Tuesday, 24 March 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Daftar 10 Gunung Tertinggi di Dunia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Daftar 10 Gunung Tertinggi di Dunia

Gunung-gunung di muka bumi banyak sekali terhampar di belahan manapun,Tetapi yang unik ada beberapa gunung tinggi bahkan sangat tinggi hingga di sebut atapnya dunia hingga mengundang para Pendaki dari seluruh penjuru dunia untuk berlomba-lomba mendaki Mereka agar meraih gelar ‘Penakluk puncak-puncak tertinggi di dunia’ yang sangat prestisius. Berkat penggunaan satelit, Para ilmuwan saay ini dapat secara tepat mengukur berapa tinggi setiap gunung yang ada di Bumi. Dan setelah dilakukan pengukuran puncak atau titik tertinggi dari setiap gunung, dari atas permukaan laut. Berikut ini adalah 10 gunung-gunung pencakar langit tertinggi di dunia.


10 Gunung Tertinggi di Dunia

1. Gunung Everest
Tinggi :8850 m
Lokasi :Cina(Tibet)-Nepal
Gunung Everest Tinggi :8850 m Lokasi :Cina(Tibet)-Nepal
Terdapat beberapa variasi dari segi ukuran (Pemerintah Nepal - Cina belum mengesahkan ukurannya secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai prakiraan yang dibulatkan. Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS).Gunung Himalaya masih akan terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan itu.

2. Gunung K2 (chogori)
Lokasi :Pakistan - Cina(Tibet)
Tinggi : 8.611m
2. Gunung K2 (chogori)
K2 adalah gunung tertinggi ke-2 di dunia. di juluki juga "pegunungan kejam" sebab kesulitannya untuk didaki,daripada Gunung Everest.itu di sebabkan cuacanya buruk. Pada tahun 2004,hanya 246 orang yang berhasil mendaki sampai ke puncak. Setidaknya 56 orang meninggal saat mencoba mendakinya.
2. Gunung K2 (chogori) Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya.Tetapi biasanya membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.


3. Kangchenjunga
Lokasi : Nepal - India
Tinggi : 8586 m
Kangchenjunga Lokasi : Nepal - India Tinggi : 8586 m
adalah gunung tertinggi ke-3 di dunia. Gunung ini juga adalah gunung tertinggi ke-2 di Nepal.Kangchenjunga mengandung arti "Lima Harta Karun Salju, sebab terdiri dari 5 puncak, empat diantaranya mencapai lebih dari 8.450 meter. Harta karun itu melambangkan 5 benda milik dewa yaitu emas , perak , permata, biji-bijian dan kitab suci . Kangchenjunga disebut Sewalungma dalam bahasa Limbu dan disucikan dalam tradisi agama Kirant. Tiga dari 5 puncaknya (utama, tengah,dan selatan) membatasi wilayah Sikkim Utara dari distrik Sikkim, India dan Distrik Taplejung di Nepal, dan 2 yang lain berada di Distrik Taplejung. Selain itu wilayah ini juga dijadikan Kangchenjunga Conservation Area Project oleh World Wildlife Fund yang melindungi hewan Panda Merah , burung, dan tanaman khas Nepal. Bagian India juga mempunyai wilayah yang dilindungi berada dalam Taman Nasional Khangchendzonga.

4. Gunung Lhotse
Tinggi : 8.516 m
Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Lhotse Tinggi : 7.516 m Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung yang mempunyai ketinggian (27.940 kaki) ini adalah gunung terbesar keempat di dunia dan adalah salah satu puncak yang membentuk kelompok dari Gunung Everest.

5. Gunung Makalu
Tinggi : 8,463 m
Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Makalu Tinggi : Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Makalu adalah gunung tertinggi kelima di dunia. Gunung ini mempunyai bentuk yang unik yaitu berupa piramida empat sisi dan terletak hanya 19 km tenggara Gunung Everest.

6. Gunung Cho Oyu
Tinggi : 8.201 m
Likasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Cho Oyu Tinggi : 8.201 m Likasi : Nepal - Cina(Tibet)
Cho Oyu adalah adalah gunung keenam tertinggi didunia. Lokasinya tidak terlalu jauh dari arah barat Everest dan Lotse, di wilayah Khumbu yang adalah bagian Timur Nepal dan sepanjang perbatasan Tibet. Puncaknya berdiri megah bersama dengan Everest dan gunung-gunung disekitarnya. Ini menjadi landmark yang sangat dikenal oleh para pendaki yang yang mendaki Everest dari sebelah dinding utara.Disebelah barat dari Cho Oyu, terdapat Nangpa La, adalah glacier dengan tinggi 19.000 kaki, yang adalah rute perdagangan barter antara Khumbu Sherpa dan Tibet.

7. Gunung Dhaulagiri
Tinggi : 8.167 m
Lokasi : Nepal
Gunung Dhaulagiri Tinggi : 8.167 m Lokasi : Nepal
Dhaulagiri adalah gunung tertinggi ketujuh di dunia. Membentuk timur jangkar dari Himal Dhaulagiri, sebuah subrange dari Himalaya di Zona Dhawalagiri Nepal utara. Itu terletak di barat laut Pokhara, sebuahkota  regional yang penting dan pusat wisata.

8. Gunung Manaslu
Tinggi : 8.163 m
Lokasi : Nepal
Gunung Manaslu Tinggi : 8.163 m Lokasi :
Nepal Manaslu adalah gunung tertinggi ke-8 di dunia, terletak di Mansiri Himal, bagian dari pegunungan Himalaya, Nepal. Kata Manaslu berasal dari kata bahasa Sanskerta , Manasa dan diterjemahkan sebagai "Gunung Jiwa". Manaslu adalah puncak tertinggi di Gurkha dan terletak sekitar empat puluh mil sebelah timur Annapurna, gunung tertinggi ke-10.

9. Gunung Nanga Parbat
Tinggi : 8.126 m
Lokasi :Pakistan
Gunung Nanga Parbat Tinggi : 8.126 m Lokasi :Pakistan
Nanga Parbat adalah sebuah gunung kebanggaan Pakistan. Gunung ini terletak di bagian utara di negara itu. Merupakan gunung terbesar kesembilan di dunia. Dalam tingkat kesulitan, medan gunung Nanga Parbat disebut sama beratnya dengan K2. Sulitnya medan pada gunung ini membuat dia mendapat julukan “The Man Eater”.

10. Gunung Annapurna
Tinggi : 8.091m
Lokasi : Nepal
Gunung Annapurna Tinggi : 8.091m Lokasi : Nepal
Gunung Annapurna, gunung tinggi yang masuk dalam jajaran pegunungan Himalaya di Nepal ini mempunyai beberapa puncak. Dengan puncak utamanya setinggi 8.091 mdpl. Selain itu, gunung Annapurna juga mempunyai beberapa nama, antara lain Annporna dan Morshiadi.

Itulah 10 daftar gunung tertinggi di dunia yang semuanya berasal dari pegunungan Himalaya.dan masih ada empat gunung lagi yang dengan ketinggian di atas 8000 m,dan semuanya masih dari Himalaya. yaitu :

11. Gasherbrum I,   pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,470 ft / 8,068 m.
12. Puncak Broad,   pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,400 ft / 8,047 m.
13. Gasherbrum II , pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,360 ft / 8,035 m.
14. Shishapangma-Gosainthan, pegunungan Himalaya, Tibet, 26,289 ft / 8,013 m.

sumber :  en.wikipedia.org

Kali ini kita akan membahas tentang Pengelolaan SDA Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengelolaan SDA Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam

Sumber-sumber daya alam banyak sekali macamnya adalah bahan dasar bagi pengelolaan untuk memenuhi segala kebutuhan manusia. Sumber daya alam akan benar-benar berguna apabila pemanfaatannya lebih menyangkut kebutuhan manusia.  Pengelolaan yang kurang menyangkut kebutuhan manusia di samping akan merusak lingkungan sekitarnya juga akan menjadi bumerang bagi manusia sendiri.

Oleh sebab itu, dalam mengolah sumber daya alam harus berdasar prinsip-prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Berwawasan lingkungan artinya mempertimbangkan kelestarian dan jangan sampai menimbulkan akibat negatif bagi lingkungan hidup. Berkelanjutan, artinya pengolahan sumber daya alam jangan sampai punah, perlu dipikirkan kelanjutannya.

Pengelolaan SDA Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan


Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang mutlak dibutuhkan dalam kehidupan di permukaan bumi, namun lambat laun sumber daya alam yang ada di bumi ini mengalami penyusutan akibat eksploitasi besar-besaran yang dilakukan manusia.

Anda dapat mengamati lingkungan sekitar bahwa telah terjadi perubahan penggunaan lahan yaitu lahan pertanian (sawah, ladang, dan kebun) yang berubah menjadi permukiman. Secara kualitatif Anda dapat sekadar mengingat-ingat besarnya perubahan itu dari semasa kecil hingga sekarang, namun apabila Anda ingin mengetahui data secara kuantitatif, carilah data penggunaan lahan ke instansi setempat dalam kurun waktu tertentu maka akan didapatkan besarnya perubahan penggunaan itu.

Perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian (sawah, kebun, ladang, dan hutan) menjadi permukiman menunjukkan bahwa berkurangnya sumber daya lahan sebab sumber daya lahan yang telah berubah menjadi permukiman kemungkinan besar tidak dapat berubah kembali menjadi lahan pertanian kembali.

Garis-Garis Besar Haluan Negara menyebutkan bahwa sumber daya alam termasuk dalam modal dasar pembangunan, sehingga dalam pemanfaatannya dapat digunakan sepenuhnya dengan tidak merusak namun sebaliknya dalam memanfaatkannya menggunakan cara-cara yang dapat memelihara bahkan mengembangkan agar modal dasar itu semakin besar manfaatnya untuk pembangunan di masa yang akan datang.

Dalam arahan jangka panjang GBHN tertuang bahwa “Bangsa Indonesia menghendaki keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara sesama manusia serta lingkungan alam sekitarnya”, dengan demikian jelas bahwa manusia dalam berinteraksi dengan alam harus mengarah pada pembangunan jangka panjang.

1. Kerusakan Sumber Daya Alam
Kerusakan sumber daya alam ditandai dengan terjadinya degradasi lingkungan sehingga mengakibatkan kerusakan sumber daya alam. Degradasi ialah penurunan kualitas atau penurunan daya dukung lingkungan akibat dari aktivitas/kegiatan manusia (antropogenic) ataupun alami.
Kenyataan yang terjadi bahwa manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam telah mengakibatkan berbagai akibat yang cenderung menurunkan kualitas atau kuantitas sumber daya alam itu. Berbagai macam bentuk penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya alam di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Degradasi Sumber Daya Lahan
Degradasi sumber daya lahan dapat dibedakan secara kuan- titatif dan kualitatif. Secara kuantitatif bahwa telah terjadi penurun- an jumlah sumber daya lahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kecenderungan perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi permukiman terutama di wilayah perkotaan menunjukkan semakin menurunnya sumber daya lahan, sebab dengan berubahnya lahan menjadi permukiman maka menjadikan sumber daya alam tidak dapat diperbarui.

Sifat permanen dari permukiman menjadikan lahan per- mukiman tidak produktif, hal itu akan berbeda apabila lahan tetap dibiarkan menjadi lahan pertanian, maka lahan sebagai sumber daya alam mempunyai produktivitas tinggi dapat dimanfaatkan oleh manusia dengan berbagai variasi atau rotasi seperti dari lahan sebagai sawah menjadi kebun, dari kebun lalu dihutan- kan dan sebagainya. Penurunan kualitas lahan pertanian dapat berbentuk dalam beberapa proses seperti berikut.

1) Erosi

Erosi menurunkan kualitas tanah sebab erosi meng- akibatkan hilangnya lapisan tanah bagian atas sehingga sering pula hanya meninggalkan lapisan tanah regolit. Akibat hilangnya lapisan tanah atas itu horison-horison mineral yang tersingkap membutuhkan waktu pembentukan yang lama agar siap menjadi media tanam suatu tanaman.

2) Menurunnya Kesuburan Tanah

Penurunan kesuburan tanah seringkali terjadi akibat kurang tepatnya pengelolaan tanah. Agar unsur-unsur hara selalu tersedia dalam jumlah yang cukup bagi tanaman diperlukan teknik-teknik khusus pengawetan tanah. Tentu Anda masih ingat teknik-teknik pengawetan tanah yang sudah disampaikan pada kelas X bukan? Coba Anda baca dan pahami lagi!

3) Illegal Logging

Seperti halnya kebakaran hutan, illegal logging dapat mengakibatkan:
(1) rusaknya fungsi hidrologis hujan sehingga mengakibatkan erosi dan banjir,
(2) menurunnya keanekaragaman hayati, dan
(3) punahnya tumbuhan dan fauna tertentu.

b. Degradasi Sumber Daya Air
Penurunan kaulitas air secara garis besar dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut.

a) Degradasi Air Permukaan

Air permukaan adalah badan-badan air yang berada di permukaan bumi, antara lain sungai, danau, bendungan dan rawa. Degradasi pada badan-badan air ini biasanya disebabkan oleh pencemaran. Pengertian pencemaran air menurut Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1990 adalah Masuknya atau dimasuk- kannya mahluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

b) Degradasi Air Tanah

Di Indonesia degradasi air tanah terjadi dikota -kota besar. Jakarta adalah salah satukota  besar yang saat ini tengah mengalami degradasi air tanah. Secara kuantitas air tanah di Jakarta telah mengalami punurunan yang sangat tajam, banyak industri yang mengebor sumur air tanah dalam (sumur artesis) untuk memenuhi kebutuhan akan airnya mengakibatkan semakin menurunnya jumlah air tanah di wilayah itu. Kualitas air tanah di Jakarta saat ini juga tengah mengalami instrusi air laut, sebab penyedotan air tanah secara besar-besaran mempermudah air laut instrusi ke dalam air tanah.

c) Degradasi Sumber Daya Laut dan Pesisir

Degradasi sumber daya laut dan pesisir saat ini ditunjukkan dengan fenomena-fenomena sebagai berikut.
(1) Rusaknya terumbu karang di perairan Indonesia.
(2) Pencemaran air laut akibat dari limbah industri.
(3) Berkurangnya hutan mangrove di sekitar pantai sehingga menyebabkan abrasi pantai.

2. Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Pengertian pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka tindakan-tindakan yang dapat dilakukan dalam upaya mengatasi degradasi sumber daya alam di antaranya sebagai berikut.

Penghijauan dan reboisasi.
Pengelolaan lahan-lahan pertanian dengan teknik-teknik konservasi.
Pengelolaan yang tepat pada daerah aliran sungai dengan:

konservasi pada daerah hulu yang berupa daerah tangkapan hujan,
konservasi daerah sekitar pada sungai, dan
penggalakan Prokasih (Program Kali Bersih).

Pengelolaan air limbah, terutama air limbah industri. Pelanggaran pembuangan air limbah di sungai atau laut harus ditindak tegas.
Penggalakan metode daur ulang untuk mengurangi kuota sampah.


3. Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya (UU No. 4 tahun 1982).

a. Pencemaran Udara
Sumber pencemaran udara berasal dari dua sumber, yaitu dari sumber alami (natural source ) di antaranya adalah gunung berapi, serta sumber hasil aktivitas manusia (Antropogenic source) di antaranya emisi kendaraan bermotor, kebakaran hutan, dan pembuangan gas industri.

Pencemaran yang diakibatkan oleh gunung api yang bersifat racun adalah gas belerang (H2S) yang keluar di kawasan sekitar gunung api itu. Pencemaran yang lebih besar yang disebabkan oleh gunung api adalah apabila gunung api itu meletus. Partikel debu yang keluar dalam jumlah besar meng- akibatkan pencemaran mencapai kawasan yang sangat luas. Debu yang dikeluarkan oleh gunung api dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan manusia, yaitu pada saluran pernafasan serta mata.

Pencemaran yang bersumber dari kegiatan manusia adalah gas karbon monoksida (CO) adalah gas hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan kendaraan bermotor. Sifat gas CO ini adalah tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun sebab dapat berikatan dengan hemoglobin (CO +Hb COHb). Keracunan dapat terjadi sebab kemampuan Hb dalam mengikat CO jauh lebih besar daripada O2, sehingga darah kurang berfungsi sebagai pengangkut O2 .

Selain CO kendaraan bermotor juga menghasilkan gas/zat yang bersifat racun yaitu gas oksida nitrogen (NO dan NO2), timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), hidrokarbon (HC) dan oksida fotokimia (Ox). Kegiatan industri juga menyebabkan pencemaran lingkungan yang cukup besar di antaranya gas SO . Dalam 2 jumlah besar SO2 bersama-sama dengan udara dan oksigen serta sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam sulfur dapat membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan asam dimana hujan asam ini dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, yang berupa gangguan pernafasan serta pada tumbuhan berupa perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.

b. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah terjadi sebab pembuangan sampah. Sampah didefinisikan sebagai suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia atau alam yang belum memliki nilai ekonomis. Sumber-sumber sampah di antaranya rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, dan pasar.

Pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat biasanya dapat menimbulkan pencemaran baik pencemaran air, tanah, serta udara. Terjadinya pencemaran tanah oleh sampah disebabkan oleh pembuangan sampah dari bahan-bahan sampah yang tidak dapat terurai, di antaranya adalah plastik serta adanya pembuangan bahan kimia yang dapat merusak tanah. Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang mutlak dibutuhkan dalam kehidupan di permukaan bumi, namun lambat laun sumber daya alam yang ada di bumi ini mengalami penyusutan akibat eksploitasi besar-besaran yang dilakukan manusia.

Anda dapat mengamati lingkungan sekitar bahwa telah terjadi perubahan penggunaan lahan yaitu lahan pertanian (sawah, ladang, dan kebun) yang berubah menjadi permukiman. Secara kualitatif Anda dapat sekadar mengingat-ingat besarnya perubahan itu dari semasa kecil hingga sekarang, namun apabila Anda ingin mengetahui data secara kuantitatif, carilah data penggunaan lahan ke instansi setempat dalam kurun waktu tertentu maka akan didapatkan besarnya perubahan penggunaan itu.

Perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian (sawah, kebun, ladang, dan hutan) menjadi permukiman menunjukkan bahwa berkurangnya sumber daya lahan sebab sumber daya lahan yang telah berubah menjadi permukiman kemungkinan besar tidak dapat berubah kembali menjadi lahan pertanian kembali.

Garis-Garis Besar Haluan Negara menyebutkan bahwa sumber daya alam termasuk dalam modal dasar pembangunan, sehingga dalam pemanfaatannya dapat digunakan sepenuhnya dengan tidak merusak namun sebaliknya dalam memanfaatkannya menggunakan cara-cara yang dapat memelihara bahkan mengembangkan agar modal dasar itu semakin besar manfaatnya untuk pembangunan di masa yang akan datang.

Dalam arahan jangka panjang GBHN tertuang bahwa “Bangsa Indonesia menghendaki keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara sesama manusia serta lingkungan alam sekitarnya”, dengan demikian jelas bahwa manusia dalam berinteraksi dengan alam harus mengarah pada pembangunan jangka panjang.

c. Pencemaran Air
 Air adalah sumber penting dalam kehidupan manusia dan menyokong kepada sistem kehidupan global. Manusia memerlukan air untuk menjalankan aktiviti harian seperti pertanian, perikanan, perindustrian, pengangkuatan dan sebagainya. Namun, air semakin hari semakian tercemar lantaran sikap tidak bertanggungjawab sesetengah pihak. Menurut Akta Kualiti Alam Sekeliling 1974, pencemaran air didefinisikan sebagai apa-apa perubahan langsung atau tidak langsung kepada sifat-sifat fizikal, haba, biologi, atau radioaktif iaitu mana-mana bahagian alam sekitar yang melepaskan, mengeluarkan, atau meletakkan buangan ini sehingga menjejaskan kegunaannya dan menyebabkan suatu keadaan merbahaya dan memudaratkan kesihatan, keselamatan dan kebajikan pihak awam, atau kehidupan lain seperti burung, hidupan liar, ikan dan hidupan akuatik serta tumbuh-tumbuhan air.

Punca utama pencemaran air ialah pembuangan sampah dari kawasan perumahan di sepanjang sungai, tepi tasik dan laut. Pembuangan bahan buangan seperti sampah, minyak, dan najis secara tidak terkawal akan menyebabkan sifat air berubah dan seterusnya membawa kepada pencemaran. Sebagai contoh, Sungai Semenyih antara sungai yang tercemar disebabkan oleh najis babi sekitar tahun 1980-an. Sungai yang tercemar ini akan mengalir ke laut dan seterusnya membawa kepada pencemaran laut.
Pengelolaan SDA Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan
Selain itu, sikap segelintir pengusaha kilang yang tidak bertanggungjawab membuang sisa toksik ke dalam sungai atau laut juga mendorong kepada pencemaran air. Pembuangan ini dianggap mudah kerana tidak memerlukan kos pelupusan. Masalah timbul apabila cecair kimia yang disalurkan ke dalam sungai tidak dirawat dan mengandungi bahan toksik yang mencemarkan air sungai. Kajian menunjukkan terdapat beberapa buah negara maju memasukkan sisa radioaktif ke dalam tong dram sebelum membuangnya kedalam laut.

Pertumpahan minyak yang berlaku disebabkan oleh pelanggaran kapal turut mendorong kepada pencemaran air. Minyak yang mengalir ke laut akibat kebocoran tangki minyak akan menutupi lapisan air dan menyebabkan belakunya pencemaran laut. Sebagai contoh, pelanggaran kapal MV Waily dengan kapal tangki MT Bunga 3 yang membawa 61 858 tan metrik minyak mentah telah menyebabkan berlakunya pertumpahan minyak berhampiran Tanjung Ayam.

Kali ini kita akan membahas tentang Kerangka Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kerangka Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air

Pada hakekatnya pendekatan keterpaduan menekankan keseimbangan antara fungsi ekonomi dan kesejahteraan sosial pengelolaan air, lahan dan sumber daya yang terkait dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem. Lingkup keterpaduan antara lain meliputi lahan dan air, air permukaan dan air tanah, wilayah sungai dan lingkungan pesisir yang terkait. Keterpaduan tidak saja menyangkut pengelolaan sumber daya fisik tetapi menyangkut hubungan antar pelaku yang memanfaatkan dan berkepentingan dengan sumber daya air. Keterpaduan juga mencakup penyusunan kebijakan dan perencanaan antara lain meliputi kebijakan dan prioritas pembangunan yang ada implikasinya pada sumber daya air, termasuk di dalamnya keterpaduan antara kebijakan makro ekonomi yang mempengaruhi pengembangan dan pengelolaan sumber daya air, dan keterpaduan antar sektor dalam penyusunan kebijakan yang terkait dengan sumber daya air.
Kerangka Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air

Keterpaduan menyangkut peran yang lebih berimbang antar berbagai pelaku dan pemangku kepentingan serta memperhatikan keserasian berbagai keputusan yang dibuat pada berbagai jenjang mulai dari tingkat lokal sampai tingkat nasional. Oleh sebab terbatasnya air sebagai sumber daya sedangkan permintaan pada air terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk masalah alokasi air menjadi semakin kritis. Keterpaduan dalam alokasi air memerlukan upaya untuk memperbaiki efisiensi khususnya sektor yang adalah pengguna air yang terbesar seperti irigasi. Sampai sekarang irigasi memanfaatkan sebesar 87 persen dari total penggunaan air untuk berbagai keperluan di Indonesia dengan kecenderungan yang semakin menurun sebab meningkatnya pertumbuhan permintaan pada air di luar irigasi.

Namun demikian perbaikan efisiensi suplai irigasi paling tidak memperhatikan tiga hal sebagai berikut: Pertama, adanya kecenderungan penggunaan kembali air yang keluar dari suatu sistem irigasi, maka upaya perbaikan efisiensi irigasi hendaknya dilakukan secara terpadu dalam kerangka pengelolaan sumber daya air dalam suatu wilayah sungai, sebab bisa saja terjadi air yang keluar dari lahan irigasi dipakai untuk mengisi air tanah atau untuk keperluan memelihara ekosistem. Kedua, harus dapat diupayakan bahwa kelebihan air yang dihasilkan dari upaya perbaikan efisiensi dapat digunakan untuk tujuan-tujuan lain yang lebih menguntungkan bagi masyarakat. Ketiga, sebab jumlah petani yang terlibat dalam upaya perbaikan efisiensi relatif banyak, upaya itu hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan asas keadilan, artinya tidak ada lahan petani yang dirugikan dalam pelaksanaan perbaikan efisiensi itu.

Secara mendasar perubahan yang dikehendaki adalah perubahan tatanan pemerintahan yang mengatur air (water governance) dalam lingkup politik, sosial, ekonomi dan sistem administrasi. Lingkup perubahan mencakup:

(1) Faktor faktor yang mendorong perwujudan tujuan (enabling environment) termasuk di dalamnya (a) kebijakan yang mencakup pemanfaatan, dan konservasi sumber daya air, (b) perangkat perundang-undangan yang mengatur berbagai hal seperti kewenangan dalam pengelolaan, aturan pemanfaatan, dan pengelolaan konflik, dan (c) struktur insentif dan pendanaan yang memungkinkan terlibatnya berbagai pemangku kepentingan dalam pembiayaan, sebab semakin mahalnya biaya investasi sumber daya air.

(2) Pengembangan kelembagaan yang adalah salah satu kunci penting dalam mewujudkan proses keterpaduan.Diperlukan pengkajian yang lebih mendalam apakah ada kelemahan-kelemahan dalam penetapan batas kewenangan, termasuk didalamnya apakah ada kesenjangan atau tumpang tindih, dan apakah ada kegagalan dalam menyelaraskan tanggung jawab, kewenangan, dan kompetensi.

(3) Instrumen pengelolaan. Ada beberapa instrumen pengelolaan yang perlu diperhatikan antara lain pengkajian untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat dan komprehensif, perencanaan yang menyuguhkan pilihan atau kombinasi berbagai opsi dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya, pengelolaan permintaan untuk memperbaiki efisiensi,memajukan pengelolaan yang berbasis masyarakat (civil society), membangun aturan bagi penyelesaian konflik, pemberian pelayanan, kualitas air, konservasi dan tata guna lahan. Berbeda dengan pendekatan sektoral, inisiatif awal untuk memulai proses keterpaduan cakupannya diharapkan lebih dari yang biasa dilakukan dalam menangani persoalan apabila dilakukan melalui pendekatan sektoral. Ada banyak persoalan yang dapat dijadikan pintu masuk untuk memulai proses keterpaduan tergantung dari skala persoalan yang dihadapi apakah nasional, provinsi, wilayah sungai, atau pada skala kabupaten dan desa. Misalnya pada tingkat nasional sesuai dengan UU No. 7 tahun 2004 pintu masuk pendekatan keterpaduan dapat dilakukan melalui upaya membangun Dewan sumber daya Air Nasional dengan memulai membangun kriteria keterwakilan berbagai pemangku kepentingan dalam dewan itu. Demikian pula halnya pada tingkat provinsi dan kabupaten masalah-masalah yang lebih operasional dapat dijadikan pintu masuk. Suatu forum dialog antar pemangku kepentingan yang dilakukan berdasar prinsip kemitraan dan transparansi diharapkan akan menjadi pelumas proses keterpaduan.

Disunting dari :
REFORMASI IRIGASI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN TERPADU SUMBERDAYA AIR
Effendi Pasandaran

Sunday, 22 March 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Setiap peringatan Hari Pahlawan 10 November, suara Bung Tomo yang berapi-api dan menggelegar kembali terdengar. Pekikan kemerdekaan dan teriakan takbir Bung Tomo diperdengarkan berulang-ulang.

Gaya khas pidato Bung Tomo yang penuh semangat selalu muncul di layar televisi. Pidato retorisnya saat itu mampu mengobarkan perjuangan rakyat Surabaya menghadapi kembalinya pasukan penjajah NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang masuk bersama tentara Sekutu.

Dalam berbagai buku sejarah, nama Bung Tomo selalu disebut-sebut sebagai tokoh sentral pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Seruan heroik Bung Tomo dalam siaran radionya untuk menentang Belanda tertulis dalam sejarah Indonesia dengan tinta emas.

Namun, tokoh yang tidak diragukan lagi peranan dan kepahlawanannya ini ternyata belum diakui pemerintah sebagai pahlawan nasional. Tak sedikit pun terbersit dalam benak keluarga Bung Tomo untuk mengajukan permohonan kepada pemerintah agar ikon perjuangan arek-arek Surabaya itu memperoleh gelar pahlawan. Kesaksian rakyat atas perjuangan Bung Tomo dianggap cukup untuk mengukuhkan Bung Tomo sebagai pejuang rakyat.

Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Bung Tomo
Setelah teks proklamasi dibacakan tidak berarti kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia itu bebas dari ancaman dan gangguan bangsa lain. Kemerdekaan yang sudah diraih harus tetap dipertahankan. Ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia yang baru merdeka itu datang baik dari dalam negeri atau dari luar negeri. Pada saat itu, Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan itu dilakukan baik dengan perjuangan bersenjata atau perjuangan di meja perundingan atau perjuangan diplomasi.

Latar Belakang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


Kekalahan Jepang tanpa syarat kepada Sekutu mengakibatkan Jepang kehilangan semua jajahannya termasuk Indonesia. Jepang harus menyerahkannya kepada Sekutu. Tugas pengambilalihan kekuasaan dari tangan Jepang dilakukan Komando Asia Tenggara . Pasukan ini dipimpin Laksamana Lord Louis Mountbatten. Untuk melaksanakan tugas itu, Mountbatten membentuk komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). AFNEI dipimpin Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Tugas AFNEI di Indonesia adalah sebagai berikut.
  1. Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang.
  2. Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.
  3. Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk dipulangkan ke Jepang.
  4. Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk lalu diserahkan kepada pemerintah sipil.

Pasukan Sekutu dan AFNEI mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Kedatangan Sekutu semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Namun setelah diketahui bahwa pasukan Sekutu datang bersama orang-orang NICA, sikap Indonesia berubah menjadi curiga dan lalu bermusuhan. Situasi semakin memanas sebab orang-orang NICA mempersenjatai bekas tentara KNIL yang baru dibebaskan dari tahanan Jepang. Orang-orang NICA dan KNIL di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mulai memancing kerusuhan dengan cara melakukan provokasi. Dikota -kota yang didatangi pasukan Sekutu sering terjadi insiden. Bahkan sering terjadi pertempuran antara pihak Sekutu dengan pihak Republik Indonesia. Pertempuran itu terjadi sebab pasukan Sekutu tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia.

Tentu saja kehadiran NICA di Indonesia tidak bisa diterima sebab Indonesia sudah merdeka. Kedatangan NICA adalah sebuah ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Oleh sebab itu, timbul pertentangan antara pasukan Sekutu dan Belanda dengan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih. Perjuangan rakyat Indonesia itu dilakukan baik dengan perjuangan bersenjata atau perjuangan diplomasi.

Kali ini kita akan membahas tentang Dampak pendudukan Jepang di berbagai bidang kehidupan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Dampak pendudukan Jepang di berbagai bidang kehidupan

Selama pendudukan Jepang, masyarakat Indonesia mengalami dampak/pengaruh baik secara positif atau negatif dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain sebagai berikut.

a. Aspek kehidupan pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Jepang sengaja menghilangkan diskriminasi. Pendidikan tingkat dasar dijadikan satu macam, yaitu Sekolah Dasar Enam Tahun. Ini dilakukan untuk penyeragaman dan memudahkan pengawasan isi dan penyelenggaraan sekolah-sekolah. Pada tanggal 29 April 1942, pemerintah pendudukan Jepang mengeluarkan maklumat yang berisi antara lain:

  • Pembukaan kembali sekolah-sekolah bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah.
  • Bahasa Jepang digunakan sebagai bahasa wajib. Larangan pada penggunaan bahasa Belanda dan Inggris baik di dalam atau di luar sekolah.
  • Para pelajar diharuskan menghormati adat istiadat Jepang seperti berikut ini.
  • Bersemangat ala Jepang.
  • Dapat menyajikan lagu kebangsaan Kimigayo.
  • Mengadakan penghormatan kiblat ke arah timur untuk menyembah kaisar atau Tenno .
  • Melakukan gerak badan  dan latihan kemiliteran.

  • Penutupan perguruan tinggi, meskipun pada tahun 1943 masih ada yang buka seperti Perguruan Tinggi Kedokteran Jakarta, Perguruan Tinggi Teknik Bandung, Akademi Pamong Praja Jakarta, Pendidikan Tinggi Hewan Bogor.

Sisi positif yang dirasakan antara lain, digunakannya bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah yang lalu melahirkan kader-kader generasi intelektual yang berjiwa nasionalis. Jepang juga telah menyelenggarakan kursus-kursus yang memiliki tujuan menanamkan semangat pro Jepang antara lain Barisan Pemuda Asia Raya di Jakarta tahun 1942, San A Seinen Kunrensyoi yang diadakan oleh Gerakan Tiga A, bulan Juni 1942.

b. Aspek kehidupan budaya

Pada masa pendudukan Jepang, seluruh media komunikasi dikendalikan oleh pemerintah militer sehingga sebagian besar tulisan sastra diperuntukkan bagi kepentingan penguasa. Kendati mengundang unsur-unsur semangat patriotisme dan semangat kerja keras, tetapi semuanya diperuntukkan bagi pemujaan pada Dai Nippon.
Dampak pendudukan Jepang di berbagai bidang kehidupan
Para pengurus dan anggota Pusat
Kebudayaan (Keimin Bunka Shidoso)

Didirikan pusat kebudayaan yang bernama Keimin Bunka Shidosho di Jakarta pada tanggal 1 April 1943. Melalui pusat kebudayaan ini, pemerintah Jepang hendak menanamkan dan menyebarluaskan seni budaya Jepang. Pusat kebudayaan ini didirikan pada tanggal 1 April 1943.

Digunakannya nama-nama berbau Barat yang diindonesiakan, seperti Java menjadi Jawa, Batavia menjadi Betawi, Meester Cornelis menjadi Jatinegara, Buitenzorg menjadi Bogor, Preanger menjadi Priangan.

c. Aspek kehidupan kemasyarakatan

Selain membutuhkan bantuan berupa prajurit, pemerintah Jepang juga memerlukan bantuan tenaga untuk membuat sarana pendukung perang, seperti kubu pertahanan, jalan raya, rel kereta api, jembatan, lapangan udara. Oleh sebab itu, Jepang melakukan pengerahan tenaga kerja yang disebut sebagai romusha. Pada awalnya program ini didukung rakyat akibat termakan aksi propaganda Jepang untuk membangun keluarga besar Asia dan bersifat sukarela. Akan tetapi, romusha berubah menjadi pengerahan tenaga kerja secara paksa.

Tenaga romusha kebanyakan diambil dari penduduk desa-desa yang tidak tamat sekolah atau paling tamat sekolah dasar. Mereka dikirim juga ke luar Jawa bahkan ada yang dikirim ke luar negeri seperti di Burma/Myanmar,Malaysia, Thailand, Indochina. Kehidupan kesehatan para romusha tidak terjamin, makanan tidak mencukupi sementara pekerjaan sangat berat. Akibatnya banyak tenaga romusha yang mati di tempat pekerjaan sebab sakit, kecelakaan, kurang gizi. Jepang berupaya untuk menutupi rahasia kekejamannya dan menghilangkan rasa takut penduduk Indonesia. Sejak tahun 1943, Jepang melancarkan kampanye yang menjuluki para romusha sebagai “prajurit ekonomi” atau “pahlawan pekerja”. Mereka digambarkan sebagai prajurit yang menunaikan tugas sucinya untuk angkatan perang Jepang dan sumbangan mereka pada usaha Jepang itu memperoleh pujian sangat tinggi dan mulia.

d. Aspek kehidupan ekonomi

Pengerahan bahan makanan yang dilakukan Jepang melebihi kemampuan produksi para petani. Kebijakan itu berakibat pada tingkat kualitas hidup masyarakat, seperti kekurangan makanan, kurang gizi, gairah kerja merosot, angka kematian meningkat, kelaparan terjadi di mana-mana, berbagai penyakit timbul seperti pes, beri-beri, sakit kulit, kutu kepala, dan sebagainya. Masalah pokok seperti sandang juga mengalami kesulitan akibat larangan impor dari Belanda. Pemecahannya dalah dilakukan penanaman kapas di Jawa, Su-matera, Bali, Lombok, dan Sulawesi Selatan. Rakyat lalu dilatih memintal kapas. Sebagian besar rakyat di desa-desa, terpaksa memakai pakaian dari karung goni atau “bagor” atau lembaran karet/rami. Makanan sangat sulit didapat. Terpaksa rakyat makan umbi-umbian, bekicot, pohon pisang, pohon pepaya, dan sebagainya. Belum lagi Jepang melakukan berbagai perampasan kekayaan seperti emas, intan.

Wednesday, 18 March 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi perlu kita pelajari untuk melihat bagaimana pertumbuhan seorang insan manusia. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan tentang keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia. Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia adalah keselurhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri.

pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran tentang pertumbuhan. Menurut para pakar yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap sebab pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations atau pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.


Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi


1. Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. meurut Frued tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral, sebab mulut dilihat sebagai sumber kenikmatan dan ketaidak nikmatan. Pendapat semacam ini mungkin beralasan kepaa kenyataan, bahwa pada masa ini mulut memainkan peranan penting dalam kehidupan individu. Bahwa anak memasukkan apa saja yang dijumpai ke dalam mulutnya itu tidak sebab multu adalah sumber kenikmatan utama, melainkan sebab pada saat itu mulut adalah alat utama untuk melakukan eksplorasi dan belajar. Pada tahun kedua anak belajar berjalan, dan dengan berjalan itu anak mulai pula belajar menguasai ruang. Di samping itu terjadi pembiasaan tahu akan kebersihan. Melalui tahu akan kebersihan itu anak belajar mengontrol impuls-impuls yang datang dari dalam dirinya.

2. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Dalam masa ini pula tampak muncuk gejala kenakalan yang biasanya terjadi antara 3 tahun sampai umur 5 tahun. Anak sering menentang  kehendak orang atau, kadang sampai menggunakan kata – kata kasar, dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Adapun alasan anak berbuat kenakalan dalam usia itu adalah :
berkat pertumbuhan bahasanya yang adalah modal utama bagi anak dalam menghadapi dunianya maka samapi-lah anak pada penyadaran ”aku”nya atau tahap menemukan ”akunya yaitu suatu tahap saat anak menemukan dirinya sebagai subyek.

Kalau pada masa-masa sebelumya anak masih merasa satu dengan dunianya, belum mampu mengadakan pemisahan secara sadar antara dirinya sendiri sebgai subyek dan yagn lain sebagai obyek maka kemampuan ini kini dimilikinya. Berarti ia menyadari bahwa dirinya juga subyek seperti yang lain. sebagai subyek ia mempunyai kebebasan untuk menghendaki sesuatu.

Pada masa ini terjadi apa yang kita sebut dengan menghendaki dan kehendak yang dimiliki tidak dapat ditahan-tahan; akna tetapi kalau ia telah memperolehnya maka ia tidak lagi memperdulikannya dan menghendaki benda yang lain dan seterusnya

3. Masa intelektual dari kira-kira 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama , maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masa-masa sebelumnya. Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa pueral. Sifat-sifat anak pada masa pueral ini mempunyai sifat-sifat yang khas, yang pertama adalah ditujukan untuk berkuasa (menimbulkan tingkah laku dari perbuatan yang ditujukan untuk berkuasa), yang kedua adalah tingkah laku ekstrovers yaitu perbuatan yang berorientasi ke luar dirinya (ingin menyaksikan keadaan-keadaan dunia di luar dirinya).

ada beberapa sifat khas pada anak-anak masa ini antara lain :
  1. adanya korelasi positif tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
  2. sikap tunduk kepada peraturan-peraturan, permainan yang tradisional
  3. adanya kecenderungan memuji diri sendiri
  4. kalau tidak dapat menyelesaikan ssesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
  5. senang membandingkan dirinya dengan anak lain
  6. adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit
  7. amat realistik ingin tahu, ingin belajar
  8. gemar membentuk kelompok sebaya

4. Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun
Masa sosial adalah masa yang banyak menarik perhatian masyarakat sebab mempunyai sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya, dan dia harus mengarahkan dirinya agar dapat menemukan diri, meneliti sikap hidup yang lama dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi yang dewasa. Pada dasarnya masa ini masih dirinci ke dalam beberapa masa, yaitu masa praremaja , masa remaja (sebagai gejalanya adalah merindu puja, dan pada fase ini, untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang tidak pernah dialami pada masa-masa sebelumnya), dan masa usia mahasiswa (pemuda yang berusia 18 s.d. 30 tahun, dan diklasifikasikan pada masa remaja akhir sampai dewasa awal / dewasa madya, dan pada mahasiswa ini banyak terdapat idealisme yang realistik yaitu yang dapat diterapkan dalam tindakan.)

Saturday, 14 March 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Sumber Daya Alam di Bidang Kehutanan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sumber Daya Alam di Bidang Kehutanan

Pengertian Sumber Daya

Menurut Wikipedia. 2011. Sumber daya alam  adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia.

Macam-Macam Sumber Daya
SDA dapat dibagi menjadi dua yaitu SDA yang dapat diperbaharui dan SDA yang tidak dapat diperbaharui.
  1. SDA yang dapat diperbaharui meliputi air, tanah, tumbuhan dan hewan. SDA ini harus kita jaga kelestariannya agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.
  2. SDA yang tidak dapat diperbaharui itu contohnya barang tambang yang ada di dalam perut bumi seperti minyak bumi, batu bara, timah dan nikel. Kita harus menggunakan SDA ini seefisien mungkin. Sebab, seperti batu bara, baru akan terbentuk kembali setelah jutaan tahun kemudian.

SDA juga dapat dibagi menjadi dua yaitu SDA hayati dan SDA non-hayati, yaitu:
  1. SDA hayati adalah SDA yang berasal dari makhluk hidup  seperti hasil pertanian, perkebunan, pertambakan, dan perikanan. Sumber daya hayati adalah salah satu sumber daya dapat pulih atau terbarukan (renewable resources) yang terdiri atas tumbuhan dan fauna. Sumber daya hayati secara harfiah dapat diartikan sebagai sumberdaya yang mempunyai kehidupan dan dapat mengalami kematian. Jenis-jenis sumber daya hayati di antaranya adalah pohon, ikan, rumput laut, plankton, zooplankton, fitoplankton, harimau, semut, cacing, rumput laut, terumbu karang, lamun, dan sebagainya.
  2. SDA non-hayati adalah SDA yang berasal dari makhluk tidak hidup . Seperti: air, tanah, barang-barang tambang.
Sumber Daya Alam di Bidang Kehutanan

Sumber Daya Kehutanan

Hutan dapat diartikan sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan yang berisi SDA hayati yang didominasi pepohonan dalam dalam persekutuan alam dan lingkungannya, yag satu dengan lalinnya tidak dapat dipisahkan.

Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kau yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem, hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta tumbuhan dan fauna, dan peran penyeimbang lingkunan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan, hutan adalah salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman.

Hutan terdiri dari berbagai jenis. Pembedaan jenis-jenis hutan juga bermacam-macam. Berdasarkan sifat-sifat pembuatannya, hutan dibedakan atas Hutan alam dan Hutan buatan.

Berdasarkan tujuan pengelolaannya, hutan dibedakan menjadi :
  • Hutan produksi, yang dikelola untuk menghasilkan kayu ataupun hasil hutan bukan kayu
  • Hutan lindung, dikelola untuk mengelola tanah dan air
  • Hutan suaka alam, dikelola untukmelindungi kekayaan keanekaragaman hayati atau keindahan alam
  • Hutan konversi, yakni hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain, dpat dikonversi untuk pengelolaan non kehutanan.

Ancaman Kerusakan Terhadap Sumberdaya Hutan

Seratus tahun yanglalu Indonesia masih mempunyai hutan yang melimpah, pohon-pohonnya menutupi 80 – 95% dari luas lahan total. Tutupan hutan tital pada saat itu diperkirakan sekitar 170 juta hektar. Saat ini, tutupan hutan sekitar 98 juta hektar saja, dan paling sedikit setengahnya diyakini sudah mengalami degradasi akibat kegiatan manusia.

Banyak sekali ancaman pada sumberdaya hutan di Indonesia, mulai dari kegiatan pembalakan skala besar sampai pembukaan hutan skala kecil oleh para keluarga petani, dari tebang habis untuk membuka lahan industri pertanian sampai kehancuran akibat kebakaran hutan yang berulang. Namun walaupun hutan-hutan Indonesia begitu penting, dan betapa cepatnya hutan-hutan itu lenyap, informasi yang akurat dan terkini mengenai luas dan kondisi hutan tidak juga ada atau sulit diperoleh, sehingga untuk penanganan masalah hutan di Indonesia masih sulit.

Berdasarkan kondisi di atas, diperlukan suatu bentuk pengelolaan hutan secara efisien dan berkelanjutan kerusakan yang terjadi dapat dicegah dan diperbaiki dan hutan bisa tetap lestari.

Pengelolaan Hutan Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi

Hutan adalah salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar, hutan harus dimanfaatkan sepenuhnya dengan cara yang tidak merusak. Oleh sebab itu, pemanfaatan hutan harus dilakukan secara ekoefisiensi, artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisiensi dan memikirkan kelangsungan dan kelanjutan sumber daya hutan itu. Pembangunan berkelanjutan memiliki tujuan untuk mewujudkan kelestarian sumberdaya hutan sehingga mendukung kesejahteraan manusia.

Dikarenakan Indonesia masih adalah Negara berkembang, Indonesia masih mengalami berbagai macam hambatan-hambatan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan Indonesia yang masih kurang. Berikut ini hambatan-hambatan umum yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan yaitu:
  • Kurangnya tenaga pakar dalam bidang SDA hutan
  • Mahalnya sarana prasarana untuk pengelolaan SDA hutan
  • Kerjasama dengan perusahaan asing yang merugikan.
  • Transportasi ke Daerah sumberdaya hutan terbatas mengingat Indonesia adalah kepualauan.
  • Sumber daya manusia yang belum memenuhi klasifikasi.

Pengelolaan Hutan Secara Berkelanjutan

Pengelolaan hutan berkelanjutan atau pengelolaan hutan lestari adalah kegiatan pengelolaan sumberdaya hutan untuk mencapai satu atau lebih tujuan yang ditetapkan, berkaitan dengan produksi kayu dan non kayu dengan mengoptimalkan peran dan fungsi hutan secara lestari ekonomi, lestari lingkungan dan lestari sosial kemasyarakatan tanpa mengurangi manfaat bagi generasi selanjutnya dan tidak menimbulkan akibat negatif bagi lingkungan fisik atau sosial kemasyarakatan.

Sasaran Pengelolaan Hutan Secara Berkelanjutan

Terdapat 3 aspek dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan, yaitu aspek kelola produksi, aspek kelola lingkungan dan aspek kelola sosial.
· Kelola produksi, adalah serangkaian kegiatan untuk mengatur dan mempertahankan fungsi produksi dalam batas-batas daya dukung sumberdaya hutan.
Aspek kelola produksi dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan adalah dengan memperhatikan hal-hal sbb. :
  1. Perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan sumberdaya hutan mengintegrasikan konsep kelestarian hasil dan kelestarian hasil.
  2. Optimaslisasi dalam pemanfaatan sumberdaya hutan dilakukan untuk mendorong pencapaian nilai ekonomi yang layak.
  3. Upaya meminimumkan limbah penebangan sangat penting dalam rangka meningkatkan nilai pemanfaatan dan diversifikasi produk.
  4. Terbentuknya komposisi kelas hutan yang menjamin kelestarian sumberdaya hutan dan fungsi ekologinya.
  5. Adanya mekanisme lacak balak guna membuktikan tidak adanya pembalakan yang melanggar konsep kelestarian hasil.
  6. Kegiatan eksploitasi yang dilakukan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat di dalam dan di luar kawasan hutan sehinggakemanfaatan sumberdaya hutan untukmendukung kehidupan masyarakat tidak terganggu
  7. Kegiatan eksploitasi dilakukan dengan mekanisme yangmampu meminimalkan akibat pada lingkungan hidup.

· Kelola lingkungan adalah serangkaian kegiatan untk memperbaiki atau mempertahankan kondisi lingkunan sehingga dapat meminimalkan akibat negatif akibat kegiatan pengusahaan hutan khususnya pada spesies dan ekosistemnya.
Sasaran kegiatan kelola lingkungan adalah terjaminnya kelangsungan fungsi-fungsi lingkungan melalui serangkaian proses kelola lingkunganyang mengacupada pencapaian standar yang telah ditetapkan.
Sasaran kelola lingkunan meliputi aspek-aspek :
Ø Aspek fisik-kimia
  • Hidrologi, yaitu tercapainya kualitas kawasan hutan yang mampu berfungsi dalam perlindungan tata air, pencegahan dan pengendalian erosi.
  • Kesuburan, yaitu terwujudnya kondisi hutan yang mempunyai kemampuan dalam mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah.
Ø Biologi
  • Satwa, yaitu terjaminnya keberadaan hewan langka, terancam dan nyaris punah, melalui perlindungan habitat-habitat penting.
  • Vegetasi, yaitu terwujudnya kondisi hutan yang mempunyai keanekaragaman jenis vegetasi yang mampu mempertahankan kestabilan ekosistem.

· Kelola sosial adalah serangkaian kegiatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan peran masyarakat sekaligus adalah upaya untuk meningkatkan fungsi hutan itu sendiri pada kehidupan sosial kemasyarakatan, sehingga terjadi keseimbangan dan kejelasan berbagi peran dan berbagi manfaat sebagai akibat pengelolaan sumberdaya hutan. Sasaran kelola sosial dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan adalah adanya hubungan yang harmonis anatara masyarakat dengan para pengelola sumberdaya hutan melalui :
Ø Pengelolaan hutan bersama masyarakat
Ø Pengembangan hutan rakyat
Ø Bantuan sosial
Ø Peningkatan kapasitas masyarakat
Ø Mekanisme penyelesaian konflik, dll.

Prinsip-prinsip pengelolaan secara berkelanjutan
Terdapat 10 prinsip pengelolaan hutan secara berkelanjutan , yaitu :
1) Ketaatan pada hukum dan prinsip-prinsip FSC
2) Hak tenure dan hak guna serta tanggung jawab
3) Hak masyarakat adat
4) Hubunan masyarakat dan hak-hak pekerja
5) Manfaat dari hutan
6) Dampak pada lingkungan hidup
7) Rencana Pengelolaan
8) Monitoring dan Evaluasi
9) Pemeliharaan hutn dengan nilai konservasi tinggi
10) Hutan tanaman

sumber :
  • wikipedia
  • harissetiana.blogspot.com

Kali ini kita akan membahas tentang Dampak Positif dan Negatif Globasisasi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Dampak Positif dan Negatif Globasisasi

Arus globalisasi yang melanda seluruh dunia mempunyai akibat bagi bidang sosial budaya suatu bangsa. Pada awalnya, globalisasi hanya dirasakan di kota -kota besar di Indonesia. Namun dengan adanya kemajuan teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi globalisasi juga telah menyebar ke seluruh penjuru tanah air. Arus globalisasi yang penyebarannya sangat luas dan cepat itu membawa akibat positif dan negatif. Dampak positif globalisasi, antara lain sebagai berikut.


A). Dampak-dampak Positif Globalisasi :

  1. Meningkatkan etos kerja, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.
  2. Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
  3. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik.
  4. Dapat mendapat lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
  5. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
  6. Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia.
  7. Cepat dalam bepergian.
  8. Mudah mendapat informasi dan ilmu pengetahuan.
  9. Berkembangnya turisme dan pariwisata.
  10. Meningkatkan pembangunan negara.
Dampak Positif dan Negatif Globasisasi


B). Dampak-dampak Negatif Globalisasi :

  1. Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, atau media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
  2. Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya sakit, kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang.
  3. Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
  4. Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar, Akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang.
  5. Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
  6. Menghambat pertumbuhan sektor industri.
  7. Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri
  8. Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.
  9. Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros sebab status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasar kekayaannya.
  10. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara

Pengaruh Globalisasi Terhadap Perilaku Pelajar


Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan lalu ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi ini mempunyai akibat positif dan akibat negatif .

Globalisasi yang mempunyai dua sisi mata uang (positif dan negatif) juga menjadi penyebab infiltrasi budaya tidak terbendung. Budaya-budaya sedemikian cepat dan mudah saling bertukar tempat dan saling memengaruhi satu sama lain. Termasuk budaya hidup barat yang liberal dan bebas merasuki budaya ketimuran yang lebih cenderung teratur dan terpelihara oleh nilai-nilai agama. Dampak negatif dari arus globalisasi yang terlihat miris adalah perubahan yang cenderung mengarah pada krisis moral dan akhlak, sehingga menimbulkan sejumlah permasalahan kompleks melanda negeri ini akibat moral. Dapat di contohkan mulai dari hal kecil seperti anak-anak sekolah yang membolos pada jam pelajaran, sampai dengan korupsi. Selain itu terdapat pula tindakan-tindakan kriminal yang setiap hari biasa kita lihat. Hal ini membuktikan bahwa krisis moral telah dan sedang melanda bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa harus turut andil dalam memahami gejolak-gejolak globalisasi yang sudah melanda pada saat ini.

Dampak positif dari globalisasi ini sangat baik untuk di tiru oleh para remaja saat ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Remaja akan lebih mudah mendapatkan info.
  2. Remaja dapat mendapat pengetahuan lebih mudah dan cepat.
  3. Remaja akan lebih cepat berkembang dalam menghadapi teknologi yang terus berkembang.

Dampak "globalisasi" atau "kesejagadan" tentu ada pengaruh positif pada remaja saat ini. Seyogyanya remaja sudah diberi pengetahuan dan bekal untuk dapat membedakan dan memilih mana-mana baik dan benar dan mana-mana yang tidak baik dan tidak sesuai. Sehingga globalisasi memberikan manfaat sebesar-besarnya membuat remaja terbuka cakrawalanya dan tidak picik serta "chauvinistic" bahwa dunia ini adalah milik umat manusia bukan milik golongan bangsa tertentu, golongan yang berideologi tertentu, golongan yang beragama tertentu ! Dunia adalah milik umat manusia keseluruhannya.

Sedangkan Dampak negatif dari globalisasi. Dampak ini buruk bagi perkembangan remaja saat ini. Dampaknya adalah sebagai berikut :
  1. Terserang virus sms atau chat di internet atau handphone.
  2. Terserang virus pornografi dan pornoaksi yang banyak menyebar dari perkembangan teknologi.
  3. Karena remaja berkembang terlalu cepat, maka sang remaja cepat dewasanya.

Jika dilihat dari segi sistem pendidikan yang ada di Inonesia, sistem pendidikan kita selama ini masih lebih menitikberatkan dan menjejalkan pada penguasaan kognitif akademis. Sementara afektif danpsikomotorik seolah-olah dinomorduakan. Sehingga yang terjadi adalah terbentuknya pribadi yang miskin tata krama, sopan santun, dan etika moral.

Sedikit melihat kehidupan Indonesia tempo dulu. Sejak dulu, Indonesia sudah dikenal di seluruh penjuru dunia sebagai negeri yang ramah, sopan, dan berbudi. Karena hal itu lah banyak orang-orang asing kagum dan tertarik untuk berkunjung ke negara kita. Melihat kehidupan masyarakat pedesaan yang penuh ketenangan dan kedamaian menjadi cermin perilaku masyarkat Indonesia. Praktek tolong-menolong atau gotong-royong masih melekat kuat dalam diri dan kebiasaan masyarakat desa.

Namun yang terjadi di Indonesia saat ini adalah generasi muda lebih tertarik akan adat kebiasaan negeri lain yang sebenarnya tidak sesuai dengan adat istiadat dan etika bangsa kita. Mereka menganggap lebih keren dan modern, baik itu gaya hidup atau tingkah lakunya. Karena hal itulah, timbul pergaulan bebas di kalangan remaja (pelajar) dan mempengaruhi pikiran serta tingkah laku generasi muda. Merosotnya moral pada generasi muda membuat Indonesia akan semakin terpuruk dan mempunyai masa depan yang suram.

Berikut ada beberapa fakta tentang menurunnya etika dan moral pelajar/ mahasiswa yang di dapat dari berbagai masyarakat:
  1. 15-20 persen dari remaja di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah
  2. 15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya
  3. Hingga Juni 2009 telah tercatat 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8 persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun
  4. Diperkirakan terdapat sekitar 270.000 pekerja seks perempuan yang ada di Indonesia, di mana lebih dari 60 persen adalah berusia 24 tahun atau kurang, dan 30 persen berusia 15 tahun atau kurang
  5. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan remaja
  6. Berdasarkan data kepolisian, setiap tahun penggunaan narkoba selalu naik. Korban paling banyak berasal dari kelompok remaja, sekitar 14 ribu orang atau 19% dari keseluruhan pengguna.
  7. Jumlah kasus kriminal yang dilakukan anak-anak dan remaja tercatat 1.150 sementara pada 2008 hanya 713 kasus. Ini berarti ada peningkatan 437 kasus. Jenis kasus kejahatan itu antara lain pencurian, narkoba, pembunuhan dan pemerkosaan.
  8. Sejak Januari hingga Oktober 2009, Kriminalitas yang dilakukan remaja meningkat 35% dibandingkantahun sebelumnya, Pelakunya rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun.


Dari beberapa fenomena yang telah dipaparkan di atas, jelas bahwa kondisi pelajar di Indonesia saat ini terlihat bahwa semakin bobroknya etika, moral, dan akhlak bangsa Indonesia.

Selain itu, dapat pula kita ketahui bahwa terdapat beberapa faktor dari adanya globalisasi, antara lain adalah:
Masuknya pola pergaulan budaya asing atau budaya barat, seperti anak-anak sekolah yang bermain sampai malam (misalnya ke café) tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas budi pekerti pelajar. Padahal perkembangan teknologi memang sangat dibutuhkan bangsa ini untuk dapat terus bersaing di era globalisasi
Derasnya arus media komunikasi yang masuk ke Indonesia. Bisa dicontohkan seperti handphone yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang canggih seperti kamera, video, internet, dan juga yang sedang menjadi trend para pelajar saat ini adalah BBM, line, dan lain sebagainya.

Cara berpakaian anak muda dalam hal ini atau pelajar yang sekarang tidak lagi menjunjung tinggi nilai kesopanan, kebanyakan mereka berpakaian secara minim dan ketat. Dapat dicontohkan saja seragam sekolah yang mereka pakai saat di sekolah. Pakaian seragam yang harusnya formal, kadang dibuat “neko-neko”, seperti baju yang dibuat ketat, dan rok yang dibuat lebih pendek.

Dari faktor diatas dapat kita ketahui bahwa kebudayaan barat mudah sekali keluar masuk ke Indonesia secara bebas. Sehingga menyebabkan kebudayaan yang ada di Indonesia semakin luntur, dan nilai-nilai Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai pedoman hidup generasi muda Indonesia.

Krisis moral terjadi juga sebab nilai-nilai Pancasila sekarang ini mulai luntur dan tidak lagi diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila yang seharusnya sebagai pedoman hidup dan falsafah bangsa kini hanya sebagai semboyan belaka. Dalam bertindak, kebanyakan orang sudah tidak mengindahkan asas Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Jati diri bangsa sekarang ini telah luntur, sehingga timbul perilaku amoral yang merugikan orang lain dan membuat semakin terpuruknya negeri ini.

Selain lingkungan keluarga dan sekolah yang juga menanamkan etika, moral, dan akhlak ada pula lingkungan masyarakat. Anak akan tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan masyarakat. Ada 5 pranata sosial yang terdapat di lingkungan masyarakat, salah satunya yaitu pranata moral dan etika. Pranata moral dan etika bertugas untuk mengurusi dan penyikapan nilai seseorang dalam pergaulan masyarakat. Dengan demikian peranan masyarakat dalam penanaman etika, moral, dan akhlak pada diri seseorang sangat berpengaruh.

Yang terakhir adalah peran pemerintah. Pemerintah harus tanggap dan sigap pada permasalahan moral para generasi muda yang semakin menurun. Melalui Kementerian Pendidikan Nasional, pemerintah harus mengkaji dan menelaah serta memberikan kebijakan-kebijakan yang mampu meningkatkan moralitas generasi muda. Agar tujuan yang diharapkan akan tercapai dan menghasilkan keluaran sumber daya manusia yang bermutu, berbudi luhur dan beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Karena pribadi yang terdidik secara moral adalah pribadi-pribadi yang telah belajar dan siap untuk bertindak dengan cara-cara tertentu, sekaligus sadar dan bangga akan segala nilai dan tindakan-tindakannya (Cheppy Haricahyono, 1995:360)


Sumber :
http://nurahmanclass3o.blogspot.com
http://bethidianparamita.blogspot.com
http://asrilrahmatp.blogspot.com

Saturday, 7 March 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Peninggalan Sejarah Bercorak Islam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Peninggalan Sejarah Bercorak Islam

Abad ke-15 dan ke-17 adalah masa puncak perkembangan pengaruh Islam di Indonesia. Pengaruh itu tidak saja berlangsung dalam bidang religi , tetapi juga dalam bidang politik dan sosial-budaya. Perkembangan pengaruh Islam di Indonesia dapat kita ketahui dari berbagai pening-galan sejarah bercorak Islam, seperti masjid, keraton, nisan, kaligrafi, dan karya sastra.

A. Masjid

Masjid-masjid kuno di Indonesia bentuknya masih menunjukkan gaya Indonesia asli. Atapnya menggunakan atap tumpang  yang jumlahnya tiga atau lima susun, seperti terdapat pada Masjid Demak, Masjid Sendang Duwur, Masjid Agung Banten, Masjid Agung Palembang, dan Masjid Baiturrahman di Aceh. Sebagian masjid-masjid kuno di Jawa dilengkapi gapura seperti yang ada pada keraton atau candi. Bahkan, menara Masjid Sunan Kudus yang dibangun pada abad ke-16 bentuknya menyerupai Candi Langgam di Jawa Timur. Dengan demikian, pengaruh Hindu pada tempat peribadatan Islam tetap ada. Hal itu bisa terjadi sebab beberapa kemungkinan, Pengaruh itu disengaja, agar para pemeluk Islam tingkat pemula tidak terlalu asing dengan tempat ibadat yang baru. Karena teknik membuat bangunan yang dikuasai hanya warisan dari ajaran Hindu.

Masjid di Indonesia biasanya dilengkapi dengan bedug dan kentongan. Kedua alat ini adalah warisan budaya nenek moyang dari zaman prasejarah. Pada masa itu, bedug dan kentongan digunakan sebagai alat panggil masyarakat. Misalnya, saat kepala suku menginginkan rakyatnya berkumpul atau orang tua menginginkan anaknya yang di sawah agar segera pulang.

Peninggalan Sejarah Bercorak Islam
Masjid Demak

Pada mulanya, masjid di Indonesia tidak dilengkapi dengan menara. Suara adzan yang dikumandangkan jangkauannya sangat terbatas. Sementara itu, banyak warga yang bekerja jauh dari tempat tinggalnya, misalnya di sawah atau di ladang. Untuk mengatasi hal itu dipakailah bedug dan kentongan. Biasanya alat ini dibunyikan lebih dahulu, baru lalu dikumandangkan adzan.

B. Keraton

Keraton artinya tempat tinggal ratu atau raja. Dari tempat tinggalnya itu, seorang ratu atau raja mengendalikan roda pemerintahan kerajaan. Jadi, keraton adalah pusat pemerintahan. Rumah atau bangunan tempat tinggal raja disebut istana. Seni bangunan masjid dan keraton di Indonesia mempunyai ciri khusus yang berbeda dengan bentuk arsitektur di negara Islam lain. Hal itu bisa terjadi sebab yang membuat bangunan itu adalah bangsa Indonesia sendiri. Disamping memeluk agama Islam, mereka juga masih disemangati oleh kebudayaan tradisional. Jadi, seni bangunan berupa masjid dan keraton adalah perpaduan antara kebudayaan tradisional dan kebudayaan Islam.

Peninggalan Sejarah Bercorak Islam
Keraton Yogyakarta


Di berbagai daerah di Indonesia banyak istana peninggalan zaman Islam, seperti Istana Maimun , Istana Sultan Riau Lingga, Istana Sultan Ternate, Istana Pagaruyung (Sumatera Barat), Keraton Cirebon, Keraton Surakarta, Keraton Yogyakarta, Istana Mangkunegaran, dan Istana Raja Gowa.

C. Nisan dan kompleks makam

Nisan adalah batu atau kayu yang terdapat pada makam dan berfungsi sebagai tanda tempat dikuburkannya seseoran. Pada batu nisan peninggalan Islam ada hiasan ukir-ukiran dan kaligrafi. Bentuk nisan bermacam-macam, ada yang sederhana dan ada yang diukir dengan pahatan sangat indah. Pada bagian depan nisan dipahatkan tulisan dengan huruf Arab. Tulisan-tulisan pada batu nisan biasanya menerangkan tahun wafat dan riwayat singkat orang yang dimakamkan. Batu-batu nisan peninggalan sejarah Islam di Indonesia antara lain adalah: nisan makam Fatimah binti Maimun di desa Leran , nisan Malik al-Saleh di Lhokseumawe (Aceh), nisan Ratu Nahrasiyah di Samudera Pasai, nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, batu nisan di Troloyo (Jawa Timur).

D. Seni Kaligrafi

Kaligrafiatau Khot adalah menulis indah dan disusun dalam aneka bentuk menarik dengan menggunakan bahasa Arab. Dalam dunia Islam, kaligrafiterdiri atas petikan ayat-ayat suci Al Qur’an. Bentuknya beraneka macam, dari yang sederhana, berbentuk tulisan mendatar, sampai bentuk yang rumit seperti sebuah lingkaran, segitiga atau membentuk suatu bangun tertentu seperti masjid.Seni kaligrafiIslam berkembang pesat sebab agama Islam melarang melukis makhluk hidup sehingga para pelukis Islam mencurahkan bakat lukisannya pada seni kaligrafi. Beraneka ragam hias kaligrafi dapat kita temukan pada dinding masjid, keramik, keris, batu nisan, dan berbagai hiasan di rumah-rumah.

E. Karya sastra

Dalam dunia Islam sastra memperoleh tempat yang terhormat. Ini berkaitan dengan tradisi tulis-menulis yang dijunjung tinggi masyarakat Islam. Peninggalan karya sastra yang bercorak Islam di Indonesia mengambil bentuk hikayat, suluk, syair, kitab sejarah, ajaran agama, dan sejarah.Contoh karya sastra berbentuk hikayat adalah Hikayat Hamzah, Hikayat Jauhar Manikam, Hikayat Hang Tuah, dan Hikayat Raja-raja Pasai.Kitab Suluk contohnya Syair Perahudan Syair Si Burung Pingai , Suluk Wijil(Sunan Bonang),Suluk Suka Rasa, dan Suluk Kaderesan.Contoh karya sastra yang berbentuk syair, misalnya: Syair Abdul Muluk, Gurindam Dua Belas.

Contoh karya sastra yang berbentuk sejarah adalah Sejarah Melayukarya Tun Muhammad. Contoh karya sastra berisi ajaran agama adalah Tajus Salatinatau Mahkota Segala Rajakarya Bukhari al Jauharidari Aceh, tahun 1603 M.Contoh karya sastra yang mencampur unsur sejarah dan ajaran agama Islam misalnya kitab Bustanus Salatina, karya Nuruddin ar-Raniri. Contoh karya-karya sastra peninggalan Islam berupa surat menyurat dan dokumen kerajaan, misalnya: Adat Mahkota Alam karya Sultan Iskandar Muda, Kitab Salokantara karya Sultan Trenggana.