Monday, 26 October 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Contoh Makalah tentang Sistem Pengelolaan Lahan Hutan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Contoh Makalah tentang Sistem Pengelolaan Lahan Hutan

Sistem pengelolaan lahan hutan yang direncanakan oleh pemerintah ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat dengan berasaskan kelestarian hasil hutan dari aspek ekosistem, kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan, pengelolaan sumberdaya alam yang demokratis, keadilan sosial, akuntabilitas publik serta kepastian hukum, dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat setempat dalam pengelolaan hutan dengan tetap menjaga kelestarian hasil hutan dan lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.

Hasil hutan kayu sudah memberikan kontribusi yang besar untuk devisa Negara Indonesia selama beberapa dekade, oleh sebab itu kayu diistilahkan “Major Forest Product”. Walau demikian hasil hutan lainnya yang dikenal dengan sebutan hasil hutan bukan kayu (HHBK) lebih bernilai dari pada kayu dalam jangka panjang. Mengingat pemungutannya tidak memerlukan perizinan yang rumit sebagaimana dalam pemungutan hasil hutan kayu (Timber), masyarakat hutan biasanya bebas memungut dan memanfaatkan HHBK dari dalam hutan. Masyarakat tidak dilarang memungut dan memanfaatkan HHBK baik di dalam hutan produksi atau hutan lindung, kecuali di dalam kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Oleh sebab itu, selain menjadi sumber devisa untuk negara, HHBK adalah sumber penghidupan untuk jutaan masyarakat hutan (Oka dan Achmad, 2005).

Pemerintah sejak tahun 1960-an sudah mengembangkan hutan rakyat sebagai kegiatan penghijauan untuk mengatasi lahan kritis pada lahan milik masyarakat (Awang et al. 2002). Kegiatan penghijauan adalah upaya memulihkan atau memperbaiki keadaan lahan kritis di luar kawasan hutan melalui kegiatan penanaman dan bangunan konservasi tanah agar dapat berfungsi sebagai media produksi dan sebagai media pengatur tata air baik serta upaya mempertahankan dan meningkatkan daya guna lahan sesuai dengan peruntukannya. Kegiatan penghijauan yang dilaksanakan pemerintah memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penyediaan bahan baku industri dan peningkatan mutu lingkungan. Jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman keras, MPTS (Multi Purpose Trees Species) dan buah-buahan (Kemenhut, 2010). Menurut Lahjie (2000), partisipasi masyarakat lokal hanya akan terjadi jika masyarakat mempunyai kemampuan berpartisipasi dan mempunyai pengetahuan mengenai apa yang dikerjakan dan bagaimana caranya, ada intensif yang tepat untuk mendorong mereka dan tersedia instansi-instansi untuk mendukung dan mempertahankan kegiatan mereka.

Pemilihan jenis tanaman didasarkan pada nilai ekonomi yang banyak disukai dan harga yang cukup tinggi, selain itu tanaman juga disesuaikan dengan kondisi tanah di daerah itu. Namun untuk mengetahui apakah model pengusahaan hutan ini baik atau tidak, tentu diperlukan analisa lebih jauh mengenai tingkat keuntungan dan kelayakan usahanya.

Pengembangan tanaman buah-buahan berakibat positif pada peningkatan pendapatan petani, perbaikan gizi masyarkat, perluasan lapangan kerja dan usaha, pengurangan impor, pengembangan agribisnis, dan agroindustri, serta peningkatan ekspor nonmigas. Serapan pasar pada buah di dalam dan di luar negeri cukup tinggi, namun belum diimbangi oleh ketersediaan produksi yang memadai. Bahkan di pasar luar negeri kontribusi buah Indonesia sangat kecil.

Pada tahun 1993 nilai impor buah-buahan dunia mencapai US $ 28 miliar, andil Indonesia baru sekitar US $ 114 juta atau kurang dari 0,5% (Rukmana, 1996). Buah durian sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia dan internasional, daging buahnya yang manis dan aromanya yang khas serta bentuk buahnya menjadi ciri utamanya, tidak salah bilamana durian di dunia internasional dikenal dengan istilah “King of Fruit”. Permintaan pasar komoditas ini baik dalam atau luar negeri terus meningkat, beberapa negara di Eropa Timur, Belanda, Kanada, Saudi Arabia, Jepang dan Singapura adalah pasar potensial. Negara pengekspor durian saat ini adalah Indonesia, Thailand dan Malaysia, namun demikian peluang pasar ini belum dapat digunakan sepenuhnya sebab belum memenuhi standar ekspor dan produktivitasnya masih rendah (5 ton/ha), dibandingkan negara Thailand yang mencapai 35 ton per hektar.

Hal ini disebabkan teknik budidaya yang diterapkan masih sangat rendah, dan hasil durian yang sekarang ini berasal dari pohon durian yang sudah tua yang tumbuh liar dan sebagian kecil dalam bentuk usaha pekarangan yang tidak dirawat dengan baik.

Durian (Durio zibethinus) adalah salah satu komoditas horticultural yang mempunyai prospek yang cukup cerah untuk menjadi komoditas unggulan, baik untuk tujuan ekspor atau kebutuhan dalam negeri. Hal ini disebabkan sebab pasar buah durian masih sangat luas, selain harga jualnya tergolong tinggi.

Kali ini kita akan membahas tentang Pencemaran udara Akibat Dampak Timbal. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pencemaran udara Akibat Dampak Timbal

Pencemaran udara di Indonesia sebesar 70% disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor yang menyumbangkan nyaris 98% timbal ke udara. Emisi itu adalah hasil samping pembakaran dalam mesin kendaraan yang menggunakan senyawa Tetra Ethyl Lead (TEL) sebagai zat aditif bensin yang dapat meningkatkan bilangan oktan. Penambahan ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya ketukan pada mesin kendaraan.

Timbal (Pb) dihasilkan dari pembakaran yang kurang sempurna pada mesin kendaraan. Logam Pb di alam tidak dapat didegradasi atau dihancurkan dan juga disebut sebagai non essential trace element yang paling tinggi kadarnya, sehingga sangat berbahaya jika terakumulasi pada tubuh dalam jumlah yang banyak.

Menurut Environment Project Agency, sekitar 25% logam berat Timbal (Pb) tetap berada dalam mesin dan 75% lainnya akan mencemari udara sebagai asap knalpot. Logam Pb yang terkandung dalam bensin ini sangatlah berbahaya, sebab pembakaran bensin akan mengemisikan 0,09 gram timbal tiap 1 km. Bila di Jakarta, setiap harinya 1 juta unit kendaraan bermotor yang bergerak sejauh 15 km akan mengemisikan 1,35 ton Pb/hari. Pada tahun 2006 dari 20 kota yang dipantau ditemukan bahan bakar bensin masih mengandung Pb dengan nilai rata-rata 0,038 gr/l, sedangkan tahun 2007 dari 30 kota, termasuk kota Medan, yang dipantau ditemukan nilai rata-rata 0.0068 gr/lt.

Pencemaran udara Akibat Timbal

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Medan, pada tahun 2009 jumlah fasilitas transportasi jalan raya di Kota Medan berjumlah 2.708.511 kendaraan, yang terdiri atas mobil penumpang sebanyak 222.891 kendaraan, mobil gerobak sebanyak 144.865 kendaraan, bus sebanyak 22.123, dan sepeda motor sebanyak 2.318.632 kendaraan. Dari tahun 2004 sampai tahun 2009 menunjukkan kenaikan 23,82% per tahun. Pertumbuhan yang sangat signifikan nampak pada sepeda motor dengan rata-rata pertumbuhan 31,23% per tahun (Pemkomedan). Dengan rata-rata kenaikan sebesar 23,82% dalam 5 tahun, diperkirakan pada tahun 2014 jumlah fasilitas transportasi di kota Medan mencapai 3.353.678 kendaraan.

Kontaminasi kimia dari sumber seperti industri, kendaraan dan pestisida dapat mempengaruhi keamanan pangan. Logam berat adalah salah satu dari bermacam-macam jenis kontaminan terpenting yang dapat ditemukan di permukaan dan di dalam jaringan sayuran segar.

Sayuran adalah bahan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, dimana di dalamnya banyak sekali terkandung zat-zat gizi seperti vitamin dan mineral. Ada banyak sekali jenis sayuran yang terdapat di dunia ini khususnya di Indonesia. Sayuran biasanya diolah atau dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Namun, ada juga beberapa jenis sayuran yang dikonsumsi langsung (sebagai lalapan) tanpa wajib dimasak sebelumnya, sebagai contoh yaitu selada dan kol.

Penggunaan sayur lalapan pada produk makanan di masyarakat sudah cukup luas. Sayuran ini apabila tidak dicuci dengan baik dan benar bisa saja masih mengandung bahan-bahan pencemar berbahaya, seperti timbal yang menempel pada bagian sayur itu dan berakibat akibat jelek bagi manusia apabila terakumulasi di dalam tubuh. Timbal gampang sekali mengakumulasi pada sayur-sayuran dalam bentuk daun dan umbi-umbian. Akumulasi timbal secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama dapat berakibat gangguan sistem syaraf, kelumpuhan, dan kematian dini serta penurunan tingkat kecerdasan anak-anak. Batas kandungan timbal dalam sayuran berdasarakan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 03725/B/SK/VII/89 mengenai Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Makanan adalah sebesar 2,0 mg/kg.

Penelitian di kota Medan menunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata dari pertambahan intensitas kendaraan bermotor pada kandungan timbal di udara kota Medan. Kandungan Pb udara paling tinggi adalah di Terminal Amplas pada waktu pengamatan pukul 16.00-17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), yaitu 32,67 μ g/m3, lalu di Pinang Baris pada pengamatan pukul 07.30-08.30 WIB dan di Jalan Brigjen Katamso pada waktu pengamatan pukul 13.00-14.00 WIB yaitu 23.00 μ g/m3. Kandungan Pb udara yang lebih rendah adalah di Komplek Setia Budi Indah pada waktu pengamatan pukul 07.30-08.30 WIB, yaitu 5,87 μ g/m3. Kadar Pb di udara Terminal Bus Amplas dan Terminal Bus Pinang Baris di kota Medan yang diteliti oleh Girsang pada tahun 2008 sebesar lebih dari 2 μ g/m3 (3,228±0 μ g/m3) pada pos-pos yang padat kendaraan bermotornya dan pada pos-pos yang kurang padat kendaraan bermotornya kadar Pb dalam udara adalah kurang dari 2 μ g/m3 (0,889-1,385 μ g/m3) (Girsang, 2008 dalam Hasan, 2012).

Pencemaran Akibat Dampak TimbalHasil penelitian Pasaribu (2004) menunjukkan kadar timbal (Pb) pada beberapa jenis sayuran di Kota Medan dan Berastagi yaitu: bayam sebelum dicuci sebesar 2,170 mg/kg dan sesudah dicuci sebesar 1,745 mg/kg, kangkung sebelum dicuci sebesar 2,140 mg/kg dan sesudah dicuci sebesar 1,695 mg/kg, daun singkong sebelum dicuci sebesar 2,295 mg/kg dan sesudah dicuci sebesar 1,885 mg/kg, sawi sebelum dicuci sebesar 2,150 mg/kg dan sesudah dicuci sebesar 1,700 mg/kg, kol sebelum dicuci sebesar 1,895 mg/kg dan sesudah dicuci sebesar 1,645 mg/kg serta kembang kol sebelum dicuci sebesar 1,970 mg/kg dan setelah dicuci sebesar 1,660 mg/kg. Pada sayuran bayam, kangkung, daun singkong dan sawi sebelum dicuci kadar timbal yang terkandung sudah melebihi nilai ambang batas kandungan timbal dalam sayuran berdasar Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan No. 03725/B/SK/VII/89 yaitu sebesar 2 mg/kg.

Hasil penelitian yang dilakukan Widiriani tahun 1996 di Kebun Teh Gunung Mas menyebutkan kandungan Pb dalam pucuk teh yang diambil setiap 10-12 hari sebesar 5,264 ppm pada jarak 0-10 meter dari jalan raya, 3,613 ppm pada jarak 10-20 meter dari jalan raya dan 3,103 pada jarak 20-30 meter dari jalan raya.

Penelitian yang sudah dilakukan Mariti tahun 2005 pada daun teh, mendapat hasil kandungan logam Pb lebih tinggi berada pada sampel yang dekat dengan jalan raya, yaitu berjarak 5 meter dari jalan raya. Kandungan logam Pb berkisar 2,473 mg/kg, kandungan logam Pb pada daun teh ini sudah melewati ambang batas maksimum yang sudah ditetapkan Dirjen POM Depkes RI tahun 1989 yaitu, 2,0 mg/kg.

Kelurahan Kampung Lalang adalah pintu gerbang bagian barat Kota Medan yang dilintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari arah Binjai, Stabat dan Aceh. Itulah sebabnya jalur itu selalu sibuk setiap hari. Volume kendaraan yang lewat sangat padat dan terkesan semrawut. Hal itu menjadikan kawasan itu menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Medan.

Selain terminal dan jalur lintas, faktor lain yang menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi di sana adalah keberadaan Pasar Kampung Lalang. Salah satu pasar terbesar di Medan itu mampu menampung nyaris 1.000 pedagang, baik pedagang formal atau pedagang kali lima (PKL). Pasar ini juga menjadi salah satu fasilitas bagi warga sekitar dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari (Pekuwali, 2013). Banyak pedagang yang berjualan di sepanjang jalan raya, tidak terkecuali pedagang sayur yang menjajakkan sayuran dagangannya dalam kondisi terbuka. Hal ini dapat berakibat kontaminasi asap kendaraan yang mengandung timbal pada sayuran yang dijual di pasar Kampung Lalang itu.

Sumber : repository.usu.ac.id

Friday, 16 October 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Jumlah Penduduk Malaysia tahun 2014. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Jumlah Penduduk Malaysia tahun 2014

Malaysia adalah sebuah negara federasi yang terdiri dari tiga belas negara bagian dan tiga wilayah persekutuan di Asia Tenggara dengan luas 329.847 km persegi. Dibandingkan dengan Indonesia yang masuk posisi 5 besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, jumlah penduduk Malaysia berada di peringkat ke-43 dengan jumlah penduduk yang mencapai 30,07 juta jiwa berdasarkan biro sensus AS per 2014 ini.

Jumlah populasi di negara Malaysia telah mencapai jumlah 30 juta orang, jumlah tersebut diambil berdasarkan jam populasi di situs "Jabatan Perangkaan Malaysia". Sebelum ini Malaysia mempunyai sebanyak 29,999,530 populasi sampai pukul 6.43 p.m. Rabu lalu, demikian laporan sebuah surat khabar baru-baru ini Berdasarkan pemantauan yang dibuat oleh mereka berkenaan dengan jam populasi itu, kira-kira satu jiwa kelahiran terjadi setiap menit, dan membuat kesimpulan angka 30 juta angka itu akan dicapai pada kira-kira pukul 2 pagi hari Khamis (27 Februari 2014) Tambah laporan lagi, menurut unjuran populasi jabatan tersebut, angka 38.5 juta orang penduduk akan dicapai pada tahun 2040, yang terdiri daripada 19.6 juta lelaki dan 19 juta perempuan.



Grafik pertumbuhan penduduk Malaysia dari tahun 1960 sampai tahun 2013 dapat dilihat pada gambar berikut.

Jumlah Penduduk Malaysia tahun 2014
Dari grafik di atas terlihat bahwa pada tahun 1960 jumlah penduduk Malaysia belum mencapai angka 10 juta, dan naik 3 kali lipat pada tahun 2013.

Sumber: mysumber.com, google.com, wikipedia.com


Kali ini kita akan membahas tentang Pertumbuhan Penduduk Jepang. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pertumbuhan Penduduk Jepang

Bagaimana pertumbuhan penduduk Jepang dibandingkan dengan Indonesia? Jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 tercatat 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,49 %. Jika laju pertumbuhan penduduk tetap pada angka 1,49 %, maka pada 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 450 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang terjadi pada tahun itu jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ideal untuk Indonesia yakni sebesar 0,5%. Bagaimana dengan pertumbuhan penduduk Jepang ?


Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea, dan Rusia.

Angka kelahiran di Jepang merosot pada 2014, berdasar catatan Kementerian Kesehatan dengan hanya 1.001.000 bayi lahir pada 2014 atau lebih rendah 9.000 dibandingkan 2013. Penurunan ini adalah yang keempat kalinya dalam empat tahun dan terjadi di tengah meningkatnya angka kematian. Sejumlah pihak mengatakan bahwa pada 2050 populasi Jepang hanya akan mencapai 97 juta atau 30 juta lebih sedikit dari sekarang.

Para ahli memperingatkan akibat penurunan angka kelahiran ini akan merugikan Jepang dalam banyak aspek. Menurunnya jumlah populasi berusia 15-65 diprediksi akan menurunkan tingkat pertumbuhan dan pendapatan perkapita Jepang. Penurunan jumlah anak-anak ini tidak bisa dihindari sebab "jumlah wanita dengan usia reproduksi juga menurun", kata seorang pejabat di Kementerian Kesehatan yang dikutip oleh Kyodo News.

Pada bulan April data pemerintah menunjukkan populasi Jepang menyusut selama tiga tahun, dengan jumlah orang tua yang terdiri atas 25%.
Pemerintah memperingatkan bahwa proporsi orang berusia 65 atau lebih diperkirakan mencapai nyaris 40% dari populasi pada tahun 2060 nanti.
Penurunan populasi disebabkan oleh bermacam-macam alasan, diantaranya:
  • Meningkatnya biaya melahirkan dan membesarkan anak
  • Meningkatnya jumlah wanita karir
  • Menunda untuk menikah
  • Meningkatnya jumlah orang yang belum menikah
  • Perubahan lingkungan masyarakat dan sosial

Sumber :
bbc.com

Kali ini kita akan membahas tentang Pertumbuhan Penduduk Amerika Serikat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pertumbuhan Penduduk Amerika Serikat

Jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 tercatat 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,49 %. Jika laju pertumbuhan penduduk tetap pada angka 1,49 %, maka pada 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 450 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang terjadi pada tahun tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ideal untuk Indonesia yakni sebesar 0,5%. Bagaimana dengan pertumbuhan penduduk Amerika Serikat ?

Washington DC: Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan hasil sensus penduduk yang sudah digelar. Biro Sensus AS mengungkapkan, populasi AS tumbuh 9,7 persen selama satu dasawarsa terakhir, pertumbuhan paling lambat sejak era 1930-an. Kantor Berita NHK melansir, Rabu (22/12), hal ini menunjukkan populasi di Amerika Serikat per 1 April 2010 sekitar 308.750.000 jiwa.

Direktur Sensus Robert Groves menjelaskan hasil sementara temuan sensus dalam sebuah konferensi pers, Selasa silam. "Amerika Selatan dan Amerika Barat mengalami pertumbuhan populasi paling cepat selama satu dasawarsa terakhir."

Namun, seperti dilansir Kantor Berita Xinhua, populasi AS diperkirakan sudah sampai 300 juta jiwa sejak empat tahun yang lalu. Hanya saja, AS tidak pernah memberitahu secara rinci dengan angka pasti jumlah penduduknya.

Hasil sensus sudah diawasi ketat, berfungsi sebagai dasar untuk redistribusi kursi Kongres di antara negara-negara bagian. Data itu juga menolong dalam menentukan lebih dari US$ 400 miliar dana federal yang dikucurkan untuk daerah, pemerintah negara bagian dan lokal setiap tahunnya. Pendanaan ini termasuk dana untuk sekolah, jalan, kesehatan dan program penting lainnya.

Sumber : Liputan6.com

Kali ini kita akan membahas tentang Cara Menghitung Pertumbuhan penduduk alami . Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Cara Menghitung Pertumbuhan penduduk alami


Pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari hasil selisih tingkat kelahiran dengan kematian dalam satu tahun disebut pertumbuhan penduduk alami. Pertumbuhannya dinyatakan dalam perseribu. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia Kejadian paling sederhana dapat kita lakukan dengan melakukan pengamatan penduduk di lingkungan kita.

Dalam satu tahun, berapa terjadi kelahiran, dan berapa terjadi kematian? Misalkan, pada saat ini jumlah penduduk di kampungmu 1000 orang, maka dengan menghitung selisih jumlah kelahiran dan kematian maka kita akan menemukan angka pertumbuhan penduduk di kampungmu. Contoh, jumlah bayi yang lahir 50, penduduk yang meninggal dunia 30. Maka dengan menggunakan rumus di bawah ini pertumbuhan penduduk di kampung adalah (50-30) / 1000, atau 20 perseribu atau 2%.

Adapun perhitungannya dapat digunakan rumus: P=L–M, lalu dibagi dengan penduduk di awal tahun.

P = Pertumbuhan penduduk
L = Lahir
M = Mati

contoh soal :
Pada pertengahan tahun 2015 , jumlah penduduk di kecamatan Seroja sebanyak 100.000 jiwa dan jumlah bayi yang lahir tercatat 5000 orang dengan jumlah kematian 1000 orang. Berapa pertumbuhan penduduk alami kecamatan Seroja ?

Jawab :
L = 5000
M =  1000
P = L–M / 100.000
P = 5000-1000 = 4000/100.000 = 4%

Kali ini kita akan membahas tentang Penyebab Kualitas Penduduk Rendah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Penyebab Kualitas Penduduk Rendah

a. Tingkat pendapatan rendah

Rendahnya kualitas penduduk berkaitan langsung dengan rendahnya pendapatan perkapita. Berkat hasil-hasil pembangunan pendapatan perkapita penduduk Indonesia mengalami kenaikan. Tahun 1981 pendapatan perkapita sebesar 530 dollar AS, tahun 1990 sebesar 540 dollar AS, tahun 1996 sebesar 1.041 dollar AS dan tahun 1999 menjadi 1.110 dollar AS.

Walaupun mengalami kenaikan ternyata pendatapan perkapita penduduk Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain.
Perhatikan tabel berikut ini!
Penyebab Kualitas Penduduk Rendah

Pendapatan Perkapita beberapa Negara Tahun 1990 - 1999.

Dengan pendapatan perkapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera.

Pendapatan per kapita rendah juga berakibat kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga hasil-hasil industri harus disesuaikan jenis dan harganya. Bila industri terlalu mahal tidak akan terbeli oleh masyarakat. Hal ini akan mengakibatkan industri sulit berkembang dan mutu hasil industri sulit ditingkatkan.

Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah.
Bila kemampuan menabung rendah, pembentukan modal menjadi lambat, sehingga jalannya pembangunan menjadi tidak lancar.
Untuk itu perlu dicari pinjaman modal dari negara lain untuk membiayai pembangunan.

Masih rendahnya pendapatan perkapita penduduk Indonesia, terutama disebabkan oleh:
  1. Pendapatan/penghasilan negara masih rendah, walaupun Indonesia kaya sumber daya alam tetapi belum mampu diolah semua untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.
  2. Jumlah penduduk yang besar dan pertambahan yang cukup tinggi setiap tahunnya.
  3. Tingkat teknologi penduduk masih rendah sehingga belum mampu mengolah semua sumber daya alam yang tersedia.

Oleh karena itu upaya menaikan pendapatan perkapita, pemerintah melakukan usaha:
  1. Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
  2. Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
  3. Memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program KB dan peningkatan pendidikan.
  4. Memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
  5. Memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu berkurang.

Coba Anda amati di lingkungan tempat tinggal Anda, bagaimanakah menurut Anda pendapatan perkapita penduduk di daerah Anda? Apa yang menyebabkan?

b. Tingkat Pendidikan Rendah
Walaupun bangsa Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan tingkat pendidikan namun karena banyaknya hambatan yang dialami maka hingga saat ini tingkat pendidikan bangsa Indonesia masih tergolong rendah.
Sebagian besar penduduk hanya mampu menamatkan SD. Untuk mengetahui perbandingan persentase pendidikan penduduk Indonesia, perhatikan tabel berikut ini!

Penyebab Kualitas Penduduk Rendah
Prosentase penduduk yang menamatkan sekolah.

Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah:
  1. Pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.
  2. Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada seperti jumlah kelas, guru dan buku-buku pelajaran. Ini berakibat tidak semua anak usia sekolah tertampung belajar di sekolah.
  3. Masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya.
Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah dalam mengatasi masalah pendidikan. Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia yaitu:
  1. Menambah jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
  2. Menambah jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
  3. Pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai tahun ajaran 1994/1995.
  4. Pemberian bea siswa kepada pelajar dari keluarga tidak mampu tetapi berprestasi di sekolahnya.
  5. Membangun perpustakaan dan laboratorium di sekolah-sekolah.
  6. Menambah sarana pendidikan seperti alat ketrampilan dan olah raga.
  7. Meningkatkan pengetahuan para pendidik (guru/dosen) dengan penataran dan pelatihan.
  8. Penyempurnaan kurikulum sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
  9. Menggalakkan partisipasi pihak swasta untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan ketrampilan.
  10. Perlu Anda ketahui bahwa tanggung jawab terhadap keberhasilan peningkatan pendidikan penduduk terletak di 3 komponen yaitu orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

c. Tingkat Kesehatan Rendah

Faktor-faktor yang dapat menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah:
  1. Banyaknya lingkungan yang kurang sehat.
  2. Penyakit menular sering berjangkit.
  3. Gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk.
  4. Angka kematian bayi tahun 1980 sebesar 108 per 1000 bayi dan tahun 1990 sebesar 71 per 1000 kelahiran bayi.

Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah:
- kekurangan vitamin A
- kekurangan kalori protein
- kekurangan zat besi
- gondok

Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk Indonesia yaitu:
  1. Melaksanakan program perbaikan gizi.
  2. Perbaikan lingkungan hidup dengan cara mengubah perilaku sehat penduduk, serta melengkapi sarana dan prasarana kesehatan.
  3. Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat.
  4. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
  5. Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.
  6. Pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
  7. Penyediaan air bersih.
  8. Pembentukan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), kegiatan posyandu meliputi:
- Penimbangan bayi secara berkala
- Imunisasi bayi/balita
- Pemberian makanan tambahan
- Penggunaan garam oralit
- Keluarga berencana
- Peningkatan pendapatan wanita

 Sumber : duniaaden.files.wordpress.com

Kali ini kita akan membahas tentang Bentuk Muka Bumi di Dasar Laut dan Penjelasannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Bentuk Muka Bumi di Dasar Laut dan Penjelasannya

Lautan di Indonesia memiliki kedalaman yang berbeda-beda. Ada yang dalamnya kurang dari 200 meter, misalnya laut-laut yang letaknya di Dangkalan Sunda seperti laut Jawa, Laut Cina Selatan, dan di Dangkalan Sahul seperti Laut Arafuru. Ada yang dalamnya mencapai ribuan meter, yaitu laut-laut yang letaknya di laut Tengah Australia-Asia yang letaknya di antara dua dangkan itu, seperti Laut Banda, Laut Flores, Laut Seram, Laut Maluku, Laut Sulawesi, Laut Makassar dan sebagainya. Juga lautan Indonesia yang letaknya di sebelah barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa dalam sekali. Diduga dalamnya lebih dari 3000 meter. Trog Sunda yang letaknya di selatan Pulau Jawa dalamnya mencapai 7.000 meter.

Perbedaan tinggi rendahnya dasar laut disebut relief dasar laut. Oleh sebab itu, dasar laut tinggi menyebabkan laut tidak dalam. Bila dasar laut rendah, maka laut menjadi dalam. Dahulu orang menduga bahwa relief dasar laut adalah relief homogen yang terdiri dari dataran dengan relief yang lemah. Akan tetapi, dengan perkembangan ilmu geologi submarine, makin banyak dikenal relief dasar laut yang sebenarnya. Relief dasar laut sangat beraneka ragam, antara lain sebagai berikut.

Bentuk Muka Bumi di Dasar Laut

1) Dangkalan (Shelf)
Shelf, yaitu bagian dari benua dengan lereng yang tidak begitu curam. Letaknya di dekat pantai atau di tepi benua dan tergenang air laut kurang dari 200 meter. Shelf ialah relief dasar laut paling tepi, yang mengalami penurunan landai mulai dari pantai ke arah tengah lautan, kemiringan ke arah laut biasanya kurang dari satu derajat. Di beberapa lembah sungai, shelf ini adalah bukti bahwa suatu saat shelf ini adalah massa daratan yang lalu tenggelam.

Lebar dangkalan antara 0 sampai 1.200 km terhitung dari garis pantai. Dangkalan yang luas terdapat di bagian barat Indonesia (Dangkalan Sunda), bagian timur Indonesia (Dangkalan Sahul), Dangkalan Laut Utara (antara Inggris dengan daratan Eropa), Dangkalan Korea (Laut Kuning), dan Dangkalan Laut Barents (Pantai Arktik Eropa).

Keberadaan shelf sangat penting untuk perikanan, sebab syarat hidup ikan dan plankton terpenuhi, antara lain:
a) Sinar matahari dapat menembus sampai kedalaman 200 m.
b) Plankton adalah makanan utama untuk ikan-ikan.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar laut Jawa dalamnya tidak lebih dari 60 meter bahkan ada yang hanya 20 meter.

2) The Deep
The deep adalah dasar laut yang menjorok ke bawah sehingga letaknya lebih rendah daripada daerah sekitarnya. Kedalaman the deep ini mencapai ribuan meter. Sesuai dengan bentuknya, the deep dibedakan mejadi dua macam, yaitu palung laut dan basin.

a) Palung Laut (Trog)
Palung laut ialah lembah yang dalam, sempit, dan memanjang di dasar laut. Tepinya atau tebingnya sangat curam, ini terjadi sebab lipatan kulit bumi atau patahan kulit bumi, misalnya: Trog Sunda di selatan Pulau Jawa (dalamnya 7.450 m), Trog Mindanau sebelah timur Pilipina (dalamnya 10.830 m), Trog Puerto Rico (dalamnya 9.175 m) dan Palung Bartlet (dalamnya 7.204 m)
b) Basin (Lubuk Laut atau Ledok Laut)
Bentuk basin membulat atau agak memanjang, potongan melintangnya berbentuk huruf U sebab memiliki tebing yang curam dan dasar yang mendatar, misalnya: lubuk laut di Eropa Barat, Canary, Cape Verde, New Foundland, Carribea, Mediterania, Teluk Mexico. Contoh di Indonesia, misalnya: Lubuk Laut Sulu (5.000 m), Lubuk Laut Halmahera (2.030 m), Lubu Laut Sulawesi (6.220 m), Lubuk Laut Aru (3.680 m), Lubuk laut Sangihe (3.820 m)

3) Punggung Laut dan Ambang Laut (Drempel)
Punggung laut ialah pegunungan di dasar laut yang punggungnya muncul di atas permukaan laut. Dua punggung pegunungan yang sejajar serta membelok dari Kepulauan Nusa Tenggara ke Maluku yaitu Punggung Laut Siboga.
  1. Punggung laut yang membentuk dari Pulau Wetar sampai ke Kepulauan Banda disebut Kepulauan Barat Daya.
  2. Punggung laut yang membentuk dari Kepulauan Leti sampai Pulau Seram disebut

Kepulauan Selatan Daya. Jika punggung laut itu tidak sampai ke atas permukaan laut disebut ambang laut. Baik punggung laut atau ambang laut memisahkan dua laut yang dalam. Biasanya ambang laut itu mempengaruhi suhu dan kadar garam terutama di dasar laut. Contohnya: Ambang Laut Sulu (400 m), Ambang Laut Sulawesi (1.400 m), Ambang Laut Halmahera (700 m), Ambang laut Aru (1.480 m), Ambang Laut Sangihe (2.050 m).

4) Gunung Laut (Seamounts)
Gunung laut ialah gunung yang kakinya mulai dari dasar laut, kadang-kadang puncaknya tinggi menjulang di atas permukaan air laut seperti Gunung Krakatau di Selat Sunda. Tetapi ada juga yang puncaknya di bawah permukaan laut, misalnya : gunung api yang terdapat di Laut Banda.

5) Plato Submarin
Plato submarin adalah bentukan positif yang memiliki puncak relatif datar. Contoh Plato Albatros di Samudra Pasifik, Plato Seychelles di Samudra Hindia, dan Plato Azores di Samudra Atlantik Utara.

6) Punggungan (Ridge)
Punggungan (ridge) bentuknya positif memiliki lerang yang curam, memanjang dan sempit serta bertopografi kasar, nyaris serupa dengan gunung-gunung di daratan, contohnya : puncak sistem ridge di tengah-tengah samudera Atlantik tingginya mencapai 1 – 4 km di atas dsaar laut yang memanjang dari Pulau Iceland sampai Tanjung Harapan.

7) Cembungan (Rise atau Swell)
Cembungan (rise atau swell) adalah bentukan positif dengan ukuran panjang dan lebar (luas), lebih tinggi dari dasar laut rata-rata di sekitarnya. Contohnya swell Hawaii yang mencembung dengan halus, panjangnya 3.500 km dan lebarnya 1.000 km. Di atasnya tumbuh kubah vulkan tempat Pulau Hawaii berdiri.

8) Lereng Kontinen
Lereng kontinen adalah bidang miring yang membatasi dangkalan kontinen. Kemiringannya antara 1O sampai 25O, mulai dari tepi dangkalan benua ke arah laut lepas, mulai dari kedalaman 200 meter sampai 1.800 meter. Melihat bukti yang mendukung, proses terjadinya lereng kontinen itu sebagai hasil sedimentasi dan sebagai sesar.

9) Laut Dalam
Laut dalam adalah laut yang dalamnya lebih dari 200 m. di Indonesia ada beberapa laut dalam, misalnya Laut Banda, Lautan Indonesia.

10) Lantai suatu Lautan
Lantai dari lautan kebanyakan tertutup lapisan sedimen atau endapan. Cekungancekungan, serta bentuk penonjolan yang ada pada dasar lautan tertutup oleh endapanendapan.

11) Bendul Laut
Bendul laut adalah gunung-gunung kecil di dasar laut. Apabila gunung itu tinggi dan tersembul di permukaan air laut dinamakan pulau (Pulau Oceanis).

12) Pantai
Perbatasan antara daratan dan lautan dinamakan pantai. Bentuk daratan di pantai mengalami perubahan akibat sedimentasi dari darat atau dari laut atau akibat pengikisan air laut.

Ada beberapa bentukan permukaan bumi di pantai, antara lain sebagai berikut.
(a) Tanjung
Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Jika menjoroknya sangat jauh, disebut semenanjung. Tanjung sering disebut dengan ujung. Contohnya Tanjung Cina, Ujung Wetan (Blambangan), Ujung Kulon, Tanjung Kerawang, Tanjung Harapan, dan Semenanjung Malaka.
(b) Teluk
Teluk adalah bagian laut yang masuk ke arah darat. Contohnya Teluk Penyu, Teluk Baron, Teluk Jakarta, Teluk Persi, dan Teluk Donggala.
(c) Cliff
Cliff yaitu pantai yang curam atau terjal. Terjadinya sebab daerah itu pernah mengalami pengangkatan sehingga terjadi perbedaan yang besar antara daratan dan laut. Pantai cliff adalah tempat yang sangat baik jika digunakan untuk bersarang burung-burung wallet. Sarang burung wallet ini harganya cukup mahal. Contohnya pantai cliff di daerah Parangtritis, Rongkop (DIY), dan Karangbolong (Jawa Tengah).
(d) Pantai Berteras atau Pantai Bertingkat
Pantai berteras atau pantai bertingkat adalah pantai yang terjadi akibat daerah itu mengalami pengangkatan berkali-kali.
(e) Tombolo
Tombolo adalah suatu hasil endapan material pasir dan kerikil yang menghubungkan suatu pulau kecil pada pantai yang dangkal dengan daratan.
(f) Nehrung
Nehrung adalah suatu endapan material pasir dan kerikil, yang diendapkan oleh air laut di pantai dangkal, sehingga adalah dinding pemisah antara laut dengan darat. Jadi adalah beting pantai yang memisahkan antara daratan dan laut.
(g) Pulau Karang
Pulau karang atau pulau koral ialah pulau yang terbentuk dari koloni hewan yang hanya dapat hidup pada temperatur dan kedalaman laut tertentu. Contoh pulau karang ialah Kepulauan Tukang Besi di Sulawesi Selatan dan Kepulauan Seribu di Teluk Jakarta. Cincin besar yang terbentuk dari beberapa pulau karang yang berkelompok dinamakan atol, misalnya Pulau Macan di Indonesia. Laguna ialah bagian dari laut dangkal yang terdapat di tengah-tengah atol. Menurut teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin, atol terjadi akibat pulau yang tenggelam secara perlahan-lahan.

Thursday, 15 October 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Bentuk Muka Bumi Daratan dan Penjelasannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Bentuk Muka Bumi Daratan dan Penjelasannya

Bumi tempat tinggal kita tinggal ini mempunyai keragaman bentuk muka bumi. Bentuk-bentuk muka bumi ini terdiri atas daratan dan lautan (perairan). Daratan yang terbentang luas ini sebenarnya tidak lebih dari 1/3 luas seluruh permukaan bumi, jadi lebih dari 2/3 luas permukaan bumi ini sebenarnya adalah berisi perairan (lautan).

Bentuk permukaan bumi yang hanya 1/3 dari seluruh luas permukaan bumi itu teridiri darimacam -macam bentuk bentuk muka bumi, yaitu;

a. Wilayah Dataran Rendah


Dataran rendah mempunyai ketinggian lebih rendah dari dataran tinggi. Ketinggiannya mencapai 500 meter dpl. Ketinggian (topografi) suatu tempat di muka bumi dapat menjadi patokan dalam menentukan ragam bentukan di muka bumi.

Dataran rendah pada biasanya diperuntukkan untuk pengembangan sistem perekonomian wilayah. Kegiatan perekonomian yang berkembang cukup pesat di dataran rendah adalah sektor agraris (pertanian). Selain daerah pertanian, di dataran rendah juga terdapat daerah rawa.

Namun, rawa kurang sesuai untuk dijadikan media tanam sebab kadar asam (pH)-nya tinggi. Pada dataran rendah sering dijumpai ekosistem tanaman bakau (mangrove) di sekitar rawa-rawa. Mangrove termasuk komunitas dataran rendah sebagai salah satu jenis tanaman yang hidup di daerah pasang-surut.

Bentuk Muka Bumi Daratan

b. Wilayah Dataran Tinggi (Plato)

Dataran tinggi juga disebut plateau atau plato yang adalah daratan luas dan terletak pada ketinggian tertentu. Plato terbentuk dari hasil erosi dan sedimentasi.

Dataran tinggi mempunyai ketinggian tempat pada kisaran 500-1.500 meter dpl. Wilayah di muka bumi yang tergolong plato, yaitu sebagai berikut.
  1. Dataran tinggi Dekkan, India.
  2. Dataran tinggi Gayo, kawasan Pegunungan Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam.
  3. Dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.
  4. Dataran tinggi Malang, Malang, Jawa Timur.
  5. Dataran tinggi Alas, Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam.

Plato dapat juga terjadi sebab vulkanisme yang membentuk kaldera yang luas. Kemudian, kaldera tertimbun material dari gunungapi di daerah sekitarnya.

c. Gunung

Gunung adalah bentukan alam berupa bukit-bukit dengan ketinggian lebih dari 1.500 meter dpl. Gunung mempunyai topografi relatif tinggi dengan ciri tersendiri.

d. Pegunungan

Pegunungan adalah rangkaian jalur pegunungan yang saling menyambung dalam ukuran yang berbeda. Di muka bumi ada dua jalur pegunungan dunia, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Rangkaian Sirkum Pasifik berawal dari Kepulauan Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kemudian ke arah Rusia, menyeberang ke arah timur Alaska, pesisir barat Amerika Tengah, sampai ke pesisir barat Amerika Selatan.

Sirkum Mediterania memanjang dari Indonesia, terus berlanjut ke arah barat menuju jalur Pegunungan Himalaya, Mediterania, dan Atlantik.

Adapun yang membedakan jalur pegunungan Sirkum Pasifik dan Mediterania tidak hanya sebab proses subduksi (subduction zone), tetapi dikarenakan adanya pertemuan lempeng benua dan benua.

e. Daerah Pesisir Pantai

Bentukan lain di permukaan bumi, yaitu wilayah pesisir pantai. Pernahkah kalian berkunjung dan melihat daerah di sekitar pesisir pantai? Pantai mempunyai perbedaan dengan wilayah lainnya, bukan? Mengapa demikian?

Pesisir pantai adalah tempat bertemunya wilayah daratan dan lautan. Adapun ke arah darat, pesisir pantai meliputi bagian daratan, baik kering atau terendam air. Pesisir dipengaruhi sifat-sifat laut, seperti pasang-surut dan perembesan air garam dengan salinitas cukup tinggi.

Di pesisir pantai sering ditemukan bermacam-macam bentukan muka bumi, di antaranya sebagai berikut.

  1. Tanjung, yaitu wilayah daratan yang menjorok ke arah lautan lepas. Jika ukurannya sangat luas dinamakan semenanjung.
  2. Teluk, yaitu laut yang bentuknya cekung ke arah daratan. Contohnya, Teluk Bone dan Teluk Tomini.
  3. Delta, yaitu wilayah daratan luas di sekitar daerah muara sungai. Delta terbentuk sebab adanya proses sedimentasi dalam jangka waktu yang lama.

Kali ini kita akan membahas tentang Tanah Longsor di indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Tanah Longsor di indonesia

Tanah longsor merupakan bencana alam yang merata terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Data dan Informasi Bencana Indonesia Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada lebih dari 1.500 bencana tanah longsor yang terjadi pada 2010-2014. Berikut ini lima tragedi longsor paling mematikan di Indonesia dalam kurun waktu tersebut.

1. Bandung, Jawa Barat (23 Februari 2010):
33 meninggal, 17 luka, 11 hilang, dan 936 orang mengungsi.

2. Banjarnegara, Jawa Tengah (12 Desember 2014):
Informasi terbaru dari BNPB menyebut 20 orang meninggal, 11 orang mengalami luka-luka dan 88 orang hilang.

3. Agam, Sumatera Barat (27 Januari 2013):
20 meninggal, enam luka-luka.

4. Buru, Maluku (23 Juli 2010):
18 meninggal, tujuh luka-luka.

5. Bandung Barat, Jawa Barat (25 Maret 2013):
14 meninggal, 23 luka-luka, tiga hilang, dan 185 orang mengungsi.

Adapun dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, bencana tanah longsor pada tahun 2014 secara lengkap adalah sebagai berikut ini.

1
3/31/2014
18:20 WIB
96.9504
4.63926
Kp. Retak Kelitu Kec. Bintang Kab. Aceh Tengah Prov. Aceh
2 orang MD a.n Feriska Siregar dan Zufriandi Aditya. Dan 1 orang luka berat a.n Sahelta (patah tulang kepala)
Nihil
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD sudah menerjunkan tim untuk mengevakuasi korban dan sudah mengerahkan alat berat guna

2
3/29/2014
19:00 WIB
111.255
-7.94036
Ds. Pucung Kec. Kismantoro Kab. Wonogiri Prov. Jawa Tengah
Pengungsi (masih pendataan)
masih dalam pendataan
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membersihkan material longsor
3
3/28/2014
2:00
108.442
-7.10893
Ds. Cantilan Kec. Selajambe Kab. Kuningan Prov. Jabar
Nihil
- Panjang longsoran 10 m dengan tinggi 3 m menimpa empang atau kali - Mengancam 3 unit rumah warga
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : - BPBD setempat masih melakukan pendataan
4
3/28/2014
18:00 WIB
108.54
-7.46316
Ds. Sukahurip Kec. Pamarican Kab. Ciamis Prov. Jabar
1 orang luka ringan
1 unit rumah (RB) dan 3 rumah terancam
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD Kab. Ciamis sudah memberikan bantuan terhadap orang yang terdampak serta membersihkan longsoran bersama masyarakat
5
3/28/2014
19:00 WIB
107.131
-6.81725
Kel. Sawah Kec. Cianjur Kab. Cianjur Prov. Jabar
Nihil
1 unit rumah (RB)
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD Kab. Cianjur sudah meninjau lokasi dan akan menentukan langkah selanjutnya
6
3/27/2014
16:15 WIB
107.732
-7.11076
Ds. Cukang Genteng Kec. Pasir Jambu Kab. Bandung Prov. Jabar
Nihil
- Longsoran menimbun bahu jalan kabupaten sepanjang 20 m tinggi 6m - 4 rumah terancam
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : - BPBD setempat, aparat terkait dan warga sudah siap bekerja bakti - BPBD memberikan bantuan berupa alat 10 skop, 10 cangkul, 300 lembar karung dan 10 buah gacok.
7
3/26/2014
19:00 WIB
107.909
-7.22791
Blok Patrik KM 6 Ds.Tanjung Jaya Kec.Banjarwangi Kab.Garut Prov.Jawa Barat
Nihil
-Longsoran menimpa bahu jalan sepanjang 8 meter dan tinggi 2 meter -Jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan
*Kronologis: -Kondisi tanah yang labil *Upaya: -BPBD Kab.Garut akan berkoordinasi dengan Bina Marga dan dibutuhkan alat berat *Kondisi Mutakhir: -Cuaca sampai saat ini Pkl.23:00 WIB masih diguyur hujan
8
3/25/2014
05.30 WIB
110.82
-7.84505
Ds. Blora Kec. Manyaran Kab. Wonogiri Prov. Jawa Tengah
- 2 orang hilang an. Suwarno /L/65 th dan . Tina/P/57 th dan 1 orang LR
3 unit rumah RB
*Kronologis : Hujan deras *Upaya : - BPBD Kab. Wonogiri sedang mencari korban yang hilang - BPBD Prov Jateng sedamg menyiapkan logisti untuk dikirim ke wonogiri
9
3/18/2014
03:00 WIB
111.976
-2.44729
Ds. Amin Jaya Kec. Pangkalan Banteng Kab. Kotawaringin Barat Prov. Kalteng
Nihil
Jembatan sungai Buaya (RS)
*Kronologis : Terkena arus deras sungai Buaya *Upaya : BPBD melakukan pendataan, dinas PU membuat jembatan sementara dari pohon kelapa
10
3/17/2014
02:00 WIB
102.668
-3.45482
Ds. 4 suku menanti Kec. Sindang kelinggi Kab. Rejang Lebong Prov. Bengkulu
Nihil
Jln. Utama antara kecamatan sindang kelinggi dan sindang dataran tertutup material longsoran
*Kronologis : Hujan deras mengakibatkan 8 titik longsoran *Upaya : TRC BPBD sidang lebong terjun ke TKP di bantu dinas PU membersihkan material longsoran dengan alat berat
11
3/16/2014
16:15 WIB
107.613
-6.7918
Ds. Cikahuripan Kec. Lembang Kab. Bandung Barat Prov. Jawa Barat
4 orang (LR) dan 1 orang masih tertimbun
1 Unit warung makan (RB)
*Kronologis : Akibat hujan deras dan struktur tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan masih melakukan pencarian korban yang tertimbun
12
3/15/2014
17:00 WIB
107.799
-7.38565
Kec. Cikajang Kab. Garut Prov. Jawa Barat
Nihil
Jalan Cikajang-Cisompet mengalami kerusakan dengan panjang 10 m, Tinggi 1 m, lebar 1,5 m.
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : BPBD setempat berkordinasi dengan PU Binamarga untuk membersihkan material lingsoran
13
3/11/2014
05:30 WIB
107.77
-6.65003
Ds. Cirangkong Kec. Cijambe Kab. Subang Prov. Jawa Barat
Nihil
2 Ha Sawah, 1 Ha Perkebunan Rusak tertimbun material longsor, dan Jalan penghubung antar desa rusak sepanjang 80 M (Terputus/tertimbun)
*Kronologis : Akibat hujan deras dan lokasi kejadian merupakan daerah lereng. *Upaya : Binamarga dan Polri sudah kelokasi untuk melakukan perbaikan. *Kondisi Mutakhir : Jalan masih terputus dan belum bisa dilalui alat transportasi.
14
3/10/2014
19:00 WIB
110.745
-7.33952
Ds. Karangmojo Kec. Klego Kab. Boyolali Prov. Jateng
Nihil
1 unit rumah RS dan 2 unit rumah terancam
*Kronologis : Akibat hujan deras dan rumah korban berada di dekat tebing dengan ketinggian 15 meter *Upaya : BPBD sudah kelokasi untuk membersihkan material longsor dan memberikan bantuan logistik
15
3/9/2014
20:00 WIB
108.054
-7.29758
Kec. Sariwangi Kab. Tasikmalaya Prov. Jawa Barat
Nihil
3 Unit rumah terancam
*Kronologis : Hujan disertai kondisi tanah yang labil. *Upaya : - Pihak BPBD Kab. Tasikmalaya belum melakukan penanganan, karena masih membutuhkan bantuan bronjong - Jumlah KK dan jumlah Jiwa sedang dalam pedataan
16
3/9/2014
16:00 WIB
108.282
-7.25976
Ds. Nasol Kec. Cikoneng Kab. Ciamis Prov. Jawa Barat
Nihil
3 Unit rumah (RB) dan 8 Unit rumah terancam
*Kronologis : Hujan deras disertai kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat saat ini masih di lapangan untuk verifikasi data kerugiaan
17
3/9/2014
16:20 WIB
107.414
-7.03362
Kp. Lampengan Ds. Wangunsari Kec. Sidangkerta Kab. Bandung Barat Prov. Jawa Barat
Nihil
2 Unit rumah (RB), 2 Unit rumah (RS) dan 2 Unit rumah (RR)
*Kronologis : Hujan deras disertai kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat melakukan koordinasi untuk penanganan dan pengevakuasian korban yang terkena dampak longsor
18
3/9/2014
15:00:00 WIB
110.417
-6.96667
Ds. Spakung Kec. Banyu Biru Kab. Semarang Prov. Jawa Tengah
Nihil
Nihil
Kronologis : Hujan deras dan struktur tanah yang labil Upaya : BPBD sudah meninjau lokasi kejadian dan melakukan Assesment
19
Banjir dan 3/9/2014
16:30:00 WIB
108.273
-7.13899
Ds. Ciomas Ds. Kertamandala Ds. Mandalare Kec. Panjalu Kab. Ciamis Prov. Jawa Barat
Nihil
Nihil
Kronologos : Akibat huajan deras Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk evakuasi dan pendataan
20
3/8/2014
03:00 WIB
110.736
-7.22532
Kec. Kemusu Kec. Juwangi Kab. Boyolali Prov. Jawa Tengah
Nihil
- Jalan Raya sepanjang 750 meter (RB) - 1 Pondok pesantren (RS) - Jalan utama penghubung antar desa putus (RB)
*Kronologis : Hujan lebat dan kontur tanah yang labil *Upaya : BPBD Kab. Boyolali telah melakukan assesment kelokasi bencana dan mengirim bantuan logistik untuk warga yang melakukan kerja bakti
21
3/8/2014
17:00 WIB
108.229
-6.85719
Ds.Sidamukti Kec.Majalengka Kab.Majalengka Prov.Jawa Barat
Nihil
-Jalan amblas (RB) -1 Balai desa (RR) -18 Unit rumah (RR)
*Kronologis: -Akibat kondisi tanah yang labil *Upaya: -BPBD sudah meninjau ketempat kejadian dan sudah meratakan jalan amblas
22
3/8/2014
17:00:00 WIB
108.279
-7.27795
Ds. Nasol Kec. Cikoneng Kab. Ciamis Prov. Jawa Barat
Nihil
Nihil
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan dan evakuasi
23
3/7/2014
18:00 WIB
108.35
-7.33333
Ds. Nakol Kec. Cikoneng Kab. Ciamis Prov. Jawa Barat
Nihil
1 saluran air dan 1 rmh terancam material longsoran
*Kronologis : Hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : -BPBD Kab. Ciamis sudah turun ke lokasi - BPBD Kab. Ciamis bersama masyarakat desa bergotong royong membersihkan material longsoran
24
3/7/2014
18:00 WIB
108.021
-7.14661
Kp. Cidadap Ds. Mekarluyu Kec. Sukawening Kab. Garut Prov. Jawa Barat
Nihil
jalan terputus sepanjang 8 meter, lebar 3 meter, tinggi 5 meter
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : MUSPIKA dan masyarakat membuat jalur alternatif
25
3/7/2014
22:30 WIB
110.295
-7.33788
Ds. Sobarejo Kec. Pringsurat Kab. Temanggung Prov. Jawa Tengah
4 Jiwa mengungsi
1 Unit rumah (RB)
*Kronologis : Hujan deras disertai kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat bersama Polri sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan dan mengevakuasi para korban
26
3/7/2014
15:00 WIB
113.858
-7.00956
Ds.Batu Ampar Ds.Ajudan Daloman Kec.Gulu-Gulu Kab.Sumenep Prov.Jawa Timur
Nihil
-1 Unit rumah (RB) -1 Unit rumah (RS) -2 Unit dapur (RS)
*Kronologis: -Hujan deras disertai kondisi tanah yang labil *Upaya: -BPBD setempat bersama masyarakat membersihkan longsoran
27
3/7/2014
20:00:00 WIB
110.25
-7.25
Ds. Karangwuni Dsn. Pucung Ds. Kaloran Dsn.Menggor Ds. Purwosari Dsn. Purwosari Ds. Getas Dsn. Porot Dsn. Cendono Dsn. Banyuurip Dsn. Kemiri Dsn. Mulyosari Kec. Kaloran Kab. Temanggung Prov. Jawa Tengah
Nihil
Nihil
Kronologis : Hujan dan stuktur tanah yang labil Upaya : Sudah dilakukan kerja bakti
28
3/6/2014
20:00 WIB
108.25
-7.03703
Ds. Kramatjaya Kec. Malausma Kab. Majalengka Prov. Jawa Barat
Nihil
1 unit rumah terancam dan 20 unit rumah rusak ringan (RR)
*Kronologis : Hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD sudah memberikan 200 buah karung untuk memperbaiki tanggul yang jebol
29
3/6/2014
21:00 WIB
108.226
-6.8531
Ds. Jagasari Kec. Cigici Kab. Majalengka Prov. Jawa Barat
Nihil
2 unit rumah rusak berat (RB)
*Kronologis : Hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman
30
3/5/2014
08;00 WIB
108.226
-6.8531
Ds. Sidamukti Kec. Majaengka Kab. Majalengka Prov. Jawa Barat
Nihil
- 1 Unit Sekolah (RB) SMPN 7 Majalengka - 1 Musholah (RB)
Upaya : - Dinas terkait melakukan evaluasi dan untuk sementara proses KBM di pindah ke SD Sidamukti.
31
3/5/2014
12:15 WIB
110.983
-7.60773
Dsn. Tegalrejo RT. 04/01 Ds. GOndosuli kec. Tawangmangu kab. Karanganyar prov. jawa Tengah
Nihil
- 1 unit Rumah (RB) An. Bpk Kibi /62 thn/L
* Kronologis : - akibat hujan deras, kondisi perbukitan dan struktur tanah yang labil. Upaya : - BPBD sudah turun kelapangan untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan berupa logistik
32
3/4/2014
13;30 WIB
106.8
-6.6
JLn. Cikopo Selatan no. 72 Ds. Gado Kec. Megamendung Kab. Bogor Prov. Jawa Barat
Nihil
- 1 Vila (RB) a.n Bpk. Dapid Pangestu 55 thn
Upaya : - BPBD melakukan pendataan dan melakukan evakuasi. - BPBD Kab. Bogor akan menyalurkan bantuan secepatnya
33
3/4/2014
15;15 WIB
110.222
-7.46398
Ds. Wonolelo Kec. Sawangan Kab. Magelang Prov. Jawa Tengah
Nihil
- 1 Unit Rumah (RB) a.n. Ibu Bingah - 1 Unit Rumah (RR) a.n. Bpk. Darmo
* Kronologis : - Akibat hujan dari pkl 12:00 - 16:00 WIB di lereng barat Merapi * Upaya : - Tim kaji cepat BPBD Kab. Magelang di bantu relawan melakukan evakuasi terhadap korban.
34
3/4/2014

110.408
-7.49111
Dsn. Wirosuko Ds. Wonolelo Kec. Sawangan Kab. Magelang Prov. Jawa Tengah
Nihil
Beberapa rumah terancam
*Kronologis : Hujan terus-menerus *Upaya : BPBD Kab. Magelang mengerahkan relawan dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya longsor susulan
35
3/4/2014
17:00 WIB
112.876
-7.88138
Ds. Podokoyo Ds. Ngadiwono Kec. Tosari Kab. Pasuruan Prov. Jawa Timur
Nihil
Kios milik Bp. Nadik tertimpa longsoran
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan dan evakuasi
36
3/3/2014

109.67
-6.88289
Kec. Paninggaran Ds. Kaliombo Ds. Winduaji Ds. Wergi Kec. Baru Kec. Kandang Serang Ds. Tragumas Ds. Lor Agung kab. Pekalongan Prov. Jawa Tengah
- 3 KK/7 Jiwa mengungsi
- Kec. Paninggaran, akses jalan yang menghubungkan ds. kanjen dan ds. paninggaran amblas. - 4 unit rumah (RB) - 18 unit rumah (RS) - Kec. Kandang Serang - akses jalan di desa Lor Agung terputus dengan panjang 50 meter lebar 6 meter dan kedalaman 10 meter.
* Kronologis : - akibat hujan deras. kondisi perbukitan dan struktur tanah yang labil. * Upaya : - BPBD dan Pemda setempat menghimbau kepada masyarakat yang terdampak untuk melakukan relokasi.
37
3/3/2014
19;00 WIB
109.378
-6.88423
Ds. Beluk Ds. Simpur kec. Belik Kab. Pemalang Prov. Jawa Tengah

- 120 KK terancam longsor
* Kronologis : - akibat hujan deras, kondisi perbukitan dan struktur tanah yang labil. * Upaya : - BPBD memberikan bantuan logistik berupa sembako 24 paket.
38
3/3/2014
18:00 WIB
107.909
-7.22791
Ds. Cikandang kec. Cikajang Kab. Garut prov. Jawa Barat
Nihil
- 1 Unit rumah rusak berat (RB), 1 Unit rumah rusak ringan (RR), 3 Unit rumah terancam
*Kronologis : - Akibat kondisi tanah yang labil *Upaya : - BPBD setempat bersama warga sudah melakukan evakuasi
39
3/2/2014
19:00 WIB
110.983
-7.60773
Dsn. Bangalot Ds. Jenawi Kec. Jenawi Kab. Karanganyar Prov. Jawa Tengah
Nihil
- 1 Unit rumah rusak ringan (RR) an. (Yadi/L/40 th)
*Kronologis : - Akibat hujan deras yang disertai angin kencang *Upaya : - BPBD setempat sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membersihkan puing-puing bangunan
40
3/2/2014
22:45 wib
109.474
-0.353394
Dsn. Harapan Baru Ds. Permata Kec. Terentang Kab. Kubu Raya Prov. Kalimantan Barat
- 2 orang meninggal dunia an. Indri (P/2 th) dan Tio (L/3,5 thn) - 1 orang hilang an. Rio (L/4,5 thn)
- 1 Unit rumah rusak berat (RB), 1 Unit Pos security, 1 Unit bangunan PAM dan 7 Unit motor mengalami kerusakan
*Kronologis : - Akibat aktivitas alat berat milik Perusahaan Sawit PT. Bumi Perkasa Gemilang. *Upaya : - BPBD bersama instansi terkait (Desa, Kecamatan dan pihak Perusahaan) sudah mengevakuasi sebagian korban dan pihak perusahaan sudah memberikan santunan - Tim SAR dan BPBD setempat saat ini masih melakukan pencarian korban yang hilang dengan melibatkan penyelam tradisional
41
3/2/2014
22:00 WIB
109.474
-0.353394
Dsn. Harapan Baru Ds. Permata Kec. Terentang Kab. Kubu Raya Prov. Kalimantan Barat
- 3 orang hilang
- 1 unit rumah rusak berat (RB), 1 unit Pos security, 1 unit bangunan PAM dan 7 unit motor mengalami kerusakan
*Kronologis : - Akibat aktivitas mesin berat milik sebuah perusahaan pertambangan *Upaya : - BPBD bersama instansi terkait (Desa, Kecamatan dan pihak Perusahaan) sudah mengevakuasi sebagian korban dan pihak perusahaan sudah memberikan santunan - Tim SAR dan BPBD setempat saat ini masih melakukan pencarian korban yang hilang
42
2/28/2014
20.00 WIB
107.492
-6.86522
Kec. Cipatat Ds. Rajamandala Kp. Babakan Bandung Rt. 06/03 Kab. Bandung Barat Prov. Jabar
Nihil
- 1 unit rumah RB - 2 unit rumah RR - 3 unit rumah terancam
*Kronologis : - Hujan deras *Upaya : - sudah ditangani oleh BPBD KBB beserta warga bergotong royong membersihkan longsoran - Dorongan logistik sudah di distribusikan
43
2/26/2014
21.00 WIB
108.35
-7.33333
Kec. Panumbangan Ds. Sindang Herang Kab. Ciamis Prov. Jabar
- 1 orang MD - 2 orang LB - 1 orang LR
- 1 unit rumah RB
*Kronologis : - Hujan deras *Upaya : - BPBD sdh kelokasi untuk memberikan bantuan
44
Gerakan Tanah
2/18/2014
19:08:00 WIB
108.483
-6.98333
Ds. Cimenga Dsn. Ciawitali Kec. Dharma Kab. Kuningan Prov. Jawa Barat
Nihil
Kerugian Materil : 1 Rumah warga (RB) dibongkar paksa a.n. Nurdaman 48 thn, 1 KK/ 4 Jiwa.

45
2/17/2014

121.308
-8.67535
Kel. Nangaroro Kec. Nangaroro Kab. Nagekeo Prov. NTT
Nihil
Ruas jalan Nangaroro-Mauara tidak dapat dilewati karena tertimbun batu
*Kronologis : Hujan dengan itensitas tinggi *Upaya : Pembersihan badan jalan oleh dinas pekerjaan umum
46
2/9/2014
09:00 WIB
107.551
-7.19889
Dk. Wanasari Kp. padaringan Kec. Pangelangan Kab. Bandung Prov. Jawa Barat
170 KK/550 Jiwa kekurangan air bersih
Badan jalan milik PTPN VIII dan bak penampungan air bersih milik warga RW 17 mengalami keruasakan
*Kronologis : Akibat hujan deras dan tanah labil *Upaya : Bpbd kab Bandung dan PTPN VIII telah melakukan pelayanan terhadap korban menderita ( warga sekitar yg terkena longsoran)
47
2/8/2014
20:00 WIB
108.484
-7.36484
Komplek. TPA Ds. Cibereum Kota. Banjar Prov. Jawa Barat
Nihil
Material longsoran menyebabkan tertutupnya sebagian jalan Desa
*Kronologis : Akibat hujan deras dan Tanah yang labil *Upaya : Saat ini Dinas PU Dengan dibantu relawan BPBD kota Banjar sedang memebersihkan material longsoran.
48
2/7/2014
pkl 10.00 WIB
109.081
-7.22855
Dukuh Karanganyar Desa Sridadi Kecamatan Sirampog Kab. brebes Provinsi. Jawa tengah
7 Jiwa Terdampak
1 Unit Rumah Rusak Berat Milik Bapak Sdr.Suyatno.
Kronologis : - Akibat hujan deras dan Struktur tanah labil Upaya : - BPBD Provinsi Jawa Tengah beserta SKPD terkait, khususnya SKPD terkait melakukan upaya kesiapsiagaan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana; - BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pemantauan melalui Posko AJU selama 24 jam untuk mengetahui kondisi terkini penanganan bencana di 35 Kab/Kota se–Jawa Tengah; - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah memberikan pos pelayanan kesehatan (posyankes) dan obat-obatan yang diperlukan serta surveilans epidemiologi penyakit banjir dan pasca banjir (pengamatan terus menerus faktor risiko penyakit); - Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah telah mendirikan dapur umum untuk kebutuhan makan para pengungsi.
49
2/7/2014

108.802
-7.17368
Dk. Cigareng Desa Salem Kec. Salem Kab. Brebes Prov. Jawa Tengah
Nihil
Masih dalam pendataan
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : BPBD setempat masih di lapangan untuk melakukan pendataan
50
2/7/2014

113.275
-7.95458
Ds. Ranuyoso Kec. Ranuyoso Kab. Lumajang Prov. Jawa Timur
Nihil
2 unit rumah rusak sedang (RS)
*Kronologis : Akibat kondisi tanah yang labil, hujan deras dan lokasi rumah korban berada di dekat tebing *Upaya : BPBD setempat sudah melakukan pendataan dan evakuasi
51
2/7/2014

112.358
-7.91587
Dsn. Ganteng Ds. Tulungrejo Kec. Ngantang Kab. Malang Prov. Jawa Timur
4 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman
Nihil
*Kronologis : Akibat kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat sudah melakukan pendataan, pengecekan lapangan dan evakuasi
52
2/7/2014
20.00 WIB
109.462
-7.15049
Ds. Telagasana Ds. Tundagan Ds. Bongas Ds. Cikadu Ds. Cawet Ds. Medayu Ds. Pagelaran Ds. Bodas Ds. Jojogan Ds. Majalangu Ds. Tambi Ds. Watukumpul Ds. Gapura Ds. Majakerta Ds.Wisnu Kec. Watukumpul Kab.Pemalang Prov. Jawa Tengah
2.071 Jiwa /543 kk Mengungsi di : balai desa, Sekolah TK, dan rumah warga yang aman dari longsor
417 Unit Rumah RB,33 Unit Rumah RR, 248 Unit Rumah terancam longsor, 1 unit mesjid RR, 1 Unit Mushola RB, 6 Unit Jembatan RB, Jalan menuju desa tundagan RB Sepanjang 35 Meter, 12 ha Lahan pertanian tertimbun longsor, 7 Ekor kambing Mati dan 1 lahan Bumi perkemahan Longsor
*Kronologis : Hujan deras, struktur tanah yang labil *Upaya : - BPBD kab pemalang sudah turun kelapangan memberikan bantuan logistik dan mengirimkan gergaji untuk memotong kayu yang tumbang, - BPBD dan Dinsos kab pemalang mendirikan tendadan dapur umum didesa watukumpul dan desa cikadu.
53
2/7/2014
22:00 WIB
105.322
-5.46412
Kp. Lembah gunung Kel. Way Lunik Kec. Panjang Kota. Bandar Lampung Prov. Lampung
Nihil
Atap rumah bagian dapur milik Bpk. Achmad hudori rusak sedang (RS)
*Kronologis : Akibat hujan dan struktur yang labil *Upaya : BPBD Kota bandar lampung sudah turun kelapangan dan membantu membersihkan Rumah Korban
54
2/6/2014

111.314
-7.70166
Dsn. Banaran Ds. Selotinatah Kec. Ngariboyo Kab. Magetan Prov. Jawa Timur
Nihil
Kebun warga yang ditanami bambu ambles
*Kronologis : Akibat kondisi tanah yang labil *Upaya : Warga setempat sudah membuat pagar melingkari lokasi yang ambles
55
2/6/2014

113.555
-6.90904
Dsn. Ahadan Ds. Tlonto Raja Kec. Pasean Kab. Pamekasan Prov. Jawa Timur
Nihil
jalan raya di Dusun Ahadan, Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean ambles hingga mencapai kedalaman 1 meter
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : BPBD Kab. Pamekasan dibantu polisi setempat sudah memberikan papan peringatan dan memperbaiki jalan
56
2/5/2014
14:30 WIB
106.779
-6.89443
Rt 02/15 Kp. Pancalikan Ds. Sekarwangi Kec. Cibadak Kab. Sukabumi Prov. Jawa barat
3 KK/10 Jiwa terdampak
- 2 Unit Rumah (RB) Pemilik Rumah Antara Lain: 1. Bpk.Asep, (45 Tahun). 1KK/5Jiwa. 2. Bpk.Yadi, (62 Tahun), 1KK/1 Jiwa. - 1 Unit Rumah terancam
Kronologis : - Hujan Deras, struktur tanah labil Upaya : - Bpbd Sudah Mendirikan Tenda dan memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, Sembako, Family Kit, dan Baby Kit. - Mengungsikan Korban ke Rumah milik Tetangga Memberikan Tenda Pengungsian untuk Korban Bencana
57
2/4/2014
03.00 WIB
110.374
-6.96784
Kel. Lempongsari Kel. Bendungan Kel. Bendaduwur Kec. Gajahmungkur Kel. Tambak aji Kec. Ngaliyan Kel. Bongsari Kel. Bojong Selatan Kec. Semarang Barat Kota Semarang Prov. Jawa Tengah
Nihil
Longsoran menutupi jalan dan menimpa beberapa rumah warga (dalam pendataan)
*Kronologis: Akibat hujan deras *Upaya: - Petugas beserta masyarakat melakukan kerja bakti untuk membersihkan longsoran serta memasang terpal untuk menghindari longsor susulan, - BPBD Jawa Tengah beserta SKPD terkait melakukan kesiapsiagaan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana.
58
2/4/2014
15.30 WIB
111.773
-7.7541
Ds. Bendolo Kec. Sawahan Kab. Nganjuk Prov. Jawa Timur
Nihil
Longsoran menimbun sebagian sungai Bendolo
*Kronologis : Hujan deras dan angin kencang menyebabkan tebing di lahan perhutani di Ds. Bendolo, Kec. Sawahan, Kab. Nganjuk Longsor seluas 700 m x 150 m *Upaya : BPBD melakukan pendataan
59
2/4/2014
15.00 WIB
106.997
-6.24903
RT 17 RW 13 Perum Bekasi Jaya Indah Kel. Bekasi Jaya Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat
Nihil
1 Unit Rumah RB 10 Unit Rumah RS
Kronologis : - akibat Hujan Deras, meluapnya Kali gendongdan mengikis struktur tanah dekat Rumah Warga yang tinggal dibibir kali Upaya : - TAGANA kota bekasi bersama Relawan melakukan Evakuasi barang barang Warga yang Rusak akibat tertimpa reruntuhan bangunan - TAGANA Kota bekasi menghimbau Warga yang rumahnya rusak untuk mengungsi ke saudara terdekat
60
2/4/2014
04.30 WIB
110.939
-8.14756
Dusun Guworejo Desa Sendang Kecamatan Donorojo Kab. Pacitan Provinsi Jawa Timur
Nihil
2 Rumah RB Warga An. Misni (40 Thn) dan Katijo ( 65 Thn)
Kronologis : - Hujan deras dan struktur tanah yang Labil, Longsoran Batu Besar yang berdiamater sekitar lima meter itu jatuh dari atas bukit setinggi ± 100 meter dengan kemiringan 45 derajat Yang Menimpa 2 Rumah Warga Upaya : - BPBD Kab Pacitan sudah meninjau lokasi kejadian dan memberikan bantuan logistik serta melakukan pendataan.
61
2/4/2014
15.00 WIB
106.997
-6.24903
RT 17 RW 13 Perum Bekasi Jaya Indah Kel. Bekasi Jaya Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat
Nihil
1 Unit Rumah RB 10 Unit Rumah RS
Kronologis : - akibat Hujan Deras, meluapnya Kali gendongdan mengikis struktur tanah dekat Rumah Warga yang tinggal dibibir kali Upaya : - TAGANA kota bekasi bersama Relawan melakukan Evakuasi barang barang Warga yang Rusak akibat tertimpa reruntuhan bangunan - TAGANA Kota bekasi menghimbau Warga yang rumahnya rusak untuk mengungsi ke saudara terdekat
62
2/3/2014
19.00 WIB
109.263
-7.1585
Ds. Gambuan Kec. Pulosari Kab. Pemalang Prov. Jateng
10 kk terancam
1 unit bangunan balai desa RS
*Kronologi : Akibat hujan deras, tanah yang labil dan berada di dekat tebing atau lereng *Upaya : BPBD saat ini masih melakukan pendataan dan pengecekan ke lokasi kejadian
63
2/3/2014

112.894
-7.89559
Ds. Ngadirejo Kec. Tutur Ds. Mororejo Kec. Tosari Kab. Pasuruan Prov. Jatim
Nihil
jalan rusak di Ds. Ngadirejo dan Ds. Mororejo
*Kronologi : Hujan deras di Wilayah Kec. Tutur dan Kec. Tosari *Upaya : Pada tanggal 4 Feb 2014 TRC Kab. Pasuruan melakukan identifikasi di lokasi kejadian beserta muspika terdampak - Pada tanggal 4 Pebruaru 2014 melaksanakan koordinasi dengan Dinas Bina Marga Kab. Pasuruan terkait upaya lebih lanjut penangan darurat bencan 64
2/3/2014
19.00 WIB
109.355
-7.1654
Dkh. Barong Ds. Simpur Kec. Belik Kab. Pemalang Prov. Jateng
Ds. Simpur 60 kk terisolir karena Ds. Simpur 60 kk rumahnya sudah retak
*Kronologi : Hujan Deras *Upaya : - BPBD Jawa Tengah beserta SKPD terkait melakukan kesiapsiagaan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana. - BPBD Prov. Jateng melaksanakan pemantauan melalui Posko AJU selama 24 jam untuk mengetahui kondisi terkini penanganan bencana di 35 Kab/Kota se–Jateng.
65
2/3/2014
19:00 WIB
109.355
-7.1654
Desa Simpur Desa Beluk Kec. Belik Kab Pemalang Provinsi Jawa Tengah
mengakibatkan ± 120 KK terancam longsor
Dalam Pendataan.
Kronologis : - jika intensitas curah hujan tinggi maka potensi longsor susulan semakin besar karena kondisi tanah perbukitan dan labil. Masyarakat masih melakukan pembersihan material longsoran. Upaya : - BPBD Kab. Pemalang sudah memberikan bantuan berupa beras 100 kg, mie instan 10 dus, minyak goreng 20 kg, paket sembako 24 paket dan telur 20 kg.
66
2/3/2014
19.00 WIB
109.593
-7.15499
Desa Werdi Desa Winduaji Desa Kaliombo Kec. Paninggaran Kab. Pekalongan Provinsi Jawa Tengah
- Di Ds. Bojongkoneng jumlah pengungsi sebanyak 30 KK/125 Jiwa, - Di Ds. Gembong Jumlah pengungsi sebanyak 30 KK/113 Jiwa
Rumah rusak berat : 4 unit; Rumah rusak sedang : 18 unit; Jalur dari Kajen – Paninggaran ambles
Kronologis : - Hujan deras dan Struktur tanah yang labil Upaya : - BPBD Provinsi Jawa Tengah beserta SKPD terkait, khususnya SKPD terkait melakukan upaya kesiapsiagaan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana; - BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pemantauan melalui Posko AJU selama 24 jam untuk mengetahui kondisi terkini penanganan bencana di 35 Kab/Kota se–Jawa Tengah; - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah memberikan pos pelayanan kesehatan (posyankes) dan obat-obatan yang diperlukan serta surveilans epidemiologi penyakit banjir dan pasca banjir (pengamatan terus menerus faktor risiko penyakit); - Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah telah mendirikan dapur umum untuk kebutuhan makan para pengungsi.
67
2/3/2014
19.00 WIB
109.557
-7.20776
Desa Kuangkelang Desa Bojongkoneng, Desa Loragung, Desa Trajumas, Kec. Kandangserang Kab. Pekalongan Provinsi Jawa Tengah
Nihil
- Rumah rusak berat : 10 unit; - Rumah rusak ringan : 62 unit; - Akses jalan di Desa Loragung terputus dengan panjang longsoran 50 meter, lebar : 6 meter, kedalaman : 10 meter.
Kronologis : - Hujan dan Struktur tanah yang labil Upaya : - BPBD Provinsi Jawa Tengah beserta SKPD terkait, khususnya SKPD terkait melakukan upaya kesiapsiagaan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana; - BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pemantauan melalui Posko AJU selama 24 jam untuk mengetahui kondisi terkini penanganan bencana di 35 Kab/Kota se–Jawa Tengah; - SKPD Provinsi terkait telah melakukan : - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah memberikan pos pelayanan kesehatan (posyankes) dan obat-obatan yang diperlukan serta surveilans epidemiologi penyakit banjir dan pasca banjir (pengamatan terus menerus faktor risiko penyakit); - Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah telah mendirikan dapur umum untuk kebutuhan makan para pengungsi.
68
2/2/2014

109.838
-7.06116
Ds. Sojomerto Kec. Reban Ds. Cakra Kec. Blado Kab. Batang Prov. Jawa Tengah
Nihil.
2 unit rumah rusak ringan (RR)
*Kronologis : Akibat hujan deras *Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk membantu warga dan melakukan pendataan
69
2/2/2014
07:00 WIB
110.407
-7.00632
Kel. Petompon Kec. Gajah Mungkur Kota Semarang Prov. Jawa Tengah
Nihil
2 unit rumah rusak ringan (RR) dan 2 unit rumah rusak sedang (RS)
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk memperbaiki lokasi longsor dengan memasang terpal plastik
70
2/2/2014
00:00 WIB
110.796
-6.58468
Ds.tanjung Kec. Pakis aji Kab. Jepara Prov. Jateng
1 orang Luka-luka
1 rumah RB
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD sudah memberikan bantuan berupa peralatan dapur dan makan.
71
2/1/2014
20:00 WIB
109.566
-7.02183
Jl. Banjarnegara-Pekalongan Ds. Linggo Kec. Kajen Kab. Pekalongan Prov. Jawa Tengah
Nihil
Jalan rusak berat sepanjang 15 meter dengan kedalaman 2 m
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat dan masyarakat sudah membuat jalan alternatif ke wilayah pegunungan
72
2/1/2014
20:00 WIB
109.456
-7.21735
Ds. Sirau Kec. Karangmoncol Kab. Purbalingga Prov. Jawa Tengah
Pengungsi (dalam pendataan) Kerugian Materil :
4 unit rumah rusak berat (RB), 12 unit rumah rusak sedang (RS), 4 buah jembatan rusak sedang (RS), 35 Ha Sawah rusak dan 6 ekor kambing dan 1 ekor sapi hilang
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD setempat sudah ke lokasi untuk membantu warga dan melakukan pendataan
73
1/30/2014
11:00 WIB
107.013
-6.70822
Ds. Giri Mukti Kec. Campaka Ds. Pasirjambu Kec. Tanggeung Ds. Sukamahi Kec. Sukaresmi Ds. Mekarmulya Ds. Ciramagirang Kec. Cikalongkulon Ds. Ciloto Kec. Cipanas Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat
- Kec. Campaka : 1 orang MD a.n Sari/45 thn - Kec. Tanggeung : 1 orang hilang a.n Wawan/40 thn - Kec. Sukaresmi : 5 KK/21 Jiwa mengungsi - Kec. Cikalongkulon, Ds. Mekarmulya : 95 KK/346 Jiwa mengungsi - Kec. Cikalongkulon, Ds. Ciramagirang : 68 KK/225 Jiwa mengungsi - Kec. Cipanas : 104 KK/371 Jiwa mengungsi
- Kec. Sukaresmi : 5 rumah (RB) - Kec. Cikalongkulon, Ds. Mekarmulya : 78 rumah (RB), 5 rumah (RS), 10 rumah (RR), 264 rumah terancam - Kec. Cikalongkulon, Ds. Ciramagirang : 27 rumah (RB), 37 rumah (RS), 6 rumah terancam - Kec. Cipanas : 8 rumah (RB), 4 rumah (RS), 91 rumah terancam
*Kronologis : Akibat intensitas hujan tinggi *Upaya : - Korban sdh dimakamkan keluarga, & Pemerintah desa, - Pembersihan lumpur dampak longsor - Pembuatan tenda pengungsi bagi rumahnya yang terancam dan rusak, - Pembuatan dapur umum lapangan di desa ciloto, kecamatan cipanas dan desa ciramagirang, kecamatan cikalongkulon
74
1/28/2014
07:30 WIB
113.851
-7.00761
Dsn. Sempong Ds. Pasongsongan Kec. Pasongsongan Kab. Sumenep Prov. Jawa Timur
Nihil
18 rumah (RR) dan Areal perkebunan rusak seluas 1 Hektar
*Kronologis : Hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari di wilayah Sumenep mengakibatkan Tanah Ambles dan Tebing Sungai Longsor dengan Panjang 50 m dan Tinggi ± 15 m di Dusun Sempong Desa Pasongsongan Kec. Pasongsongan *Upaya : - BPBD Kab. Sumenep di bantu oleh PT. Gudang Garam mengirim bantuan sembako dan makanan siap saji 1 Paket, Lauk Pauk 1 Paket dan Tambahan Gizi 1 Paket
75
1/28/2014
01.30 WIB
112.3
-7.66667
Dsn. Kopens. Ngerimbi Kec. Bareng Kab. Jombang Prov. Jawa Timur
14 Orang meninggal dunia (MD) a.n : 1. Moh. Sodik (L / 27 Thn) 2. Sariaji (L / 45 Thn) 3. Siti Nur Rokhimah (P / 40 Thn) 4. Suhartanto (L / 35 Thn) 5. Muchayarah (P/ 50 Thn) 6. Lilik Supriatin (P/ 30 Thn) 7. Panji (L/40 Thn) 8. Sunarimo (L?60 Thn) 9. Muhayanah (P/55 Thn) 10. Nindih (P/3 Thn) 11. Fatchur rozi ( L / 17 Thn) 12. Sail (L / 40 Thn) 13. Tanto (L /35) 14. Sunar (L /35) 2 orang luka- luka ( a.n Khusaini/55 th dan Istiana/50 th dirawat di Puskesmas Kec. Bareng)
6 rumah rusak berat (RB) dan 20 rumah terancam
*Kronologis : Cuaca hujan intensitas tinggi dalam durasi lebih dari 60 menit mengakibatkan tanah longsor yang menimbun 5 rumah *Upaya : BPBD Kab. Jombang bersama TNI / Polri dan Tim SAR masih melakukan pencarian korban yang hilang. - Polres jombang melibatkan 150 personel untuk melakukan evakuasi
76
1/26/2014
01.10 WIB
111.292
-8.09403
Ds. Ngreco Kec. Tegalombo Kab. Pacitan Prov. Jawa Timur
Nihil
Masih dalam pendataan
*Kronologis: Telah terjadi bencana tanah longsor di jalan jurusan pacitan - ponorogo tepatnya di dekat rumah kepala Ds. Ngreco sebelum Puskesmas Tegalombo. Puncak longsor total terjadi pukul 03:00 WIB di mana badan jalan dipenuhi longsoran dan tidak bisa dilewati sama sekali. *Upaya: Pada pukul 01:10 - 03:00 WIB, BPBD masih terus memantau di seputar area longsor, akibat kejadian ini masyarakat Pacitan yang hendak ke Ponorogo dialihkan jalannya melalui Nawangan sambil dilakukan pembersihan.
77
1/26/2014
00.15 WIB
111.401
-8.07
Dsn. Krajan Ds. Tugurejo Kec. Slahung Kab. Ponorogo Prov. Jawa Timur
Nihil
7 unit rumah rusak
*Kronologis: Telah terjadi bencana tanah longsor karena curah hujan yang tinggi *Upaya: BPBD masih melakukan pendataan dilokasi terdampak
78
1/26/2014
17.30 WIB
111.374
-8.01608
Ds. Wates Kec. Slahung Kab. Ponorogo Prov. Jawa Timur
Nihil
1 Rumah milik Bpk. Mismo Rusak Berat dan 1 Mushola Rusak Berat
*Kronologis: Telah terjadi bencana tanah labil karena curah hujan yang tinggi *Upaya: BPBD masih melakukan pendataan dilokasi terdampak, akibat pergeseran tanah tersebut akan berdampak pada 11 rumah di lingkungan sekitarnya itu yang harus di waspadai jika curah hujan masih tinggi.
79
1/25/2014
15:00 WIB
119.869
-0.910255
Jalur kebon kopi KM 24 Kota Palu Prov. Sulawesi Tengah
1 Orang MD dan 11 orang luka-luka
Jalur kebon kopi km 24 tertimbun longsor sehingga menghambat perjalanan Kota palu menuju Kab. Parigi Motoung
*Kronologis: Akibat hujan deras *Upaya: - Korban dievakuasikan ke rumah sakit terdekat dan jalur Kebon Kopi KM 24 di berlakukan buka tutup
80
1/23/2014
11:00 WIB
110.207
-6.92923
Jl. Kaliwungu Kab. Kendal Prov. Jawa tengah
Nihil
Jalan Kaliwungu rusak sedalam 1,25 M, Panjang 25 M dan lebar 5 M
*Kronologis: Akibat hujan deras *Upaya: BPBD setempat sudah ke lokasi untuk memasang rambu-rambu peringatan
81
1/23/2014
21:00 WITA
114.931
-8.20261
Ds. Tajum Kec. Kebutambahan Ds. Galungan Kec. Sawan Ds. Lokapaksa Ds. Petemon Kec. Seririt Kab. Buleleng Prov. Bali
- Ds. Tajum : 2 orang meninggal dunia (MD) a.n. Putu Wijaya (L/45th) dan Made Sudarsana (L/49 th) - Ds. Galungan : 9 orang terdampak
- Ds. Tajum : 1 buah mobil rusak berat - Ds. Galungan : 2 rumah tertimpa longsoran - Ds. Lokapaksa : 1 unt rumah rusak berat (RB) - Ds. Petemon 1 unit rumah rusak berat (RB) dan 1 unit rumah rusak sedang (RS
*Kronologis : Hujan deras dengan intensitas tinggi *Upaya : - BPBD sudah mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat - BPBD sudah ke lokasi untuk mengevakuasi korban
82
1/23/2014
21:00 WITA
115.355
-8.4543
Ds. Sekar Dadi Kec. Kintamani Kab. Bangli Prov. Bali
2 KK terdampak
2 unit rumah rusak sedang (RS) dan 1 unit kandang sapi rusak berat (RB)
*Kronologis : Hujan deras dengan intensitas tinggi *Upaya : BPBD sudah ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan pendataan
83
1/23/2014
23.00 WITA
115.198
-8.39631
Ds. Luwus Kec. Baturiti Kab. Tabanan Prov. Bali
1 orang meninggal dunia an. Ni Nyoman Metri (50 tahun) dan 2 orang luka-luka an. Alit (18 thn) dan Novi (18 thn).
Masih dalam pendataan
*Kronologis : Hujan deras dengan intensitas tinggi *Upaya : BPBD sudah ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan pendataan
84
1/23/2014

106.95
-6.56667
Ds. Cibadak Kec. Sukamakmur Kab. Bogor Prov. Jawa Barat
Pengungsi 593 Jiwa mengungsi ke rumah saudara dan fasilitas umum
55 Rumah (RB), 41 Rumah (RR) dan 43 Rumah (terancam)
*Kronologis: Longsor dan pergerakan tanah yang sering terjadi sejak tanggal 19 januari 2014 *Upaya: BPBD Kab. Bogor masih bertahan di lokasi bencana mendirikan dapur umum serta mendata kerusakan
85
1/22/2014
07:30 WIB
107.556
-6.73995
Ds. Cihanjawar Kec. Bojong Kab Purwakarta Prov. Jawa Barat
1 orang meninggal dunia a.n. Enok (65)
2 unit rumah rusak berat (RB)
*Kronologis : Hujan deras dengan intensitas tinggi *Upaya : BPBD bersama tim SAR sudah mengevakuasi korban
86
1/22/2014
02:20 WIB
108.385
-6.78648
Ds. Jeruk Leueut Kec. Sindang Wangi Kab. Majalengka Prov. Jawa Barat
Nihil
12 unit rumah rusak sedang (RS)
*Kronologis : Hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya : BPBD saat ini masih melakukan pendataan
87
1/21/2014
02:00 WIB
112.462
-7.82095
Dsn. Manting Ds. Madirejo Kec. Pujon Kab. Malang Prov. Jawa Timur
2 orang meninggal dunia a.n : P. Samsuri Umur 70 th/L/MD dan Suryati 60 th/P/MD
1 unit rumah Rusak Berat
*Kronologis : Longsor diakibatkan karena hujan dan angin kencang dalambeberapa hari terakhir, longsoran tersebut merusak plengsengan dan menimpa tembok Rumah Warga etempat An. Pemilik Pak Kayun 50 th *Upaya : BPBD dan Instansi terkait melakukan pendataan
88
1/21/2014
05:00 WIB
107.492
-6.86522
Kp. Cikalong Ds. Gunung Masigit Kec. Cipatat Kab. Bandung Barat Prov. Jawa Barat
125 jiwa mengungsi
• 2 rumah rusak berat (RB) • 11 rumah rusak sedang (RS) • 22 rumah rusak ringan (RR)
*Kronologis: • Akibat hujan deras, tanah yang labil dan lokasi yang terjal *Upaya: • BPBD bersama Masyarakat memperbaiki saluran air dan rumah yang rusak • BPBD mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak menghuni disekitar area longsor • BPBD akan memberikan bantuan logistik Kamis pagi dikarenakan hujan yang deras
89
1/21/2014
02:00 WIB
110.838
-6.80409
Dkh. Kembangan Ds. Menawan Kec. Gebok Kab. Kudus Prov. Jawa Tengah
12 orang meninggal dunia (MD)
2 rumah rusak berat (RB)
*Kronologis: • Hujan deras, tanah yang labil serta posisi rumah disamping tebing • 12 orang terlelap tidur dan tertimbun runtuhan kedalam jurang sedalam 30 meter *Upaya: • BPBD, Kodam IV Diponegoro, Arhanud dan Masyarakat melakukan operasi penggalian yang ditunda karena hujan deras dan dilanjutkan rabu pagi • hingga saat ini 2 orang berhasil di evakuasi dan sudah dikebumikan sementara 10 orang masih tertimbun *Kendala Dilapangan: • Alat berat tidak mampu menembus buruknya cuaca serta terjalnya medan
90
1/20/2014
16.30 WIB
110.319
-6.99017
Kel. Tambak Aji Kec. Ngaliyan Kota Semarang Prov. Jawa Tengah
Nihil
1 Rumah Milik Bpk Munawar rusak sedang
*Kronologis: Longsor disebabkan oleh talut *Upaya: - BPBD Prov. Jawa Tengah mendorong kebutuhan peralatan dan logistik yang dibutuhkan - Berkoordinasi dengan PSDA, untuk menyiapkan kawat bronjong dan karung, serta antisipasi kebtuhan alat berat
91
1/20/2014

107.013
-6.70822
Ds.Ciloto Kec. Cipanas Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat
jumlah pengungsi masih dalam pendataan yang saat ini berada di kantor Kecamatan (Depsos) setempat
Masih dalam pendataan
*Kronologis : Hujan deras dengan intensitas tinggi *Upaya : BPBD sudah mengevakuasi korban, memberikan bantuan logistik dari Dinsos dan mendirikan tenda
92
1/19/2014
19:30 WIB
107.113
-6.70979
Ds. Sukamukti Kec. Sukaresmi Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat
5 KK /25 Jiwa terdampak
5 unit rumah rusak berat dan 2 unit rumah terancam
*Kronologis : Akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil *Upaya :BPBD setempat sudah menevakuasi korban dan telah memberikan bantuan logistik
93
1/19/2014
17:30 WIB
110.838
-6.80409
Ds. Kedungsari Kec. Gebok Kab. Kudus Prov. Jawa Tengah
2 orang meninggal dunia (MD)
•1 rumah rusak berat (RB) •2 rumah rusak sedang (RS)
*Kronologis: • Hujan deras, tanah yang labil serta posisi rumah disamping tebing *Upaya: • BPBD Kab. Kudus telah melakukan peninjauan evakuasi dan rehabilitasi
94
1/19/2014

107.146
-6.80704
Kp. Kokot Ds.Mekar Galih Kec.Cikalong Kulon Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat
20 KK mengungsi
20 unit rumah rusak berat (RB)
*Kronologis : Hujan deras dengan intensitas tinggi *Upaya : BPBD sudah mengevakuasi korban, memberikan bantuan logistik dari Dinsos dan mendirikan tenda
95
1/18/2014

110.353
-6.98079
Kel. Sendangguwo Kec. Tembalang Kel Randusari Kec. Semarang Sel Kel. Gisikdono Kec. Semarang Barat Kota Semarang Prov. Jawa Tengah
Nihil
- Kel. Sendangguwo 2 rmh RR - Kel. Randusari 1 rmh RR - Kel. Gisikdono 4 rmh RR
*Kronologis : Hujan Deras *Upaya : BPBD Kota Semarang telah menutup area longsoran dengan mengunakan terpal plastik untuk mengurangi resiko longsor susulan dan dropping logistik
96
1/18/2014

107.113
-6.70979
Kp. Sadane Ds. Sukamahi Kec. Sukaresmi Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat
5 KK mengungsi
5 unit rumah rusak berat (RB)
*Kronologis : Hujan deras dengan intensitas tinggi *Upaya : BPBD sudah mengevakuasi korban dan memberikan bantuan logistik dari Dinsos
97
1/15/2014
03:00 WIB
106.827
-6.90307
Ds. Batununggal Kec. Cibadak Kab. Sukabumi Prov. Jabar
Nihil
1 rumah rusak berat
*Kronologis : Hujan Deras *Upaya : BPBD sudah ke lokasi untuk memberikan logistik ke korban
98
1/15/2014
03:00:00 WIB
106.948
-6.69508
Ds. Tugu Utara, Kec. Cisarua, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat
Terdampak 3 Kk 15 Jiwa
1 Unit Rumah Rusak Berat dan 2 Unit Rumah Rusak Ringan
Kronologis: Akibat Curah Hujan Tinggi dan Struktur tanah labil Upaya: BPBD Sudah meninjau lokasi dan Melakukan Assesment
99
1/15/2014
11:00:00 WIT
120.819
1.05684
Kec. Dampal Selatan Kec. Dampal Utara Kec. Dondo Kec. Lampasio Kec. Ogodeide Kab. Tolitoli Prov. Sulawesi Tengah Kec. Baolan Kec. Galang Kec. Dakopemean Kec. Tolitoli Utara
Nihil
Kec. Tolitoli Utara : Ds. Binontoan, Banjir Merendam Perumahan Penduduk, Sekitar 200 Rumah Dengan TMA Rata Rata 1 M Dan Merusak Persawahan Penduduk ± 100 Ha
Kronologis : • Hujan Deras selama satu hari satu malam Upaya : BPBD Sedang melakukan pendataan Kondisi Mutakhir : • Kec. Baolan : Ds. Dadakitan, Pangi, Tambun, Kel Nalu, Kel Tuweley, Kel Baru, Dan Kel Sidarjo : Banjir Setinggi 1 M Dan Tanah Longsor • Kec. Dakopemean : Ds. Kapas, Dungingis, Lingadan, Dan Galumpang Tanah Longsor Dan Banjir. • Ds. Selumpaga : Banjir Merendam Sekitar 150 Rumah Penduduk Dengan Ketinggian Dengan Rata Rata 1 M. • Ds. Laulalang : Lakuan Santigi Tanah Longsor Dan Banjir
100
1/14/2014
20:15:00 WIB
100.215
-0.554676
Kec. V Koto Kamp. Dalam Nagari Campago Porong Buki Calia, Kab. Padang Pariaman, Prov. Sum-Bar.
1 Orang (MD) a.n. Weni/P/12 thn
1 Unit rumah tertimbun material longsor
Kronologis : Hujan deras dan strukutur tanah yang labil Upaya : BPBD telah menurukan TRC kelokasi dan menyalurkan bantuan logistik
101
1/14/2014
20:15:00 WIB
100.215
-0.554676
Kab. Padang Pariaman, Prov. Sum-Bar
1 Orang (MD) a.n. Weni/P/12 thn ditemukan pada Pkl. 22:09 WIB
1 Unit rumah (RB)
Kronologis : Curah hujan yang lebat dan kondisi struktur tanah yang kurang baik Upaya : BPBD Kab. Padang Pariaman, TNI, Polri serta Masyarakat mengevakuasi korban dan membersihkan lokasi longsor
102
1/13/2014
08.00 WIB
100.644
-0.803027
Nagari Air Dingin Alahan Panjang Kec. Lembah Gumanti Kab. Solok Prov. Sumatera Barat
nihil
- Ruas jalan provinsi KM 77 yang menghubungkan antara lubuk selasih menuju kota padang tertimbun material longsoran dengan ketinggian 25 meter dan panjang 50 meter
*Kronologis : - Hujan deras *Upaya : - BPBD setempat sudah berada dilokasi kejadian untuk menginventarisir kerusakan dan membersihkan material longsoran dengan alat seadanya
103
1/12/2014
06:00:00 WITA
125.544
3.53032
Kamp. Gunung, Kel. Dareno, Kec. Tabukan Tengah, Kel. Angges, Kec. Tahuma Barat, Kab. Sangihe, Prov. Sul-Ut.
Korban Jiwa : Nihil
- 1 Unit di Kel. Angges terancam ambruk - 1 Unit rumah di Kamp. Gunung (RB) - Talud pengaman pantai banyak yang ambruk
Kronologis : Akibat hujan terus menerus sejak tggl. 11 Jan 2014 disertai angin kencan menyebabkan terjadinya longsoran dilokasi TPA dan menyebabkan gelombang pasang 3 - 4 meter Upaya : Dinas Sosial dan Tenaga Kerja telah memberikan bantuan darurat Kendala : Kondisi angin kencang, hujan, banjir dan gelombang tinggi menghambat akses transportasi laut dan udara, terutama akses laut yang sudah 2 hari ini terputus total
104
1/9/2014
21:00 WIB
111.195
-8.10799
Dsn. Ngasem Ds. Kedungbendo Kec. Arjosari Kab. Pacitan Prov. Jawa Timur
Nihil
Tanah Amblas 300 meter dengan kedalaman ± 7 meter di dsn. ngasem, ds. kedungbendo
*Kronologis : -Hujan dan struktur tanah yang labil *Upaya : -BPBD setempat sudah meninjau lokasi dan melakukan pendataan
105
1/8/2014
10:35 WIB
112.524
-7.8671
Kel. Sisir Kec. Batu Kota Batu Prov. Jatim
Nihil
1 rumah rusak berat dan 3 rusak sedang dan 1 unit tanggul jebol
*Kronologis : Akibat Hujan Deras *Upaya : BPBD bersama dengan masyarakat bergotong royong memperbaiki tanggul dan saat ini mendroping logistik
106
1/7/2014
16:10 WIB
119.557
-3.43471
Jl. Poros Pakaro Kec. Lembang Kab. Pinrang Prov. Sulawesi Selatan
Nihil
Akses jalan tertutup, transportasi terhambat
*Kronologis : -hujan deras, tanah yang labil dan tebing yang curam *Upaya : -Aparatur desa telah melakukan pembersihan -BPBD Kab. Pinrang akan menuju lokasi rabu pagi, mengingat medan yang sangat jauh
107
1/7/2014
12:00 WIB
110.477
-7.0415
RT. 08 / RW. 8 Jl. Sendang Setaman Kel. Sendangguo Kec. Tembalang Kota Semarang Prov. Jawa Tengah
1 KK / 4 Jiwa
1 unit rumah rusak sedang (RS) (a.n Bpk. Supriyadi)
*Kronologis : -Hujan deras pada hari selasa 07-01-2014 seharian, mengakibatkan talud air rumah Bpk. Kas Muntoro longsor dan menimpa rumah Bpk. Supriyadi *Upaya : -BPBD setempat membantu pekerjaan talud yang diperbaiki bersama warga -Petugas posko membawa bantuan logistik ke lokasi
108
1/6/2014
14:00 WIB
106.22
-6.75516
Kp. Cileungsir Timur Ds. Cikamunding Kec. Cilograng Kab. Lebak Prov. Banten
5 KK / 20 Jiwa Mengungsi
-5 unit rumah rusak berat (RB) (a.n Bpk. Muhdi, Bpk. Madhin, Bpk. Jono,Bpk. Suparja, 1 nama blm diketahui). -mengancam 100 unit rumah warga disekitar bawah lereng bukit. -1 ekor kerbau mati
*Kronologis : -Akibat hujan deras, struktur yang labil dan banyaknya lokasi bekas tambang *Upaya : -BPBD Kab.Lebak memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji dan family kits -BPBD Kab. Lebak telah menghimbau warga untuk mengungsi ketempat yang aman serta menghidupkan ronda malam agar dapat menginfokan kepada warga jika terjadi longsor susulan *Kondisi Mutakhir : -warga sedang bergotong - royong membersihkan puing - puing akibat longsoran
109
1/6/2014
11:00 WIB
108.012
-7.0053
Kp. Lame Ds. Mekarsari Kec. Selaawi Kab. Garut Prov. Jawa Barat
Nihil
1 unit rumah rusak ringan (RR) (a.n Bpk. Ahmad)
*Kronologis : -Longsor terjadi secara tiba - tiba *Upaya : -BPBD Kab. Garut meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan longsor susulan mengingat hujan sudah mulai turun
110
1/6/2014
16:00 WIB
111.106
-7.60503
RT. 2 / RW. 11 Dsn. Tagung Ds. Berjo Kec. Ngargoyoso Kab. Karanganyar Prov. Jawa Tengah
Nihil
- 1 unit rumah rusak sedang (RS) - 1 unit talud rusak sedang (RS)
*Kronologis : -Hujan selama 4 jam mengakibatkan tanah longsor dan jebolnya talud *Upaya : -BPBD Kab. Karanganyar meninjau lokasi, memberikan arahan keselamatan serta melakukan pendataan -BPBD Kab. Karanganyar bergotong-royong bersama masyarakat membersihkan dampak longsor -BPBD Kab. Karanganyar memberikan bantuan logistik kepada korban
111
1/6/2014

98.8252
1.80052
Kec. Sorkam Kec. Sitahuis Kab. Tapanuli Tengah Prov. Sumut
Nihil
- Kec. Sitahuis : menimpa badan jalan dan rumah penduduk RB sebanyak 1 unit, - Kec. Sorkam : menutupi badan jalan ± 6 m
*Kronologis : Hujan Deras *Upaya : Tim BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Masyarakat, LSM dan Organisasi lainnya sudah berada pada lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan material longsor
112
1/6/2014
21:30 WIB
111.863
-7.76461
Dsn. Ngelarangan Ds. Bajulan Kec. Loceret Kab. Nganjuk Prov. Jatim
Nihil
Kerusakan lahan persawahan dengan luas ± 1 ha yang ditanami padi, cengkeh, mahoni jati dan palawija
*Kronologis : Hujan deras *Upaya : TRC BPBD, PMK, Masyarakat dan Aparat Pemerintyah melakukan pendataan, pemasangan tanda area rawan bencana serta memberikan bantuan logistik.
113
1/6/2014
18:00 WIB
110.422
-7.01224
RT.03 / RW.5 Kel. Wonotingal Kec. Candisari Kota Semarang Prov. Jawa Tengah
Nihil
Area jalan RT. 03 / RW. 5 tertutup longsoran dengan panjang 25 meter dan tinggi 7 meter
*Kronologis : -Kondisi talud yang sudah retak tergerus dengan air hujan deras *Upaya : -BPBD setempat sudah turun kelapangan meninjau lokasi, melakukan assesment dan membantu membersihkan tempat kejadian
114
1/5/2014
18:30 WIB
111.171
-7.66814
Ds. Gendosuli Kec. Tawangmangu Kab. Karanganyar Prov. Jawa Tengah
1 orang luka ringan
1 unit rumah rusak ringan
*Kronologis : Longsor disebabkan oleh hujan deras *Upaya : BPBD provinsi telah berkordinasi dengan BPBD di daerah untuk mensiagakan peralatan penanggulangan bencana dan membuka posko di titik rawan bencana
115
1/5/2014
09:00 WIB
109.753
-7.69717
Ds. Srati Ds. Sintang Ds. Pasir Kec. Ayah Ds. Karangbolong Kec. Buayan Ds. Korowelang Kec. Kutowinangun Kab. Kebumen Prov. Jawa Tengah
Nihil
- Kec. Ayah : 3 unit rumah rusak sedang dan 1 unit rumah rusak berat, - Kec. Buayan : 2 unit rumah rusak sedang dan 1 unit rumah rusak ringan, - Kec. Kutowinangun : 1 buah tanggul jebol sepanjang 5 meter yang menggenangi persawahan seluas 15 ha.
*Kronologis : Longsor disebabkan oleh hujan deras *Upaya : BPBD provinsi telah berkordinasi dengan BPBD di daerah untuk mensiagakan peralatan penanggulangan bencana dan membuka posko di titik rawan bencana
116
1/5/2014
19:00 WIB
111.106
-7.7073
RT. 05/ RW. 1 Dsn. Tegalrejo Ds. Gondosuli Kec. Tawangmangu Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar Prov. Jawa Tengah
1 orang luka ringan (a.n Painem/P/65 thn)
-1 unit rumah rusak berat (RB) -2 unit talud rusak sedang (RS) -4 unit talud rusak ringan (RR)
*Kronologis : -hujan dengan intensitas yang tinggi mulai pkl. 14:00 WIB sampai pkl. 17:00 WIB mengakibatkan tanah longsor dan menutup akses jalan desa dan mengganggu kelancaran lalulintas *Upaya : -BPBD Kab. Karanganyar meninjau lokasi, memberikan arahan keselamatan serta melakukan pendataan -BPBD Kab. Karanganyar bergotong-royong bersama masyarakat membersihkan tanah longsor yang mengganggu akses jalan dengan menggunakan alat berat -BPBD Kab. Karanganyar memberikan bantuan logistik kepada korban
117
1/4/2014
09:00 WIB
140.519
-2.55568
Kec. Sentani Kab. Jayapura Prov. Papua
3 orang meninggal dunia dan 4 orang luka-luka
Nihil
*Kronologis : - Gerakan tanah akibat adanya dataran yang landai dan perbukitan yang terjal - Batuan penyusun di lokasi kejadian adalah batuan yang mudah runtuh dan lapuk *Rekomendasi : Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di lokasi bencana karena masih berpotensi terjadi gerakan tanah
118
1/3/2014
20:00 WIB
108.385
-6.78648
Ds. Lengkong Kulon Ds. Talagaherang Kec. Sindangwangi Kab. Majalengka Prov. Jabar
Nihil
- Jalan antara Ds. Lengkong Kulon dan Ds. Talagaherang tertutup material ambrukan kirmir sepanjang 10 m dan tinggi 8 m, 2 rmh terancam an. Karwiti
*Kronologis : Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi *Upaya : - Melakukan koordinasi dengan BMPK untuk membuka material longsor, - Jalur yang tertimbun ditutup sementara
119
1/2/2014
07:30 WITA
115.326
-8.54418
Ds. Klusa Kec. Payangan Kab. Gianyar Prov. Bali
Nihil
1 Unit rumah ibadah (RS)
*Kronologis : Akibat hujan deras disertai angin kencang *Upaya : Tim TRC sudah ke lapangan untuk mengevakuasi bangunan yang rusak
120
1/2/2014
05:00 WITA
116.112
-8.64646
Dsn. Lembar Ds. Lembar Selatan Kec. Lembar Kab. Lombok Barat Prov. NTB
2 (dua) orang luka terkena reruntuhan tembok rmh an. Ibu Dah dan anaknya Jian
1 (satu) unit rmh RB an. Bp. Siun
*Kronologis : Hujan dengan intensitas yang tinggi *Upaya : - Melakukan pembersihan rumah korban bencana dari reruntuhan dan tanah longsor, - Melakukan gotong royong oleh masayarakat, TNI, POLRI dan TRC - Memberikan bantuan semabako dan mendirikan tenda darurat untuk pengungsian sementara bagi korban
121
1/2/2014
22:00 WIB
104.682
-5.32025
Pekon Way Ilahan Kec. Pulau Panggung Kab. Tanggamus Prov. Lampung
Nihil
5 titik ruas jalan tertutup longsoran
*Kronologis : Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi *Upaya : BPBD, Danramil, Polsek, Camat dan masyarakat Kab. Tanggamus telah ke lokasi kejadian dan bersama masyarakat bergotong royong membersihkan longsoran yang menutupi badan jalan tersebut
122
1/1/2014
02:00 WIB
110.672
-6.55961
Ds. Tanjung Kec. Pakis Aji Kab. Jepara Prov. Jateng
Nihil
4 (empat) unit rmh RR
*Kronologis : Hujan dengan intensitas yang tinggi *Upaya : BPBD bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan material longsor
123
1/1/2014
03:00 WIB
110.772
-6.70671
Ds. Bungu Kec. Mayong Kab. Jepara Prov. Jateng
Nihil
1 (satu) unit rmh RS
*Kronologis : Hujan dengan intensitas yang tinggi *Upaya : BPBD bersama warga melakukan kerja bakti dan mendistribusikan logistik

Saturday, 3 October 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Kemiskinan Mutlak (Absolut) dan Kemiskinan Relatif. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kemiskinan Mutlak (Absolut) dan Kemiskinan Relatif

Pengertian Kemiskinan


Pengertian Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan perangkat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses pada pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan adalah masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang sudah mapan,dll. Kemiskinan dipahami dalam bermacam-macam cara. Pemahaman utamanya mencakup:

  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran mengenai kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, sebab hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.Gambaran kemiskinan jenis ini lebih gampang diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
  • Gambaran mengenai kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran mengenai ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan diluar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.


Kategori kemiskinan


Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori, yaitu: Kemiskinan mutlak (absolut) dan Kemiskinan relatif.

Kemiskinan mutlak mengacu pada satu set standard yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara. Kemiskinan absolut juga adalah situasi dimana penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yang minimum. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari jumlah makanan yang dikonsumsi dibawah jumlah yang cukup untuk menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa). Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari.
Kemiskinan Mutlak (Absolut) dan Kemiskinan Relatif

Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang tidak berhubung dengan garis kemiskinan, kemiskinan jenis ini berasal dari prefektif masing-masing orang, yaitu sebab orang itu merasa miskin. Kemiskinan jenis ini bisa menimpa siapa saja. Sebagai contoh, bila seorang pegawai dengan pendapatan 5 juta perbulan mengetahui rekan sekantornya yang selevel mempunyai pendapatan yang nilainya 3x lipat, seketika pegawai itu akan merasa marah, geregetan. Pada kondisi itu pegawai itu mengalami kemiskinan relatif atau orang yang sudah mempunyai tingkat pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum tidak selalu berarti tidak miskin, ada ahli yang berpendapat bahwa meskipun sudah mencapai tingkat kebutuhan dasar minimum tetapi masih jauh lebih rendah di bandingkan dengan keadaan masyarakat sekitarnya, maka orang itu masih berada dalam keadaan miskin. ini terjadi sebab kemiskinan lebih banyak di tentukan oleh keadaan sekitarnya, daripada lingkungan orang yang bersangkutan.

Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia berkembang, ada bukti mengenai kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara seperti ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.

Penyebab kemiskinan

Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

  1. Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
  2. Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
  3. Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Contohnya, individu atau keluarga yang gampang tergoda dengan keadaan tetangga.
  4. Penyebab Agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain, contoh lainnya adalah perbudakan.
  5. Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan adalah hasil dari struktur sosial.

Sumber : http://www.sigana.web.id