Tuesday, 25 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Keruntuhan Kerajaan Mataram. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Keruntuhan Kerajaan Mataram

Mataram mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Agung. Setelah Sultan Agung digantikan dengan raja-raja selanjutnya, kerajaan Mataram banyak mengalami kemunduran. Amangkurat I yang menggantikan Sultan Agung memerintah dengan dzalim. Masa pemerintahannya banyak diwarnai dengan pembunuhan. Diantaranya adalah pembunuhan yang dilakukannya pada Pangeran Pekik dari Surabaya (ayah mertua Amamngkurat I sendiri) beserta keluarga dan 60 panglima penting atas hasutan Pangeran Giri dari Gresik yang membenci Pangeran Pekik yang juga adalah pamannya.

Hal ini lah yang menjadi penyebab awal dari permusuhan Putra Mahkota (Amangkurat II) pada ayahnya. Dalam setiap konflik yang terjadi, yang tampil sebagai lawan adalah mereka yang didukung oleh para ulama yang bertolak dari keprihatinan agama. Karena merasa khawatir dengan kedudukannya, dia bahkan membunuh sekitar 5000-6000 ulama yang dicurigai beserta keluarganya. Begitu pula dengan raja selanjutnya. Amangkurat II yang juga pada tahun 1659 memperoleh nama Pangeran Anom dan dua tahun lalu menjadi Pangeran Adipati. Amangkurat II mempunyai perangai buruk berkaitan dengan berahinya seperti kebiasaannya keluar setiap setiap malam untuk memperkosa wanita dan gadis muda. Hal ini membuat para pembesar dan rakyat kecil membencinya. Mereka pantang memiliki istri yang cantik sebab selama lima atau enam tahun istri mereka diminta dan digauli baru setelah itu dikembalikan kepada suaminya. Suatu sumber menyebutkan bahwa Adipati Anom berkomplot dengan Pangeran Purbaya untuk menyingkirkan Sunan Amangkurat I selagi dia masih memimpin. Pada tahun 1677 M terjadilah Perang Trunajaya yang memperoleh dukungan dari kaum ulama, bangsawan, bahkan Putra Mahkota sendiri. Hingga ibukota Plered jatuh (28 Juni 1677) dan melarikan diri untuk mencari pertolongan VOC. Saat dalam pelarian, Amangkurat I sakit, dan lalu wafat pada tanggal 13 Juli 1677 M di Tegalarum. Setelah Amangkurat I wafat, lalu digantikan oleh Amangkurat II (Adipati Anom) bertahta dari tahun 1677-1703. Dia sangat tunduk kepada VOC demi mempertahankan tahtanya. Pada akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan pertolongan VOC dan sebagai kompensasinya VOC menghendaki perjanjian yang berisi: Mataram wajib menggadaikan pelabuhan Semarang dan Mataram wajib mengganti kerugian akibat perang. Oleh sebab keraton Kerta sudah rusak, dia memindahkan kratonnya ke Kertasura (1681 M). Kraton dilindungi oleh benteng tentara VOC. Pada masa ini Amangkurat II berhasil menyelesaikan persoalan Pangeran Puger (adik Amangkurat II). Namun sebab tuntutan VOC padanya untuk membayar ganti rugi biaya perang dalam perang Trunajaya, Mataram lantas mengalami kesulitan keuangan. Dalam kesulitan itu dia berusaha ingkar kepada VOC dengan cara mendukung Surapati yang menjadi musuh dan buron VOC.
Keruntuhan Kerajaan Mataram

Hubungan Amangkurat II dan VOC menjadi tegang dan semakin memuncak. Setelah Amangkurat II mangkat dan digantikan oleh putranya, Amangkurat III. Dia juga menentang VOC, maka VOC tidak setuju dengan penobataanya dan lantas secara sepihak mengakui Pangeran Puger sebagai raja Mataram dengan gelar Paku Buwana I. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perang saudara yang dikenal dengan sebutan Perang Perebutan Mahkota I (1704-1708). Akhirnya Amangkurat III menyerah dan dibuang ke Sailan ooleh VOC. Sementara Pakubuwana I wajib membayar ongkos perang dengan menyerahkan Priangan, Cirebon, dan Madura bagian Timur kepada VOC.

Setelah Paku Buwana I meninggal pada tahun 1719. Dia digantikan oleh putranya Sunan Prabu atau Amangkurat IV (1719-1727). Dalam masa pemerintahannya terjadi Perang Perebutan Mahkota II (1917-1723), seperti biasa VOC turut andil dalam konflik ini. Sunan Prabu meninggal pada tahun 1727 dan diganti oleh Paku Buana II (1727-1749). Hubungan manis VOC dan Paku Buwana II menyebabkan rasa tidak suka golongan bangsawan yang merasa terancam akan peranannya dalam ekonomi. Hal ini menimbulkan pemberontakan Geger Patjina yang dipimpin oleh Raden Mas Said. Untuk menyelesaikan pemberontakan ini Paku Buwana II mengutus adiknya, Pangeran Mangkubumi dengan menjanjikan hadiah tanah di Sukowati (Sragen sekarang). Ketika Mangkubumi berhasil, Paku Buwana II justru mengingkarinya, sehingga Mangkubumi berdamai dengan Raden Mas Said dan berbalik melaksanakan pemberontakan yang disebut sebagai Perang Perebutan Mahkota III (1714-1755). Paku Buwana II dan VOC tidak mampu menghadapi 2 bangsawan yang didukung oleh rakyat itu, hingga akhirnya Paku Buwana II jatuh sakit dan wafat pada 1749 M. Namun menurut pengakuan Hogendorf, wakil VOC Semarang saat sakaratul maut Paku Buwana II menyerahkan tahtanya kepada VOC. Akhirnya VOC merasa berdaulat penuh atas Mataram dan mengangkat putra mahkota menjadi Paku Buwana III. Pengangkatan ini  tidak menyurutkan pemberontakan, bahkan wilayah yang dikuasai Mangkubumi mencapai Yogya, Bagelen, dan Pekalongan. Justru saat itu terjadi perpecahan antara Mangkubumi dengan Raden Mas Said. Hal ini menyebabkan VOC berada diatas angin. VOC lalu mengutus seorang Arab dari Batavia untuk mengajak Mangkubumi berunding.

Ajakan itu diterima oleh Mangkubumi dan terjadilah apa yang disebut sebagai Palihan nagari atau Perjanjian Giyanti (1755).  Isi perjanjian itu mataram dinagi menjadi 2 bagian. Bagian Barat dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang bergelar Hamengku Buwono I yang mendirikan kraton di Yogyakarta (Kasultanan  Yogyakarta). Sedangkan bagian timur, diberikan kepada Sri Susuhunan Paku Buwana III (Kasunanan Surakarata).

Kemudian pada tahun 1757, lewat Perjanjian Salatiga, Sunan PB III pun menyerahkan wilayah Karanganyar dan Wonogiri kepada sepupunya, Raden Mas Said, yang memimpin pemberontakan Geger Patjina saat Mataram diperintah oleh PB II. Raden Mas Said lalu menyatakan diri sebagai Mangkunegoro I, dan memimpin Puro Mangkunegaran sampai 1795. Hingga masa sekarang kita mengenal Kerajaan Mataram dalam wujud pemerintahan swa-praja, yaitu Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Puro Mangkunegaran dan Puro Pakualaman. Puro Mangkunegara letaknya di kota Solo. Sementara Puro Pakualaman letaknya di wilayah Pajang, Bagelan sebelah barat Jogja dan letaknya di antara sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto.

Kali ini kita akan membahas tentang Pengaruh Kebudayaan Islam di Kerajaan Mataram. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengaruh Kebudayaan Islam di Kerajaan Mataram

Berbeda dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Indonesia yang bersifat maritim, kerajaan Mataram bersifat agraris. Kerajaan yang beribu kota di pedalaman Jawa ini banyak memperoleh pengaruh kebudayaan Jawa Hindu baik pada lingkungan keluarga raja atau pada golongan rakyat jelata. Pemerintahan kerajaan ini ditandai dengan perebutan tahta dan perselisihan antaranggota keluarga yang sering dicampuri oleh Belanda. Kebijaksanaan politik pendahulunya sering tidak diteruskan oleh pengganti-penggantinya. Walaupun demikian, kerajaan Mataram adalah pengembang kebudayaan Jawa yang berpusat di lingkungan keraton Mataram. Kebudayaan itu adalah perpaduan antara kebudayaan Indonesia lama, Hindu-Budha, dan Islam. Kehidupan sosial ekonomi Mataram cukup maju. Sebagai kerajaan besar, Mataram maju nyaris dalam segala bidang, pertanian, agama, budaya. Pada zaman Kerajaan Majapahit, muncul kebudayaan Kejawen, gabungan antara kebudayaan asli Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam, misalnya upacara Grebeg, Sekaten. Karya kesusastraan yang terkenal adalah Sastra Gading karya Sultan Agung. Pada tahun 1633, Sultan Agung mengganti kalkulasi tahun Hindu yang berdasar kalkulasi matahari dengan tahun Islam yang berdasar kalkulasi bulan.

Sultan agung juga berprediksi sebagai pujangga. Karyanya yang terkenal yaitu kitab Serat Sastra Gendhing. Adapun kita serat Nitipraja digubahnya pada tahun 1641 M. Serat sastra Gendhing berisi tetang budi pekerti luhur dan keselarasan lahir batin. Serat Nitipraja berisi tata ketentuan moral, agar tatanan masyarakat dan negara dapat menjadi harmonis. Selain menulis, Sultan Agung juga memerintahkan para pujangga kraton untuk menulis sejarah babad tanah jawi.Di antara semua karyanya , peran sultan agung yang lebih membawa pengaruh luas adalah dalam penanggalan. Sultan agung memadukan tradisi pesantren islam dengan tradisi kejawen dalam kalkulasi tahun. Masyarakat pesantren biasa menggunakan tahun hijriah, masyarakat kejawen menggunakan tahun Caka atau saka. Pada tahun 1633, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem kalkulasi tahun yang baru untuk seluruh mataram. Perhitungan itu nyaris seluruhnya disesuaikan dengan tahun hijriah, berdasar kalkulasi bulan. Namun, awal kalkulasi tahun jawa ini tetap sama dengan tahun saka, yaitu 78 m. Kesatuan kalkulasi tahun sangat penting untuk penulisan serat babad. Perubahan kalkulasi itu adalah sumbangan yang sangat penting untuk perkembangan proses pengislaman tradisi dan kebudayaan jawa yang sudah terjadi sejak berdirinya kerajaan demak. Hingga saat ini, sistem penanggalan ala sultan Agung ini masih tidak sedikit digunakan.

Sejak masa sebelum sultan Agung pembangunan non-militer memang sudah dilakukan. Satu yang layak disebut, panembahan Senapati melengkapkan bentuk wayang dengan tatanan gempuran. Setelah zaman senapati, mas jolang juga berjasa dalam kebudayaan, dengan berusaha menyusun sejarah negeri demak, serta menulis beberapa kitap suluk. Misalnya Sulu Wujil (1607 M) yang berisi wejangan Sunan bonang kepada abdi raja majapahit yang bernama Wujil. Pangeran Karanggayam juga menggubah Serat Nitisruti (1612 m) pada masa mas jolang.

Di samping dalam bidang politik dan militer, Sultan Agung juga menuangkan perhatiannya pada bidang ekonomi dan kebudayaan. Upayanya antara lain memindahkan penduduk Jawa Tengah ke Kerawang, Jawa Barat, di mana terdapat sawah dan ladang yang luas serta subur. Sultan Agung juga berusaha menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan Indonesia asli dengan Hindu dan Islam. Misalnya Garebeg disesuaikan dengan hari raya Idul Fitri dan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sejak itu dikenal Garebeg Puasa dan Garebeg Mulud. Pembuatan tahun Saka dan kitab filsafat Sastra Gendhing adalah karya Sultan Agung yang lainnya.

Kali ini kita akan membahas tentang Masa Kejayaan Kerajaan Mataram. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Masa Kejayaan Kerajaan Mataram

Setelah masa Panembahan Senopati (1584- 1601 M) dan Seda Ing Krapyak (1601-1603 M). Selanjutnya bertahtalah Mas Rangsang yang bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma yang menjadi raja ketiga dari kerajaan Mataram. Sesungguhnya pengganti Panembahan Krapyak yang dahulu dijanjikan adalah Raden Martapura (adik dari Den Mas Rangsang). Saat dia keluar untuk melaksanakan upacara pengangkatan, dia mendengar bisikan Ki Adipati Mandraka sehingga Raden Martapura yang pada saat itu baru berumur sekitar 7 hingga 8 tahun meletakkan jabatannya dan menyerahkannya kepada Den Mas Rangsang yang sudah berusia sekitar 20 tahun sebagai raja dengan gelar Sultan Agung Hanyakrakusuma. Sultan Agung memerintah dari tahun 1613-1646 M.

Berbagai penaklukan dan pertempuran pertama Sultan Agung setelah pengangkatannya terjadi antara 1613-1619 M, diawali dengan serangan militer atas sebuah aksi perampokan ke ujung timur jawa pada tahun 1614 M. Kemudian pertempuran di sungai Andaka (1614 M) yang adalah serangan Pangeran Surabaya bersama dengan rakyat Pasuruan dan Madura pada pasukan Mataram. Selanjutnya penaklukan Wirasaba pada tahun 1615 M sebab posisinya yang strategis di pinggir Sungai Brantas sebagai pintu masuk Delta Brantas ke Ujung Timur Jawa. Setelah jatuhnya Wirasaba, pertempuran terjadi di Siwalan (1616 M) yang direncanakan oleh bupati- bupati daerah Timur pada Mataram. Mataram melanjutkan lagi dengan penaklukan beberapa daerah meliputi; Lasem (akhir 1616 M), Pasuruan (1617), Tuban (1619). Rangkaian kemenangan Mataram ini sempat diputus oleh pemberontakan Pajang (1617). Adipati Pajang merasa diperlakukan tidak adil oleh raja Mataram. Permasalahan muncul saat bawahan Adipati Pajang, Ngabei Tambakbaya menolak perintah raja Mataram untuk menyerahkan kudanya yang bagus, yang bernama Domba. Akhirnya kedua penguasa Pajang itu wajib menghadapi kemarahan raja Mataram.

Pada awalnya Mataram mengharapkan hubungan baik dengan VOC, antara lain sebab Sultan Agung membutuhkan sekutu untuk melawan musuh-musuh Mataram, seperti Surabaya yang juga sudah menimbulkan kesulitan untuk Kompeni untuk pelayaran bebas di pulau- pulau rempah atau untuk melawan Banten tempat dimana Kompeni tidak memiliki kedudukan apapun. Begitu harapan agar Mataram tidak dilihat asing di mata dunia. Berbagai kesepakatan dibuat, seperti pembangunan loji di Jepara untuk Belanda dan pemberian 2 buah meriam Belanda untuk Mataram. Namun pada akhirnya kedua belah pihak merasa kecewa satu sama lain. Sultan Agung melaksanakan beberapa kali serangan pada lawannya yaitu Surabaya. Serangan itu dilakukan hingga lima kali berturut- turut, serangan pertama pada tahun 1620 dan serangan kedua pada tahun 1621. Pada tahun 1622 Mataram berhasil menduduki Sukadana yang adalah daerah kekuasaan Surabaya, stategi penyerangan dilakukan pada malam hari dengan senjata sumpit panah beracun. Serangan ketiga dilanjutkan pada tahun yang sama. Serangan keempat pada 1623. Penyerangan Mataram dialihkan ke Madura yang diduga sebagai tempat penyuplai makanan untuk Surabaya. Penaklukan atas Madura berhasil pada tahun 1624 M. Nasib raja- raja Madura berakhir tragis dalam pelarian, ada yang berhasil namun lebih banyak mereka tertangkap dan dibunuh. Mataram kembali pada Surabaya dengan serangannya yang kelima pada 1624. Stategi penyerangan dilakukan Sultan Agung dengan menutup saluran air yang menjadi masalah untuk Surabaya sampai abad ke-19, akhirnya mematahkan pertahanan Surabaya, hingga Surabaya menyerah pada tahun 1625 M. Sampai disini, Sultan Agung sudah berhasil menaklukan dua kerajaan besar yang menjadi musuhnya, yaitu kerajaan Surabaya dan Madura.

Sultan Agung mempunyai wajah yang kejam, kulit yang lebih hitam dibandingkan orang- orang jawa pada umumnya, berbadan bagus, mempunyai hidung kecil dan tidak pesek, mulut datar dan agak lebar, kasar dalam bahasa, agak lamban dalam berbicara, berwajah tenang dan bulat, dan terlihat cerdas. Dia memerintah dengan sangat keras, memandang sekelilingnya seperti singa. Dia memiliki sifat ingin tahu, bertindak sangat tegas, dan haus akan ilmu pengetahuan, pemarah, selalu waspada, tidak mempercayai siapapun termasuk keluarganya sendiri, seorang yang arif namun keras hati. Sultan Agung patuh pada agama Islam, dia memberlakukan tarikh Islam, secara teratur mengikuti sembahyang Jumat di Mekah. Dia secara teratur pergi ke Mesjid dan para pembesar diharuskan mengikutinya. Pada grebek Puasa 9 Agustus 1622 Sultan Agung pergi ke Mesjid walaupun itu bukan tahun Dal. Setiap tahun raja menghadiri perayaan itu. Sebelum 1633, setiap tawanan perang wajib dikhitan juga dengan ancaman mati. Prajurit-prajurit Mataram dapat gampang dikenali sebab mereka berambut pendek dan memakai kuluk putih. Tidak lama sebelum Sultan Agung wafat dia menyuruh pangkas rambutnya. Hal inilah yang menandai bahwa dia kuat dalam menjalankan Islam. Dari semua kegemilangan yang diraih oleh Sultan Agung, terdapat juga masalah pada masa pemerintahannya seperti wabah pada 1625- 1627. Setelah Surabaya menyerah, militer Mataram mengalami kemunduran. Banyaknya kematian, peperangan, kelesuan, bahan makanan yang mahal, pajak yang berat di seluruh tanah Jawa. Di Banten, sepertiga penduduk meninggal. Di Cirebon, 2000 orang meninggal dunia dalam musim panas. Begitu pula di Kendal, Tegal, Jepara, dan semua tempat pantai sampai Surabaya, juga dipedalaman. Orang meninggal dunia tidak dapat dihitung, kebanyakan disebabkan oleh penyakit paru- paru yang menyebabkan sesak nafas sehingga dalam satu jam saja orang dapat meninggal. Penyakit ini terus mewabah hingga tiga tahun. Mataram mengalami kemunduran dan kemiskinan sebab banyak lahan pertanian menjadi gersang.

Pada tahun 1627 terjadi pemberontakan Pati. Sultan Agung memperoleh hasutan Tumenggung Endranata (seorang dari enam penasehat raja Mataram) yang lalu setelah Pati berhasil dikuasai seluruhnya oleh Mataram, Tumenggung Endranata wajib membayarnya dengan nyawanya. Setelah berakhirnya pemberontakan Pati, Sultan Agung memfokuskan dirinya untuk merebut kedudukan Kompeni Belanda. Hal ini sudah lama diinginkan Sultan Agung, mengingat Belanda selalu turut campur pada banyak peperangan Mataram melawan musuhnya saat itu, seperti saat melawan Surabaya. Sultan Agung melaksanakan pengepungan yang pertama ke Batavia pada tahun 1628 M. Kemudian pengepungan yang kedua terjadi pada tahun 1629 M. Namun sayang, kedua penyerangan ini gagal. Sultan Agung membunuh panglima yang kembali pada penyerangan pertama dalam keadaan hidup. Pilihannya adalah membawa pulang kemenangan atau mati. Namun pada penyerangan yang kedua Sultan Agung bersikap lebih lunak sebab ada tindakan perlawanan dari panglima yang menolak hukuman mati itu. Saat itu Sultan Agung adalah penguasa daerah pertama yang berani melaksanakan penyerangan pada VOC.

Setelah kegagalan pengepungan pada Batavia, Sultan Agung mengharapkan pertolongan Portugis yang pada saat itu sedang mengalami masa kegemilangan setelah berhasil mengusir armada Aceh di Malaka. Susuhunan mengirimkan surat dua kali pada tahun 1628 dan 1630 M kepada Portugis untuk menolong Mataram. Permintaan ini disambut baik oleh Portugis, apalagi saat itu Portugis menentang VOC. Baginya setiap sekutu wajib diterima dengan baik dan kesempatan yang menguntungkan ini pasti akan dimanfaatkan. Untuk pertolongan itu didatangkanlah perutusan portugis yang pertama pada tahun 1631 dan yang kedua pada tahun 1632-1633 M.

Setelah dua kali mengalami kegagalan, Sultan Agung tidak lagi sungguh- sungguh mempertahankan peruntungannya yang penting adalah mendapatkan penghormatan yang jelas dan tegas dari Kompeni. Untuk itulah dibuka perundingan pada tahun 1630 M lewat utusan yang dikirim, namun VOC tidak langsung menyetujui perdamaian sebab mencurigai pembawa pesan. Maka VOC mengutus Pieter Franssen ke Mataram, namun misi mencari tahu perdamaian ini gagal, begitu pula dengan perundingan 1632- 1634 M. Kemudian terjadilah Perang Laut (1633- 1634 M), dimana saat itu mataram mengejar armada VOC. Pada saat itu setiap kapal asing yang berlayar antara Banten dan Batavia akan diserang oleh kapal milik Mataram atau VOC. Namun lalu pada sekitar tahun 1635 Mataram mulai merubah politiknya dengan menarik sekitar 40 hingga 50-an kapak Jawa yang kecil-kecil. Sesungguhnya kegagalan Mataram hingga dua kali di depan VOC menimbulkan ketegangan dalam kerajaan, berupa pemberontakan Sumedang dan Ukur (1628- 1635 M) dan ketegangan di Pedalaman (1630 M) yaitu wilayah Mataram yang mengancam pusat kerajaan hingga Sultan Agung berziarah ke Tembayat (1633) menghadap makam yang keramat atas masa- masa sulit yang dihadapi kerajaannya. Hal ini adalah sebuah pengorbanan diri yang amat besar untuk Sultan Agung sebab makam tembayat itu lebih banyak memperoleh perhatian orang- orang kecil, pedagang, dan pengrajin. Pada tahun yang sama, Sultan Agung menjadikan awal tarikh Islam Hindu jawa yang baru yaitu pada hari Jumat 8 Juli 1633 M. Dua tahun setelah kunjungannya ke Tembayat dan penggunaan penanggalan yang baru, Mataram mengangkat senjata pada raja ulama Giri. Giri takluk pada 1636 M. Sementara disela itu Mataram berdamai dengan Surabaya (1628-1633 M) tanpa perlawanan sebab sikap Pangeran Pekik yang memilih berdamai hingga Sultan Agung menikahkannya dengan adiknya, Ratu Pandan Sari. Perundingan antara Mataram dan Belanda terus berlangsung 1636- 1642 M, hubungan tetap saja memburuk Sultan Agung memanfaatkan usaha perundingan ini untuk meminta bermacam-macam hadiah kepada Pemerintah Tinggi Belanda dengan memanfaatkan tawanan Belanda di Kerajaan Mataram. Perundingan ini terus berlanjut selama 6 tahun namun tanpa hasil hingga kematian Sultan Agung. Pada tahun sebelumnya (1635 M) Mataram melaksanakan serangan yang pertama ke Blambangan. Kemudian serangan selanjutnya terjadi selama 4 tahun dari tahun1636 M hingga Blambangan berhasil ditaklukan pada 1640 M.

Kerajaan Mataram mempunyai pengaruh yang besar bahkan menjangkau jauh hingga luar Jawa terutama setelah Surabaya jatuh pada tahun 1625 M. Hal ini terbukti dari kerajaan di luar Jawa seperti pada musim hujan tahun 1625- 1626 M dimana raja Palembang mengirimkan duta kepada sang penguasa besar dengan tujuh ekor gajah dan hadiah- hadiah lain dengan harapan Mataram akan menolong Palembang untuk melawan Banten. Begitu pula dengan Jambi yang berdekatan dengan Palembang. Atas prakarsa Palembang, Jambi mengupayakan penyerahan pos- pos diplomatik Belanda kepada Mataram. Sementara dengan Banjarmasin pada bulan Oktober 1641 tibalah seorang utusan raja Banjarmasin di Jepara dengan 500 orang pengiring yang membawa hadiah- hadiah terdiri atas merica, rotan, barang- barang anyaman, dan lilin. Hal ini dilakukan raja Jambi dengan maksud perdamaian setelah sebelumnya terdengar desas- desus penyerangan yang berakibat hubungan kedua kerajaan ini tegang. Pengaruh kerajaan Mataram bahkan meluas hingga Sulawesi. Pada bulan Juni 1680 utusan Makasar tiba di Mataram dengan membawa dua ekor kuda dan sebuah tempat tidur dari emas untuk Sultan Agung. Sementara dengan Cirebon, Panembahan Ratu yang dianggap sebagai guru raja Mataram, menghadiri Sidang Raya Kerajaan (1636 M) untuk memperbesar kewibawaan susuhunan.

Pada tahun- tahun terakhir sebelum wafatnya Sultan Agung baik di laut atau di darat keadaan medan perang tenang sekali walaupun baik Mataram atau Kompeni masing- masing tidak melepaskan tawanan kedua belah pihak. Usaha perdagangan terus berkembang dan dari segala sudut tanah Jawa segala macam barang diangkut ke Batavia berlimpah- limpah. Dalam surat- menyurat yang sering terjadi antara Sultan Agung dan Pemerintah Tinggi Belanda, Pemerintah Tinggi berulang kali menggunakan gelar ”Yang Mulia” yang sangat mengesankan. Bahkan sesudah wafatnya Sultan Agung, karisma ketegasan beliau masih berasa ketika Wiraguna yang memiliki kekuasaan di pemerintahan kekuasaan, menjatuhkan hukuman kepada beberapa tawanan Belanda yang minta dibebaskan. Tokoh yang kuat ini tidak gampang dilupakan bahkan setelah puluhan tahun wafatnya saat usia lanjut pada tahun 1648 M.

Sehubungan dengan kematian Sultan Agung yang menarik perhatian bahwa menurut cerita tutur dalam Serat Khanda (hal. 992-926), dewi kematian Lara Kidul meramalkan kematian Sultan Agung dua tahun sebelumnya, yaitu saat raja mengunjungi Nyi Lara Kidul di istananya di bawah laut. Jadi, awal 1644 raja sudah mengetahui atau merasa bahwa dia akan meninggal. Maka, Sultan Agung mempersiapkan diri untuk menghadapi kematiannya, antara lain dengan pembangunan makam di bukit pada tahun 1629- 1630 M di Imogiri. Pembangunan makam di atas bukit ini wajib dihubungkan dengan pengangkatannya sebagai Susuhunan pada tahun 1624 M. Dimana dahulu gelar ini hanya diberikan untuk para wali dan diberikan hanya setelah mereka wafat. Pemakaman di atas bukit ini adalah usaha melestarikan pengaruh dalam bidang spiritual.

Sultan Agung meninggal di pendapa keratonnya. Mungkin dia meninggal sebab wabah yang menyerang Mataram pada masa itu. Selama penyakitnya terakhir, raja mengadakan peraturan untuk mencegah perebutan tahta antara putra mahkota dan saudaranya pangeran Alit. Oleh sebab itu dia memanggil Tumenggung Wiraguna dan pembesar lainnya yang tidak disebut namannya, mungkin Pangeran Surabaya, agar pilihan penggantinya disetujui dan diperkuat oleh mereka. Untuk mencegah segala kemungkinan, dia menahan mereka di istana dan semua gerbang tol dijaga oleh para prajurit. Tidak lama lalu raja wafat, mungkin sekitar tengahan pertama bulan Februari 1646 M.

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram

Sejarah Berdirinya Kerajaan MataramBanyak sekali sumber yang mengatakan sejarah kerajaan berdirinya kerajaan Mataram yaitu:

1. Mitos Wahyu Keprabon

Hadirnya sebuah mitos, yang mengiringi hadir dan berkembangnya sebuah kerajaan adalah wajar. Sebab, mitos adalah penjaga kepercayaan rakyat, sehingga dengan mitos itu, rakyat tetap percaya bahwa raja adalah utusan dan anak dewa yang berhak memimpinnya hingga akhir hayat. Walaupun mestinya mitos itu harusnya makin hilang, seiring dengan tumbuh kembangnya ajaran Islam di kerajaan Mataram Islam.

Dinasti Mataram Islam sesungguhnya berawal dari keluarga petani, begitulah yang tertulis pada Babad Tanah Jawi. Kisahnya berlangsung di pinggiran Kali Opak, di Yogyakarta sekarang. Suatu hari, adalah seorang petani bernama Ki Ageng Giring. Sementara dia mencangkul di ladang, tiba-tiba ada kelapa muda jatuh lalu terdengar suara; “barangsiapa minum air kelapa muda ini, dia dan keturunannya bakal berkuasa di Tanah Jawa”. Konon “wahyu keprabon” yang ada dalam kelapa muda itu adalah sabda wali terkenal di Jawa, Sunan Kalijaga. Ki Ageng Giring lalu membawa pulang cengkir (kelapa muda) yang masih hijau segar itu. Namun dia tak bisa segera meminumnya, sebab pada saat itu dia sedang tirakat berpuasa, hingga lalu ia pergi membersihkan diri di sungai. Tak lama lalu datang sahabatnya, Ki Gede Pemanahan bertamu. Melihat kelapa muda tergeletak, tamu yang haus itupun segera meminumnya. Pada tetes terakhir Ki Ageng Giring muncul. Dia melihat air kelapa muda itu sudah terminum oleh orang lain. Dia sangat menyesal dan kecewa. Tapi apa daya, dia hanya bisa meminta, agar sewaktu-waktu kelak, sesudah keturunan Gede Pemanahan yang ketujuh, keturunannya lah yang akan menggantikan menguasai Jawa”.

2. Hadiah Sultan Hadiwijaya dari Kerajaan Pajang

Banyak versi tentang masa awal berdirinya kerajaan Mataram berdasar mitos dan legenda. Pada biasanya versi-versi itu mengaitkannya dengan kerajaan-kerajaan terdahulu, seperti Demak dan Pajang. Menurut salah satu versi, setelah Demak mengalami kemunduran, ibukotanya dipindahkan ke Pajang dan mulailah pemerintahan Pajang sebagai kerajaan. Kerajaan ini terus mengadakan ekspansi ke Jawa Timur dan juga terlibat konflik keluarga dengan Arya Penangsang dari Kadipaten Jipang Panolan. Setelah berhasil menaklukkan Aryo Penangsang, Sultan Hadiwijaya (1550-1582), raja Pajang memberikan hadiah kepada 2 orang yang dianggap berjasa dalam penaklukan itu, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Ki Ageng Pemanahan mendapat tanah di Hutan Mentaok dan Ki Penjawi mendapat tanah di Pati.

Pemanahan berhasil membangun hutan Mentaok itu menjadi desa yang makmur, bahkan lama-kelamaan menjadi kerajaan kecil yang siap bersaing dengan Pajang sebagai atasannya. Setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1575 dia digantikan putranya, Danang Sutawijaya, yang juga sering disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Sutawijaya lalu berhasil memberontak pada Pajang. Setelah Sultan Hadiwijaya wafat (1582) Sutawijaya mengangkat diri sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati. Pajang lalu dijadikan salah satu wilayah bagian daari Mataram yang beribukota di Kotagede.

Selama pemerintahannya boleh dikatakan terus-menerus berperang menundukkan bupati-bupati daerah. Kasultanan Demak menyerah, Panaraga, Pasuruan, Kediri, Surabaya, berturut-turut direbut. Cirebon pun berada di bawah pengaruhnya. Panembahan Senapati dalam babad dipuji sebagai pembangun Mataram.

Kali ini kita akan membahas tentang Letak Geografis Kerajaan Mataram Islam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Geografis Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan mataram berdiri pada tahun 1582. Pusat kerajaan ini letaknya di erletak di Jawa Tengah bagian Selatan dengan pusatnya di Kota Gede yaitu di sekitar Kota Yogyakarta sekarang. Menurut berita-berita kuno mengenai Mataram, letak geografis Kerajaan Mataram Islam berada di daerah aliran Sungai Opak dan Progo yang bermuara di Laut Selatan.

Wilayahnya membentang antara Tugu sebagai batas utara dan Panggung Krapyak di batas selatan, antara Sungai Code di timur dan Sungai Winongo sebelah barat. Antara Gunung Merapi dan Laut Selatan, Kraton dalam pikiran masyarakat Jawa, diartikan sebagai pusat dunia yang digambarkan sebagai pusat jagad raya.

Kali ini kita akan membahas tentang Letak Geografis Denmark. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Geografis Denmark

Letak Geografis DenmarkSecara geografis, perbatasan Denmark dengan Jerman adalah sepanjang 68 km, dan dikelilingi 7.314 km garis pantai. Luasnya 43.094 km2. Sejak tahun 2000 Denmark sudah terhubung dengan Jembatan Øresund ke Swedia selatan.

Titik paling utara Denmark adalah Skagen (pantai utara Skaw) di 57° 45' 7" lintang utara, paling selatan adalah Gedser (ujung selatan Falster) 54° 33' 35" lintang utara, paling barat adalah Blåvandshuk di 8° 4' 22" bujur timur, dan paling timur adalah Østerskær di 15° 11' 55" bujur timur, yaitu di kepulauan Ertholmene 18 km di timur laut Bornholm. Selisih jarak titik barat ke timur adalah 452 km, dari utara ke selatan adalah 368 km.

Denmark terdiri dari semenanjung Jutlandia (Jylland) dan 443 pulau bernama (total 1.419 pulau yang luasnya di atas 100 m²). Dari keseluruhan, 367 dihuni, dengan pulau terbesarnya adalah Sjælland (Zealand) dan Funen (Fyn). Pulau Bornholm letaknya di sebelah timur, di Laut Baltik. Banyak pulau-pulau besar ini terhubung dengan jembatan: Jembatan Øresund menghubungkan Sjaelland dengan Swedia, Jembatan Sabuk Besar menghubungkan Funen dengan Sjælland, dan Jembatan Sabuk Kecil menghubungkan Jutlandia dengan Funen. Kapal feri atau penerbangan kecil (penerbangan dengan berat maksimal 12.500 pound) menghubungkannya ke pulau-pulau yang lebih kecil. Kota besar di Denmark adalah København di Sjælland, Århus, Aalborg dan Esbjerg di Jutlandia; dan Odense di Funen.

Negara ini datar dengan sedikit elevasi, dengan tinggi rata-rata 31 m di atas permukaan laut. Titik alam tertingginya adalah Møllehøj, berketinggian 170,86 m. Bukit lain di barat daya Århus adalah Yding Skovhøj pada ketinggian 170.77 m, dan Ejer Bavnehøj 170.35 m. Areal dalam lautnya adalah: Denmark timur (210 km2); Denmark barat (490 km2).

Garis pantai Denmark adalah 7.314 km. Tidak ada tempat di Denmark yang jaraknya ke pantai lebih dari 52 km. Luas Denmark tidak bisa dihitung sebab seringnya erosi laut, dan penambahan material pantai, dan sebab proyek reklamasi tanah oleh manusia untuk mengurangi erosi. Di pantai selatan Jutlandia, pasangnya adalah antara 1, dan 2 m, dan garis pasang bergerak keluar, dan masuk sepanjang 10 km.

Secara fitogeografi, Denmark (termasuk Tanah Hijau, dan Kepulauan Faroe) termasuk Kingdom Boreal, dan berbagi dengan Artik, Eropa Atlantik, dan provinsi-provinsi Eropa Tengah di wilayah Circumboreal. Berdasar WWF, wilayah Denmark bisa dibagi dua ekoregional: hutan campuran Atlantik, dan hutan campuran Baltik. Kepulauan Faroe meliputi padang rumput boreal Kepulauan Faroe, sementara Tanah Hijau mempunyai ekoregional tundra artik tinggi Kalaallit Nunaat, dan tundra artik rendah Kalaallit Nunaat.
Iklim

Iklimnya sedang. Musim salju tidak terlalu dingin dengan suhu rata-rata di bulan Januari, dan Februari 0 °C dan musim panas yang dingin dengan suhu rata-rata di bulan Agustus 15.7 °C. Rata-rata Denmark mempunyai 121 hari berpresipitasi per tahun, rata-rata menerima 712 mm per tahun, musim gugur adalah musim paling basah, dan musim semi adalah musim paling kering.

Karena Denmark ada di belahan utara, panjangnya siang, dan malam bervariasi. Pada musim dingin matahari terbit pukul 09.00, dan terbenam pukul 16.00, sedangkan pada musim panas matahari terbit pukul 02.15, dan terbenam pukul 22.00. Hari terpendek diperingati sekitar Natal (bahasa Denmark: jul) biasanya malam Natal. Kata jól (kata benda jamak) menunjukkan bahwa masyarakat pra-Kristen merayakan hari terpendek dengan banyak perayaan. Upaya gereja Katolik untuk mengganti namanya menjadi kristmesse tidak berhasil. Perayaan hari terpanjang adalah sankthansaften (senja Santo Yohanes).


Sumber: https://id.wikipedia.org

Kali ini kita akan membahas tentang Letak Geografis Inggris. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Geografis Inggris

Letak Geografis InggrisLetak Inggris secara geografis mencakup dua pertiga dari Pulau Britania Raya di bagian tengah dan selatan, ditambah pulau-pulau lepas pantai seperti Isle of Wight dan Isles of Scilly. Inggris berbatasan dengan dua negara lainnya di Britania Raya; Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat. Inggris adalah negara yang lokasinya paling dekat ke benua Eropa dibanding negara-negara lainnya di Kepulauan Britania. Negara ini berjarak 34-kilometer (21 mi) dari Perancis, yang dipisahkan oleh Selat Inggris dan dihubungkan oleh terowongan bawah laut Channel di dekat Folkestone. Inggris juga mempunyai pantai di Laut Irlandia, Laut Utara dan Samudera Atlantik.

Pelabuhan London, Liverpool, dan Newcastle masing-masingnya berlokasi di sungai-sungai pasang surut Thames, Mersey dan Tyne. Dengan panjang sekitar 354 kilometer (220 mi), Sungai Severn adalah sungai terpanjang yang mengalir melintasi Inggris. Sungai ini bermuara di Selat Bristol dan terkenal sebab air pasangnya yang mencapai ketinggian hingga 2 meter (6.6 ft). Sungai terpanjang di Inggris selanjutnya adalah Sungai Thames (346 kilometer (215 mi)). Ada banyak danau di Inggris, yang terbesar adalah Windermere di Danau District.

Dalam istilah geologi, Pennines, yang dikenal sebagai "tulang punggung Inggris", adalah pegunungan tertua di negara ini, yang berasal dari akhir Zaman Paleozoikum, sekitar 300 juta tahun yang lalu. Komposisi geologis pegunungan ini terdiri atas batu pasir, batu kapur, serta batubara. Terdapat lanskap karst di wilayah kalsit seperti di bagian Yorkshire dan Derbyshire. Lanskap Pennine adalah tegalan tinggi di kawasan dataran tinggi, terkenal sebab lembah suburnya di kawasan-kawasan tepi sungai. Di Pennines terdapat tiga taman nasional, yaitu Yorkshire Dales, Northumberland, dan Peak District. Titik tertinggi di Inggris berada pada 978 meter (3,209 ft) di Scafell Pike, Cumbria. Bukit Cheviot membentang melintasi perbatasan antara Inggris dan Skotlandia.

Dataran rendah di Inggris terdapat di sebelah selatan Pennines, yang terdiri atas perbukitan hijau seperti Bukit Cotswold, Bukit Chiltern, North Downs dan South Downs. Semenanjung Barat Daya di West Country juga mencakup tegalan dataran tinggi yang beriklim sedang seperti Dartmoor dan Exmoor. Kedua kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional.

Sumber: https://id.wikipedia.org

Kali ini kita akan membahas tentang Mengapa Koperasi Sulit Berkembang ?. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Mengapa Koperasi Sulit Berkembang ?

Koperasi adalah suatu badan usaha bersama yang melandaskan kegiatannya berdasar prinsip gerakan ekonomi kerakyatan yang berdasar asas kekeluargaan. Berbagai kelebihan yang dimiliki koperasi  jelas membuat koperasi sebagai badan usaha yang sangat menguntungkan di Indonesia. Koperasi dengan bermacam-macam kelebihannya ternyata sulit berkembang di Indonesia. koperasi di Indonesia seolah jalan ditempat bahkan mengalami kemunduran.

Koperasi dalam perkembangannya di Indonesia mengalami pasang surut. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa koperasi sulit berkembang di Indonesia ? padahal upaya pemerintah dalam memajukan koperasi sudah banyak dilakukan seperti pemberian pertolongan dan bukan hanya itu pemerintah juga membentuk institusi khusus untuk menangani koperasi seperti kementrian koperasi. Dengan adanya lembaga-lembaga resmi yang menaungi koperasi Indonesia, diharapakan koperasi dapat tumbuh sumbur dan semakin sukses mensejahterakan anggotanya. Koperasi di nilai sebagai fasilitas yang potensial dalam membangun ekonomi Indonesia yang mandiri dan mapan, sebab sistem kekeluargaan dalam koperasi tak akan membelit anggotanya dengan peraturan-peraturan perbankan yang mempersulit. Namun kenyataannya koperasi masih saja sulit berkembang di Indonesia.

Koperasi yang kurang peminat bisa dikarenakan kalah bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang pemberian modal, lembaga pemberian kredit atau lembaga penyimpanan dana misalnya perbankan. Banyak masyarakat Indonesia yang belum benar-benar mengenal apa itu koperasi dan bagaimana penerapannya. Bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi lebih jika masyarakat tidak mengenal apa itu koperasi. Hasilnya anggota koperasi tidak menunjukkan partisipasinya baik itu kontributif atau insentif pada kegiatan koperasi sendiri. Kurangnya pendidikan serta pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota koperasi ditenggarai menjadi faktor utamanya, sebab para pengurus beranggapan hal itu tak akan menghasilkan manfaat untuk diri mereka pribadi.

Mengapa Koperasi Sulit Berkembang ?
Kegiatan koperasi yang tidak berkembang membuat sumber modal menjadi terbatas. Terbatasnya usaha ini akibat kurangnya dukungan serta kontribusi dari para anggota koperasi tersebut untuk berpartisipasi membuat koperasi seperti stagnan. Oleh sebab itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat untuk seluruh anggotanya, serta masyarakat sekitar.

Partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan atau sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan pada penyelewengan dana oleh pengurus, sebab tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri pada pengurus.

Selain itu tidak sedikit masyarakat berbicara mengenai harga barang di koperasi lebih mahal dari pada di pasar swalayan, sehingga masyarakat jadi enggan untuk membeli barang dikoperasi sebab harganya yang lebih mahal dibandingkan harga pasar. Bagi masyarakat Indonesia konsumen akan memilih untuk membeli suatu barang dengan harga yang murah dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik dibanding koperasi. Dengan enggannya masyarakat untuk bertransaksi di koperasi sudah pasti laba yang dihasilkan oleh koperasi-pun sedikit bahkan merugi sehingga perkembangan koperasi berjalan lamban bahkan tidak berjalan sama sekali.

Promosi diperlukan agar masyarakat tahu mengenai koperasi itu. Pemerintah dengan gencarnya melalui media massa mensosialisasikan Koperasi kepada masyarakat namun jika sosialisasi hanya dilakukan dengan media massa mungkin hanya akan “numpang lewat” saja. Memang benar dengan mensosialisasikan melalui media massa akan lebih efektif untuk masyarakat mengetahuinya, namun dengan sosialisasi secara langsung untuk terjun kelapangan akan lebih efektif sebab penyampaian yang lebih gampang dipahami. Dalam masalah promosi barang yang dijual di suatu koperasi juga mengalami kendala seperti kurangnya promo yang ditawarkan dan kurang kreatifnya koperasi untuk mempromosikan sehingga minat masyarakat juga berkurang untuk dapat ikut serta dalam koperasi.

Untuk melakukan program perkoperasian pemerintah mengadakan kebijakan antara lain :
  • Menggiatkan pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi
  • Memperluas pendidikan dan penerangan koperasi
  • Memberikan kredit kepada kaum produsen, baik di lapangan industri atau pertanian yang bermodal kecil.

Koperasi yang kurang berkembang bisa dikarenakan kalah bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang pemberian modal, lembaga pemberian kredit atau lembaga penyimpanan dana misalnya perbankan. Banyak masyarakat Indonesia yang belum benar-benar mengenal apa itu koperasi dan penerapannya. Sosialisasi Koperasi Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Selain itu tidak sedikit masyarakat berbicara mengenai harga barang di koperasi lebih mahal dari pada di pasar swalayan, sehingga masyarakat jadi enggan untuk membeli barang dikoperasi sebab harganya yang lebih mahal dibandingkan harga pasar. Promosi diperlukan agar masyarakat tahu mengenai koperasi itu


Sumber : http://anggitadwiu.blogspot.co.id

Kali ini kita akan membahas tentang Mengapa Persebaran Penduduk Indonesia Tidak Merata ?. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Mengapa Persebaran Penduduk Indonesia Tidak Merata ?

Jumlah penduduk di suatu wilayah tidaklah tetap, akan tetapi selalu berubah sering dengan berjalannya waktu. Pertambahan penduduk terjadi sebab angka kelahiran dan angka kematian tidak seimbang, dimana angka kelahiran lebih besar dari angka kematian. Pertambahan penduduk juga dipengaruhi jumlah penduduk yang masuk dan keluar suatu wilayah yang tidak sama. Pertambahan penduduk suatu wilayah berupa angka-angka yang kongkrit dalam pertamahan setiap tahunnya, sedangkan pertumbuhan penduduk berupa besaran prosentasenya saja.

Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara. Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari bermacam-macam daerah di Indonesia tidak sama sehingga persebaran penduduk pun tidak merata. Sebagai contoh di Papua, kepadatan penduduk rata-rata hanya mencapai 4 jiwa/kilometer persegi. Sementara pulau Jawa kepadatan penduduknya mencapai 945 jiwa/kilometer persegi. Pulau Jawa dan Madura dengan luas 132 ribu km2 berpenduduk 137 juta jiwa pada tahun 2010. Pulau-pulau lain di Indonesia, dengan luas berkali lipat dari pulau Jawa jika seluruh penduduknya dijumlahkan pun tak akan dapat mencapai jumlah penduduk yang tinggal di Pulau Jawa.

Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibanding pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra. Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Jadi, walaupun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah ter sebut dalam mendukung kehidupan.
Faktor yang mempengaruhi pesebaran penduduk yang tidak merata:
  • Pengaruh potansi SDA
  • luas daerah yang tidak sama
  • kelahiran yang tidak merata,
  • kematian
  • perpindahan
  • kurangnya lapangan perkejaan
Mengapa Persebaran Penduduk Indonesia Tidak Merata ?
Bagaimana akibat penduduk yang tidak merata itu? Kondisi persebaran penduduk yang tidak merata adalah sebuah masalah untuk pelaksanaan pembangunan, sebab di daerah dengan penduduk yang padat tersedia tenaga kerja yang banyak. Namun pada daerah lain yang penduduknya sedikit seperti di Kalimantan, sulawesi dan Papua, terjadi kekurangan tenaga kerja sebagai sumber daya manusia untuk melakukan pembangunan. Bagaimana cara mengatasi masalah itu? Salah satu cara untuk mengatasi masalah itu dengan mendatangkan tenaga terampil dari daerah-daerah yang penduduknya padat.

Tidak hanya itu akibat yang di sebabkan sebab pesebaran penduduk yang tidak merata seperti berikut ini:
1. Dampaknya pada bidang Ekonomi
Pesebaran penduduk yang tidak merata dapat menyebabkan pemusatan kegiatan ekonomi hanya pada daerah tertentu saja. Perkotaan menjadi tempat terjadinya kegiatan ekonomi yang paling besar. Semua sarana perdagangan, industri dan transportasi ada di sana, Sehingga hasil-hasil pembangunan dan kesejahteraan hanya dinikmati hanya sebagian orang saja.

2. Dampak di Bidang Budaya
Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis

3. Dampaknya pada bidang sosial
Penduduk yang tidak merata bisa menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial pada daerah tertentu, misalnya dikota besar akan muncul pemukiman-pemukiman kumuh di bantaran sungai yang sangat padat. Penduduk yang padat juga menimbulkan banyaknya aksi kriminalitas, sebab sangat ketatnya persaingan untuk mencari nafkah sehingga sebagian penduduk tidak mendapatkan pekerjaan atau menganggur. Hal ini menyuburkan tindak kriminal di masyarakat.

Agar persebaran penduduk bisa merata di seluruh daratan Indonesia, maka pemerintah melaksanakan berbagai upaya. Beberapa diantaranya :
1. Pemerataan pembangunan
Pemerataan pembangunan baik diwilayah Indonesia timur, tengah atau barat akan mengurangi jumlah penduduk yang memilih untuk mengadu nasib ke pulau Jawa. Jika pembangunan di daerah-daerah sudah nyaris sama dengan di pusat, maka penduduk tidak perlu keluar dari daerahnya.
Pada akhirnya, mereka bisa ikut serta membangun daerahnya masing-masing. Dan hal ini akan berakibat pada pembangunan secara nasional.

2. Menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah
Salah satu cara menciptakan lapangan kerja di daerah adalah tidak menjadikan pulau Jawa sebagai satu-satunya pusat industri di Indonesia. Dengan kata lain, pabrik-pabrik besar tidak hanya dibangun di Jawa, tapi diseluruh pulau besar di Indonesia secara merata.
Dengan begitu, penduduk tidak perlu pergi ke Jawa untuk mencari pekerjaan sebab didaerahnya sudah terdapat lapangan kerja yang bisa menampung mereka.

3. Transmigrasi
Sebuah data menunjukan bahwa pulau Papua yang luasnya lebih dari 20% dari luar Indonesia mempunyai penduduk yang jumlahnya kurang dari 1% dari seluruh penduduk Indonesia. Sementara pulau Kalimantan yang luasnya lebih dari 25% luas Indonesia, jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.
Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah Transmigrasi. Tujuan transmigrasi ini antara lain adalah :
  • meratakan persebaran penduduk di Indonesia
  • peningkatan taraf hidup para transmigran
  • pengelolaan SDA di daerah transmigrasi
  • pemerataan pembangunan di seluruh wilayan Indonesia
  • meningkatkan pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia

Sumber : http://anggitadwiu.blogspot.co.id

Monday, 24 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Singkat Kerajaan Demak. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sejarah Singkat Kerajaan Demak

Sejarah Singkat Kerajaan Demak

Pada awalnya, Demak dikenal orang dengan nama Glagah Wangi. Demak juga dikenal sebagai kesultanan Bintoro karena Demak menjadi kadipaten dari Majapahit. Kata Demak adalah akronim yang berarti gede makmur atau hadi makmur yang berarti besar dan sejahtera. Kesultanan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Pendiri Kesultanan Demak adalah Raden Patah. Beliau mendirikan kesultanan Demak pada sekitar tahun 1500 M setelah memutuskan hubungan dengan Majapahit. Raden Patah mendirikan Kesultanan Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar al Fatah (1500-1518). Lahirnya kesultanan Demak memperoleh dukungan dari para ulama dan pembesar di Jawa Timur, seperti Tuban, Gresik, Jepara, dan tempat-tempat lain di pantai utara Pulau Jawa. Peranan Kesultanan Demak di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur semakin besar setelah kesultanan malaka ditaklukkan Portugis pada tahun 1511. Banyak pedagang yang memutuskan tidak berdagang lagi ke Malaka setelah kejatuhannya. Kebanyakan mereka pergi ke Demak atau Banten sebagai penggantinya. Sejak surutnya Malaka, Demak tampil menggantikan sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Indonesia.

Perluasan wilayah kekuasaan Portugis memang sudah menimbulkan banyak kekhawatiran, tidak terkecuali Demak. Sebagai kerajaan Islam, Demak khawatir Portugis akan meluaskan kekuasaannya ke Pulau Jawa. Oleh sebab itu, sebelum Portugis menyerang daerah-daerah ditanah Jawa, Demak berencana melaksanakan serangan terlebih dahulu. Pada 1513, armada Demak dipimpin putra Raden Patah, yaitu  Pati Unus, melancarkan serangan pada kedudukan Portugis di Malaka. Namun, upaya ini menemui kegagalan sebab jarak serangan pada kedudukan Portugis terlalu jauh. Selain itu, persenjataan yang dimiliki Demak amat kurang. Penyerangan memang mengalami kegagalan, tetapi ini tidak membuat penghargaan pada Pati Unus dibatalkan. Pati unus tetap diberi gelar pangeran sabrang lor, yang berarti pangeran yang pernah menyebrangi lautan disebelah utara Kesultanan Demak.
Sejarah Berdirinya Kerajaan Demak

Pada 1518, Pati Unus menduduki takhta Kesultanan Demak sepeninggal Raden Patah. Namun, Pati Unus menjadi sultan tidak lama (1518-1521). Karena Pati Unus wafat tidak meninggalkan putra, maka dia digantikan oleh salah seorang adiknya yang bernama Sultan Trenggana. Sebagai sultan, Trenggana memperkokoh singgasana Demak dan menegakkan tiang-tiang ajaran agama Islam. Dibawah pemerintahan Sultan Trenggana, Demak mencapai puncak kejayaannya. Trenggana terus berupaya memperluas wilayah kekuasaannya. Dengan masih bercokolnya Portugis di Malaka, Demak merasakan ancaman dan bahaya yang membayangi. Akan tetapi, Trenggana tidak mengirimkan pasukan malaka untuk mengusir Portugis. Dia lebih memilih membendung Portugis dalam menguasai Pulau Jawa dari pada menyerang kekuatannya.

Kedatangan seorang ulama pasai, Fatahillah, yang melarikan diri dari serangan Portugis sudah membuat gembira Sultan Trenggana. Hal ini disebabkan ulama pasai itu ternyata mempunyai kecakapan yang dapat digunakan Trenggana dalam mewujudkan cita-citanya. Berkat kerja sama keduanya, pada tanggal 22 Juni 1527 Portugis gagal merebut pelabuhan-pelabuhan penting di Jawa Barat, seperti Banten, Cirebon, dan Sunda Kelapa. Bahkan, gempuran-gempuran hebat pasukan Demak sudah memaksa Portugis meninggalkan pantai Jawa Barat dengan tangan hampa dan penuh malu.

Seusai mengusir Portugis, Trenggana berhasil menaklukkan sisa-sisa kekuatan kerajaan Mataram (Jawa Tengah) dan Singosari (Jawa Timur). Namun, wilayah Pasuruan dan Panarukan luput dari upaya penaklukan Demak. Demikian pula Blambangan yang tetap menjadi bagian dari Kerajaan Bali, Sultan Trenggana gugur setelah berusaha menaklukkan Pasuruan pada tahun 1546.

Gugurnya Sultan Trenggana menimbulkan pertikaian baru diantara kerabat kerajaan, terutama antara Pangeran Sekar Seda ing Lepen (adik Trenggana) dengan Pangeran Prawoto (anak Trenggana). Pangeran Sekar Seda ing Lepen terbunuh di dekat jembatan sungai atas perintah Pangeran Prawoto. Alasan pembunuhan itu gampang diduga, yaitu Prawoto merasa terhalangi cita-citanya untuk menjadi Sultan Demak sebab pamannya itu adalah calon Pengganti Sultan Trenggana. Anak Pangeran Sekar Seda ing Lepen, Arya Penangsang, yang menganggap dirinya sebagai orang paling berhak atas takhta Demak lalu membinasakan Pangeran Prawoto dan juga keluarganya. Hal ini dilakukan sebagai balas dendam atas kematian ayahnya, Arya Penangsang (1546- 1568) lalu tampil menjadi Sultan Demak yang ke-4.

Kali ini kita akan membahas tentang Kehidupan Politik, Ekonomi, dan Agama-Sosial-Budaya Kerajaan Demak. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kehidupan Politik, Ekonomi, dan Agama-Sosial-Budaya Kerajaan Demak

Kesultanan Demak (Kerajaan Demak) adalah kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak berdiri sekitar abad ke-15 M. Pendiri kerajaan ini adalah seorang putra Raja Majapahit Kertawijaya yang menikah dengan putri Campa bernama Raden Patah. Pada masa Kerajaan Majapahit, Demak adalah salah satu wilayah kekuasaannya. Ketika Kerajaan Majapahit mengalami kehancuran akibat perang saudara tahun 1478, Demak bangkit menjadi kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa. Candrasangkala pada Masjid Demak menyatakan bahwa tahun 1403 Saka (1481) sebagai tarikh berdirinya Kerajaan Demak. Secara geografis Demak letaknya di Jawa Tengah.

A. Kehidupan Politik


Kerajaan Demak berdiri kira-kira tahun 1478. Hal itu didasarkan pada saat jatuhnya Majapahit yang diperintah oleh Prabu Kertabumi (Brawijaya V) dengan ditandai candrasengkala, sirna ilang kertaning bumi (artinya tahun 1400 Saka atau tahun 1478 Masehi). Para wali lalu sepakat untuk menobatkan Raden Patah menjadi raja di Kerajaan Demak dengan gelar Senapati Jimbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Untuk jabatan patih diangkat Ki Wanapala dengan gelar Mangkurat

Kerajaan Demak berkembang menjadi kerajaan besar, di bawah kepemimpinan Raden Patah (1481-1518). Negeri-negeri di pantai utara Jawa yang sudah menganut Islam mengakui kedaulatan Demak. Bahkan Kekuasaan Demak meluas ke Sukadana (Kalimantan Selatan), Palembang, dan Jambi. Pada tahun 1512 dan 1513, di bawah pimpinan putranya yang bernama Adipati Unus, Demak dengan kekuatan 90 buah jung dan 12.000 tentara berusaha membebaskan Malaka dari kekuasaan Portugis dan menguasai perdagangan di Selat Malaka. Karena pernah menyerang ke Malaka Adipati Unus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor (Pangeran yang pernah menyeberang ke utara).

Setelah Raden Patah wafat pada tahun 1518 M, Kerajaan Demak dipimpin oleh Adipati Unus (1518-1521). Dia menjadi Sultan Demak selama tiga tahun. Kemudian dia digantikan oleh adiknya yang bernama Sultan Trenggana (1521- 1546) melalui perebutan takhta dengan Pangeran Sekar Sedo Lepen. Untuk memperluas daerah kekuasaannya, Sultan Trenggana menikahkan putra-putrinya, antara lain dinikahkan dengan Pangeran Hadiri dari Kalinyamat (Jepara) dan Pangeran Adiwijaya dari Pajang. Sultan Trenggana berhasil meluaskan kekuasaannya ke daerah pedalaman. Dia berhasil menaklukkan Daha (Kediri), Madiun, dan Pasuruan. Pada saat melancarkan ekspedisi melawan Panarukan, Sultan Trenggana terbunuh. Pada masa Sultan Trenggana, wilayah kekuasaan Kerajaan Demak sangat luas meliputi Banten, Jayakarta, Cirebon (Jawa Barat), Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur.

Wafatnya Sultan Trenggana (1546) menyebabkan kemunduran Kerajaan Demak. Terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Prawato (putra Sultan Trenggana) dengan Aria Panangsang (keturunan Sekar Sedo Lepen (adik Sultan Trenggana)). Dalam perebutan kekuasaan itu, Aria Panangsang membunuh Pangeran Prawoto dan putranya, Pangeran Hadiri. Ratu Kalinyamat dan Aria Pangiri memohon pertolongan kepada Adiwijaya di Pajang. Dalam pertempuran itu, Adiwijaya berhasil membunuh Aria Panangsang. Setelah itu, Adiwijaya memindahkan ibu kota Kerajaan Demak ke Pajang pada tahun 1568. Peristiwa ini menjadi akhir dari Kerajaan Demak.

B. Kehidupan Ekonomi


Perekonomian Demak berkembang ke arah perdagangan maritim dan agraria. Ambisi Kerajaan Demak menjadi negara maritim diwujudkan dengan upayanya merebut Malaka dari tangan Portugis, namun upaya ini ternyata tidak berhasil. Perdagangan antara Demak dengan pelabuhan-pelabuhan lain di Nusantara cukup ramai, Demak berfungsi sebagai pelabuhan transito (penghubung) daerah penghasil rempah-rempah dan mempunyai sumber penghasilan pertanian yang cukup besar.
Kehidupan Politik, Ekonomi, dan Agama-Sosial-Budaya Kerajaan Demak
Masjid Demak

Demak dalam bidang ekonomi, berperan penting sebab mempunyai daerah pertanian yang cukup luas dan sebagai penghasil bahan makanan, terutama beras. Selain itu, perdagangannya juga maju. Komoditas yang diekspor, antara lain beras, madu, dan lilin. Barang itu diekspor ke Malaka melalui Pelabuhan Jepara. Dengan demikian, kehidupan ekonomi masyarakat berkembang lebih baik.

Sebagai negara maritim, Demak menjalankan fungsinya sebagai penghubung atau transito antara daerah penghasil rempah-rempah di bagian timur dengan Malaka, dan dari Malaka lalu dibawa para pedagang menuju kawasan Barat. Berkembangnya perekonomian Demak di samping faktor dunia kemaritiman, juga faktor perdagangan hasil-hasil pertanian.

Posisi kerajaan Demak sangat strategis dalam perdagangan laut, pelabuhannya sering digunakan transit kapal-kapal dagang dari wilayah Barat yang hendak ke Selat Malaka, begitu pun sebaliknya. Keinginan untuk menjadi kerajaan maritime dilakukan dengan usaha menaklukan Malaka dari Portugis.
Usaha ini gagal, meskipun demikian tidak meruntuhkan perekonomian Demak sebab didukung oleh hasil pertanian dan mendapat keuntungan ekonomi yang besar. Kesadaran pentingnya memanfaatkan ekonomi pertanian, Demak melaksanakan perluasan wilayah ke daerah-daerah di sekitarnya termasuk ke Jawa Barat.

C. Kehidupan Agama-Sosial-budaya


Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak sudah berjalan teratur. Pemerintahan diatur dengan hukum Islam. Akan tetapi, norma-norma atau tradisi-tradisi lama tidak ditinggalkan begitu saja. Keadaan sosial di Demak tidak jauh berbeda dengan masa berkuasanya Majapahit. Perbedaan yang mencolok terdapat pada penggunaan aturan-aturan dan hukum yang cocok dengan ajaran Islam, sehingga berasa lebih tertib dan teratur. Demak adalah pusat penyebaran agama Islam di Nusantara. Lahirnya wali-wali di Demak membuat lebih cepat proses penyebaran agama Islam bahkan sampai ke pelosok.  Mendirikan pesantren adalah cara penyebaran agama Islam yang efektif. Hitu yang berasal dari Ternate, pernah belajar di pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri. Setelah selesai belajar, dia menyebarkan agama Islam di Ternate.

Hasil kebudayaan Kerajaan Demak adalah kebudayaan yang berkaitan dengan Islam. Hasil kebudayaannya yang cukup terkenal dan sampai sekarang masih tetap berdiri adalah Masjid Agung Demak. Masjid itu adalah lambang kebesaran Demak sebagai kerajaan Islam. Masjid Agung Demak selain kaya dengan ukir-ukiran bercirikan Islam juga mempunyai keistimewaan, yaitu salah satu tiangnya dibuat dari kumpulan sisa-sisa kayu bekas pembangunan masjid itu sendiri yang disatukan (tatal).

Selain Masjid Agung Demak, Sunan Kalijaga salah seorang dari Wali Sanga juga meletakkan dasar-dasar perayaan Sekaten pada masa Kerajaan Demak. Perayaan itu digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menarik minat masyarakat agar masuk Islam. Sekaten ini lalu menjadi tradisi atau kebudayaan yang terus dipelihara sampai sekarang.

Kali ini kita akan membahas tentang Pengaruh Letak Geologis Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengaruh Letak Geologis Indonesia

Letak geologis adalah letak suatu wilayah berdasar susunan batuan yang ada pada bumi. Letak geologis wilayah Indonesia adalah sebagai berikut.
  1. Indonesia adalah bagian dari dua buah rangkaian pegunungan besar di dunia, yaitu rangkaian Pengunungan Mediteran dan rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik.
  2. Indonesia terletak pada pertemuan lempeng litosfer, yaitu lempeng Indonesia –Australia yang bertumbukan dengan lempeng Asia.
  3. Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul dan Daerah Laut pertengahan Australia Asiatis.
Pengaruh Letak Geologis Indonesia

Pengaruh Letak Geologis Indonesia


  • Letak geologis inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia banyak dijumpai gunung berapi, sehingga banyak wilayah di Indonesia yang kesuburannya cukup tinggi.
  • Namun perlu disadari pula bahwa letak geologis yang demikian itu menyebabkan wilayah Indonesia rawan dengan musibah alam seperti gunung meletus dan gempa bumi.

Sunday, 23 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kehidupan Politik, Ekonomi, Agama dan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kehidupan Politik, Ekonomi, Agama dan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga

Kalingga atau Ho-ling merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber notulen Tiongkok, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad lalu pada abad ke-16 menyinggung secara singkat tentang Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh.

Kalingga sudah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal mempunyai peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya. Keberadaan Kerajaan Kalingga diketahui dari khabar Cina pada masa Dinasti Tang. Menurut khabar Cina, pada pertengahan abad VII Masehi terdapat kerajaan bercorak Hindu-Buddha bernama Holing atau Kalingga di Jawa Tengah.

Kehidupan Politik Kerajaan Kalingga

Kehidupan Politik Pada abad VII Masehi Kerajaan Kalingga pernah dipimpin seorang ratu bernama Sima. Ratu Sima menjalankan pemerintahan dengan tegas, keras, adil, dan bijaksana. Dia melarang rakyatnya untuk menyentuh dan mengambil barang bukan milik mereka yang tercecer di jalan. Bagi siapa pun yang melanggar akan memperoleh hukuman berat. Hukum di Kalingga dapat ditegakkan dengan baik. Rakyat taat pada peraturan yang dibuat ratu mereka. Oleh sebab itu, ketertiban dan ketentraman di Kalingga berjalan baik. Menurut naskah Carita Parahyangan, Ratu Sima mempunyai cucu bernama Sahana yang menikah dengan Raja Brantasenawa dari Kerajaan Galuh. Sahana mempunyai anak bernama Sanjaya yang kelak menjadi Dinasti Sanjaya. Sepeninggalan Ratu Sima, Kerajaan Kalingga ditaklukan oleh Kerajaan Sriwijaya.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga mengembangkan perekonomian perdagangan dan pertanian. Letaknya yang dekat dengan pesisir utara Jawa Tengah menyebabkan Kalingga gampang diakses oleh para pedagang dari luar negeri. Kalingga adalah daerah penghasil kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading sebagai barang dagangan. Sementara wilayah pedalaman yang subur, dimanfaatkan penduduk untuk mengembangkan pertanian. Hasil-hasil pertanian yang diperdagangkan antara lain beras dan minuman. Penduduk Kalingga dikenal pandai membuat minuman berasal dari bunga kelapa dan bunga aren. Minuman tesebut mempunyai rasa manis dan bisa memabukkan. Dari hasil perdagangan dan pertanian itu, penduduk Kalingga hidup makmur.
Kehidupan Politik, Ekonomi, Agama dan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga

Kehidupan Agama Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga adalah pusat agama Buddha di Jawa. Agama Buddha yang berkembang di Kalingga adalah ajaran Buddha Hinayana. Pada tahun 664 seseorang pendeta Buddha dari Cina bernama Hwi-ning berkunjung ke Kalingga. Dia dating untuk menerjemahkan sebuah naskah terkenal agama Buddha Hinayana dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Cina. Usaha Hwing-ning ditolong oleh seorang pendeta Buddha dari Jawa bernama Jnanabadra.

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga

Penduduk Kalingga hidup dengan teratur. Ketertiban dan ketentraman sosial di Kalingga dapat berjalan dengan baik berkat kepemimpinan Ratu Sima yang tegas dan bijaksana dalam menjalankan hukum dan pemerintahan. Dalam menegakkan hukum Ratu Sima tidak membedakan antara rakyat dengan anggota kerabatnya sendiri. Berita mengenai ketegasan hukum Ratu Sima pernah didengar oleh Raja Ta-Shih. Ta-Shih adalah sebutan Cina untuk kaum muslim Arab dan Persia. Raja Ta-Shih lalu menguji kebenaran khabar tersebut. Dia memerintahkan anak buahnya untuk meletakkan satu kantong emas di jalan wilayah Kerajaan Ratu Sima. Selama tiga tahun kantong itu dibiarkan tergeletak di jalan dan tidak seorang pun berani menyentuh. Setiap orang melewati kantong emas itu berusaha menyingkir. Pada suatu hari putra mahkota tidak sengaja menginjak kantong itu sehingga isinya berhamburan. Kejadiaan ini membuat Ratu Sima marah dan memerintahkan hukuman mati untuk putra mahkota. Akan tetapi, para menteri berusaha memohon pengampunan untuk putra mahkota. Ratu Sima menanggapi permohonan itu dengan memerintahkan agar jari kaki putra mahkota yang menyentuh kantong emas dipotong. Peristiwa ini adalah bukti ketegasan Ratu Sima dalam menegakkan hukum.

Sumber: Raharta, Ringgo. 2013. Sejarah Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1. Klaten: Intan Pariwara

Kali ini kita akan membahas tentang Letak Geografis Kerajaan Kalingga. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Geografis Kerajaan Kalingga

Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber notulen Tiongkok, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad lalu pada abad ke-16 menyinggung secara singkat tentang Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Kalingga sudah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal mempunyai peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya. Keberadaan Kerajaan Kalingga diketahui dari khabar Cina pada masa Dinasti Tang. Menurut khabar Cina, pada pertengahan abad VII Masehi terdapat kerajaan bercorak Hindu-Buddha bernama Holing atau Kalingga di Jawa Tengah.

Letak Geografis Kerajaan Kalingga

Letak geografis wilayah Kerajaan Kalingga masih diperdebatkan oleh para sejarawan. Berita Cina dari Dinasti Tang menyebut Kalingga sebagai She-p'o dan letaknya berada di laut selatan. Wilayah Kalingga berbatasan dengan P'o-Li (Bali) di sebelah timur, To-p'o-teng (Sumatera) di sebelah barat, laut di sebelah selatan, dan Chen-la (Kamboja) di sebelah utara.
Letak Geografis Kerajaan Kalingga

Pada pertengahan musim panas apabila orang mendirikan gnomon setinggi 8 kak, bayangannya akan jatuh ke selatan dengan panjang dua kaki empat inci. Gnomon adalah perangkat untuk menentukan letak ketinggian matahari yang digunakan pada zaman kuno. Berdasarkan kalkulasi itu, letak Kalingga berada pada posisi 6°8' LU. Oleh sebab itu, Kalingga tidak mungkin berada di Jawa. Akan tetapi, keberadaan khabar tersebut dibantah para sejarawan yang mengatakan bahwa penulis khabar Cina membuat suatu kesalahan. Seharusnya waktu yang dicatat adalah pertengah musim dingin sehingga bayangan dari gnomon jatuh di sebelah utara. Oleh sebab itu, posisi Kalingga akan berada pada posisi 6°8' LS. Dengan demikian, Kerajaan Kalingga letaknya di sekitar pantai utara Jawa Tengah.

Keberadaan Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah, didukung para sejarawan Belanda seperti N.J. Krom, George Coedes, W.F. Mayer, dan W.J. van der Meulen. Mereka berpendapat bahwa pusat Kalingga berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Secara geografis wilayah pesisir utara Jawa Tengah strategis untuk perkembangan sebuah kerajaan. Sejak awal abad Masehi perairan di Laut Jawa sudah berkembang menjadi jalur perdagangan yang ramai. Oleh sebab itu, Kalingga dapat membangun pelabuhan itu akan mempermudah Kalingga berinteraksi dengan dunia luar sehingga sektor perdagangan maritim dapat berkembang. Sementara itu, wilayah pedalaman Jawa Tengah yang subur dapat mendukung kedudukan perekonomian negara dari sektor agraris.

Kali ini kita akan membahas tentang Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan orang dalam bidang ekonomi untuk menghasilkan pendapatan dalam rangka memenuhi kebutukan hidup. Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kegiatan ekonomi agraris dan kegiatan ekonomi nonagraris.

1. Kegiatan Ekonomi Agraris

Kegiatan ekonomi agraris adalah kegiatan ekonomi penduduk dalam memanfaatkan faktor-faktor alam, khususnya dalam bidang pertanian; termasuk di dalamnya adalah peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan. Pada umumnya, kegiatan ekonomi agraris berpusat di daerah-daerah pedesaan yang masih menyediakan lahan yang cukup luas.

Secara umum, pertanian atau persawahan banyak diusahakan di daerah pedesaan Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan sebagian Sulawesi. Akan tetapi, dari beberapa daerah itu, Pulau Jawa adalah pusat penghasil padi utama, hal ini dikarenakan kondisi alam di Pulau Jawa sangat mendukung. Meskipun luas, lahan pertaniannya semakin berkurang dari tahun ke tahun. Selain pertanian, kegiatan ekonomi agraris lain yang diusahakan adalah perikanan darat, perkebunan, dan peternakan.

Di wilayah Sumatra, kegiatan ekonomi agraris didominasi oleh tanaman perkebunan. Jenis tanaman perkebunan utama adalah kelapa sawit, di samping teh, kopi, karet, dan beberapa jenis buah-buahan. Perkebunan kelapa sawit di Sumatra adalah yang terluas di Asia Tenggara. Pertanian padi diusahakan di daerah pedesaan, sedangkan perikanan darat banyak diusahakan di danau, rawa-rawa, dan sungaisungai besar dengan menggunakan sistem karamba. Adapun jenis ternak yang diusahakan relatif sama dengan jenis ternak di Pulau Jawa.
Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Di wilayah Kalimantan, kegiatan ekonomi agraris didominasi oleh hutan primer dan hutan produksi. Keberadaan hutan di Kalimantan adalah salah satu yang terluas di dunia, di dalamnya tersimpan kekayaan tumbuhan dan fauna. Di samping itu, kegiatan ekonomi agraris lain adalah perkebunan (khususnya perkebunan kayu). Jenis peternakan yang diusahakan relatif nyaris sama dengan jenis peternakan di Pulau Jawa, namun ada jenis peternakan yang unik dilakukan di Kalimantan, yaitu peternakan jenis kerbau rawa. Adapun jenis perikanan darat banyak diusahakan di danau, sungai, dan rawa-rawa.

Di wilayah Papua, kegiatan ekonomi agraris masih didominasi oleh kegiatan kehutanan, perkebunan sagu, dan sistem pertanian lahan kering (peladangan dan tegalan). Jenis tanaman yang diusahakan oleh penduduk pada biasanya jenis sayuran, sagu, umbiumbian, dan palawija yang digunakan sebagai bahan makanan pokok. Jenis ikan air tawar di Papua sebenarnya sangat banyak dan beragam, namun belum dibudidayakan lebih lanjut. Pemanfaatannya masih dilakukan dengan cara tradisional, demikian juga  dengan peternakan.

Kegiatan ekonomi agraris di Sulawesi dan Maluku didominasi oleh kegiatan perkebunan rempah-rempah, sagu, kopi, dan buah-buahan. Maluku memang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah, terutama lada dan pala sejak zaman dahulu. Sementara itu, kegiatan perikanan darat banyak diusahakan dengan sistem karamba di perairan danau, misalnya di Danau Tempe dan Danau Poso.

Di wilayah Nusa Tenggara, budidaya pertanian persawahan kurang cocok diterapkan, sebab di wilayah itu curah hujannya relatif lebih sedikit bila dibanding daerah lain. Tanaman yang dibudidayakan adalah umbi-umbian, palawija, serta tanaman perkebunan, seperti kopi, cokelat, dan nira. Kegiatan peternakan di daerah ini didominasi hewan-hewan besar, seperti kuda, rusa, dan sapi. Hal ini dikarenakan pada daerah ini banyak terdapat sabana atau padang rumput.

Selain itu, kekayaan hayati laut di perairan Indonesia juga menghasilkan udang, ikan, rumput laut, dan mutiara. Secara umum, penangkapan ikan lebih intensif diusahakan di perairan sebelah Barat Sumatra dan sebelah Selatan Jawa, perairan Aru, serta perairan Laut Banda. Adapun perairan Laut Jawa, Selat Malaka, dan Selat Makassar banyak menghasilkan udang dan ikan; sedangkan mutiara banyak dibudidayakan di perairan Lombok, perairan Aru, dan perairan Maluku.

2. Kegiatan Ekonomi Nonagraris

Kegiatan ekonomi nonagraris biasanya lebih berkembang di kawasan perkotaan, khususnya di kota-kota besar. Kegiatan ekonomi nonagraris meliputi usaha pertambangan, industri, perdagangan, dan jasa.

a. Pertambangan

Pertambangan di Indonesia tersebar luas di bermacam-macam wilayah dan menghasilkan bermacam-macam jenis bahan tambang. Akan tetapi, hasil utama pertambangan di Indonesia adalah minyak dan gas (migas) serta batu bara.

1) Minyak dan Gas
Tambang-tambang minyak bumi diusahakan di darat atau di lepas pantai. Dalam suatu usaha eksplorasi minyak bumi, kita juga menemukan gas alam. Oleh karenanya, minyak

dan gas (migas) adalah andalan ekspor Indonesia Pusat-pusat pertambangan minyak
bumi Indonesia, antara lain, terdapat di Perlak dan Lhokseumawe (NAD); Langkat dan Pangkalanbrandan (Sumatra Utara); Dumai, Duri, Natuna, Minas, Lirik, dan Rumbai (Riau dan Kepulauan Riau); Jambi; Muaraenim dan Prabumulih (Bengkulu); Selat Sunda, Cirebon, dan Jatibarang (Banten dan Jawa Barat); Cepu, Grobogan, dan lepas pantai Rembang (Jawa Tengah); Wonokromo dan Bojonegoro (Jawa Timur); Balikpapan, Tarakan, Pulau Bunyu, dan Kutai (Kalimantan Timur); Pulau Seram (Maluku), serta Sorong, Babo, dan Klamono (Papua).

Negara kita adalah penghasil gas alam terbesar di dunia. Daerah penghasil gas alam utama adalah Plaju dan Sungai Gerong (Sumatra Selatan) serta di Arun dan Bontang. Gas alam yang sudah diolah menjadi Liquid Natural Gas (LNG) atau gas alam cair adalah komoditas ekspor. Secara berturut-turut, negara pengimpor LNG Indonesia terbesar adalah Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

2) Batubara
Penggunaan batubara dalam negeri saat ini masih terbatas untuk keperluan industri, padahal sejak awal tahun 1990-an, pemerintah sudah mulai menyosialisasikan penggunaan briket batubara untuk kebutuhan rumah tangga. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi konsumsi minyak sebagai bahan bakar utama rumah tangga.

Pusat-pusat penambangan batubara di Indonesia terdapat di Bukitasam dan Sawahlunto (Sumatra); muara Sungai Mahakam, Pulau Laut, lembah Sungai Berau, dan lembah Sungai Kapuas (Kalimantan); Sulawesi Selatan; Banten; dan Jawa Barat.

b . Perindustrian

Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau bahan setengah jadi menjadi barang konsumsi dengan menggunakan fasilitas dan peralatan; sedangkan perindustrian adalah segala sesuatu yang bertalian dengan proses-proses industri. Perkembangan industri di Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun.

Perkembangan sektor industri ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain, ketersediaan sumber daya alam, ketersediaan sumber daya manusia (tenaga kerja), ketersediaan fasilitas dan prasarana yang memadai (air bersih, listrik, jalur transportasi, dan komunikasi), potensi pasar yang besar, serta kemampuan dalam penerapan teknologi.

c . Perdagangan

Perdagangan adalah suatu kegiatan jual beli (transaksi) barang dari produsen kepada konsumen. Berdasarkan luas jangkauan pemasaran, perdagangan dapat dibedakan menjadi berikut ini.
  1. Perdagangan lokal; yaitu perdagangan yang berlangsung di sekitar kota atau daerah tempat penjual atau produsen bertempat tinggal, misalnya penjualan dalam satu kota atau dalam satu eks karesidenan.
  2. Perdagangan regional; yaitu perdagangan yang terjadi antarwilayah, misalnya dari satu eks karesidenan ke wilayah eks karesidenan lain, atau dari satu provinsi ke provinsi lain.
  3. Perdagangan nasional; yaitu perdagangan yang terjadi antarwilayah di dalam negeri dan meliputi seluruh wilayah negara yang bersangkutan. Jika wilayah negara itu berbentuk kepulauan (seperti Indonesia), maka akan terjadi perdagangan antarpulau yang disebut dengan perdagangan intersuler.
  4. Perdagangan internasional; yaitu perdagangan yang terjadi antarbangsa di dunia. Dalam perdagangan internasional dikenal istilah ekspor dan impor. Ekspor adalah kegiatan perdagangan dalam menjual barang ke luar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan perdagangan dalam membeli atau mendatangkan barang dari luar negeri.

Pusat-pusat perdagangan biasanya terdapat di kota-kota, baik di kota kecamatan, kota tingkat II, ibukota provinsi, hingga ibukota negara, bergantung ruang lingkup pemasarannya. Dalam hal ini, pusatpusat perdagangan adalah daerah-daerah yang adalah simpul komunikasi dan transportasi, baik darat, laut, atau udara.

d . Jasa

Jasa adalah aktivitas, kemudahan, atau manfaat yang dapat dijual ke orang lain (konsumen) yang membutuhkannya. Dalam perkembangannya, jasa memegang peranan penting sebab dapat mendukung kegiatan perekonomian dan kegiatan manusia pada umumnya. Bentuk-bentuk kegiatan jasa, antara lain, jasa kesehatan, jasa hukum, jasa perbankan, jasa transportasi dan perhubungan, serta jasa telekomunikasi. Seperti halnya perdagangan, pusat-pusat kegiatan jasa pada biasanya terdapat di kota-kota besar sebagai simpul komunikasi dan transportasi.

Seiring dengan kemajuan zaman, kegiatan jasa mulai berkembang di daerah-daerah, bahkan saat ini kegiatan jasa sudah mulai merebak hingga ke pedesaan, misalnya dengan adanya sarana BRI unit, ranting perum pegadaian, pelayanan kredit petani di kelurahan, pelayanan warung telekomunikasi (wartel), pelayanan kesehatan, pos keliling, KUD, dan sebagainya. Pemerataan pembangunan di sektor jasa ini adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju urbanisasi.

Saturday, 22 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Profil Negara Berkembang : Malaysia . Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Profil Negara Berkembang : Malaysia

Nama "Malaysia" diadopsi pada 1963 saat Federasi Malaya bertambah Singapura, Sabah, dan Sarawak membentuk federasi bernama Malaysia. Tetapi nama itu sendiri pernah membingungkan saat dipakai untuk merujuk wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Sebuah peta yang diterbitkan pada 1914 di Chicago menampilkan nama Malaysia pada wilayah tertentu di Nusantara. Politikus di Filipina pernah menghendaki penamaan negara mereka sebagai "Malaysia", tetapi Malaysia-lah yang pertama mengadopsi nama itu pada 1963 sebelum Filipina bertindak lebih jauh mengenai masalah itu. Nama lain pernah dianjurkan untuk federasi 1963. Di antaranya adalah Langkasuka (Langkasuka adalah sebuah kerajaan kuno yang berada di bagian hulu Semenanjung Malaya pada milenium pertama masehi).

Keadaan Alam Malaysia terbagi menjadi dua Negara bagian yaitu Malaysia Barat yang mencakup bagian selatan Semenanjung Malaysia. Bagian tengahnya berupa pegunungan rendah, serta melandai pada sisi timur dan selatan. Dan Malysia Timur (Sabah dan Serawak) yang didominasi pegunungan, di mana 80 persen di antaranya berketinggian >1.400 meter. Iklim Malaysia mengenal dua musim yang adalah akibat peralihan arah angin muson yaitu Musim hujan dan musim kemarau Pada kegiatan perekonomian, Industri cukup berkembang di Malaysia yaitu industri pengolahan bahan mentah, seperti industri pengolahan makanan, pemotongan kayu, pengolahan karet, pengolahan minyak kelapa sawit, tekstil, dan bermacam-macam barang kerajinan. Adapun Komoditas negara malaysia diantaranya adalah pertanian dan perkebunan, seperti padi, buah dan sayuran tropis, karet, kelapa, dan kelapa sawit.

PROFIL LENGKAP MALAYSIA

Luas wilayah : 329.749km persegi
Ibu kota : Kualalumpur
Bentuk pemerintahan : Kerajaan (Kesultanan)
Hari kemerdekaan : 31 Agustus
Kepala Negara : Yang Dipertuan Agung (diplih sekali lima tahun)
Kepala pemerintahan : Perdana Menteri
Kepala Pemerintahan : Datuk Seri Najib Tun Razak
Lagu kebangsaan : Negaraku
Jumlah penduduk : 28,3 juta jiwa
Bahasa : Malaysia dan Inggris
Agama mayoritas penduduk : Islam
Mata uang : Ringgit (dollar Malysia (M$)
Bandar udara Nasional : Payalebar
Perusahaan penerbangan : Malaysia Airline System (MAS)

Dasar negara Malaysia
Jika di Indonesia ada Pancasila yang memuat sila dasar, ternyata Malaysia juga mempunyai dasar yang disebut "Rukun Negara". Rukun Negara Malaysia juga memuat 5 sila, yaitu sebagai berikut :
1. Kepercayaan Kepada Tuhan
2. Kesetiaan kepada raja dan negara
3. Keluhuran perlembagaan
4. Kedaulatan Undang-undang
5. Kesopanan dan kesusilaan

Pemerintahan Negara Malaysia
  • Malaysia adalah bekas jajahan Inggris yang memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 31 Agustus 1957.
  • Malaysia terdiri dari 9 kesultanan (dperintah oleh Sultan) dan 4 negara bagian (diperintah oleh Yang Dipertuan Negeri atau Gubernur).
  • Kesultanan di Malaysia adalah : Johor, Kedah, Selangor, Kelantan, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Perlis dan Trengganu.
  • Negara bagian di Malaysia adalah : Malaka, Pulau Penang, Sabah dan Serawak.

Keadaan geografi Negara Malaysia
Secara astronomis Malaysia letaknya di antara : 1 derajat LU - 6 derajat LU dan 100 derajat BT - 119 derajat BT. Malaysia beriklim muson tropik.Wilayah Malaysia dibagi atas 2 bagian, yaitu :

Malaysia bagian barat : letaknya di daratan Asia Tenggara (Semenanjung Malaysia), di sebelah utara berbatasan dengan Muangthai, di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Johor dan Selat Malaka, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Laut Natuna, dan sebelah baratnya berbatasan dengan Selat Malaka
Malaysia bagian timur : letaknya di Pulau Kalimantan bagian utara dan berbatasan dengan  Laut Cina Selatan dan Brunai Darusallam. Di sebelah selatan berbatasan dengan Indonesia, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Sulu, di sebelah barat berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Laut Natuna.

Iklim Negara Malaysia
Iklim Malaysia adalah iklim tropis yang panas dan lembab dengan amplitudo shu harian yang sangat relatif kecil. Musim hujan antara bulan Nopember samapi Maret yang dipengaruhi oleh angin musim Timur Laut.

Bentang alam Negara Malaysia
1.Malaysia Barat (Semenanjung Malaysia)
Di bagian tengah terdapat deretan pegunungan, sisi timur sekitar pantai adalah dataran rendah yang berupa rawa-rawa dan hutan lebat, sedangkan sisi barat untuk pemukiman penduduk dan pertambangan. Sungai Perak dan Sungai Pohong adalah dua sungai utama di Semenanjung ini.
2.Malaysia Timur (Serawak dan Sabah)
Terdapat deretan pegunungan tinggi yang membentang dari Sabah hingga Serawak yang disebut Crocker. Gunung Kalibalu dengan ketinggian 4.094 meter yang letaknya di negara bagian Sabah adalah puncak tertinggi di Malaysia.

Penduduk Negara Malaysia
Penduduk Semenanjung Malaysia terdiri dari orang Melayu (50%), Cina (37%), India (11%). Sisanya adalah orang-orang Eropa, Erasia dan penduduk asli. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Malaysia yang nyaris sama dengan bahasa Indonesia. Sejak tahun 1972 antara kedua negara sudah sepakat untuk menggunakan satu sistem dalam pengucapan. Agama Islam adalah agama resmi negara, tetapi penduduk  bebas mengamalkan agamanya masing-masing.

Perekonomian Negara Malaysia
Malaysia adalah negara agraris, yang menghasilkan padi, karet, kelapa sawit, kelapa dan nenas. Karet dan kelapa sawit adalah ekspor nonmigas yang utama. Hasil hutan berupa kayu banyak dihasilkan di Sabah. Pelabuhan ekspor kayu adalah Sandakan dan Lahad Datu, yang juga menjadi pusat industri kayu lapis. Hasil tambang Malaysia adalah timah. bijih besi, bauksit dan minyak bumi. Bagi Malaysia, timah adalah penghasilan kedua setelah karet. Pendapatan nasionalnya (1985) adalah US $ 57.100 juta.
Profil Negara Berkembang : Malaysia

Kegiatan utama ekonomi Negara Malaysia


Pertanian : terdapat di datara alluval yang subur di Semenanjung Malausia, Sabah dan Serawak.

Perkebunan : Malaysia Barat menghasilkan karet, kelapa sawit dan kopra, terutama di Johor, Selangor dan Perak. Lada hitam terdapat di Malaysia Timur. Pelabuhan ekspor kayu di Sandahan dan Lahad Datu.

Pertambangan : Malaysia adalah penghasil timah terbesar di dunia, daerah penambangannya di Lembah Kinta. Pelabuhan ekspornya di Pelabuhan Kelang. Hasil tambang lain adalah minyak bumi, bijih besi, bauksit dan gas alam.

Sektor Industri Kawasan perindustrian yang terbesar dipusatkan di Pethaling Jaya dan Shah Alam, yaitu terdiri atas industri perakitan mobil, alat-alat rumah tangga, bahan makanan, ban dan barang-barang dari plastik.

Sektor Perhubungan dan Pariwisata Kualalumpur sebagai ibu kota dan sebagai kota raya. Kota raya lain adalah Penang. Kedudukan Selat Malaka menjadi penting, sebab adalah jalan lalu lintas laut dari negara-negara barat ke timur, di samping adanya Singapura sebagai pelabuhan penting di Asia Tenggara. Bandar udara internasional di Malaysia terdapat di Kuala Lumpur dan Penang, sedangkan pelabuhan laut yang terbesar di Kelang. Kawasan pariwisata yang terkenal terdapat di Langkawi yaitu pulau mini yang bergunung-gunung serta pantainya sangat indah. Objek tamasya yang terkenal di Malaysia antara lain: museum nasional Kukit Nanas, Cameron, Highland di Pahang, Genting Highlands, Taman Negara, Temple Park, dan Taman Nasional Kinibalu. Kota-kota pelabuhan penting di Malaysia, yaitu Kualalumpur (ibu kota Federasi Malaysia), Kucing (ibu kota Negara bagian Serawak), Teluk Anson, Penang, Kinibalu, Swettenham, dan Weld)

Sektor Perdagangan Kegiatan perdagangan berupa impor yaitu beras, mesin-mesin, alat-alat transportasi, bahan-bahan kimia, dan bahan-bahan elektronika serta ekspor berupa: karet, kayu olahan, kopra, timah, besi, dan minyak tanah. Mitra dagang Malaysia yang utama : Jepang, Inggris, USA, Indonesia, Singapura dan Australia.

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Singkat Pertempuran Surabaya 10 november 1945. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sejarah Singkat Pertempuran Surabaya 10 november 1945

Rakyat Indonesia larut dalam euforia kebahagian kemerdekaan setelah dibacakan dan disebarkannya informasi proklamasi kemerdekaan republik Indonesia ke seluruh daerah di Indonesia pada 17 Agustus 1945. Mereka tidak menyadari bahwa perjalanan republik itu masih panjang dan terjal. Soekarno dan Hatta menyadari bahwa Belanda dan sekutu yang berhasil mengalahkan Jepang dalam perang Asia Timur Raya akan kembali menduduki Indonesia.

Sekutu yang tergabung atas berbagai negara Eropa dan Amerika berbagi tugas setelah berhasil menduduki Jepang. Amerika Serikat bertugas mengamankan Jepang, sedangkan untuk daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia diserahkan kepada Inggris. Belanda dalam hal ini NICA berusaha ambil bagian dalam mengamankan Asia Tenggara khususnya Indonesia.

Belanda yang turut ikut dengan Inggris dalam misi mengamankan Asia Tenggara masih berniat untuk mengembalikan kekuasaannya di Indonesia, seperti sebelum terlibat perang dunia II dan dipukul mundur dari Indonesia oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. Ditambah lagi hasil perjanjian Postdam yang dibuat Amerika Serikat, Perancis dan Inggris yang menyebutkan bahwa negara – negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Sekutu diberi hak untuk memperoleh kembali daerah jajahannya. Dengan kata lain Belanda dapat dengan legal menjajah Indonesia kembali.

Hal ini sungguh sangat bertentangan dengan hasil perjanjian Chequers pada 14 Agusuts 1941 yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Churchill, yang melahirkan Atlantic Charter. Isi dari Atlantic Charter yaitu kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan mewujudkan perdamaian dunia. Sungguh ironis, justru pihak sekutu dan Belanda khususnya ingin kembali menjajah Indonesia serta membunuh ribuan rakyat Indonesia dalam agresi militernya.

Pada tanggal 30 Oktober pasukan Inggris berkebangsaan India (Gurkha) berhasil mendarat di Jakarta dibawah pimpinan Mountbatten, kemudian disusul di daerah Semarang pada 20 Oktober, di Surabaya pada 25 Oktober, di Medan pada 10 Oktober dan di Palembang pada 25 Oktober. Pada awalnya sekutu khususnya Inggris membatasi tindakan – tindakan pasukannya untuk tidak terlalu jauh melakukan peperangan seperti yang diharapkan NICA. Pihak Inggris hanya melakukan pelucutan senjata – senjata pasukan Jepang dan membebaskan tawanan – tawanan perang Jepang. Namun di beberapa kota seperti di Jakarta serdadu NICA selalu melakukan provokasi dan tindakan kekerasan terhadap rakyat Indonesia.

Bahkan Jenderal Sir Philip Christison yang berada di Singapura mengeluarkan perintah kepada pasukannya untuk tidak mencopot pemimpin republik Indonesia seperti Soekarno dan Hatta. Sebaliknya Christiton meminta kepada pemimpin republik dan pemimpin partai untuk menyambut pasukan Inggris dengan baik serta bekerja sama dalam melucuti senjata Jepang dan membebaskan tawanan perang.

Namun tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan NICA kepada rakyat Indonesia semakin menambah konflik antara rakyat Indonesia menjadi meluas. Di Pekalongan rakyat Indonesia dibantai oleh polisi militer Jepang yang masih berkuasa. Rentetan perisitiwa memilukan ini semakin menambah kemarahan rakyat terhadap kaum penjajah.

Pertempuran Surabaya 10 november 1945

Tanggal 10 November adalah tanggal bersejarah untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Sebab peristiwa 10 November adalah peristiwa agung dimana diabadikan sebagai Hari Pahlawan oleh bangsa Indonesia. Hal ini memanglah pantas mengingat kegigihan perjuangan rakyat Surabaya melawan Sekutu yang mencoba menapakkan kakinya kembali, ingin merebut bangsa ini. Padahal bangsa Indonesia saat itu sudah memproklamasikan kemerdekaannya. Disaat itulah perjuangan rakyat Surabaya dengan segenap jiwa, raga, harta, darah, dan nyawa, ditumpahkan demi tegaknya NKRI.

Perjuangan warga Surabaya boleh dikatakan adalah perjuangan total. Banyak sekali rentetan peristiwa yang saling sambung-menyambung membentuk mata rantai yang tiada putus dalam perjuangan mereka. Awal mulanya adalah peristiwa Insiden Bendera di Hotel Yamato pada Rabu wage, 19 September 1945. Saat itu adalah masa kehadiran sekutu dan Belanda yang tergabung dalam Mastiff Carbolic, adalah salah satu organisasi Anglo Dutch Country Saction (ADCS) yang bergerak di bidang spionase. Dengan memakai kedok Petugas/Organisasi Palang Merah Internasional (PMI) Belanda dan sekutu beroperasi di Surabaya dan mengunjungi Markas Besar Tentara Jepang yang berkedudukan di Surabaya. Pada saat yang sama bendera Belanda dikibarkan di sebelah kanan (Utara) Gapura Hotel Yamato oleh beberapa anggota dari Komite Kontak Sosial.

Hal ini tentu mengundang kemarahan dari para pejuang dan masyarakat Surabaya. Sebab secara tidak langsung mereka akan merebut kembali bangsa Indonesia dan ingin mendirikan pemerintahan kolonial Belanda. Resimen Sudirman akhirnya turun tangan. Beliau mendatangi sekutu dan meminta untuk menurunkan bendera itu. Hal ini tidak diindahkan malah Sudirman ditodong dengan pistol revolver oleh salah seorang Belanda. Tentu hal ini semakin memanaskan suasana terutama untuk rakyat Surabaya. Sehingga muncullah perkelahian massal yang tidak seimbang antara 20 orang sekutu/Belanda berhadapan dengan massa – rakyat/pemuda Surabaya yang berasal dari Genteng, Embong Malang, Praban dan sekitarnya. Buntut dari perkelahian ini adalah disobeknya bendera berwarna biru oleh pemuda Surabaya. Meskipun rakyat Surabaya kehilangan 4 pahlawan yaitu Sidik, Mulyadi, Hariono, dan Mulyono yang gugur sebagai kusuma bangsa.

Pasca Insiden 19 September 1945 itu, semangat rakyat Surabaya untuk mempertahankan NKRI semakin menjadi-jadi. Hal ini dibuktikan dengan penyerbuan pada gedung Kenpetai pada tanggal 2 Oktober 1945. Gedung Kenpetai adalah tempat penyiksaan para pejuang rakyat Surabaya. Ditempat itulah para pejuang dan rakyat Surabaya disiksa habis-habisan oleh tentara Jepang. Hal inilah yang menjadikan motif penyerbuan pada gedung Kenpetai. Dan tepat pada 2 Oktober 1945 rakyat Surabaya dengan gagah berani mengepung Gedung Kenpetai dan terjadilah pertempuran yang berakhir pada pukul 16.00 setelah para pejuang melihat Bendera Jepang Hinomaru diturunkan sendiri oleh Takahara, komandan Kenpetai. Dari pertempuran ini rakyat Surabaya berhasil melucuti sejumlah kurang lebih 22.887 senjata. Belum termasuk perangkat persenjataan dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Adapun prestasi lain adalah direbutnya gedung Kenpetai oleh rakyat Surabaya yang adalah bukti kemenangan besar.

Sampai disini perlawanan rakyat Surabaya masih belum berakhir. Bangsa Belanda ternyata masih menapakkan kakinya di bumi Surabaya. Tentu hal ini semakin memanaskan api kebencian rakyat. Sehingga perlawanan pun terus dilakukan walaupun nyawa taruhannya. Dan pada 30 Oktober 1945 sebuah peristiwa besar terjadi yaitu terbunuhnya Brig. Jend. Mallaby di dekat Jembatan Merah. Peristiwa ini tentu tidak terjadi begitu saja. Ada kronologis kejadian yang saling berantai.
Sejarah Singkat Pertempuran Surabaya 10 november 1945

Diawali dengan diadakannya pertemuan antara Presiden Sukarno, Wapres Moh. Hatta, Menpen Amir Syarifuddin, Gubernur Soerjo, residen Soedirman dengan Mayjen D.C. Hawthorn, pimpinan tentara Sekutu di Jakarta pada 30 Oktober 1945. Salah satu hasil pertemuan itu adalah dibentuknya Kontak Komisi, yang diharapkan dapat mempermudah hubungan kedua belah pihak juga disetujui agar tembak-menembak antar kedua belah pihak dihentikan. Namun faktanya tembak-menembak terus berlangsung. Sehingga diputuskan agar para anggota Kontak Komisi turun ke lapangan diantaranya dengan mengunjungi daerah Jembatan Merah. Disitu terletak gedung Internatio, yang adalah markas Pasukan Komandan Brigade ke-49 Inggris, yang bertugas di Surabaya.

Sampai di Jembatan merah ternyata gencatan senjata terjadi. Hal ini sebab arek-arek Surabaya sudah menanti anggota Kontak Komisi yang diantaranya adalah Brig. Jend. Mallaby. Tepat sekitar pukul 20.30 mobil yang ditumpangi Brig. Jend. Mallaby meletus dan Mallaby pun tewas. Peristiwa ini tentu saja semakin membuat rakyat Surabaya optimis bahwa mereka akan menang. Namun untuk Sekutu hal ini adalah pukulan luar biasa. Sebab harga diri mereka semakin terinjak-injak. Sehingga melihat hal ini, Mayjen E.C. Mansergh, panglima tentara Sekutu di Jawa Timur pengganti Brig. Jend. Mallaby mengeluarkan sebuah ultimatum pada 9 November 1945 agar pihak Indonesia di Surabaya meletakkan senjata selambat-lambatnya jam 06.00 tanggal 10 November 1945.

Namun Ultimatum itu ditolak oleh bangsa Indonesia. Sehingga pada pukul 06.00 pagi tanggal 10 November 1945 tentara Inggris menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara dengan menggunakan kapal perang, pesawat udara, serta pasukan yang bergerak dari Tanjung Perak menuju tengah kota. Para pejuang Indonesia mengambil siasat mengundurkan diri dari dalam kota Surabaya dan memilih meneruskan perjuangan dari luar kota.

Intulah sederetan kronologis historis yang mengilhami lahirnya Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. Dari peristiwa ini sesungguhnya banyak makna yang mampu kita petik dan kita tanamakan dalam kehidupan saat ini. Kegigihan perjuangan dan pengorbanan yang tulus adalah sebuah contoh yang mampu kita jadikan referensi untuk kehidupan berbangsa. Ditengah carut-marutnya tatanan negri dan semakin hilangnya semangat perjuangan, kita buka kembali pintu kesadaran tinggi untuk berjuang menata negri dari ke-chaos-an menuju tatanan kosmik yang teratur, tertata, dan terarah. Perjuangan yang tulus ikhlas, tanpa banyak tuntutan dan kepentingan, itulah yang sangat dibutuhkan saat ini. Belajarlah dari para pahlawan kusuma bangsa yang senantiasa tulus dengan segenap jiwa raga membela tanah air. Mereka tidak memandang kepetingan golongan, tidak mengaharapkan imbalan, serta tidak banyak menunutut. Perjuangan mereka semata-mata demi kehormatan bangsa dan demi tetap tegaknya NKRI. Semoga momentum Hari Pahlawan kali ini benar-benar membawa angin segar untuk para penerus bangsa.