan burung.

5. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Perikanan

Perikanan adalah kegiatan membudidayakan ikan. Usaha perikanan merupakan usaha menangkap ikan baik dari laut maupun dari sungai dan danau. Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan, maka bangsa Indonesia mempunyai hasil laut yang banyak.

Usaha perikanan dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut.

1) Perikanan darat adalah usaha memelihara dan menangkap ikan di perairan darat. Perikanan darat meliputi perikanan air tawar dan perikanan air payau.

Perikanan air tawar diusahakan di sungai, danau, rawa, dan waduk.
Perikanan air payau diusahakan di tambak-tambak yang terdapat di tepi pantai.

2) Perikanan air laut adalah usaha menangkap ikan di pantai atau di laut dan pembudidayaan ikan laut dalam tambak-tambak.

Selain ikan, laut juga menghasilkan mutiara, udang, rumput laut, dan garam. Ekspor hasil laut Indonesia yang terkenal adalah udang.

6. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Kehutanan


Hasil-hasil hutan, antara lain kayu, rotan, damar, dan kemenyan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar hutan tidak rusak adalah mencegah penebangan liar dan mengadakan reboisasi atau peremajaan hutan. Daerah penghasil kayu hutan adalah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Pengelolaan hutan dipahami sebagai penerapan metode bisnis dan prinsip kehutanan untuk pengurusan hutan (Davis, 1987). Kegiatan pengelolaan hutan meliputi penanaman, pemeliharaan, pemanenan hasil, pengolahan hasil, dan pemasaran hasil. Penerapan metode bisnis dimaksudkan untuk mendapat keuntungan ekonomi, dan prinsip kehutanan mendasari bahwa pemanfaatan hasil hutan didasarkan pada prinsip kelestarian hutan secara ekonomi dan ekologi.

Hutan Produksi adalah areal hutan yang dipertahankan sebagai kawasan hutan dan berfungsi untuk menghasilkan hasil hutan untuk kepentingan konsumsi masyarakat, industri dan eksport. Hutan ini biasanya letaknya di dalam batas-batas suatu HPH (memiliki izin HPH) dan dikelola untuk menghasilkan kayu. Dengan pengelolaan baik, tingkat penebangan diimbangi dengan penanaman dan pertumbuhan ulang sehingga hutan terus menghasilkan kayu secara lestari. Secara praktis, hutan-hutan di kawasan HPH sering dibalak secara berlebihan dan kadang ditebang habis.
Hutan di Indonesia mempunyai tumbuhan yang beraneka ragam, terutama yang berbentuk pohon. Secara keseluruhan, di Indonesia terdapat + 40.000 jenis tumbuhan, 25.000 – 30.000jenis di antaranya adalah tanaman berbunga, yang adalah 10 % dari seluruh tanaman berbunga di dunia. Kekayaan hutan yang melimpah ruah itu meberikan manfaat kepada penduduk Indonesiaatau bangsa lain.

Beberapa contoh hasil hutan kayu adalah : Kayu Agathis (Agathis alba), Kayu Bakau atau Mangrove (Rhizophora mucronata), Kayu Bangkirai (Hopea mengerawan), Kayu Benuang (Octomeles sumatrana), Kayu Duabanga (Duabanga moluccana), Kayu Jelutung (Dyera costulata), Kayu Kapur (Dryobalanops fusca), Kayu Kruing (Dipterocarpus indicus), Kayu Meranti (Shorea sp), Kayu Nyatoh (Palaquium javense), Kayu Ramjin (Gonystylus bancanus), Kayu Jati (Tectona grandis), Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri), Kayu Sengon (Albizzia chinensis) dan lain sebagainya.

Beberapa contoh Hasil Hutan Non kayu adalah : Rotan, Damar, Kapur Barus, Kemenyan, Gambir, Kopal, Kulit pohon Bakau, Gondorukem, Terpentin, Bambu, Sutra Alam, Minyak Kayu Putih, dan Madu.


7. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Industri


Berdasarkan besar kecilnya usaha yang dilakukan industri dibagi menjadi 3 yaitu industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar.

Industri adalah usaha pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dengan menggunakan fasilitas dan peralatan. Industri dapat digolongkan menjadi :

  1. Industri rumah tangga (home industrial) : industri yang diusahakan oleh keluarga(tenaga kerja 1 – 4 orang) dengan modal kecil dan peralatan sederhana. Hasil industri : tahu, kecap, kerupuk, makanan kecil.
  2. Industri kecil : industri dengan karyawan antara 5 sampai 19 dengan modal agak besar. Hasil industri : bahan pakaian, sepatu, dan makanan.
  3. Industri sedang : industri yang menggunakan modal cukup besar, peralatan agak modern, jumlah pekerja 20 sampai 99 orang. Hasil industri : mebel, konveksi, dll.
  4. Industri besar : industri menggunakan modal besar, mesin- mesin modern, pekerja lebih dari 100, pembagian kerja profesional. Hasil industri : besi baja, pulp, textil, dll

8. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Pelayanan Jasa Pariwisata

Industri jasa adalah kegiatan ekonomi yang dengan cara memberikan pelayanan jasa. Contohnya, jasa transportasi seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, pariwisata, dan pelayaran.

Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk perusahaan objek tamasya serta usaha-usaha yang terkait di bidang itu. Manfaatnya, menambah pemasukan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat, terbuka lapangan kerja, semakin dikenal kebudayaan daerah, ikut melestarikan keseimbangan lingkungan hidup, terpeliharanya kelestarian lingkungan budaya.

Contoh usaha di bidang jasa pariwisata yaitu:

  • Usaha kawasan pariwisata
  • Usaha angkutan untuk kebutuhan kegiatan pariwisata
  • Usaja jasa perjalanan wisata. Biro perjalanan tamasya adalah usaha penyediaan jasa perencanaan perjalanan dan/atau jasa pelayanan dan penyelenggaraan pariwisata, termasuk penyelenggara perjalanan ibadah. Agen perjalanan wisata, adalah usaha jasa pemesanan sarana, seperti pemesanan tiket dan pemesanan akomodasi serta peugurusan dokumen perjalanan
  • Usaha jasa peramuwisata (guide), yaitu usaha penyediaan dan/atau pengoordinasian tenaga pemandu tamasya untuk memenuhi kebutuhan perjalanan wisatawan.


Sunday, 13 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kelangkaan Sumber Daya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kelangkaan Sumber Daya

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas, beraneka ragam, dan berlangsung terus-menerus membutuhkan perangkat pemuas kebutuhan. Alat pemuas kebutuhan itu berupa barang dan jasa. Untuk menghasilkan barang-barang pemuas kebutuhan, manusia memerlukan sumber daya. Sumber daya dalam ilmu ekonomi terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal.

Manusia sebagai Pelaku Ekonomi Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang bisa di- manfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang berasal dari alam. Contohnya bermacam-macam jenis satwa dan tumbuhan, barang tambang, air, dan tanah. Sumber daya alam dapat digolongkan menurut beberapa kriteria tertentu. Penggolongan sumberdaya alam itu adalah seperti berikut.

a. Berdasarkan sifat, sumber daya alam dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resource), yaitu sumber daya alam yang keberadaannya masih dapat dipertahankan keberadaannya melalui pembaruan atau perkembangbiakan. Contohnya tanaman pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. Namun, untuk pembaruan dan pengembangbiakan, manusia membutuhkan pengorbanan.
  2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources), yaitu sumber daya alam saat habis digunakan tidak dapat diusahakan lagi keberadaannya. Hal ini sebab proses pembentukannya mem- butuhkan waktu geologi yang berjuta-juta tahun lamanya. Misalnya, barang-barang tambang.
  3. Sumber daya alam lestari (lasting resources), yaitu sumber daya alam walaupun dipakai secara terus-menerus, keberadaannya akan tetap ada atau awet, meskipun kualitas dari sumber daya alam itu menurun. Contohnya air, udara, panas bumi, dan sinar matahari.

b. Berdasarkan potensinya, sumber daya alam diklasifikasikan menjadi berikut ini.
  1. Sumber daya alam materi, yaitu sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisik, seperti batu, emas, kayu, besi, dan serat kapas.
  2. Sumber daya alam energi, yaitu sumber daya alam yang dimanfaatkan sebagai sumber energi, misalnya angin, air, batubara, minyak bumi, dan gas alam.
  3. Sumber daya alam ruang, yaitu sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup seperti area tanah, perairan, dan udara.

Sumber daya manusia juga disebut sumber tenaga kerja. Sumber daya manusia ini tidak kalah pentingnya dengan sumber daya alam. Tanpa adanya sumber daya manusia, maka sumber daya alam tak akan dapat dikelola dengan baik.

Di Indonesia, manusia yang digolongkan sebagai tenaga kerja ialah yang berumur 15-65 tahun. Sebab pada umur itu mereka mampu bekerja menghasilkan barang dan jasa.

Sumber daya yang ketiga ialah modal. Modal dapat berupa uang dan barang. Modal yang berupa barang misalnya bangunan tempat usaha, lahan pertanian, perangkat kantor, dan mesin-mesin produksi. Modal didapatkan melalui pengorbanan. Oleh sebab itu, modal disebut sebagai sumber daya yang terbatas pula.

Karena sifat bermacam-macam sumber daya yang terbatas itu, maka tidak setiap kebutuhan akan mendapatkan perangkat pemuasnya dengan mudah, bahkan terkadang tidak mendapatkan perangkat pemuasnya sama sekali. Hal itu terjadi sebab alat pemuas kebutuhan jumlahnya sedikit dan sukar didapat. Alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya sedikit dan sukar didapat disebut langka (scarcity).

Alat pemuas kebutuhan jumlahnya sedikit dan terbatas disebabkan oleh beberapa hal. Selain jumlah dan sifatnya terbatas, ada berbagai hal lain yang menyebabkannya. Beberapa penyebab kelangkaan barang dan jasa sebagai perangkat pemuas kebutuhan yang dimaksud adalah sebagai berikut.
  1. Sukar memperolehnya, contohnya tenaga ahli yang sangat dibutuhkan dalam bermacam-macam bidang jumlahnya sedikit.
  2. Barang atau jasa itu sangat banyak yang membutuhkan, contohnya minyak bumi banyak dibutuhkan kegiatan industri dan transportasi, tetapi jumlahnya terbatas dan semakin lama semakin habis.
  3. Letak geografis atau tempat, contohnya buah kurma hanya tumbuh di Arab Saudi atau rempah-rempah banyak terdapat di Indonesia.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Pengelompokan Kebutuhan Manusia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengelompokan Kebutuhan Manusia

Berbagai kebutuhan manusia yang tidak tidak terbatas menurut ilmu ekonomi dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa sudut pandang. Pengelompokan kebutuhan itu ada yang berdasarkan tingkat kepentingan, waktu pemenuhan, sifat, dan subjeknya.

Pengelompokan kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingan terdiri atas kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Kebutuhan primer contohnya kebutuhan akan makan, minum, pakaian, perumahan, dan kebutuhan akan pendidikan.

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan manusia yang kedua, karena muncul setelah kebutuhan primer terpenuhi. Oleh karena itu, kebutuhan ini bersifat tidak pokok, namun jika kebutuhan ini terpenuhi akan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang atau kehidupan seseorang menjadi lebih baik. Kebutuhan sekunder pada setiap orang akan berbeda-beda. Hal ini bergantung pada kondisi seseorang. Misalnya, seorang pelajar tidak akan membutuhkan timbangan karena timbangan merupakan kebutuhan sekunder seorang pedagang di pasar. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan akan barang-barang mewah. Kebutuhan ini disebut juga dengan kebutuhan luks.

Kebutuhan tersier ini akan muncul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan tersier harus didukung oleh penghasilan yang tinggi. Orang yang memiliki penghasilan yang rendah tidak akan mungkin dapat memenuhi kebutuhan ini. Kebuthan tersier misalnya perhiasan, telepon genggam, laptop, televisi LCD, antena parabola, dan mobil mewah.

Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan terdiri atas kebutuhan masa kini dan masa akan datang. Kebutuhan masa kini adalah kebutuhan yang dirasakan mendesak, harus segera dipenuhi. Apabila kebutuhan ini tidak tercapai dalam pemenuhannya, maka kehidupan seseorang akan terganggu, misalnya kebutuhan makan bagi orang yang lapar, kebutuhan minum bagi orang yang haus, atau kebutuhan berobat ke runah sakit bagi orang yang sakit.

Sebaliknya, kebutuhan masa akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditangguhkan sampai waktu yang telah ditentukan. Kebutuhan ini dapat ditunda karena kebutuhan tersebut belum dirasakan mendesak atau masih belum banyak penggunaannya, misalnya kebutuhan akan payung atau jas hujan untuk persediaan musim penghujan nanti. Dapatkah kamu menyebutkan contoh lainya?

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan terdiri atas kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan kesehatan fisik manusia. Misalnya, agar kesehatan seseorang terjaga, maka ia harus cukup mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi dan berolahraga. Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan kesehatan mental atau jiwa seseorang. Kebutuhan ini pemenuhan kebutuhan rohani meliputi beribadah kepada Tuhan YME, rekreasi, atau menuntut ilmu untuk menambah pengetahuan.
Pengelompokan Kebutuhan Manusia

Terakhir adalah kebutuhan berdasarkan subjeknya yang terdiri atas kebutuhan pribadi dan sosial. Kebutuhan pribadi antara satu individu dengan individu lainnya cenderung berbeda, karena kebutuhan ini berhubungan dengan selera atau pilihan masing-masing. Perhatikan saja tas yang dibawa oleh masing-masing temanmu di kelas! Pasti model, warna, corak, dan ukuranya akan berbeda sesuai dengan selera masing-masing. Atau tanyakan kepada diri sendiri dan temanmu! Barang apa yang menjadi kebutuhan saat ini? Jawabannya mungkin akan berbeda karena sesuai dengan pilihan masing-masing.

Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang diperlukan oleh orang banyak, meliputi keluarga hingga masyarakat. Kebutuhan sosial ini sifatnya dapat dinikmati oleh orang banyak. Keluargamu mungkin membutuhkan rumah, televise, atau kursi tamu. Sedangkan di lingkungan tempat tinggalmu mungkin seluruh warga membutuhkan pos kamling untuk keperluan ronda malam, masjid sebagai sarana ibadah warga, atau jembatan untuk sarana lalu lintas.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Sebab-Sebab Kebutuhan Manusia Beraneka Ragam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sebab-Sebab Kebutuhan Manusia Beraneka Ragam

Manusia untuk mempertahankan hidupnya membutuhkan makanan dan pakaian. Kebutuhan itu belum lengkap jika belum mempunyai rumah tempat berlindung. Ketiga macam kebutuhan di atas adalah kebutuhan pokok. Setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, dan tempat berlindung, maka manusia akan berpikir cara mengisi rumah itu.

Timbullah kebutuhan perabot rumah tangga, lemari pakaian, tempat tidur dan lain-lain. Namun, meskipun kebutuhan di atas terpenuhi, tetap saja akan muncul lagi kebutuhan yang lain. Sehubungan dengan itu, untuk memenuhi kebutuhannya, manusia melaksanakan berbagai cara dan bermacam-macam pengorbanan. Contohnya, petani bercocok tanam di ladang, pedagang berjualan di pasar, guru mengajar di sekolah, dan ayah bekerja di kantor.

Jumlah penduduk yang semakin meningkat dan pesatnya kemajuan zaman, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berakibat langsung kepada kebutuhan manusia, dalam hal ini semakin bertambah dan beraneka ragam. Pada zaman dahulu bepergian cukup dengan berjalan kaki. Sekarang dengan ditemukannya kendaraan bermotor, untuk bepergian dekat pun menggunakan sepeda motor.

Di sisi lain manusia mempunyai sifat tidak pernah puas, maka tidaklah mengherankan jika kebutuhan manusia tidak terbatas. Ada berbagai hal yang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas, antara lain: sifat manusia yang tidak pernah puas, pertambahan penduduk, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan taraf hidup yang semakin meningkat, kebudayaan yang semakin maju, dan semakin mudahnya transportasi.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Manusia sebagai Pelaku Ekonomi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Manusia sebagai Pelaku Ekonomi

Dalam kehidupannya sebagai pelaku ekonomi, manusia dituntut untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan adalah segala bentuk barang dan jasa yang diperlukan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Kebutuhan itu wajib dipenuhi agar manusia dapat hidup dengan layak. Kebutuhan manusia itu macam-macam dan jumlahnya dan juga tidak terbatas.

Kebutuhan manusia tidak terbatas. Beberapa hal yang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas, antara lain:
a. sifat manusia yang tidak pernah puas,
b. pertambahan penduduk,
c. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
d. perubahan taraf hidup yang semakin meningkat,
e. kebudayaan yang semakin maju, dan
f. semakin mudahnya transportasi.

Kebutuhan manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga:
  1. Berdasarkan tingkat kepentingan, kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
  2. Berdasarkan sifatnya, kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan jasmani dan rohani.
  3. Berdasarkan subjeknya, kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan pribadi dan sosial.

Manusia sebagai Pelaku Ekonomi
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang berasal dari alam. Sumber daya alam dapat diklasifikasikan menjadi :
  1. Berdasarkan sifat, sumber daya alam terdiri dari : (a) sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resource), (b) sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources), dan (c) sumber daya alam lestari (lasting resources)
  2. Berdasarkan potensinya, sumber daya alam terdiri dari sumber daya alam materi, sumber daya alam energi, dan sumber daya alam ruang.

Pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia diklasifikasikan menjadi sektor usaha formal dan informal. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sektor usaha formal meliputi BUMN, BUMD, perusahaan perseorangan, firma, Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), dan Yayasan. Adapun sektor usaha informal antara lain pedagang asongan, pedagang kaki lima, dan pedagang keliling.

Pasar adalah fasilitas bertemunya pembeli dan penjual, baik secara langsung atau tidak langsung untuk melaksanakan kegiatan transaksi jual beli. Adapun fungsi pasar meliputi fungsi distribusi, pembentukan harga, dan promosi.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Saturday, 12 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Pengendalian Sosial sebagai Upaya untuk Mencegah Terjadinya Penyimpangan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengendalian Sosial sebagai Upaya untuk Mencegah Terjadinya Penyimpangan


Pengendalian sosial menurut Berger adalah cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang. Sedangkan menurut Roucek, pengendalian sosial itu adalah proses terencana ataupun tidak yang mengajarkan atau membujuk pada individu untuk hidup sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam kelompoknya.

Adapun tujuan dari pengendalian sosial adalah: - mencegah timbulnya perilaku menyimpang, - agar masyarakat mau mematuhi norma yang berlaku, - terwujudnya keserasian antara nilai, norma dan perilaku, - menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial yang harmonis, dan - memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang.

A. Cara Pengendalian Sosial


a. Dilihat dari aspek pelaksanannya, cara pengendalian sosial adalah sebagai berikut.
  1. Persuasif tanpa kekerasan, cara yang menekankan pada usaha untuk membimbing atau mengajak berupa anjuran. Contoh: penertiban PKL di beberapa kota besar dengan menempatkannya di lokasi-lokasi tertentu.
  2. Kekerasan/paksaan (coersive), cara yang dilakukan setelah langkah pertama tidak berhasil. Apabila dibujuk tidak juga berhasil, baru kita bertindak keras untuk mengatasai perilaku pe- nyimpang dari seorang individu. Contoh: polisi pamong praja terpaksa membongkar kios para PKL sebab pedagang itu mengabaikan peringatan sebelumnya.
Kompulsi, yaitu cara dengan menciptakan situasi yang dapat mengubah sikap atau perilaku yang menyimpang. Contoh: saat ada beberapa orang murid yang tidak mau membersihkan lingkungan, maka setiap komponen sekolah senantiasa menunjukkan perilaku yang memerhatikan lingkungan. Seperti kepala sekolah membuang sampah plastik ke keranjang sampah. Vervasi, yaitu cara dengan melaksanakan berulang-ulang penyampaian norma, dengan harapan norma itu melekat pada diri individu yang melaksanakan penyimpangan.
Pengendalian Sosial sebagai Upaya untuk Mencegah Terjadinya Penyimpangan

b. Dilihat dari aspek jumlah yang terlibat, cara pengendalian sosial adalah sebagai berikut.

  1. Pengawasan dari satu individu kepada individu lain, misalnya orang tua yang memperingatkan anaknya supaya tidak berbuat keonaran, atau mengambil barang tanpa izin.
  2. Pengawasan dari individu pada kelompok, misal- nya seorang polisi lalu-lintas memerhatikan semua pengguna jalan, dan apabila ada yang melanggar baru mereka kena tilang.
  3. Pengawasan kelompok pada kelompok, contoh menteri kehutanan beserta jajarannya menyelidik perambah hutan supaya kelestarian hutan bisa terjaga.
Pengawasan kelompok pada individu, misalnya semua guru yang ada di suatu sekolah memerhatikan dan mengawasi satu orang murid yang menyimpang dari aturan.

Menurut Kuncaraningrat, pengendalian sosial dapat dilaku- kan dengan cara berikut.
  1. Mempertebal keyakinan masyarakat pada norma dan adat istiadat.
  2. Memberi hukuman dan ganjaran untuk pelanggar norma.
  3. Mengembangkan rasa malu dan takut dalam jiwa masyarakat saat melanggar norma.

B. Bentuk Pengendalian Sosial


Untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang maka bentuk-bentuk pengendalian dapat dilakukan seperti hal- hal berikut.

  1. Cemoohan, seseorang yang melaksanakan penyimpangan memperoleh cemoohan atau ejekan dari kelompoknya, sehingga dia meninggalkan perilaku menyimpangnya.
  2. Teguran, sebagai pengingat utama saat memasuki penyimpangan primer.
  3. Pendidikan, proses pengajaran sepanjang hayat baik pendidikan formal atau nonformal. Melalui pendidikan, seseorang individu akan dituntutn agar selalu berperilaku sesuai norma yang berlaku.
  4. Agama, sebab setiap orang mempunyai agama dengan keyakinannya masing-masing, maka apabila ada orang yang melanggar pasti akan dikaitkan dengan masalah ajaran agama dan kehidupan setelah meninggal, atau kesimpulannya terdapatnya kehidupan di surga dan neraka.
  5. Gosip, adalah khabar yang menyebar secara cepat dan biasanya tidak berdasar pada kenyataan. Kritik sosial secara terbuka dilontarkan supaya orang yang diidentifikasi berperilaku menyimpang berhati-hati dalam melaksanakan berbagai tindakannya.
  6. Ostraisme, yaitu pengucilan warga masyarakat yang berperilaku menyimpang.
  7. Fraundulens, yaitu pengendalian sosial dengan cara meminta pertolongan pihak lain yang dianggap lebih kompeten dalam mengatasai masalah.
  8. Intimidasi, maknanya dilakukan dengan cara menekan, me- maksa atau mengancam seseorang untuk berperilaku sesuai kelompoknya.
  9. Kekerasan fisik, biasanya berupa pemukulan, atau kalau sudah fatal bisa juga sampai penganiayaan dan pembunuhan atau pembakaran pada individu yang sudah mengalami penyimpangan sekunder.
Hukum, pengendalian yang didasarkan pada sanksi-sanksi yang ditetapkan dalam sebuah perundang-undangan, baik itu pidana atau perdata dan pengendalian ini biasanya berupa denda atau hukuman penjara.

C. Lembaga Pengendalian Sosial


a. Kepolisian
Polisi adalah bagian dari lembaga pemerintah yang ber- tugas memelihara keamanan, ketertiban masyarakat, dan wajib mengambil tindakan pada orang yang menyimpang sesuai dengan ketentuan undang-undang.

b. Pengadilan
Pengadilan adalah suatu badan yang dibentuk oleh negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili dengan memberikan sanksi yang tegas pada pelanggar aturan.

c. Adat Istiadat
Adat istidat adalah ketentuan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap mempunyai nilai dan wajib dijunjung tinggi serta dipatuhi oleh anggota pengikutnya.

D. Sifat-Sifat Lembaga Pengendalian Sosial


a. Tindakan yang Bersifat Preventif
Usaha yang dilakukan sebelum tindakan penyimpangan terjadi. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya pelanggar- an. Contohnya nasihat kepada anak/siswa sebelum murid itu melaksanakan pelanggaran. Contoh lainnya ialah seorang anak diajari ilmu agama sejak dini dengan harapan agar dewasa nanti terlepas dari perilaku menyimpang.

b. Tindakan yang Bersifat Represif
Tindakan yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan upaya untuk memulihkan kondisi seperti semula. Contohnya seorang pembunuh yang diajukan ke pengadilan, setelah mendapatkan hukuman diharapkan pembunuh itu bisa berperilaku baik.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Macam-macam Teori Penyimpangan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Macam-macam Teori Penyimpangan

Jenis Teori penyimpangan dapat dilihat dari bermacam-macam aspek diantaranya : Teori Pergaulan Berbeda, Teori Labeling, Teori Merton, Teori Fungsi, Teori agama dan Teori Sosial.

a. Teori Pergaulan Berbeda

Teori ini dikemukakan oleh E.H. Sutherland, yang berpendapat bahwa penyimpangan berasal pada pergaulan yang berbeda. Penyimpangan ini dipelajari melalui proses alih budaya.

b. Teori Labeling

Penyebab penyimpangan menurut teori ini sebab seorang sudah mendapatkan label/cap pada penyimpangan primer, sehingga individu itu menyimpang ke tahap yang selanjutnya. Teori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert.

c. Teori Merton

Macam-macam Teori Penyimpangan
Robert K. Merton
Teori ini dikembangkan oleh Robert K. Merton, yang dijelaskan bahwa perilaku menyimpangan itu adalah bentuk adaptasi pada situasi tertentu. Menurut Merton ada lima penyimpangan yang dilakukan individu dalam mengadaptasi lingkungannya, yaitu:
  1. kompromitas, yaitu perilaku yang mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat;
  2. inovasi, yaitu perilaku yang mengikuti kaidah masyarakat tetapi cara yang dilakukannya sudah menyimpang atau dilarang oleh aturan;
  3. ritualisme, yaitu perilaku seseorang yang sudah meninggalkan kebudayaannya tetapi masih berpegang pada tata cara yang digariskan dalam aturan; pengunduran diri atau pengasingan, yaitu meninggalkan ke- lompok dan kebudayannya; dan rebellion, yaitu melaksanakan pemberontakan. Karena dirinya ingin keluar dari ketentuan norma.

d. Teori Fungsi
Teori ini dikembangkan oleh Emille Durkheim yang berpandangan bahwa penyimpangan itu perlu agar moralitas dan norma berkembang secara normal. Sebagai contoh dia mengatakan, tak akan terjadi kejahatan kalau tidak ada yang menyebabkannya. Dalam artian kesimpulan dari teori ini jika kehidupan manusia ingin berkembang maka perlu ada penyimpangan dan itu adalah sesuatu hal yang wajar.

e. Teori agama
Perilaku menyimpang disebabkan sebab rendahnya kadar keimanan dan kurangnya penghayatan pada nilai-nilai dalam ajaran agama.

f. Teori Sosial
Penyimpangan disebabkan oleh orang-orang yang men- derita penyakit mental dan tidak stabilnya kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Proses Pembentukan Perilaku Menyimpang. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Proses Pembentukan Perilaku Menyimpang

Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan


Ada beberapa penyebab yang menyebabkan perilaku individu menjadi menyimpang, antara lain:
  1. sikap mental yang tidak sehat,
  2. keluarga yang broken home,
  3. pelampiasan rasa kecewa,
  4. dorongan kebutuhan ekonomi,
  5. pengaruh lingkungan dan media masa,
  6. keinginan untuk dipuji atau “gaya-gayaan”,
  7. proses belajar yang tidak sesuai,
  8. ketidaksanggupan menyerap norma atau ketentuan budaya,
  9. adanya ikatan sosial yang berlainan, atau
  10. akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau gagal.

Media Pembentukan Perilaku Menyimpang


Faktor kepribadian menyimpang dalam diri individu tetap yang sangat memiliki pengaruh adalah lingkungan tempat dia tinggal, antara lain keluarga, tempat tinggal, kelompok bermain, serta media masa.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian, Macam, Bentuk dan Sifat Perilaku Menyimpang . Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian, Macam, Bentuk dan Sifat Perilaku Menyimpang

A. Pengertian Perilaku menyimpang

Pengertian perilaku menyimpang adalah hasil dari proses sosialisasi yang tidak sempurna atau disebabkan sebab gagalnya seorang individu untuk mengidentifikasi dirinya agar pola perilakunya sesuai dengan keadaan masyarakat. Perilaku menyimpang juga bisa didefinisikan sebagai suatu tindakan yang diekspresikan oleh individu atau kelompok secara sadar atau tidak disadari yang akhirnya dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan dalam masyarakat. Adapun pengertian perilaku menyimpang menurut ahli sosiologi antara lain sebagai berikut.
  • Menurut James Vander Zanden, penyimpangan adalah perilaku yang oleh sejumlah orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
  • Robert M.Z. Lawang mengatakan bahwa perilaku menyimpang itu adalah tindakan yang berada di luar norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan dari pihak yang berwenang untuk memperbaikinya.

Perilaku menyimpang batasannya ditentukan oleh ketentuan atau norma yang berlaku dalam masyarakat atau suatu kebudayaan. Jadi, suatu tindakan mungkin pantas dan bisa diterima oleh kebudayaan yang bersangkutan, dan belum tentu oleh kelompok lain dengan kebudayaan yang berbeda, tetapi pada biasanya relatif mempunyai kesamaan.

Berbagai bentuk perilaku menyimpang sering dikatakan sebagai suatu hal yang tidak lazim terjadi dalam masyarakat. Bahkan keberadaannya pun sering sekali mengganggu keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga kehidupan masyarakat menjadi tidak stabil dan bisa mengarah kepada tindakan pemecah belah dalam kehidupan sosial. Maka dari itu, beberapa jenis penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan, sering dianggap sebagai penyakit masyarakat.

B. Macam-Macam Perilaku Menyimpang sebagai Bentuk Penyakit Sosial dalam Masyarakat


a. Tindakan Kriminal

Kriminal bukan adalah sifat bawaan sejak lahir, tetapi tindakan ini dapat dilakukan secara sadar dan direncanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Dalam masyarakat modern tindakan kriminal disebabkan oleh adanya ambisi untuk mendapatkan suatu kepuasan material dan biologis tanpa memperhitungkan kesesuaian antara harapan dan kemampuannya. Tindakan kriminal adalah semacam perilaku menyimpang yang sudah melanggar norma atau diklasifikasikan ke dalam tindakan kejahatan. Contoh: membunuh, merampok, mencuri, melaksanakan kudeta, teror, dan mengganggu ketenteraman masyarakat.

b. Kenakalan Remaja

Macam-Macam Perilaku Menyimpang Masalah kenakalan remaja yang sering menimbulkan keresahan dan kecemasan sosial, sebab anak atau remaja yang diharapkan sebagai generasi penerus ternyata berperilaku negatif atau menimbulkan gap generation. Kenakalan remaja atau dikenal dengan istilah Juvenile Delinquency, menurut Prof. Dr. Fuad Hasan adalah perbuatan antisosial yang dilakukan anak-anak atau remaja, dan apabila dilakukan orang dewasa hal ini dikualifikasikan ke dalam tindakan kejahatan. Batas usia untuk menentukan kenakalan remaja ternyata di beberapa negara tidak ada ketegasan, seperti di Negara Inggris usia remaja dibatasi dari 8–15 tahun, di Amerika Serikat 16–18 tahun, dan berdasar KUHP pasal 45– 47 usia remaja di Indonesia antara 14–18 tahun. Tindakan kenakalan remaja dapat berupa pengrusakan sarana umum, penggunaan obat terlarang, tawuran dan sebagainya. Kenakalan remaja timbul sebab dalam dirinya itu timbul masalah dan bergejolak dalam dirinya atau bahkan menghadapi masalah berat. Adapun secara klasik fenomena kenakalan remaja nyaris disebabkan oleh: 1) lingkungan keluarga yang tidak harmonis, 2) situasi yang membosankan, atau 3) lingkungan masyarakat yang tidak mendukung.

c. Alkolholisme

Alkohol adalah racun protoplasmic yang memiliki efek depresan pada sistem syaraf, sehingga orang yang mengonsumsinya secara berlebihan akan kehilangan kemam- puan untuk mengendalikan dirinya. Menurut Prof. Dr. Dadang Hawari apabila seorang individu sudah terpengaruhi alkohol akan menimbulkan perilaku me- nyimpang antara lain: 1) senang berkelahi dengan tindakan ke- kerasan, 2) gampang melakukan tindakan kriminal, 3) tidak mampu menilai realitas, dan 4) mengalami gangguan dalam fungsi sosial.

d. Penyalahgunaan Narkoba

Diketahui oleh banyak orang bahwa narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) sudah menjelajah keseluruh pergaulan hidup manusia dari mulai anak-anak, remaja sampai usia dewasa. Sebenarnya penggunaan narkoba sudah diatur oleh seperangkat undang-undang terutama hanya untuk kepentingan medis di bawah pengawasan pihak yang berwenang narkoba bisa merusak kehidupan individu baik yang meng- gunakannya baik kelompok yang ada di sekitarnya. Adapun beberapa jenis narkoba yang biasa dikonsumi dan diedarkan adalah ganja, barbiturate, morfin, opium, kokain dan heroin.

e. Hubungan Seks di Luar Nikah

Dalam lingkungan masyarakat yang bernorma, hubungan seks di luar nikah adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Apabila dari seorang individu tetap melaksanakan hal ini pasti akan berakibat buruk, antara lain bisa menyebabkan ketidakutuhan anggota keluarga, banyaknya anak terlantar dan menyebabkan semaraknya profesi asusila. Atau lebih jauhnya lagi kemungkinan bisa menyebabkan terjangkitnya penyakit seperti AIDS dan penyakit kelamin.

f. Perjudian

Pengertian Perilaku Menyimpang Judi dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang ingin men- cari keberuntungan dengan menggantungkan harapan pada suatu sistem permainan dengan ketentuan tertentu. Banyak sistem dan media yang biasanya dijadikan arena perjudian misalnya dengan menggunakan kartu, dadu, angka atau dengan menggunakan suatu model taruhan yang lain. Tindakan ini bisa dikatakan sebagai perilaku menyimpang dan penyakit masyarakat sebab keberadaannya dapat meresahkan dan membuat suasana kehidupan dalam keluarga dan masyarakat menjadi tidak tenang. Akibat lebih jauh dari adanya tindakan perjudian ini adalah akan mengurangi keyakinan pada Tuhan dan menimbulkan akibat ekonomi terutama kemiskinan.

C. Bentuk-Bentuk Penyimpangan


Penyimpangan primer, adalah penyimpangan yang ber- sifat sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang, dan masyarakat pun kadang masih bisa mentolelir. Contoh: seorang murid atau karyawan yang bolos, mencontek pada waktu ujian, memalsukan buku, dan pelanggaran rambu lalu lintas.

Penyimpangan sekunder, adalah perbuatan yang dilakukan secara khas memperlihatkan perilaku penyimpangan dan biasanya karena sering melaksanakan tindakannya itu secara konsisten. Contoh: perjudian, pelacuran, pembunuhan, pemerkosaan dan perampokan. Pada biasanya masyarakat sudah tidak bisa mentolelir perilaku ini.

Penyimpangan individual, adalah penyimpangan yang di- lakukan oleh seseorang pada norma yang berlaku dalam kelompoknya. Contohnya adalah ada seorang santri yang tidak mau belajar mengaji. Penyimpangan kelompok, maknanya penyimpangan yang dilakukan sekelompok individu dengan tujuan untuk mengecam atau mendobrak norma.

D. Sifat Penyimpangan


Penyimpangan positif, maknanya penyimpangan yang mengarah kepada kebaikan. Karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan perbaikan perilaku ke arah yang benar. Contoh: seorang ibu rumah tangga menjadi tukang beca, sopir, atau menjadi pekerja yang layaknya dilakukan laki-laki.

Penyimpangan negatif, yaitu penyimpangan yang cenderung bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap kurang baik. Contoh: seorang pengawai yang melaku- kan korupsi, ustaz yang melaksanakan perbuatan cabul dan lain-lain.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Ringkasan: Penyimpangan Sosial Masyarakat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Ringkasan: Penyimpangan Sosial Masyarakat

Dalam suatu kelompok masyarakat, sudah tentu berlaku nilai dan norma. Nilai dan norma itu akan dijadikan sebagai pedoman seseorang bertingkah laku. Jika seorang dapat mengadopsi dan menerapkan semua sistem nilai dan norma, maka ia akan dianggap sebagai warga masyarakat baik. Kehidupan bermasyarakat pun akan terjalin dengan tertib dan lancar. Pengadopsian tata cara berperilaku yang cocok dengan nilai dan norma itu biasanya dapat terjadi melalui proses saat seseorang bersosialisasi atau mempelajari ketentuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada mulanya nyaris semua anggota kelompok masyarakat dapat menjalankan dan menanamkan nilai. Namun, lama- kelamaan akan muncul satu tindakan pelanggaran norma yang diikuti oleh bermacam-macam tindakan lain. Sehingga orang yang melanggar itu akan terkena sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam kelompoknya.

Sebagai contoh, dalam suatu kelompok masyarakat desa ada kepercayaan tidak boleh masuk dan merambah suatu kawasan hutan, tetapi pada suatu saat ada seseorang yang terdesak untuk mencari kayu bakar dan masuk ke hutan. Pada awalnya orang itu dianggap tidak sesuai. Namun, lama-kelamaan akan diikuti oleh orang lain dan dianggap menjadi hal biasa. Ketidaksesuaian perilaku individu itu dengan norma atau nilai yang berlaku ini dinamakan dengan perilaku menyimpang.

Penyimpangan Sosial Masyarakat Perilaku menyimpang adalah tindakan yang bertentangan dengan norma-norma atau kebudayaan yang berlaku atau dalam masyarakat. Perilaku menyimpang ini disebabkan oleh proses sosialisasi yang tidak sempurna atau disebabkan sebab gagalnya seorang individu untuk mengidentifikasi dirinya agar pola perilakunya sesuai dengan keadaan masyarakat. Adapun bentuk-bentuk perilaku yang menyimpang, antara lain tindakan kriminal, kenakalan remaja, alkoholisme, penyalahgunaan narkoba, hubungan seks di luar nikah, dan perjudian.

Teori-Teori Penyimpangan menurut para ahli diantaranya sebagai berikut
  1. Teori Pergaulan Berbeda, dikemukakan oleh E.H. Sutherland
  2. Teori Labeling dikemukakan oleh Edwin M. Lemert
  3. Teori Merton dikembangkan oleh Robert K. Merton
  4. Teori Fungsi, dikembangkan oleh Emille Durkheim
  5. Teori agama, yaitu penyimpangan yang disebabkan oleh rendahnya kadar keimanan dan kurangnya penghayatan pada nilai-nilai dalam ajaran agama.
  6. Teori Sosial, yaitu penyimpangan yang disebabkan oleh penyakit mental dan tidak stabilnya kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat.

Upaya-upaya yang dilakukan mencegah terjadinya penyimpangan, dapat dilakukan dengan cara persuasif tanpa kekerasan, kekerasan/ paksaan (coersive), kompulsi, vervasi, dan pengawasan baik secara individu atau kelompok.

Lembaga-lembaga pengadilan sosial, meliputi kepolisian, pengadilan, dan adat istiadat.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Gagasan Persatuan dan Kesatuan untuk Membentuk Kesadaran Nasional dan Identitas Bangsa. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Gagasan Persatuan dan Kesatuan untuk Membentuk Kesadaran Nasional dan Identitas Bangsa

A. Pemufakatan Perhimpuan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)


Pada 17-18 Desember 1927 dicapai kesepakatan dari beberapa kelompok seperti PSI, Budi Utomo, PNI, Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum Betawi, dan Kelompok Studi Indonesia untuk mendirikan suatu federasi partai politik dengan nama PPPKI. Adapun sebagian alasan yang menjadi latar belakang pendirian organisasi ini adalah banyaknya pemberontakan dan kegagalan dari beberapa kelompok partai untuk mencapai cita- citanya, sehingga ada suatu pemikiran seperti Ir. Soekarno untuk mencoba menghimpun seluruh kekuatan nasionalis menjadi satu kesatuan.

PPPKI berkembang dengan begitu pesatnya, sehingga mampu melaksanakan kegiatan politiknya dalam bentuk kongres- kongres. Kongres PPPKI pertama kali dilakukan di Surabaya pada 2 September 1928. Semua wakil dari partai politik menyatakan harapannya bahwa kongres itu adalah tahap awal untuk mempersiapkan diri untuk gerakan kebangsaan. Kemudian dalam rapat-rapat selanjutnya sering dibahas masalah pendidikan nasio- nal, bank nasional, serta cara-cara untuk memperkuat kerja sama, sehingga berhasil dibentuknya bermacam-macam komisi. Adapun komisi- komisi itu terdiri dari Cokroaminoto (PSI), Ir. Soekarno (PNI), Otto Subrata (Pasundan) dan Husni Thamrin (Kaum Betawi), yang lalu dipilih ketua majelisnya adalah Sutomo.

Pada akhir tahun 1929 bermacam-macam peristiwa sudah mengancam untuk hancurnya PPPKI. Hal itu dimungkinkan sebab adanya ketidakcocokan di antara wakil-wakil partai yang mengatasnamakan misinya masing-masing. Seperti paham nasionalis, radikal, modernis, dan paham-paham keislaman ternyata satu sama lain mempunyai perbedaan pendapat. Sebagian dari golongan Islam tidak menerima paham kebangsaan, sehingga PSI yang sangat memiliki pengaruh terhadap PPPKI pada tahun 1930 mengudurkan diri sebab terdapat penolakan dari kelompok yang lain untuk memasukkan paham-paham Islam. Pada saat yang nyaris bersamaan juga terjadi penangkapan Bung Karno yang lalu diadili. Sementara, dia juga mempunyai peranan penting dalam PPPKI dan dianggap sebagai simbol pemersatu dalam PPPKI.

B. Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda


Pada biasanya perkumpulan-perkumpulan yang bersifat nasionalis ternyata kurang menjangkau organisasi-organisasi yang bersifat kepemudaan. Pada saat munculnya PNI dan PPPKI, hubungan antara bermacam-macam kelompok kepemudaan yang di dalamnya didominasi oleh pelajar dan mahasiswa semakin meningkat dan mereka bergabung dalam suatu wadah dengan nama Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) pada tahun 1926. Kebanyakan anggota PPPI berasal dari mahasiswa Bandung dan Jakarta, seperti mahasiswa fakultas kedokteran, hukum, dan teknik. Mereka awalnya sepakat untuk mengenyampingkan perbedaan-perbedaan terutama atas dasar kedaerahan, dan mereka pun sepakat untuk membentuk suatu kesatuan untuk seluruh rakyat sebagai bangsa Indonesia. Sehingga pada 30 April – 2 Mei 1928 di Jakarta sudah terselenggara Kongres Pemuda I yang dipimpin oleh Moh. Tabrani sebagai wakil perkumpulan pemuda dari Jawa (Jong Java). Adapun tujuan dilakukannya kongres itu adalah membentuk badan sentral, memajukan paham persatuan kebangsaan, dan mempererat hubungan di antara semua perkumpulan pemuda kebangsaan. Kongres Pemuda itu diikuti oleh nyaris setiap perkumpulan pemuda di Indonesia seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Minahasa, Jong Batak, dan Jong Islamieten Bond. Dalam kegiatan kongres itu Muhammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond memberikan ceramah mengenai Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, namun tanpa mengurangi rasa hormat pada bahasa daerah yang lain seperti Sunda, Batak, Ambon, Aceh, dan sebagainya hanya terdapat dua bahasa yang memiliki pengaruh yaitu bahasa Melayu dan bahasa Jawa yang dapat mendukung harapan mencapai persatuan dan kesatuan.

Membentuk Kesadaran Nasional dan Identitas Bangsa
Mohammad Yamin
Kegiatan-kegiatan organisasi kepemudaan terus berkembang dan melaksanakan Kongres Nasional kembali mulai 27 Oktober 1928, kongres itu bernama Kongres Pemuda II. Organisasi yang menjadi panitia penyelenggarannya adalah PPPI dengan ketua yang pertama yaitu Prof. A. Sigit lalu digantikan oleh Sugondo Joyopuspito.

Adapun selengkapnya panitian penyelenggara Kebangkitan Nasional kegiatan Kongres Pemuda II yaitu, Sugondo Joyopuspito (wakil dari PPPI) sebagai ketua, Joko Marsaid (wakil Jong Java) sebagai wakil ketua, Mohammad Yamin (wakil Jong Sumtranen Bond) sebagai sekretaris, Amir Syarifudin (wakil Jong Batak) sebagai bendahara, serta enam orang pembantu berturut-turut Johan Muh. Cai (wakil Jong Islamieten Bond), Kocosungkono (wakil Pemuda Indonesia), Senduk (wakil Jong Celebes), J. Leimena (wakil Jong Ambon) dan Rohyani (wakil Pemuda Kaum Betawi).

Kongres Pemuda II itu menyelenggarakan tiga kali kegiatan rapat. Rapat pertama dilakukan di Gedung Katholik Jonglingen Bond. Rapat kedua dilakukan di Gedung Oost Java Bioscoop, dan rapat ketiga di Gedung Indonesische Clubhuis. Semua rapat itu dihadiri oleh 750 anggota dari setiap perhimpunan pemuda di Indonesia. Kongres Pemuda II ini berhasil mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang isinya mengandung nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan. Cuplikan dari ikrar Sumpah Pemuda itu ialah sebagai berikut. “Kami putra putri Indonesia mengaku, bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Serta pada malam penutupan untuk yang pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan oleh penggubahnya Wage Rudolf Supratman, yang hanya dinyanyikan melalui biola, dengan alasan jika dinyanyikan bersama-sama secara vokal tentu akan dilarang oleh polisi. Sejak saat itulah Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaaan Indonesia.

Dengan lahirnya Sumpah Pemuda dalam tonggak sejarah Indonesia sudah memberikan semangat untuk berjuang lebih kuat lagi dalam meraih kehidupan bangsa yang merdeka terlepas dari kekuasaan penjajah.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Friday, 11 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Tindakan Sosial Menurut Max Weber. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Tindakan Sosial Menurut Max Weber

Tindakan sosial menurut Max Weber (pakar sosiologi) adalah suatu tindakan individu selama tindakan itu mempunyai arti atau makna yang bersifat subjektif untuk dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Suatu tindakan individu yang diarahkan pada benda mati tidak masuk dalam kategori tindakan bersifat sosial. Dan suatu tindakan akan disebut sebagai suatu tindakan sosial saat tindakan itu benar-benar  ditujukan kepada orang lain atau individu lainnya. Walaupun seringkali tindakan sosial bisa berupa tindakan yang bersifat subjektif atu membatin yang bisa saja terjadi disebabkan oleh pengaruh positif yang berasal dari situasi tertentu. Dan bahkan sering tindakan dapat terulag kembali secara sengaja sebagai bentuk akibat dari suatu pengaruh keadaan yang sama berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu. Max Weber membedakan suatu tindakan sosial manusia ke dalam 4 tipe, antara lain :

Tindakan Rasionalitas Instumental


Tindakan sosial ini adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang yang berdasar atas pertimbangan dan juga pilihan secara sadar yang berkaitan dengan suatu tujuan tindakan itu dan ketersediaan suatu perangkat yang digunakan untuk dapat memperolehnya. Seperti contohnya : seorang murid yang seringkali terlambat datang ke sekolah disebabkan tidak memiliki kendaraan, yang pada akhirnya dia membeli suatu kendaraan supaya dia datang ke sekolah lebih cepat dan tidak lagi terlambat. Dan tindakan ini  sudah dipertimbangkan secara matang supaya dia memperoleh suatu tujuan tertentu. Dengan kata lain untuk menentukan suatu tujuan itu bisa saja suatu tindakan dilakukan agar dapat mendapat tujuan itu.

Tindakan Rasional Nilai

Dan untuk tindakan rasional nilai memiliki sifat bahwa perangkat yang ada hanya adalah suatu pertimbangan dan jugakalkulasi secara sadar, dan sementara untuk tujuannya tela ada di dalam sutu hubungan dengan suatu nilai individu yang bersifat absolut. Seperti contoh : dalam beribadah atau seseorang yang mendahulukan orang tua saat mengantri pembelian atau sembako. Itu artinya, tindakan sosial dari 4 tipe tindakan sosial menurut Max Weber ini sudah dipertimbangkan terlebih dulu disebabkan mendahulukan suatu nilai sosial atau nilai agama yang dia miliki.

Tindakan Sosial Menurut Max Weber
Max Weber
Tindakan Afektif atau Tindakan yang Di Pengaruhi Oleh Emosi

Untuk tipe tindakan ini lebih membawa perasaan atau emopsi tanpa perencanaan yang sadar. Tindakan ini bersifat spontan, tidak rasioanl, dan juga adalah suatu ekspresi emosional atau individu. Seperti contoh : hubungan kasih sayang diantara dua pasangan yang sedang jatuh cinta. Dan tindakan ini biasanya terjadi atas rangsangan dari luar yang sifatnya otomatis.
4-tipe-tindakan-sosial-menurut-max-weber

Tindakan Tradisional


Dalam tindakan ini, seseorang memperlihatkan suatu perilaku tertentu yang disebabkan sebab kebiasaan yang dimiliki dari nenek moyang, tanpa perencanaan. Seperti pulang kampung saat Lebaran.

Kali ini kita akan membahas tentang Perhimpunan Indonesia sebagai Bukti Nyata untuk Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Perhimpunan Indonesia sebagai Bukti Nyata untuk Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia

A. Berdirinya Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda


Akibat dari banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda, maka terbentuklah suatu kelompok pelajar di Negeri Belanda yang bernama Indische Vereeniging (IV) yang berdiri tahun 1908. Waktu pendiriannya hampir bersamaan dengan berdirinya Budi Utomo. Pada awalnya, IV hanya bermaksud untuk perkumpulan sosial dengan bahasan kondisi tanah air yang menjadi obrolan pada waktu senggang. Namun, ketika tokoh Indische Partij datang, perkembangannya berubah ke arah politik dan semakin bertambah pesat. Akhirnya, mereka menerbitkan sebuah majalah Hindia Putra oleh Suwardi Suryaningrat pada tahun 1916. Pada tahun 1917, IV bergabung dengan Chung Hwa Hui (Organisasi Mahasiswa Indonesia Cina) yang semakin mendukung untuk kemajuan mereka memikirkan masalah masa depan bangsa Indonesia.

B. Perkembangan Organisasi Mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda


Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia
M. Hatta
Jumlah mahasiswa Indonesia yang ada di Negeri Belanda semakin meningkat setelah terjadinya Perang Dunia I. Adapun di antara sekian banyak mahasiswa Indonesia ialah Sutomo, Hatta, Ali Sostroamidjojo, Iwa Kusumasomantri, Iskak, dan Budiardjo, yang kemudian mereka membentuk komunitas kecil yang anggotanya hanya terdiri atas 38 orang. Berkat pengalaman di Indonesia mengurus organisasi, mereka memantapkan lagi kegiatan untuk ikut aktif dalam kegiatan politik di negeri Belanda. Tapi sejak Januari 1925 organisasi ini sudah resmi menjadi organisasi politik di Negeri Belanda, dan pada rapat 3 Februari 1925 nama Perhimpunan Indonesia sudah mulai dipakai.

C. Perhimpunan Indonesia dan Ideologi Nasional


Dengan mengikuti perkumpulan pemuda di Negeri Belanda, pemuda-pemuda Indonesia menyadari akan dirinya sebagai elit politik baru yang memiliki tugas untuk membebaskan bangsanya dari tangan penjajah. Oleh karena itu, mereka selalu mengembangkan persepsi yang kuat terhadap tanah airnya. Untuk mempersiapkan perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia, para pemimpin organisasi seperti Bung Hatta dan rekan-rekannya terpaksa harus mengembangkan suatu ideologi nasionalis baru yang bebas dari batasan agama, maupun sifat sosialis komunis. Sehingga mereka berpikir selain menentang penjajah, mereka juga harus berjuang melawan penduduk pribumi yang tidak seideologi.

Terdapat empat pikiran pokok yang harus dikembangkan dalam Perhimpunan Indonesia saat itu, yaitu: kesatuan nasional, sehingga untuk bersatu diperlukan ke- sepakatan tidak memandang adanya perbedaan yang sifatnya kecil; solidaritas, menyadari kepentingan bersama sehingga tidak mempertajam konflik; nonkoperasi, artinya kemerdekaan tidak diberikan secara cuma-cuma melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kemampuan sendiri; dan swadaya, artinya adanya keperluan menolong diri sendiri dengan mengandalkan diri sendiri, untuk mengembangkan alternatif struktur nasional supaya mendapatkan kedudukan sejajar dengan pemerintah kolonial.

Pada akhirnya, gerakan Perhimpunan Indonesia semakin memfokuskan kegiatan- nya dalam bidang politik yang memikirkan upaya untuk menentukan nasib dirinya sendiri apalagi ketika Woodrow Wilson (Presiden Amerika) memberikan tekanan pada doktrin hak menentukan nasib sendiri (The Right Selfdetermination) dalam perjanjian Versailles (1918).

D. Perhimpunan Indonesia dan Kegiatan Politiknya


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Perhimpunan Indonesia yang di dalamnya adalah para mahasiswa ternyata cenderung lebih memilih untuk terjun ke bidang politik. Mereka berkeinginan setelah menyelesaikan studinya akan bergabung dengan beberapa partai politik yang sudah terbentuk di Indonesia.

Supaya partai-partai politik yang diikutinya dapat menerima paham-paham yang dibawa oleh Perhimpunan Indonesia. Tetapi karena berbagai situasi tertentu, ternyata banyak di antara mereka yang sudah pulang ke Indonesia tidak aktif dalam kegiatan politik. Melainkan mengembangkan profesinya sendiri dengan organisasi-organisasi di luar politik. Namun, upaya untuk memasukkan paham Perhimpunan Indonesia yang bersifat nasionalis tetap menggebu pada diri mereka, terutama Mohammad Hatta. Akhirnya, Hatta mengusulkan untuk dibentuknya perkumpulan berupa partai politik dengan nama Nasion

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Terbentuknya Kesadaran Nasional, Identitas Indonesia, dan Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Terbentuknya Kesadaran Nasional, Identitas Indonesia, dan Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia

Selain perjuangan-perjuangan yang terjadi di beberapa daerah, pada abad ke-19 timbul semangat nasionalisme yang saat itu berkembang di beberapa negara jajahan. Nasionalisme yang terjadi pada saat penjajahan, menimbulkan bermacam-macam kekerasan dalam bentuk perang untuk menentang penjajah. Sehingga beberapa daerah di Indonesia yang dipimpin oleh tokoh- tokohnya satu per satu melaksanakan perlawanan. Tidak sedikit di antara mereka yang memperjuangkan tanah air untuk mencapai kemerdekaan sampai rela mengobankan nyawanya. Karena itu, atas jasa-jasanya kita perlu menghormati dan mengenangnya. Mereka itu adalah pejuang tangguh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia.

A. Lahirnya Nasionalisme di Beberapa Negara Asia-Afrika


Deskripsi tentang bentuk perlawanan bangsa yang dijajah pada biasanya sudah kalian pelajari di kelas sebelumnya. Saat ini kita akan membahas munculnya sikap kepedulian pada identitas dan martabat bangsa yang terjajah, sebab hal ini penting dan memiliki pengaruh besar pada gerakan kebangkitan bangsa.

Nasionalisme yang terjadi di Indonesia sebelumnya diawali dengan terjadinya nasionalisme bangsa-bangsa di Asia-Afrika. Seperti nasionalisme Jepang, Cina, India, Filipina, dan Mesir, yang pada intinya rasa nasionalime itu muncul dengan faktor-faktor sebagai berikut.

  1. Kenangan kejayaan bangsa-bangsa Asia-Afrika pada masa lampau, seperti kita ketahui bahwa nyaris semua wilayah di Asia dan Afrika yang terjajah saat itu adalah pusat peradaban tua di dunia. 
  2. Adanya penderitaan akibat penjajahan yang kejam. 
  3. Munculnya golongan terpelajar atau cendikiawan yang secara langsung atau tidak langsung ternyata mendapat pendidikan dalam bermacam-macam bidang dari para penjajah, termasuk pendidikan politik. 
  4. Pengaruh dari perang di Asia yang dimenangkan oleh Jepang atas Rusia tahun 1905. 
  5. Kemajuan dalam bidang politik, seperti munculnya kelompok-kelompok partai politik, bidang ekonomi dan sosial budaya yang semakin banyak mengetahui adanya persamaan derajat dan martabat umat manusia di seluruh dunia.

Gerakan nasionalisme Asia-Afrika ini adalah reaksi pada kaum imperialisme barat, yang dibagi atas dua macam gerakan reaksi, yaitu:
  1. Zelotisme, yaitu reaksi atau sikap menutup pintu wilayah mereka dari kekuasaan asing. Atau dengan kata lain dikenal dengan isolasi dan perlawanan pasif. 
  2. Herodianisme, yaitu reaksi dengan taktis yang cerdik dengan cara mengikuti dan menyadap informasi sebagai pengetahuan sebagai bekal untuk menindas para penjajah.

B. Pertumbuhan dan Perkembangan Nasionalisme di Indonesia


Pada umumnya, semua gerakan nasionalisme bangsa-bangsa Asia-Afrika sangat memiliki pengaruh terhadap pergerakan nasionalisme Indonesia. Semangat nasionalisme Indonesia mulai tumbuh dan memperlihatkan kekuatannya pada penjajah biasanya dan Belanda khususnya sejak penghujung abad ke- 19. Pada saat itu, Belanda hanya memerhatikan kepentingan bangsanya sendiri dan mengeruk keuntungan dari wilayah Indonesia. Kondisi itulah yang menjadi aspek utama munculnya gerakan nasionalisme di Indonesia. Untuk menambah keyakinan dan kepastian bahwa masyarakat Indonesia berjuang keras menentang penjajah keadaan seperti itu boleh dikatakan sebagai Kebangkitan Nasional, maknanya bangunnya seluruh kemampuan bangsa Indonesia untuk merdeka, dengan beberapa alasan utama sebagai berikut.

  1. Penindasan yang dilakukan penjajah Belanda, seperti diperlakukannya program tanam paksa yang banyak merugikan para petani dan pemilik lahan.
  2. Adanya pendidikan luar negeri yang diterima oleh sebagian bangsa Indonesia, baik yang belajar dari negeri barat atau negeri timur. Tetapi yang paling memiliki pengaruh ialah pendidikan Barat ala Belanda yang diselenggarakan di Indonesia, walapun sebagian sekolah hanya diperuntukkan oleh kelompok tertentu saja. Adapun jenis-jenis sekolah yang berperan dalam perkembangan pendidikan masyarakat Indonesia saat penjajahan Belanda antara lain: ELS (Europeesch Lagere School) atau HIS (Hollandsch Indische School) selama waktu 7 tahun sebagai pendidikan tingkat dasar, 2) Sekolah Lanjutan HBS (Hogere Burger School) dan AMS (Algmenene Middelbare School) yang sekarang setingkat SMA, 3) Sekolah Bumi Putera (Inlandsche School) yang bahasa pengantarnya adalah bahasa daerah, 4) Sekolah Desa (Volksch School), 5) Sekolah Desa Lanjutan (Vervolksch School), 6) MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau setingkat SMP, dan 7) Stovia (School Toot Opleiding van Inlandsche Artsen) yaitu sekolah Dokter Jawa yang lamanya 7 tahun kelanjutan dari MULO.
  3. Munculnya gerakan Islam modern, yang dapat berfungsi sebagai pemersatu bangas Indonesia yang mayoritas beragama Islam, dan mereka tidak setuju dengan semua kebijakan Belanda yang jauh dari ketentuan kehidupan Islam.
  4. Dominasi ekonomi kaum Timur Asing terutama Cina, yang saat itu oleh Belanda diberi keleluasaan dalam menguasai bidang perdagangan.
  5. Perkembangan media pers sebagai perangkat komunikasi.
  6. Diberlakukannya politik Etis yang adalah politik balas jasa dari Belanda kepada Indonesia yang dicetuskan oleh Van de Venter, isinya dikenal dengan Trias Vandeventer yaitu irigasi, migrasi dan edukasi.
  7. Ketidakpuasan dengan dibentuknya suatu sistem kehidupan diskriminasi. Bangsa Indonesia sebagai pribumi diposisikan sebagai golongan kelas tiga paling bawah setelah orang Eropa dan Timur Asing.

Nasionalisme di Indonesia mengalami kemajuan sangat pesat saat organisasi Budi Utomo diakui secara resmi oleh pemerintah Belanda pada tahun 1908. Adapun tahapan nasionalisme yang berjalan di Indonesia sampai mencapai kemerdekaannya adalah sebagai berikut.

  1. Nasionalisme sosial dan kebudayaan (1900–1912), diorientasikan pada perbaikan dan perkembangan sistem kehidupan masyarakat pribumi.
  2. Nasionalisme politik (1912–1921), mengarahkan penduduk Indonesia untuk mengerti akan politik dan saat itu banyak didirikan partai politik.
  3. Nasionalisme militan (1921–1926), diketengahkan setelah bangsa Indonesia mengerti politik dan perjuangan organisasinya yang dilandasi dengan semangat militansi tinggi.
  4. Nasionalisme politik radikal (1926–1933), menyadarkan segala macam aktivitas partai politik dan organisasi yang berkembang dengan sifat nonkooperatif.
  5. Nasionalisme moderat (1933–1941), dikembangkannya sikap kebijakan partai untuk mengambil keputusan yang matang.
  6. Nasionalisme pendudukan Jepang (1942–1945), adalah tindakan terakhir yang membawa akibat pada ke- merdekaan Indonesia.

C. Organisasi-Organisasi Pergerakan Nasional di Indonesia


Munculnya organisasi-organisasi yang membawa pada pergerakan nasionalisme Indonesia latar belakangnya ternyata terlahir dari bermacam-macam golongan, terutama golongan pelajar, kaum nasionalis, aliran sekuler, gerakan profesi, serta gerakan awal wanita. Berikut akan kita bahas deskripsinya secara singkat. Munculnya organisasi-organisasi yang membawa pada pergerakan nasionalisme Indonesia latar belakangnya ternyata terlahir dari bermacam-macam golongan, terutama golongan pelajar, kaum nasionalis, aliran sekuler, gerakan profesi, serta gerakan awal wanita. Berikut akan kita bahas deskripsinya secara singkat.

a. Budi Utomo

Latar belakang munculnya organisasi Budi Utomo sebab adanya kondisi kehidupan yang sangat memprihatinkan. Namun sejak diberlakukannya politik etis, ternyata mendatangkan akibat positif pada perkembangan pen- didikan penduduk pribumi. Hanya di lain pihak para pelajar Indonesia ini mengalami kesulitan dalam mendapat dana. Hal ini mengundang keprihatinan dr. Wahidin Sudirohusodo untuk berusaha mengumpulkan dana dengan melaksanakan propaganda keliling Pulau Jawa. Ide itu lalu diterima oleh dr. Sutomo yang saat itu sedang belajar di Stovia. Penghimpunan dana ini juga ditujukan untuk merealisasikan pengajaran dan pendidikan masyarakat Jawa yang tidak terlepas dari budaya aslinya yang digabungkan dengan pola pendidikan barat. Akhirnya, pada 20 Mei 1908, Sutomo dan rekan-rekannya berhasil mendirikan sebuah organisasi di Jakarta yang bernama Budi Utomo. Sehingga sampai sekarang tanggal itu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Terbentuknya Kesadaran Nasional, Identitas Indonesia
dr. Wahidin Sudirohusodo
Ketika mengembangkan Budi Utomo, Sutomo dan kawan- kawan memperkenalkan cara-cara organisasi modern yang mengarah kepada kesadaran pribumi untuk memegang teguh paham dan ideologinya. Dari sanalah muncul perubahan-perubahan sosial dan politik pada masyarakat pribumi.

Kemunculan organisasi Budi Utomo berakibat tanggapan dan reaksi dari Belanda. Ada beberapa tanggapan yang mengatakan mengenai terbentuknya Budi Utomo. Menurut sebagian golongan, Budi Utomo adalah gerakan renaissance budaya Indonesia. Sementara, ada sekelompok golongan terutama kaum priayi dengan kelas sosial tinggi kurang setuju dengan adanya Budi Utomo, sebab mereka khawatir kehadirannya akan mengganggu dan mengubah status mereka saat itu. Akhirnya, golongan priayi ini (regent bond) membentuk organisasi di Semarang pada tahun yang sama dengan nama Setia Mulia. Tetapi beberapa kelompok lain seperti para bupati ternyata sangat mendukung kedatangan Budi Utomo.

Dengan hadirnya Budi Utomo, ternyata semangat ke- bangsaan dari suku-suku bangsa di Indonesia semakin bertambah besar, terbukti dengan diselenggarakannya Kongres Budi Utomo pada 3-5 Oktober 1908. Dalam perjuangannya, Budi Utomo memilili dua prinsip, yaitu prinsip yang diwakili oleh golongan muda yang cenderung menangani masalah politik dalam meng- hadapi pemerintah kolonial, dan prinsip kedua yang diwakili oleh golongan tua dengan petunjuk dan perjuangan melalui sosial budaya.

b. Sarekat Islam 
Pada awalnya, Sarekat Islam (SI) hanyalah sebuah perkumpulan para pedagang yang diberi nama Sarekat Dagang Islam yang dipelopori oleh K.H. Samanhudi, seorang pengusaha batik dari kampung Lawean (Kolo). Pada awalnya, tujuannya hanya untuk mengimbangi supaya persaingan dapat diatasi dalam menghadapi pedagang asing. Pada tahun 1912 Sarekat Dagang Islam diubah menjadi Sarekat Islam di bawah pimpinan H.U.S. Cokroaminoto dengan beranggotakan semua kalangan masyarakat yang bermacam-macam Islam. Kegiatan Sarekat Islam menjadi terfokus pada masalah- masalah keagamaan dengan segala bukti nyatanya.

Namun, tujuan utama Sarekat Islam tetap yaitu mengembang- kan ekonomi Islam seperti yang dikemukakan oleh Haji Umar Said Cokroaminoto pada rapat besar di kebun hewan Surabaya pada 26 Januari tahun 1913. Setelah SI mengalami perkembangan, pemerintah Belanda merasa khawatir sebab dianggapnya SI dapat membahayakan kedudukan pemerintah Belanda, apalagi setelah keanggotaan SI semakin luas dan besar serta berhasil mengadakan Kongres Nasional.

Kongres Nasional I diselenggarakan di Jakarta dengan dihadiri oleh 360.000 anggota dan masih H.U.S. Cokroaminoto yang terpilih sebagai pimpinan SI. Sebelum Kongres Nasional tahunan yang kedua (1917), muncul aliran revolusioner yang dipimpin oleh Samaun. Pada tahun 1918 dalam kongres ketiga pengaruh Samaun yang hanya sebagai Ketua SI Lokal Semarang semakin menjalar dalam organisasi SI secara keseluruhan (CSI = Central Sarekat Islam). Rupanya dengan hadirnya, aliran revolusioner adalah awal perpecahan dalam organisasi SI.

Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia
Cokroaminoto
Buktinya dalam kongres keempat tahun 1919, SI memerhatikan golongan buruh sebab diduga untuk mempersiapkan kemajuan menurut anggapan mereka hancur perekonomian tidak semata- mata penjajah melainkan adanya kapitalis dari para pengusaha lokal juga, sehingga pengaruh komunis sudah semakin merasuk pada organisasi ini. Terbukti saat dilakukannya kongres kelima tahun 1921 SI terpecah menjadi dua kelompok, yaitu SI Putih di bawah pimpinan H.U.S. Cokroaminoto dan SI Merah dipimpin oleh Samaun yang akhirnya berkembang menjadi organisasi yang berhaluan komunis. Tahun 1933 Central Sarekat Islam berubah menjadi Parti Sarekat Islam yang kehidupan organisasinya semakin kompleks dan pada tahun 1927 PSI berubah kembali menjadi PSII Partai Sarekat Islam Indonesia.

c. Indische Partij

Organisasi politik Indische Partij ini didirikan oleh Ernest Eugene Francois Douwes Dekker (Dr. Danudirja Setia Budhi), dr. Cipto Mangunkusumo , dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) yang dikenal dengan nama “Tiga Serangkai”, pada 25 Desember 1912 di Bandung. Perhimpunan ini termasuk organisasi yang mempunyai keistimewaan, sebab walaupun usianya pendek, tetapi anggaran dasarnya dijadikan sebagai peletak dasar politik Indonesia sebagai organisasi campuran antara orang Indo dengan pribumi.

Namun sebab prinsipnya yang sangat radikal dalam mengiginkan Indonesia merdeka, maka pemerintah Belanda sangat menentang dan hati-hati untuk berhubungan dengan Indische Partij. Sehingga perjuangannya untuk mendapatkan badan hukum ternyata sia-sia, sebab pada 4 Maret 1913 perhimpunan ini ditutup dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Ketiga tokohnya diasingkan ke Belanda. Namun Cipto Mangunkusumo dikembalikan sebab sakit, dan pada tahun 1919 Setia Budhi dan Suwardi Suryaningrat juga dikembalikan dan mereka tetap terjun dalam dunia politik untuk memikirkan perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan.

d. Muhamadiyah

Muhamadiyah adalah organisasi yang berakar pada keagamaan. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912, di bawah pimpinan K.H. Ahmad Dahlan. Tujuan pendirian Muhamadiyah adalah sebagai tanggapan atas dasar saran Budi Utomo dengan maksud memberi pelajaran agama kepada anggotanya, sehingga kelompok Muhamadiyah dikatakan sebagai organisasi agama yang modern. Pelaksanaan program kerjanya dimulai dengan mendirikan sekolah yang berlandaskan agama, panti asuhan, panti jompo dan fakir miskin serta balai pengobatan dan rumah sakit. Perkumpulan ini tetap berpusat di Yogyakarta.

Pada 20 Desember 1912, Muhamadiyah menginginkan organisasinya mempunyai badan hukum dan ternyata dikabulkan oleh gubernur jenderal yang memerintah pada saat itu, dengan

dikeluarkannya Govermen Besluit (SK) nomor 81 tanggal 22 Agustus 1914. Ternyata setelah Muhamadiyah berbadan hukum, perkumpulan sejenis tidak hanya terdapat di Yogyakarta saja, melainkan muncul di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di sekitar pesantren-pesantren yang sering mengadakan perkumpulan (tablig). Atas persetujuan pemerintah Belanda, Muhamadiyah berhak mendirikan cabang di semua wilayah. Peranan Muhamadiyah sangat besar dalam mempersiapkan perlawanan pada dominasi asing. Sebab dengan hadirnya organisasi ini, tingkat pendidikan masyarakat Indonesia menjadi lebih maju, baik dalam pendidikan agama atau pendidikan umum.

e. Gerakan Pemuda Seluruh Indonesia

Titik api yang bersinar dari gerakan Budi Utomo, ternyata membawa akibat dan respons baik dari seluruh pemuda yang ada di Indonesia. Hal ini terbukti dengan bermunculannya perhimpunan gerakan-gerakan pemuda di Indonesia. Di antara perhimpunan itu pada tahun 1914 berdiri Perkumpulan Pasundan yang memiliki tujuan untuk mempertinggi derajat kesopanan, kecerdasan dan memperluas kesempatan kerja, dengan beberapa pimpinan seperti R. Kosasih Surakusumah, R. Otto Kusumah dan Jayadiningrat. Kemudian orang-orang Ambon yang bertempat tinggal di Jawa membentuk perkumpulan Sarekat Ambon di bawah pimpinan A.J. Patty yang ingin mempersiapkan pemerintah yang berparlemen. Namun, sebab gerakannya yang radikal, A.J. Patty dibuang ke Bangka.

Pada 16 Agustus 1927, di Jakarta dibentuk Organisasi Persatuan Minahasa di bawah pimpinan dr. Tumbelaka dan Sam Ratulangi. Kemudian, berdiri pula Sarekat Celebes akibat dari adanya kesalahpahaman. Selain itu, banyak pula berdiri kumpulan pemuda seperti Sarekat Madura, Perserikatan Timor, dan Sarekat Sumatra. Perkembangan organisasi pemuda ini berakibat pada terbentuknya perkumpulan pemuda kedaerahan.

f. Organisasi Kepanduan 
Sejalan dengan lahirnya organisasi pemuda, lahir juga perkumpulan kepanduan yang berupa organisasi lanjutan dari induk organisasi asalnya. Pada awalnya, organisasi kepanduan hanya menghimpun kelompok pemuda yang gemar melaksanakan kegiatan olahraga. Organisasi kepanduan yang pertama kali berdiri adalah Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) yang berkedudukan di Solo, berdiri pada tahun 1916. Di kalangan anak-anak keturunan Eropa juga berdiri organisasi Neda Indische Padvinders Vereeninging (NIPV) tahun 1917. Setelah melewati tahun 1920, organisasi kepanduan ini semakin berkembang dan mengikuti perkembangan paham nasionalisme, maka ber- munculan puluhan organisasi sejenis, seperti Sarekat Islam Afdeling Pandu (SIAP), Hizbul Wathon, dan Pandu Pemuda Sumatra. Akhirnya, keberadaan semua organisasi kepanduan ini dapat menopang kehidupan organisasi politik. Akhirnya, muncul Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI), hanya sebab dicurigai oleh pemerintah Belanda, KRI dilarang untuk berkumpul dan melaksanakan kegiatan.

g. Taman Siswa 
Setelah dipulangkan ke Indonesia Suwardi Suryaningrat atau dikenal dengan sebutan Ki Hajar Dewantara, masih tetap mempunyai keinginan untuk memajukan bangsanya. Hingga pada tahun 1922, dia mendirikan perguruan Taman Siswa. Taman Siswa ini lahir dengan tujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan secara kultural yang dapat diselenggarakan dengan baik. Bahkan organisasi ini menjadi tonggak untuk penataan pengembangan pendidikan nasional. Keistimewaan dari Taman Siswa ialah pelaksanaan kepemimpinan dalam organisasi yang demokratis, dan mengedepankan kepentingan rakyat. Seorang pemimpin wajib menjadi kunci untuk keberhasilan dan kemajuan rakyatnya, salah satu caranya yaitu berjuang dan belajar. Sehingga pada akhirnya, organisasi ini mengetahui betul mengenai peranan pen- didikan nasional sebagai perangkat untuk mencapai kemerdekaan. Taman Siswa mempunyai pedoman sebagai berikut. “Ing ngarso sing tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani”

Pedoman itu dapat diartikan sebagai prinsip seorang pemimpin. Jika di depan ia harus menjadi teladan, jika di tengah ia harus mampu membangun dan di belakang ia harus mampu memberi soko atau dukungan baik. Ketangguhan dan kehebatan Taman Siswa ialah dalam pelaksanaan pendidikannya. Pada umumnya, pelaksanaan pendidikan diserahkan kepada pihak swasta, sehingga cegahan kolonial Belanda pada jalannya pendidikan menjadi terbatas. Akibatnya, Belanda merasa takut Taman Siswa ini akan menghancurkan pemerintahannya. Saat itu pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai adanya sekolah liar, dan akhirnya Taman Siswa mempunyai keterbatasan dalam melaksanakan pergerakannya. Tetapi undang-undang mengenai sekolah liar ini banyak dimengenai oleh beberapa tokoh pemuda pendidik yang lain di luar Pulau Jawa.

h. Partai Komunis Indonesia
Cikal bakal lahirnya Partai Komunis Indonesia yaitu terjadinya perpecahan Sarekat Islam. Dengan hadirnya golongan revolusioner yang membentuk SI Merah ternyata berakibat pada berkembangnya pemikiran sosialis pada suatu organisasi atau perkumpulan. Bersamaan dengan hal itu, muncul pula lahirnya Marxisme Belanda di bawah pimpinan Sneevliet dan didukung oleh tokoh dari Indonesai yaitu Samaun. Dilihat dari pelaksanaan politiknya, PKI ini ialah salah satu organisasi politik yang radikal, sehingga keberadaannya dilarang oleh pemerintah Belanda. Namun secara diam-diam dan ilegal Samaun, Darsono, dan Alin tetap menjalankan aktivitas politik bahkan sempat mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI).

i. Gerakan Wanita 
Pelopor yang mendukung adanya keikutsertaan wanita dalam berjuang merebut kemerdekaan ialah Raden Ajeng Kartini. Idealisme yang disebut dengan gerakan emansipasi wanita itu tumbuh sebab Kartini hidup di kalangan bangsawan. Dia sering memerhatikan mengenai budaya barat dengan sungguh- sungguh. Sebagai hasil realisasi dari Kartini dalam memajukan pendidikan untuk kaum wanita, timbulah pergerakan dari kaum wanita Indonesia. Pada awalnya, organisasi kewanitaan yang diselenggarakan Kartini hanyalah sebatas pendidikan kecakapan wanita sebagai ibu rumah tangga, tetapi itu hanya terjadi sebelum tahun 1920. Setelah Kartini memeloporinya, muncul organisasi wanita yang membekali bahwa wanita itu mempunyai hak yang sama dalam bermacam-macam kehidupan, seperti Organisasi Putri Mardika, serta sekolah-sekolah wanita yang lain.

Terbentuknya Kesadaran Nasional
Kartini
Di daerah Pasundan ada tokoh yang bernama Raden Dewi Sartika yang menyelenggarakan Sekolah Kautamaan Istri, nyaris di semua kabupaten di Jawa Barat. Kemudian, di Yogyakarta berdiri pula organisasi kewanitaan yang bernama Sopa Tresna, yang lalu menjadi bagian dari organisasi Muhamadiyah dan namanya menjadi Aisyiyah. Di Sumatra berdiri Organisasi Keutamaan Istri Minangkabau dan Kerajinan Amal Setia. Ternyata setelah tahun 1920, perkumpulan wanita ini muncul menjadi organisasi sosial yang lebih luas. Seperti di Minahasa, didirikan organisasi De Gorontalosche Muhamedaansche Vroumen Vereeinging, yang adalah tonggak untuk lahirnya organisasi wanita yang menolong dalam gerakan kebangkitan nasional.

j. Partai Nasional Indonesia 
Keadaan sosial politik yang semakin sulit membuat beberapa organisasi berusaha untuk menyesuaikan diri dengan orientasi baru. Seperti penyimpangan yang dilakukan PKI pada tahun 1926, berakibat tumbuhnya semangat untuk menyusun kekuatan baru, terutama golongan nasionalis.

Pada awal tahun 1927 berdiri sebuah perkumpulan yang bernama Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Ir. Soekarno. Meski arahannya pada situasi politik, namun beberapa pengikutnya seperti Mohammad Hatta tetap menekankan pada aspek pendidikan. Pada 4 Juli 1927, kelompok nasionalis mengadakan perkumpulan di Bandung yang memiliki tujuan untuk mendukung berdirinya PNI. Adapun tujuan dari PNI yang sebenarnya adalah ingin mencapai Indonesia merdeka.

Di bawah pimpinan Bung Karno (sebutan untuk Ir. Soekarno), kemajuan PNI semakin bertambah pesat. Namun sayang, keberada- annya tetap tidak disetujui oleh pemerintah Belanda, sehingga tersiar kabar bahwa PNI sebagai provokator yang akan melaksanakan pemberontakan pada tahun 1930. Akhirnya, pemimpin-pemimpin PNI termasuk Bung Karno ditangkap oleh Belanda pada 24 Desember 1929, lalu perkaranya diserahkan ke pengadilan. Saat jalannya sidang, semua warga

memiliki pencurahan perhatiannya kepada Bung Karno. Bahkan beberapa surat kabar pun menghimpun pembicaraan Bung Karno saat di pengadilan. Meski Bung Karno mendapatkan pembelaan, namun keputusan menjatuhkan hukuman pada Bung Karno selama 4 tahun. Hukuman itu diartikan oleh seluruh pengikut nasionalis bahwa siapa yang bertindak seperti Bung Karno takut dikategorikan sebagai kejahatan politik, maka demi keselamatan pada tahun 1931 pengurus-pengurus PNI secara berangsur membubarkan diri.

k. Partai Indonesia (Partindo) 
Karena PNI sudah dinyatakan sebagai partai terlarang, maka tokoh-tokoh nasionalis membentuk panitia untuk mendirikan partai baru. Di bawah pimpinan Sartono, pada 1 Mei 1931 diumumkanlah berdirinya perkumpulan baru yang dinamakan dengan Partai Indonesia. Partai ini masih adalah kelanjutan dari PNI, agar diharapkan para anggota PNI yang sudah bubar masuk menjadi anggota Partindo. Tujuan Partindo adalah untuk mncapai kemerdekaan Indonesia. Meski Bung Karno belum menjadi anggota Partindo, namun dia pernah melaksanakan pidato dalam kongres Partindo di Jakarta pada 15-17 Mei 1932.

Setelah Bung Karno menjadi anggota, jabatannya sebagai ketua cabang Partindo di Bandung dan ternyata memiliki pengaruh besar pada jumlah anggota Partindo yang terus meningkat. Dan akibatnya kembali terjadi pengawasan pemerintah Belanda yang sangat ketat. Sampai berpuncak pada penangkapan Bung Karno untuk kedua kalinya dan lalu dibuang ke Ende pada 1 Agustus 1933. Sejak saat itu, kembali pergerakan partai politik dipersempit, dan larangan pun mulai datang dari pemerintah. Akhirnya, Partindo membubarkan diri pada 18 November 1936.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII

Kali ini kita akan membahas tentang Pemberontakan Untung Surapati Melawan VOC. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pemberontakan Untung Surapati Melawan VOC

Pangeran Purbaya, putra kedua Sultan Ageng Tirtayasa saat terjadi perang Banten menyingkir ke daerah Priangan bersama para pengikutnya. Di Priangan mereka mengobarkan perlawanan kompeni dengan pertolongan musuh-musuh kompeni yang berasal dari Makassar.

Dalam berjuang melawan VOC, Pangeran Purbaya menjalankan taktik pura-pura. Dia mengirimkan kabar ke Batavia yang menyatakan bahwa dirinya bersedia berdamai dengan VOC. Tentu saja kesediaan pangeran Purbaya ini diterima VOC dengan senang hati. Untuk melakukan perdamaian itu, VOC mengutus Surapati, seorang opsir VOC berkebangsaan Indonesia untuk berdamai dengan didampingi oleh Bupati Sukapura dan Demang Timbanganten. Selain mengutus Surapati, VOC juga mengirimkan utusan seorang opsir Belanda. Utusan ini mengemban perintah agar Surapati kembali ke Batavia. Selain itu, kepala pasukan VOC di Priangan juga mengirimkan utusan opsir Belanda yang pangkatnya lebih rendah dari Surapati. Oleh utusan itu, Surapati diperintahkan untuk tunduk. Tentu saja, Surapati merasa terhina, dan akhirnya Surapati menyerang laskar VOC hingga tunggang langgang. Surapati melarikan diri ke daerah Karawang, lalu mengembara ke daerah Priangan. Atas perlawanan Surapati itu, VOC mengerahkan pasukannya untuk menangkap Surapati. Surapati terus melanjutkan pengembaraannya hingga sampai ke Kartasura. Perginya Surapati ke Kartasura sebab ia mendengar kabar, bahwa Sunan Amangkurat II berselisih dengan VOC.

Di Mataram, Sunan Amangkurat II merasa berat dengan perjanjian yang dipaksakan dan ditandatangani oleh VOC. Oleh sebab itu, dia tidak mau menepati janjinya. Itulah sebabnya, saat Untung Surapati datang ke Kartasura, Sunan Amangkurat II menerimanya dengan tangan terbuka dengan harapan dapat diajak bekerja sama menentang VOC.

Berita kehadiran Surapati ke Kartasura terdengar Belanda. Untuk itu, VOC berniat menangkap Untung Surapati. VOC lalu mengutus Kapten Tack beserta 150 anak buahnya. VOC meminta Sunan Amangkurat II agar menyerahkan Surapati, tetapi pasukan VOC ditumpas habis. Kapten Tack sendiri terbunuh dalam peristiwa itu. Untung Surapati menyadari bahwa VOC akan membalas kematian laskarnya. Untuk itu, dia menyingkir ke Pasuruan. Di sana dia diangkat sebagai Adipati Pasuruan dengan gelar Adipati Wiranegara.

Pemberontakan Untung Surapati Melawan VOC
Untung Surapati
Tahun 1708, Sunan Amangkurat II meninggal, dia digantikan oleh putranya bernama Sunan Mas yang bergelar Sunan Amangkurat III yang bertahta dari tahun 1703-1708. Pergantian Sunan Amangkurat II oleh Sunan Mas ternyata tidak direstui pamannya sendiri, Pangeran Puger. Dia menginginkan dapat menggantikan kakaknya Sunan Amangkurat II menjadi sultan di Mataram.

Oleh sebab Sunan Amangkurat III tetap menunjukkan ketidaksenangannya kepada VOC, dalam perikatan keluarga itu VOC memilih berpihak kepada Pangeran Pugar. Dengan sombongnya, pada tahun 1709, VOC menobatkan Pangeran Pugar menjadi Sultan Mataram dengan gelar Pakubuwono I yang berkuasa dari tahun 1705 sampai dengan tahun 1719, setelah terlebih dahulu Pangeran Pugar mengadakan perjanjian dengan VOC. Adapun isi perjanjian itu ialah sebagai berikut.
  1. Seluruh daerah Priangan dan bagian timur Madura, serta Cirebon diserahkan kepada VOC
  2. Sunan dibebaskan dari semua utang-utangnya terdahulu, dan sebagai gantinya sunan wajib menyerahkan 800 koyan beras setiap tahunnya selama 25 tahun kepada VOC
  3. VOC akan menempatkan pasukannya untuk melindungi Sunan
Sunan Amangkurat III yang ditolong oleh Untung Surapati akhirnya berperang dengan Pakubowono I. Sementara, Pakubuwono I ditolong oleh VOC. Dalam pertempuran itu, Untung Surapati meninggal. Perjuangan Untung Surapati selanjutnya diteruskan oleh kedua putranya hingga titik darah penghabisan.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII