Friday, 30 January 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Ciri-ciri dan Tipe-tipe Pranata Sosial. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Ciri-ciri dan Tipe-tipe Pranata Sosial

Kita sudah membahas tentang pengertian pranata sosial. Berdasarkan pengertian pranata sosial itu, maka pranata sosial merupakan adalah pedoman bagi warga masyarakat dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahluk sosial. Ciri-ciri dan tipe-tipe Pranata Sosial perlu kita dalami untuk lebih dalam memahami tentang pranata sosial.

Ciri-ciri Pranata Sosial


Keberadaan pranata sosial dalam masyarakat berbeda dengan lembaga atau organisasi sosial lainnya. Untuk membedakannya, maka biasanya terdapat lima ciri pranata sosial, yaitu:

  1. Adanya tujuan, dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama, tertulis atau tidak tertulis,
  2. Diambil dari nilai-nilai dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat,
  3. adanya prasarana pendukung, seperti bangunan dan lambang tertentu.
  4. Di dalam pranata sosial akan ditemukan unsur budaya dan unsur struktural, yaitu berupa norma dan peranan sosial.
  5. Pranata sosial dapat dikatakan sebagai suatu adat kebiasaan dalam kehidupan bersama yang mempunyai saksi yang disistematisasikan dan dibentuk oleh kewibawaan masyarakat.

Menurut Gillin dan Gillin dalam General features of social institutions, mengemukakan enam ciri pranata sosial, yaitu:

  1. Suatu lembaga kemasyarakatan merupakan organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya. Lembaga kemasyarakatan terdiri dari adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan lainnya yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam satu unit yang fungsional.
  2. Suatu tingkat kekekalan tertentu adalah ciri dari semua lembaga kemasyarakatan. Sistem-sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan, baru akan menjadi bagian lembaga kemasyarakatan setelah melewati waktu yang relatif lama. Misalnya, suatu sistem pendidikan tertentu baru akan dapat diterapkan seluruhnya setelah mengalami suatu masa percobaan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan biasanya juga berumur lama, sebab pada biasanya orang menganggapnya sebagai himpunan norma-norma yang berkisar pada kebutuhan pokok masyarakat yang sudah sewajarnya harus dipelihara.
  3. Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu. Mungkin tujuan-tujuan itu tidak sesuai atau sejalan dengan fungsi lembaga yang bersangkutan, apabila dilihat dari sudut kebudayaan secara keseluruhan. Perbedaan antara tujuan dan fungsi sangat penting oleh sebab tujuan suatu lembaga merupakan tujuan pula bagi golongan masyarakat tertentu dan golongan masyarakat bersangkutan pasti akan berpegang teguh padanya. Sebaliknya, fungsi sosial lembaga itu, yaitu peranan lembaga tadi dalam sistem sosial dan kebudayaan masyarakat, mungkin tidak diketahui atau disadari golongan masyarakat itu. Mungkin fungsi itu baru disadari setelah diwujudkan dan lalu ternyata berbeda dengan tujuannya. Umpamanya lembaga perbudakan ternyata memiliki tujuan untuk mendapatkan tenaga buruh semurah-murahnya, tetapi di dalam pelaksanaan ternyata sangat mahal.
  4. Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan seperti bangunan, peralatan, mesin dan lain sebagainya. Bentuk serta penggunaan alat-alat itu biasanya berlainan antara satu masyarakat dengan masyarakat lain. Misalnya, gergaji Jepang dibuat sedemikian rupa sehingga alat itu akan memotong apabila ditarik. Sebaliknya gergaji Indonesia baru memotong apabila didorong.
  5. Lambang-lambang biasanya juga adalah ciri khas dari lembaga kemasyarakatan. Lambang-lambang itu secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan. Sebagai contoh, kesatuan-kesatuan angkatan bersenjata masing-masing mempunyai panji-panji. Perguruan-perguruan tinggi masing-masing mempunyai lambang-lambangnya dan lain-lain. Kadang-kadang lambang-lambang itu berbentuk tulisan-tulisan atau slogan-slogan.
  6. Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai tradisi tertulis ataupun tidak tertulis yang merumuskan tujuannya, tata tertib yang berlaku, dan lain-lain. Tradisi itu adalah dasar bagi lembaga itu di dalam pekerjaannya memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat, di mana lembaga kemasyarakatan itu menjadi bagiannya.

Sedangkan Harsojo mengemukakan enam sifat umum pranata sosial, yaitu:

  1. Pranata sosial berfungsi sebagai satu unit dalam sistem kebudayaan yang adalah satu kesatuan bulat;
  2. Pranata sosial biasanya mempunyai berbagai tujuan yang jelas;
  3. Pranata sosial biasanya relatif kokoh;
  4. Pranata sosial dalam melakukan fungsinya sering mempergunakan hasil kebudayaan material;
  5. Sifat karakteristik yang ada pada pranata sosial merupakan lambang; dan
  6. Pranata sosial biasanya mempunyai tradisi tertulis atau lisan yang jelas.

Suatu lembaga atau organisasi sosial dapat dikatakan sebagai pranata sosial apabila memenuhi persyaratan. Menurut Suhandi, terdapat empat syarat bagi lembaga atau organisasi sosial agar menjadi pranata sosial, yaitu:

  1. Harus mempunyai aturan atau norma yang hodup dalam ingatan atau yang tertulis.
  2. Aktivitas-aktivitas bersama itu harus mempunyai suatus istem hubungan yang didasarkan atas norma-norma tertentu.
  3. Aktivitas-aktivitas bersama itu harus mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu yang disadari dan dipahami oleh kelompok masyarakat bersangkutan.
  4. Harus mempunyai peralatan dan perlengkapan.
Ciri Tipe Pranata Sosial
Dengan demikian bahwa pranata sosial merupakan adalah norma yang ada di masyarakat yang relatif, di mana warga masyarakatnya mempunyai fungsi masing-masing untuk mendukung pranata sosial itu agar berfungsi bagi keteraturan dan integrasi sosial.

Tipe-Tipe Pranata Sosial


Beragamnya aktivitas manusia dalam hidup bermasyarakat membawa konsekuensi pada beragamnya bentuk dan jenis pranatanya sosial yang mengaturnya. Menurut Gillin dan Gillin, pranata sosial dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok, yaitu:

1. Crescive institutions dan enacted institutions

Crescive institutions dan enacted institutions, adalah kelompok pranata sosial berdasar perkembangannya. Crescive institutions disebut juga pranata sosial primer, adalah lembaga yang secara tidak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contohnya: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya.

Sedangkan enacted institutions merupakan pranata sosial yang dengan segaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu. Misalnya: lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga-lembaga pendidikan, yang kesemuanya berakar pada kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat. Pengalaman melaksanakan kebiasaan-kebiasaan itu lalu disistematisasi dan diatur untuk lalu dituangkan ke dalam lembaga-lembaga yang disahkan oleh negara.

2. Basic institutions dan subsidiary institutions.

Pranata sosial tipe ini adalah pengkelompokan berdasar nilai-nilai yang diterima masyarakat. Lahirnya pranata sosial ini sebab dilihat sebagai lembaga sosial yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di dalam masyarakat Indonesia, keluarga, sekolah-sekolah, negara dan lain sebagainya dianggap sebagai basic institutions yang pokok.

Sebaliknya subsidiary institutins dilihat relatif kurang penting dan lahir sebagai pranata sosial untuk melengkapi aktivitas kebutuhan pokok. Misalnya: Kegiatan-kegiatan untuk rekreasi.

Ukuran untuk menentukan suatu lembaga sosial penting atau tidak/kurang penting, bergantung kepada penilaian masyarakat. Misalnya: pada masyarakat pedesaan memandang penting pranata sosial yang mengatur pengairan sawah, sedangkan masyarakatkota memandang penting pranata sosial yang mengatur ketersediaan ir untuk kebutuhan sehari-hari (kebutuhan pokok).

3. Approved atau social sanctioned institutions dan unsanctioned institutions.

Kedua tipe pranata sosial ini adalah pengkalsifikasian berdasar penerimaan masyarakat pada pranata sosial. Approved atau social sanctioned institutions merupakan lembaga-lembaga sosial yang diterima masyarakat, seperti: sekolah, perusahaan dagang, dan lain-lain. Sebaliknya unsanctioned institutions merupakan lembaga sosial yang ditolak keberadaannya oleh masyarakat, meskipun kadang-kadang masyarakat itu sendiri tiak berhasil memberantasnya. Misalnya, kelompok penjahat, perampok, pemeras, pencoleng, dan lain-lain.

4. General institutions dan restricted institutions

Kedua pranata sosial ini adalah hasil pengkelompokan berdasar pada penyebarannya. Misalnya: pranata agama merupakan suatu general institutions, sebab hampir dikenal oleh seluruh masyarakat di dunia.

Sedangkan pranata agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan lainnya, adalah restricted instiutions sebab dianut oleh masyarakat-masyarakat tertentu di dunia. Misalnya, agama Islam banyak dianut oleh masyarakat di negara Arab Saudi, Indonesia, dan Malaysia, sedangkan di Eropa mayoritas pemeluk agama Kristen.

5. Operative institutions dan regulative institutions.

Pranata sosial ini adalah pengkelompokan berdasar fungsinya bagi masyarakat. Operative institutions merupakan pranata sosial yang berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti: lembaga industri.

Sedangkan regulative institutions merupakan pranata sosial yang memiliki tujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri. Contoh: kejaksaan dan pengadilan.

Kelompok lembaga-lembaga sosial itu menunjukkan bahwa di dalam setiap masyarakat akan dijumpai macam -macam lembaga sosial. Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai ang menentukan lembaga sosial manakah yang dianggap sebagai pusat dan yang lalu dianggap berada di atas lembaga-lembaga sosial lainnya.
Ciri Tipe Pranata Sosial

Pada masyarakat totaliter misalnya, negara dianggap sebagai lembaga sosial pokok yang membawahi lembaga-lembaga lainnya seperti keluarga, hak milik, perusahaan, sekolah, dan lain sebagainya. Akan tetapi dalam setiap masyarakat akan dijumpai pola-pola yang mengatur hubungan antar lembaga sosial itu. Sistem pola hubungan-hubungan itu lazimnya disebut institutional configuration. Sistem tadi, dalam masyarakat yang homogen dan tradisional, mempunyai kecenderungan untuk bersifat statis. Lain halnya pada masyarakat yang sudah kompleks dan terbuka bagi terjadinya perubahan-perubahan sosial-kebudayaan, sistem itu sering mengalami kegoncangan-kegoncangan. Karena dengan masuknya hal-hal baru, masyarakat mempunyai anggapan-anggapan baru mengenai norma-norma yang berkisar pada kebutuhan pokoknya.

Secara garis besar, munculnya pranata sosial dapat dikelompokkan ke dalam dua cara, yakni secara tidak terencana dan secara terencana. Secara tidak terencana artinya bahwa lembaga itu lahir secara bertahap dalam praktik kehidupan masyarakat. Hal ini biasanya terjadi ketika manusia dihadapkan pada masalah yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Contoh, dalam kehidupan ekonomi, ketika sistem barter sudah dianggap tidak efisien, maka masyarakat menggunakan mata uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan dari orang lain.

Sedangkan secara terencana berarti bahwa lembaga sosial muncul melalui suatu perencanaan yang matang oleh seorang atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan dan wewenang. Contoh, untuk meningkatkan kesejahteraan petani maka pemerintah membentuk KUD yang bisa menampung hasil panen dan membelinya dengan harga yang menguntungkan petani.

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian Pranata Sosial Menurut para Ahli. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengertian Pranata Sosial Menurut para Ahli

Di dalam kehidupan masyarakat banyak terdapat institusi sosial, sebab kegiatan manusia terdiri dari bermacam-macam bentuknya yang harus diatur agar terjaga keteraturan sosial. Apakah pengertian pranata sosial?

Pengertian Pranata Sosial menurut para Ahli

Banyak para pakar sosiologi yang memberikan pengertian mengenai pranta sosial atau lembaga sosial. Di antarnya Robert Melver dan C.H. Page, mengartikan pranata sosial merupakan lembaga sosial sebagai proedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat. Pengertian itu sejalan dengan pendapat Leopold Von Wiese dan Becker (Soekanto; 1984: 51), lembaga sosial merupakan jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya.

Pengertian Pranata Sosial Menurut para AhliSedangkan W.G. Sumner, melihat lembaga dari sudut pandang kebudayaan. Pranata sosial merupakan lembaga sosial yang adalah perbuatan, cita-cita, sikap, dan perlengkapan kebudayaan yang mempunyai sikap kekal serta yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Pengertian ini juga sejalan dengan pendapat Koentjaraningrat, dimana lembaga sosial merupakan suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan manusia. Berdasarkan pengertian pranata sosial seperti diungkapkan di atas, anda dapat mengambil kesimpulan dan coba rumuskan mengenai pengertian pranata sosial. Dari beberapa pengertian pranata sosisal yang dikemukakan beberapa tokoh sosiologi dan antropologi itu, maka lembaga sosial berkaitan dengan:

  1. Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung, dan saling mempengaruhi;
  2. Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah, dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup;
  3. Seperangkat norma yang mengatur hubungan antar warga masyarakat agar dapat berjalan dengan tertib dan teratur.
  4. Fungsi pranata sosial atau lembaga sosial merupakan agar ada keteraturan dan integrasi di dalam masyarakat

Pranata sosial yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia, pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:

  1. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap di dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan.
  2. Menjaga keutuhan masyarakat
  3. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Artinya, sistem pengawasan masyarakat pada tingkah laku anggota-anggotanya.

Fungsi-fungsi pranata sosial di atas menyatakan bahwa betapa pentingnya keberadaan pranata sosial bagi masyarakat dan kebudayaannya. Dengan demikian, apabila anda hendak mempelajari kebudayaan dan masyarakat tertentu, maka harus pula diperhatikan secara teliti lembaga-lembaga kemasyarakatan di masyarakat yang bersangkutan.

Untuk menjaga agar hubungan antar anggota masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka didalam masyarakat dibedakan adanya : cara atau “usage” kelaziman  atau “folkways”; tata kelakuan atau “mores”, dan adapt istiadat “costom”. Disamping norma-norma yang tidak tertulis dan bersifat informal ini, ada juga norma yang sengaja diciptakan secara formal dalam bentuk peraturan – peraturan hukum. Setiap norma, baik usage, folkways,costom ataupun peraturan hokum yang tertulis, mengikat setiap anggota untuk mematuhinya, hanya saja kekuatan pengikatnya berbeda.
Usage menunjukkan pada suatu bentuk perbuatan, kekutan mengikatnya sangat lemah bila dibandingkan dengan folkways. Usage lebih menonjol didalam hubungan antar individu didalam masyarakat. Penyimpangan terhadapnya tak akan mengakibatkan hukuman yang berat, hanya celaan dari individu yang dihubungi.

Folkways diartikan sebagai perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama, yang diikutinya kurang berdasar pelikiran dan mendasarkan pada kebiasaan katau tradisi; yang diterjemahkan dengan kelajman  atau kebiasaan. Kekuatan pengikatnya lebih besar dari pada usage . Sebagai contoh, anak-anak yang tidak memberikan hormat kepada orang tua sangsinya jauh lebih berat dibandingkan dengan waktu makan bersama mengunyahnya kedengaran oleh orang lain. Folkways menunjukkan pola  berperilaku yang diikuti dan diteima oleh masyarakat.

Apabila folkways ini diterima masyarakat sebagai norma pengatur, maka kebiasaan ini berubah menjadi mores atau tata kelakuan. Mores diikuti tidak hanya secara otomatis kurang berpikir, tetapi sebab dihubungkan dengan suatu keyakinan dan perasaan yang dimiliki oleh anggota masyarakat.. Mores ini disatu pihak memaksakan perbuatan dan dilain pihak melarangnya tata kelakuan yang kekal dan kuat integritasnya dengan pola-pola perilaku masyarakat, dapat meningkat kekuatan mengikatnya menjadi costom, atau adapt istiadat. Anggota masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat akan menerima suatu sangsi yang tegas..

Norma-norma itu setelah mengalami proses tertentu pada akhirnya akan menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan. Proses itu dinamakan proses institusionalisasi, yaitu suat proses yang dilewati oleh norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan, sehingga norma itu oleh masyarakt diterima, dihargai, dan lalu ditaati dan dipatuhi dalam mengatur kehidupan sehari-hari.

Dr. Koentjaraningrat  membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam  yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk:
  1. memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions
  2. memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup
  3. memenuhi kebutuhan ilmiah manusia
  4. memenuhi kebutuhan pendidikan
  5. memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi
  6. memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib
  7. memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara
  8. mengurus kebutuhan jasmaniah manusia

Tuesday, 27 January 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Sosial Budaya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Sosial Budaya

Aktivitas manusia dapat berdampak terhadap lingkungan sosial budaya. Perhatikan aktivitas manusia yang ada di sekitar kamu! Bagaimana gaya rambut dan pakaian mereka saat ini jika dibandingkan dengan gaya rambut dan pakaian beberapa waktu yang lalu? Adakah perubahan yang terjadi? Faktor apakah yang mendorongnya? Salah satu faktor pendorong perubahan tersebut adalah faktor lingkungan pergaulan. Lingkungan yang dapat memengaruhi perubahan yang terjadi pada manusia disebut lingkungan sosial budaya.

Lingkungan sosial budaya adalah lingkungan yang terjadi pada segala kondisi, baik berupa materi (benda) maupun nonmateri yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas dan kreativitasnya. Lingkungan budaya dapat berupa bangunan dan peralatan, dan juga dapat berupa tata nilai, norma, adat istiadat, kesenian, sistem politik, dan sebagainya. Kualitas lingkungan sosial budaya disebut baik jika lingkungan tersebut dapat memberikan rasa aman, sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan mengembangkan sistem budayanya. Kemajuan pada berbagai bidang kehidupan yang dicapai oleh masyarakat Indonesia saat ini mempengaruhi perubahan budaya masyarakat, misalnya perubahan pola hidup masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern.

Apa yang dimaksud dengan masyarakat tradisional? Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai dan dipengaruhi oleh adat istiadat lama. Kehidupan masyarakat tradisional masih menerapkan cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Masyarakat tradisional umumnya hidup di daerah pedesaan yang jauh dari keramaian kota. Masyarakat ini hidup bersama, bekerja bersama, bergotong royong, dan memiliki hubungan yang sangat erat antara satu dan lainnya.

Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Sosial Budaya

Apakah yang dimaksud dengan masyarakat modern? Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai nilai budaya yang mengarah kepada kehidupan dunia masa kini, tidak lagi dipengaruhi oleh adat istiadat lama. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat istiadat lama dan mulai meninggalkan cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama nenek moyang. Perubahan-perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perubahan pola hidup masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern memberikan dampak positif berupa kemajuan pada segala bidang kehidupan khususnya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi, perubahan ini juga membawa dampak negatif, yaitu lunturnya nilai-nilai budaya asli Indonesia yang berakibat pada gaya hidup dan perilaku masyarakat yang sudah menjauhi kepribadian bangsa. Nilai-nilai luhur seperti bekerja sama, gotong royong, tolong-menolong, santun, ramah, berpakaian sopan, dan lainnya mulai pudar.

Bagaimanakah sikap yang tepat agar perubahan ini tidak berdampak negatif? Sikap yang tepat untuk menghadapi perubahan ini adalah dengan bertindak selektif terhadap unsur kebudayaan asing. Artinya, tidak semua unsur budaya asing yang masuk ke Indonesia diterima dan diterapkan dalam kehidupan. Dalam hal ini, unsur-unsur budaya yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat saja yang diterima.

Mengapa demikian? Hal ini bertujuan agar unsur-unsur budaya asing tidak merusak dan memudarkan ciri khas budaya masyarakat setempat yang merupakan tradisi warisan nenek moyang, sekaligus kekayaan budaya bangsa. Apa saja contoh budaya asing yang tidak bertentangan dan dapat ditiru? Budaya asing yang dapat kamu tiru antara lain: semangat kerja yang tinggi, ulet, menghargai waktu, tekun, disiplin, pantang menyerah, dan tidak pasrah pada nasib.

Bagaimana peran generasi muda dalam mempertahankan budaya yang ada di masyarakat? Bagaimana sikap kalian sendiri terhadap perkembangan budaya saat ini? Interaksi manusia dan lingkungan sosialnya tidak hanya memiliki dampak positif bagi seseorang, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif. Jika kita tidak pandai-pandai memilih teman, kita akan terpengaruh sifat dan perilaku buruk dari teman. Karena itu, dalam berinteraksi dengan teman, sebaiknya kita menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat bahkan merugikan dan menyakiti orang lain, misalnya berkelahi atau tawuran.

Kali ini kita akan membahas tentang Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Alam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Alam

Dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan alam perlu kita cermati karena semakin hari aktivitas manusia semakin banyak dan semakin beragam. Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dampak terhadap lingkungan terjadi karena manusia cenderung eksploitatif atau mengambil sumber daya alam dari lingkungan secara berlebihan tidak lagi sekadar mempertahankan kebutuhan hidup. Akibat dari perilaku tersebut, lingkungan mengalami kerusakan. Kerusakan lingkungan makin parah seiring dengan perkembangan teknologi. Pada akhirnya, kerusakan lingkungan berdampak buruk bagi kehidupan manusia.

Ada beberapa bentuk kerusakan yang terjadi karena aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya, seperti halnya kerusakan hutan, pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah.

Pantun :
Mari beramal selagi muda
Sebelum tua termakan usia
Hutan rusak karena siapa
Tak lain ulah dari manusia





1. Kerusakan Hutan

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat dan tumbuhan lainnya. Hutan merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di seluruh muka bumi. Hutan adalah jantung kehidupan karena menjadi tempat tinggal berbagai flora dan fauna. Selain itu, hutan juga sangat bermanfaat untuk keperluan umat manusia.

Saat ini hutan sudah banyak dijadikan lahan pertanian, pemukiman penduduk, dan kawasan industri. Pohon-pohon hutan sudah banyak yang ditebang untuk diambil kayunya sebagai bahan bangunan. Banyaknya kebutuhan kayu untuk berbagai keperluan menyebabkan terjadinya penebangan pohon secara besar-besaran tanpa memperhatikan kelestarian hutan.

Wawasan

Berapakah laju kerusakan hutan di Indonesia? Terdapat perbedaan data yang disampaikan oleh berbagai sumber diantaranya FAO sebesar 1.315.000 ha/ tahun atau 1 persen per tahun, Green Peace sebesar 3.800.000 ha/tahun, dan Departemen Kehutanan 300.000 ha/tahun.

Akibat aktivitas manusia, hutan-hutan yang dulu menghijau menjadi rusak, tandus, dan gersang. Kerusakan hutan mengakibatkan terjadinya banjir bandang, erosi tanah, kebakaran hutan, punahnya hewan dan tumbuhan, pengeringan sumber mata air dan sungai, berkurangnya produk hutan, serta pemanasan global. Semua fenomena tersebut berdampak negatif kepada kehidupan manusia.
Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Alam
Gambar Kebakan Hutan

Apa yang harus kamu lakukan agar kelestarian hutan tetap terjaga? Pepohonan sangat penting bagi kehidupan di bumi. Jadi, penebangan pohon harus dilakukan secara hati-hati dan harus disertai dengan usaha pelestariannya. Penebangan hutan harus disertai dengan penanaman kembali benih-benih pohon yang telah ditebang. Benih-benih pohon tersebut akan tumbuh dan menggantikan pohon-pohon yang telah ditebang. Melalui cara ini, kelestarian hutan tetap terjaga.

2. Pencemaran Air

Air merupakan kebutuhan vital yang sehari-hari dikonsumsi manusia dan makhluk hidup lainnya. Jika tercemar, air tidak akan dapat digunakan lagi oleh makhluk hidup, baik untuk keperluan rumah tangga, industri maupun pertanian. Jika kita menggunakan air yang tercemar, hal tersebut akan menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Bagaimana kondisi air di daerahmu, misalnya kondisi air sungai?

Bagaimanakah cara mengurangi limbah rumah tangga? Kamu dapat mengurangi bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, misalnya plastik, deterjen, dan sampah rumah tangga lainnya.

Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan rasa, bau, dan warna. Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa kegiatan, misalnya kegiatan rumah tangga, pertanian, dan industri.

a. Kegiatan Rumah Tangga

Kegiatan rumah tangga saat ini banyak menghasilkan berbagai limbah padat dan cair. Limbah padat berupa sampah, sedangkan limbah cair berupa air buangan yang mengandung zat kimia, misalnya deterjen. Limbah tersebut masuk ke perairan dan menyebabkan terjadinya pencemaran air. Pencemaran air tidak akan terjadi jika kita sebagai warga negara yang baik dan sebagai makhluk Tuhan dapat menghargai air secara baik. Arti baik dalam hal ini adalah menggunakan air secara efisien dan berusaha melestarikan sumber air. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menanam tumbuh-tumbuhan atau membuat resapan air sebagai cadangan persediaan air tanah. Di samping itu, kita dapat juga melakukan penyaringan air limbah sebelum dibuang ke perairan agar air tetap terjaga kejernihannya.

b. Kegiatan Pertanian

Kegiatan pertanian dapat juga mengakibatkan pencemaran. Pupuk yang digunakan dalam pertanian dapat mengakibatkan eutrofikasi. Eutrofikasi adalah pengayaan air oleh unsur pupuk yang menyebabkan pertumbuhan tanaman air juga gulma menjadi sangat cepat. Selain menggunakan pupuk, kegiatan pertanian juga menggunakan pestisida untuk memberantas hama. Namun demikian, penggunaan pestisida dapat menimbulkan kematian beberapa makhluk yang hidup di dalam air karena mengandung bahan- bahan kimia beracun.

Wawasan

Banyak lahan pertanian yang berubah menjadi lahan kritis karena tidak memperhatikan konservasi. Pengikisan yang terus terjadi membuat lapisan tanah yang subur terbawa air dan akhirnya lahan pertanian menjadi tidak subur atau kritis.

c. Kegiatan industri

Kegiatan industri banyak membutuhkan air untuk proses produksi. Salah satu proses produksi yang dapat menimbulkan pencemaran air adalah dalam proses pendinginan mesin- mesin di pabrik. Dalam proses pendinginan, air diambil dari sungai dan atau danau. Air tersebut lalu dibuang kembali ke sungai atau danau dalam bentuk air dengan suhu panas yang dapat mematikan beberapa fauna dan flora yang tidak dapat bertahan dengan kenaikan suhu air. Di samping itu, limbah industri yang mengandung zat kimia dan logam-logam berat pun jika dibuang ke wilayah perairan akan menyebabkan pencemaran yang berbahaya bagi makhluk hidup. Perhatikan gambar berikut ini, apa pendapat kalian ?

Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Alam
Gambar Pencemaran Air

Air harus dijaga kebersihannya karena air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup. Apa yang harus dilakukan agar air tetap bersih? Hal-hal yang dapat dilakukan antara lain seperti berikut.

  1. Limbah rumah tangga yang berbentuk cair dialirkan ke bak penampungan yang sudah disiapkan agar tidak mencemari sumber air dan menghindari bau tak sedap.
  2. Tidak menggunakan pupuk tanaman secara berlebihan dan mencegah agar pupuk tidak hanyut ke sungai atau danau.
  3. Usahakan menghindari penggunaan pestisida atau insektisida untuk pemberantasan hama pada tumbuhan. Sebaiknya digunakan metode pemberantasan hama secara biologis.
  4. Setiap pabrik harus mempunyai bak penampungan limbah. Sebelum limbah dibuang ke sungai, limbah harus diolah terlebih dahulu agar tidak membahayakan.

Udara sangat penting untuk mendukung kehidupan makhluk hidup. Udara juga melindungi bumi dari radiasi berbahaya Negara manakah yang pencemaran  udaranya paling tinggi di dunia? Negara yang memiliki tingkat pencemaran Udara tertinggi adalah Mongolia. berbagai penyakit pada manusia, antara Kota Ulanbatar di negara tersebut merupakan lain radang tenggorokan, bronkhitis, iritasi salah satu kota tercemar di dunia karena mata, dan kulit. Pencemaran udara juga penggunaan batu bara dan mobil-mobil yang sudah tua berdampak pada tumbuhan dan hewan. serta boiler untuk memasak dan pemanasan Tumbuhan yang terkena pencemaran udara selama musim dingin.

akan mengalami gejala seperti bintik-bintik pada daun, kerusakan pada jaringan daun, mengganggu fotosintesis, warna daun pucat, dan daun berguguran. Pencemaran udara juga dapat menyebabkan besi berkarat sehingga mudah rapuh.

3. Pencemaran Udara

Pencemaran udara berasal dari asap hasil pembakaran gas buang kendaraan bermotor, industri, dan kegiatan rumah tangga. Apa yang harus kamu lakukan agar udara tetap bersih? Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga udara tetap bersih antara lain dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, mencari bahan bakar alternatif, efisiensi penggunaan energi batu bara, menerapkan aturan uji emisi pada kendaraan bermotor, dan menanami pepohonan.

4. Pencemaran Tanah

Tanah merupakan unsur penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Tanah menjadi tempat tinggal berbagai makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain menjadi tempat tinggal, tanah bermanfaat menumbuhkan berbagai tumbuhan yang menjadi sumber makanan bagi hewan dan manusia.

Tanah yang baik bagi tumbuhan adalah tanah yang subur. Kesuburan tanah dipengaruhi oleh organisme seperti bakteri, jamur, dan organisme lain yang menguraikan limbah di dalam tanah dan menyediakan unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya (unsur hara). Kesuburan tanah dapat berkurang jika tanah tercemar oleh limbah cair yang mengandung bahan kimia berbahaya dan limbah padat berupa sampah.

Pencemaran tanah terjadi jika terdapat bahan-bahan asing, baik organik maupun anorganik, yang menyebabkan daratan rusak. Akibatnya, daratan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Padahal jika daratan tersebut tidak mengalami kerusakan, dapat digunakan untuk mendukung kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan, kehutanan, permukiman, dan lain-lain.

Bahan-bahan apa sajakah yang mencemari tanah? Pada awalnya, sebelum perkembangan kemajuan teknologi dan industri, manusia hanya membuang sampah atau limbah yang bersifat organik. Sampah atau limbah tersebut dapat dengan mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam.

Dalam proses perkembangannya, dengan beragamnya kebutuhan manusia dan berkembangnya berbagai jenis industri, sampah yang dihasilkan oleh manusia juga makin bervariasi. Sampah yang dibuang ke tanah tidak hanya berupa sampah organik, tetapi juga sampah anorganik. Sampah anorganik sulit untuk diurai atau dipecah oleh mikroorganisme sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. Sebagai gambaran, menurut Miller (1975), sampah plastik akan hancur dalam waktu 240 tahun jika ditimbun dalam tanah. Sampah kaleng yang terbuat dari timah atau besi memerlukan waktu 100 tahun untuk dapat berkarat dan hancur menjadi tanah. Kaleng yang terbuat dari alumunium memerlukan waktu 500 tahun untuk menjadi tanah. Sampah gelas atau kaca baru akan hancur dalam waktu 1 juta tahun.

Karena itulah dalam pembuangannya, sampah sebaiknya dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan pembuatan kompos. Sampah anorganik dapat digunakan untuk berbagai keperluan lain dengan cara dipakai ulang atau didaur ulang. Dengan cara demikian, di samping menghemat pemakaian sumber daya alam juga sampah anorganik tidak terus menumpuk di lokasi tempat pembuangan sampah.

Kali ini kita akan membahas tentang Saling Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Saling Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan

Saling keterkaitan antarkomponen lingkungan alam sangat perlu kita pahami karena setiap komponen lingkungan tidak dapat berdiri sendiri. Setelah kita memahami konsep-konsep pokok tentang lingkungan, mari kita bahas bagaimana keterkaitan antarkomponen alam (abiotik dan biotik), sosial budaya dalam kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarmu. Unsur budaya merupakan komponen binaan yang telah dikembangkan dalam kehidupan masyarakat. Untuk lebih memahami keterkaitan antarkomponen lingkungan tersebut, pelajari beberapa contoh di bawah ini.
  1. Di daerah pantai (komponen alam), berkembang kehidupan nelayan (komponen sosial) yang berbeda dari kehidupan petani (komponen sosial) yang tinggal di daerah pegunungan.
  2. Penduduk (komponen sosial) dalam memenuhi kebutuhannya membuka hutan (komponen alam) untuk dijadikan lahan pertanian.
  3. Untuk kepentingan pertanian dan penanganan banjir, pemerintah (komponen sosial) membangun bendungan (komponen binaan).
  4. Meluasnya lahan pertanian (komponen binaan) membuat banyak hewan (komponen alam) kehilangan habitat hidupnya, sehingga sebagian mengalami kepunahan atau bermigrasi ke daerah lain.
  5. Di daerah perkotaan (lingkungan binaan), berkembang lingkungan sosial yang sangat bervariasi (lingkungan sosial) dibandingkan dengan di pedesaan.
  6. Di daerah yang berbukit (lingkungan alam), rumah-rumah (lingkungan binaan) dibangun oleh penduduk secara terpencar atau menyebar dalam kelompok-kelompok kecil.
  7. Di daerah tropis (lingkungan alam) dengan curah hujan yang tinggi, atap rumah (lingkungan buatan) umumnya dibangun dengan lereng yang curam supaya air hujan cepat mengalir ke tanah. Bebrbeda dengan di daerah kering atau curah hujannya rendah yang atapnya dibuat lebih datar.

Apa kesimpulanmu setelah memperhatikan contoh-contoh tersebut?

Wawasan
Walaupun manusia saat ini dapat mengubah lingkungan, seperti membuat gedung, bendungan, jembatan, dan lain-lain, tetapi manusia tetap memiliki keterbatasan, khususnya saat menghadapi berbagai bencana alam. Karena itu, manusia tetap harus menjaga, menghargai, dan melestarikan lingkungan.
Saling Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan

Dari contoh-contoh di atas, ada keterkaitan yang sangat kuat antara komponen satu dan lainnya. Demikian juga halnya interaksi antara komponen yang satu dan komponen lainnya tidak dapat dipisahkan dan terus mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan manusia. Misalnya, pada zaman dahulu ketika kehidupan manusia masih sangat sederhana dan jumlahnya masih sedikit, mereka cenderung membangun interaksi yang harmonis dengan alam. Manusia mengambil seperlunya dari alam, sekadar memenuhi kebutuhan dasarnya, terutama makanan. Untuk memenuhi kebutuhan daging, mereka lakukan dengan cara berburu. Kebutuhan atas buah-buahan mereka peroleh apa adanya dari yang disediakan alam.

Seiring dengan berkembangnya kebudayaan dan teknologi, manusia mulai mengembangkan peralatan untuk membantu mereka mengambil dan mengolah sumber daya alam. Karena lebih mudah untuk mengambil dan mengolah sumber daya alam serta makin besarnya jumlah populasi manusia, volume sumber daya alam yang diambil manusia terus meningkat. Manusia tidak lagi hanya mengambil apa adanya dari alam, tetapi berupaya membudidayakannya melalui aktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan.

Budi daya pertanian atau peternakan merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat seiring waktu dengan meningkatnya populasi. Kebutuhan manusia juga makin beragam, tidak hanya berupa kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan rumah, akan tetapi juga beragam kebutuhan lainnya seperti kendaraan, perhiasan, alat komunikasi, dan lain-lain. Kebutuhan dasar pun makin beragam jenisnya. Jenis makanan yang dikonsumsi manusia juga makin bervariasi, begitu pula dengan pakaian. Rumah tidak hanya sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan serta binatang buas, tetapi juga menunjukkan status sosial seseorang. Rumah dan perabotan menjadi sangat beragam jenisnya. Semuanya berubah tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi sebagai gaya hidup.

Berbagai kondisi tersebut mengakibatkan permintaan akan sumber daya alam menjadi makin meningkat. Pengambilan atau eksploitasi sumber daya alam secara terus-menerus dilakukan dan menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Seringkali pengambilan sumber daya alam dilakukan manusia secara berlebihan dan tidak memperhatikan kelestariannya. Akibatnya, sebagian sumber daya alam mengalami kelangkaan dan kerusakan.

Kaitannya dengan Saling keterkaitan antarkomponen lingkungan alam pada masyarakat modern, manusia menempati posisi yang dominan terhadap lingkungannya. Manusia memengaruhi dan mengubah lingkungan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Hutan diubah menjadi lahan pertanian, kemudian menjadi desa, menjadi kota, dan seterusnya. Masyarakat yang masih tradisonal cenderung menyesuaikan diri dengan alam dan membangun hubungan yang harmonis dengan alam.

Masyarakat modern memiliki posisi yang dominan terhadap alam karena kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya, namun tetap saja mereka tidak mampu sepenuhnya menguasai atau mengubah alam. Pada sejumlah kasus, mereka mau tidak mau harus beradaptasi dengan alam. Contohnya, manusia sampai saat ini tidak mampu menghentikan bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain. Mereka pun belum dapat menentukan kapan gunung akan meletus. Upaya yang sebaiknya dilakukan ialah memperkecil dampak dari bencana. Manusia juga tidak mampu mengubah iklim dan unsur-unsurnya, seperti hujan, angin, dan lain-lain.

Kali ini kita akan membahas tentang Keragaman Budaya sebagai Aset Perekonomian Bangsa. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Keragaman Budaya sebagai Aset Perekonomian Bangsa

Keragaman budaya sebagai aset perekonomian bangsa perlu tetap kita lestarikan. Perhatikan hasil budaya di daerahmu! Bagaimana hasil budaya tersebut mempengaruhi perekonomian daerah? Manusia setiap waktu melakukan kegiatan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan yang dilakukan manusia tersebut bergantung pada tujuan masing-masing. Kegiatan itu akan terus dilakukan karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat untuk memenuhi kebutuhan terbatas.

Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya disebut kegiatan ekonomi atau tindakan ekonomi. Kegiatan ekonomi sehari-hari terdiri atas produksi, distribusi, dan konsumsi (Silahkan dalami di artikel ini). Produksi dilakukan oleh produsen sebagai upaya menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen kepada konsumen. Konsumen sebagai pengguna barang hasil produksi. Ketiga pelaku kegiatan ekonomi, yaitu konsumen, produsen, dan distributor memiliki kebergantungan satu sama lain.

Parawisata adalah salah satu kegiatan ekonomi yang bersumber dari pengembangan potensi keragaman budaya Indonesia. Potensi keragaman dan keunikan budaya Indonesia dari sejak dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Beberapa daerah di Indonesia seperti Bali, Lombok, Maluku, Sulawesi, dan Papua menyuguhkan pengalaman wisata yang sulit dilupakan oleh wisatawan. Bahkan, objek wisata yang terdapat di daerah-daerah tersebut menjadi tujuan wisata dari wisatawan mancanegara. Tercatat ribuan wisatawan asing mengunjungi Indonesia setiap tahunnya. Hal ini tentu mendatangkan devisa negara dalam jumlah besar, sehingga kegiatan pariwisata menjadi kegiatan ekonomi andalan nasional.

Keragaman Budaya sebagai Aset Perekonomian Bangsa

Pariwisata merupakan kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki daya tarik tertentu (objek wisata) untuk berekreasi, memperdalam ilmu pengetahuan, atau melakukan pekerjaan. Tempat-tempat tujuan wisata dapat dibedakan seperti berikut.
  1. Objek wisata alam, contohnya kebun binatang, taman nasional, pantai, danau, air terjun, dan pegunungan.
  2. Objek wisata rekreasi, contohnya kolam renang, pemancingan ikan, dan taman rekreasi.
  3. Objek wisata budaya, contohnya museum, candi, keraton, rumah adat, masjid kuno, benteng kuno atau bangunan-bangunan bersejarah lainnya.

Perkembangan pariwisata yang pesat di Indonesia memacu munculnya gagasan-gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi. Apa yang dimaksud dengan gagasan-gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi? Gagasan-gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi adalah usaha individu atau kelompok untuk bisa mencapai kemandirian dan kesejahteraan. Usaha mencapai kemandirian dapat dilakukan dengan kegiatan kewirausahaan. Caranya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan memodifikasinya menjadi lebih berguna dan bermanfaat.

Apa saja contoh gagasan keratif ekonomi pada bidang pariwisata? Banyak gagasan kreatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat seperti membuka usaha penginapan, rumah makan, toko suvenir, biro perjalanan, toko-dan cendera mata, serta usaha-usaha kreatif lainnya.

Monday, 26 January 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Kebudayaan Memperkokoh Integrasi Bangsa. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kebudayaan Memperkokoh Integrasi Bangsa

Setelah memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keragaman budaya Indonesia (baca artikel ini), banggakah kamu dengan keragaman budaya kita? Bagaimana keragaman budaya dapat memperkokoh integrasi bangsa? Integrasi bangsa bukan hal yang gampang untuk dibangun pada masyarakat yang memiliki keragaman budaya. Tapi jika dikelola dengan baik, kebudayaan dapat memperkokoh integrasi bangsa.

Pantun :
Mobil tua di dalam garasi
Walaupun tua tetapi antik
Kebudayaan memperkokoh integrasi
Jika dikelola dengan baik

Kebudayaan Memperkokoh Integrasi Bangsa


Mari ingat-ingat lagi apa arti integrasi. Integrasi artinya pembauran dari berbagai keragaman budaya hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan. Setiap pulau mempunyai perbedaan berdasarkan kondisi fisiknya. Perbedaan ini mengakibatkan keragaman budaya, ekonomi, dan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kita harus menyadari bahwa keragaman bukan merupakan penghalang menuju Indonesia bersatu. Begitu pula selat dan laut bukan sebagai penyekat, tetapi malah menjadi penghubung atau rantai pengikat pulau-pulau di Indonesia.

Kebudayaan Memperkokoh Integrasi Bangsa

Indonesia merupakan negara kesatuan. Hubungan antarpulau sudah terjadi sejak zaman dahulu kala. Ketersediaan angkutan laut sangat memudahkan hubungan antarpulau. Banyak suku dari satu pulau pindah ke pulau yang lain, dari daerah satu ke daerah yang lain. Mereka menetap di tempat yang baru dan berbaur dengan penduduk setempat. Masing-masing dari mereka memiliki budaya yang berbeda-beda, namun tetap hidup rukun dalam satu kesatuan bangsa. Indonesia terlihat indah dengan keragaman budayanya. Segala keragaman yang ada, tidak menghalangi bangsa Indonesia dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Akibatnya, terbentuklah integrasi bangsa yang hidup damai saling berdampingan dan saling menghargai yang diupayakan untuk dipertahankan melalui berbagai kegiatan atau aktivitas budaya Nusantara.

Fungsi dan Tujuan Integrasi Nilai-nilai Budaya Bangsa dalam Pendidikan IPS


Fungsi nilai-nilai budaya bangsa adalah :

  1. Pengembangan : mengembangkan peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku nilai-nilai budaya bangsa agar lebih terbentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa
  2. Perbaikan : dilakukan untuk memperkuat sikap siswa dalam mengembangkan peserta didik yang lebih baik
  3. Penyaring : untuk dapat memilah dan menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya-budaya asing yang masuk yang tidak sesuai dengan kebudayaan di Indonesia.



Tujuan nilai-nilai budaya bangsa adalah :

  1. Menyadarkan peserta didik akan pentingnya nilai-nilai budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari
  2. Mengembangkan potensi peserta didik sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai
  3. Menanamkan jiwa tanggung jawab siswa sebagai generasi penerus bangsa
  4. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kakuatan.

Saling menghargai keragaman budaya antara satu daerah dengan daerah lainnya merupakan salah satu cara untuk memperkokoh integrasi bangsa. Carilah hal-hal atau kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk memperkokoh integrasi bangsa di daerahmu.

Kali ini kita akan membahas tentang Kondisi Indonesia Dilihat Dari Keunggulan Komoditasnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kondisi Indonesia Dilihat Dari Keunggulan Komoditasnya

Komoditas adalah suatu benda yang nyata dan relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat pula dipertukarkan dengan produk sejenis lainnya, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka. Secara umum, komoditas adalah suatu produk yang diperdagangkan, termasuk didalamnya valuta asing, instrumen keuangan dan indeks.

Karakteristik dari Komoditas adalah harga yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan pasar bukannya ditentukan oleh penyalur ataupun penjual dan besaran harga tersebut berdasarkan pada perhitungan harga masing-masing pelaku Komoditas contohnya adalah : mineral dan produk pertanian seperti bijih besi, ethanol, minyak, gula, kopi, aluminium, gandum, beras, berlian, emas, atau perak. Selain itu, ada juga yang disebut produk "commoditized" (tidak dibedakan berdasarkan merek) seperti komputer.


Kondisi Indonesia Dilihat Dari Keunggulan KomoditasnyaDalam ilmu bahasa, kata "Komoditas" berasal dari bahasa Perancis yaitu "commodité" yang berarti "sesuatu yang menyenangkan" dalam kualitas dan layanan. Kata ini mulai dikenal dan dipergunakan di Inggris pada abad ke 15. Komoditas dalam bahasa Latin disebut commoditas yang merujuk pada berbagai cara untuk pengukuran yang tepat dari sesuatu ; keadaan waktu ataupun kondisi yang pas, kualitas yang baik; kemampuan untuk menghasilkan sesuatu atau properti; dan nilai tambah atau keuntungan. Bangsa Jerman menyebut komoditas sebagai die Ware, misalnya produk atau barang yang ditawarkan untuk dijual. Sedangkan bangsa Perancis menyebutnya "produit de base" seperti energi, barang, atau bahan baku industri.

Di Indonesia, komoditas dapat diartikan sebagai : barang dagangan, benda niaga, atau bahan mentah yang dapat digolongkan sesuai dengan mutunya menurut standar perdagangan internasional, misalnya gandum, karet, kopi.

Bagaimana kondisi indonesia dilihat dari keunggulan komoditasnya ? Keunggulan komoditas Indonesia di dunia cukup beragam seperti di bawah ini.

  1. Sebagai eksportir dan produsen minyak sawit mentah terbesar pertama di dunia
  2. Sebagai eksportir dan produsen rempah-rempah terbesar pertama di dunia
  3. Sebagai Eksportir batubara terbesar kedua di dunia
  4. Sebagai eksportir dan produsen timah terbesar di dunia
  5. Sebagai eksportir dan produsen nikel terbesar keempat di dunia
  6. Sebagai eksportir dan produsen tembaga terbesar ke-11 di dunia
  7. Sebagai eksportir dan produsen bauksit terbesar ketujuh di dunia
  8. Sebagai eksportir dan produsen biji besi terbesar kelima di dunia
  9. Sebagai Produsen emas terbesar ke-12 di dunia
  10. Sebagai Produsen gas terbesar ketujuh di dunia
  11. Sebagai eksportir dan produsen tekstil terbesar ke-7 di dunia, dan terbesar ke-11 untuk garmen
  12. Sebagai eksportir dan produsen minyak zaitun (bahan baku parfum) terbesar di dunia
  13. Sebagai eksportir dan produsen kopi terbesar ketujuh di dunia
  14. Sebagai eksportir dan produsen alas kaki terbesar kelima di dunia
  15. Sebagai eksportir dan produsen karet terbesar kelima di dunia
  16. Sebagai eksportir dan produsen kertas dan pulp terbesar kesembilan di dunia
  17. Sebagai eksportir dan produsen biji kakao terbesar ketiga di dunia
  18. Sebagai eksportir dan produsen rotan terbesar ketiga di dunia

Diolah dari sumber wikipedia.com dan duniaindustri.com

Kali ini kita akan membahas tentang Luas Wilayah dan Jumlah Suku di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Luas Wilayah dan Jumlah Suku di Indonesia

Luas wilayah dan jumlah suku di indonesia memiliki hubungan yang cukup penting, karena pada umumnya semakin luas wilayah suatu negara, semakin besar pula jumlah suku yang ada di negara tersebut. Bagaimana dengan luas wilayah dan jumlah suku di Indonesia ? Untuk mengetahuinya tentu saja kita harus terlebih dahulu mengetahui berapa luas wilayah negara Indonesia sebenarnya? dan juga berapa jumlah suku yang ada di Indonesia ?

Luas Wilayah Indonesia


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah yang sangat luas didunia, total luas negara Indonesia adalah 5.193.250 km² yang mencakup daratan dan lautan. Hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara terluas ke-7 di dunia setelah 6 negara lainnya, yaitu Rusia, Kanada, Amerika Serikat, China, Brasil dan Australia. Jika dibandingkan dengan luas negara-negara yang ada di Asia, Indonesia berada diperingkat ke-2. Sedangkan jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara terluas di Asia Tenggara.

Selain sebagai salah satu negara terluas didunia, Indonesia juga merupakan negara kepulauan terluas didunia. Hal tersebut dikarenakan Indonesia adalah negara kepulauan, maka wilayah Indonesia terdiri dari daratan dan lautan. Satu pertiga luas Indonesia adalah daratan dan dua pertiga luas Indonesia adalah lautan. Luas wilayah daratan Indonesia adalah 1.919.440 km² yang menempatkan Indonesia sebagai negara ke 15 terluas didunia.

Indonesia disebut juga sebagai Nusantara, karena Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang jumlahnya mencapai 17.508 pulau. Nusantara sendiri memiliki arti kepulauan yang terpisah oleh laut atau bangsa-bangsa yang terpisah oleh laut. Luas wilayah negara Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki rencana untuk berkeliling Indonesia dan menikmati keindahan alam serta keanekaragaman flora fauna disetiap daerah-daerah di Indonesia yang mereka kunjungi. Selain Nusantara, Indonesia dikenal dengan julukan Zamrud Khatulistiwa, Negara Maritim, Negara Agraris, Negara Seribu Pulau, Nusantara, Negara Seribu Candi, Negara Nyiur, Garuda, Negara Megabiodiversitas dan lain-lain, selengkapnya dapat kamu baca di artikel ini.

Luas Wilayah dan Jumlah Suku di Indonesia

Jumlah Suku di Indonesia


Berdasarkan data dari Sensus Penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, diketahui jumlah suku di Indonesia yang berhasil terdata adalah sebanyak 1.128 suku bangsa. Namun jumlah tersebut masih saja kurang dari jumlah yang sebenarnya, hal ini dikarenakan luas wilayah Indonesia yang begitu luas dan terdapat beberapa wilayah pedalaman yang masih sulit dijangkau. Berikut adalah profil beberapa suku dengan populasi terbesar:

Suku Jawa
Suku Jawa merupakan suku dengan populasi penduduk terbesar di Indonesia, diperkirakan populasinya mencapai 100 juta jiwa. Sebagian besar populasi suku Jawa berdiam di Pulau Jawa, utamanya Jawa bagian tengah dan timur. Penduduk suku Jawa ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, namun tidak hanya mendiami wilayah Indonesia, penyebaran populasi suku ini juga sudah sampai ke luar negeri, Malaysia, Suriname, dan Belanda adalah beberapa negara di dunia yang penduduknya terdapat populasi suku Jawa.

Suku Sunda
Suku Sunda merupakan suku kedua yang memiliki populasi penduduk kedua terbesar di Indonesia. Sebagian besar penduduk suku sunda mendiami Pulau Jawa bagian Barat.

Suku Melayu
Sebagian besar penduduk suku Melayu mendiami Pulau Sumatra dan sebagian Kalimantan bagian Barat. Suku melayu patut berbangga karena bahasa melayu dengan dialeknya yang akhirnya jadi bahasa pemersatu, yaitu bahasa Indonesia.

Suku Bugis dan Makassar
Suku ini sebagian besar mendiami wilayah selatan Pulau Sulawesi, tepatnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Akan tetapi penduduk suku ini sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara seperti Malaysia dan Afrika Selatan.

Suku Batak
Sebagian besar penduduk suku ini berdiam di provinsi Sumatra Utara. Akan tetapi masyarakat Batak ini sudah tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara.

Suku Madura
Suku Madura mendiami wilayah Pulau Madura dan sebagian pesisir timur pulau Jawa.Seperti halnya suku-suku besar lainnya, masyarakat Madura juga menyebar ke seluruh wilayah nusantara.

Sunday, 25 January 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Bentang Alam dan Iklim Kawasan Asia Tenggara. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Bentang Alam dan Iklim Kawasan Asia Tenggara

Bentang alam dan iklim kawasan Asia Tenggara merupakan hal yang perlu kita pelajari untuk lebih mengenal kawasan Asia Tenggara. Berikut ini kita akan membahas tentang kedua hal tersebut satu persatu.

Bentang Alam Asia Tenggara


Kawasan Asia Tenggara terdiri atas daratan utama (mainland) dan pulau-pulau yang berdekatan dengannya. Daratan utamanya berbentuk semenanjung yang dikenal dengan sebutan Indo-Cina. Bentang alam yang umum tampak di kawasan Asia Tenggara adalah pegunungan, perbukitan, dataran tinggi, dan dataran rendah. Gunung api tidak dimiliki oleh semua negara di kawasan Asia Tenggara, gunung berapi hanya muncul di wilayah Indonesia (Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku) dan wilayah Filipina. Bentang alam yang terdapat di kawasan Asia Tenggara ditunjukkan pada peta berikut.

Bentang Alam dan Iklim Kawasan Asia Tenggara


Bentang alam di kawasan Asia Tenggara sebagian besar berupa pegunungan, dataran tinggi, gunung api, dan dangkalan benua. Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut.


Pegunungan

a. Pegunungan lipatan tua
   
➀ Pegunungan Bilauktaung (Thailand)
➁ Pegunungan Annam (Vietnam)
➂ Pegunungan Titiwangsa (Malaysia)
➃ Pegunungan Bintan (Malaysia)
➄ Pegunungan Muller (Indonesia)
➅ Pegunungan Schwaner (Indonesia)
➆ Pegunungan Tenasserim (Thailand)
➇ Pegunungan Barat (Thailand)
➈ Pegunungan Utara (Thailand)
➉ Pegunungan Gajah (Kampuchea)

   
b. Pegunungan lipatan muda
   
➀ Pegunungan Arakan Yoma (Myanmar)
➁ Pegunungan Bukit Barisan (Indonesia)
➂ Pegunungan Crocker (Malaysia)
➃ Pegunungan Kapuas Hulu (Malaysia)
➄ Pegunungan Sudirman (Indonesia)
➅ Pegunungan Jaya Wijaya (Indonesia)
➆ Pegunungan Zambales (Filipina)
➇ Pegunungan Cordillera Tengah (Filipina)
➈ Pegunungan Sierra Madre (Filipina)
➉ Pegunungan Diutana (Filipina)

   
Dataran tinggi
   
1) Dataran Tinggi Shan (Myanmar)
2) Dataran Tinggi Korat (Thailand)
3) Dataran Tinggi Laos (Laos)
4) Dataran Tinggi Gayo/Aceh (Indonesia)
5) Dataran Tinggi Karo/Batak (Indonesia)
6) Dataran Tinggi Minangkabau (Indonesia)
7) Dataran Tinggi Priangan/Bandung (Indonesia)
8) Dataran Tinggi Dieng (Indonesia)

   
Gunung api
   
1) Gunung Merapi (Indonesia)
2) Gunung Kerinci (Indonesia)
3) Gunung Krakatau (Indonesia)
4) Gunung Semeru (Indonesia)
5) Gunung Lompobatang (Indonesia)
6) Gunung Agung (Indonesia)
7) Gunung Rinjani (Indonesia)
8) Gunung Mayon (Filipina)
9) Gunung Pinatubo (Filipina)
10) Gunung Apo (Filipina)
11) Gunung Pulong (Filipina)

   
Dangkalan benua
   
1) Dangkalan Sunda
2) Dangkalan Sahul

Kawasan Asia Tenggara dialiri oleh banyak sungai. Sebagian besar sungai mengalir ke selatan. Coba amati sungai-sungai pada peta Asia Tenggara. Sebutkan sungai-sungai utamanya! Negara manakah yang dialiri sungai itu? Di laut manakah sungai itu bermuara?

Iklim Kawasan Asia Tenggara


Iklim kawasan Asia Tenggara dipengaruhi oleh posisi geografisnya. Kawasan Asia Tenggara berada pada posisi 28°LU–11°LS sehingga beriklim tropis. Di kawasan Asia Tenggara terdapat dua jenis iklim tropis, yaitu (1) iklim khatulistiwa (ekuatorial) dan (2) iklim monsun tropis. Sebagian kawasan Asia Tenggara di sekitar garis khatulistiwa beriklim khatulistiwa. Di wilayah daratan utama Asia Tenggara pengaruh laut sudah kurang. Keadaan ini menyebabkan wilayah daratan utama beriklim monsun.

Ciri-ciri iklim khatulistiwa sebagai berikut.
  1. Udara panas dan lembap sepanjang tahun.
  2. Suhu udara tinggi (± 27°C) dan relatif sama sepanjang tahun.
  3. Perbedaan suhu udara tahunan kecil (1–2°C).
  4. Hujan sepanjang tahun jumlahnya > 2.000 mm per tahun.

Ciri-ciri iklim monsun tropis sebagai berikut.

  1. Terjadi musim lembap (Bulan Mei–September) dan musim kering (Bulan November–Maret).
  2. Suhu udara tinggi (29°C) sepanjang tahun.
  3. Perbedaan suhu udara tahunan cukup besar (3–11°C).
  4. Curah hujan tahunan 1.000–2.000 mm.

Iklim khatulistiwa terdapat di wilayah Indonesia (kecuali Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Jawa Timur), Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam,  Semenanjung Thailand, dan Filipina (Pulau Mindanao). Iklim monsun tropis terdapat di wilayah Laos, Vietnam, Kampuchea, Thailand (kecuali semenanjung), Myanmar, Filipina (kecuali Pulau Mindanao), serta Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Jawa Timur (Indonesia).

Angin muson memengaruhi hujan di sebagian besar kawasan Asia Tenggara. Angin muson berubah arah setiap enam bulan. Bagaimana pola angin muson di Asia Tenggara pada bulan Oktober–April dan April–Oktober? Coba gambarkan polanya! Jelaskan gambar yang kamu buat secara singkat!

Kali ini kita akan membahas tentang Posisi dan Letak Geografis Kawasan Asia Tenggara. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Posisi dan Letak Geografis Kawasan Asia Tenggara

Posisi dan letak geografis kawasan Asia Tenggara dapat digunakan untuk meninjau letak Asia Tenggara. Asia Tenggara adalah suatu kawasan yang terletak di sebelah tenggara Benua Asia. Luas wilayah daratan dari Asia Tenggara sekitar 4.817.000 km2, sedangkan perairan laut Asia Tenggara sekitar 5.060.100 km2. Kawasan Asia Tenggara terdiri atas beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam,  Myanmar, Laos, Kampuchea, dan Vietnam.

Kadang kala, negara Timor Leste (dahulu salah satu provinsi di Indonesia) dianggap masuk kawasan Asia Tenggara. Negara terbesar di kawasan Asia Tenggara adalah Indonesia (luas daratan > 1,8 juta km2), sedangkan negara terkecil adalah Singapura (luas wilayah < 700 km2). Negara yang berada di daratan Asia, yaitu Thailand, Myanmar, Kampuchea, Laos, dan Vietnam. Negara yang berada di kepulauan atau pulau, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kawasan Asia Tenggara terbentuk oleh dataran tinggi dan dataran rendah.

Kawasan Asia Tenggara merupakan bagian dari Benua Asia di bagian sebelah tenggara. Letak Asia Tenggara dapat ditinjau menurut posisi geografis dan letak geografis.

Posisi dan Letak Geografis Kawasan Asia Tenggara


a. Posisi Geografis Kawasan Asia Tenggara

Posisi geografis adalah letak suatu kawasan berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis khayal yang sejajar dengan ekuator, yang melingkari permukaan bumi secara mendatar. Sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan antara Kutub Utara dan Kutub Selatan, serta membentuk setengah lingkaran bumi.

Posisi dan Letak Geografis Kawasan Asia Tenggara
Berdasarkan garis lintang dan bujur, Asia Tenggara berada pada posisi 28°LU–11°LS dan 93°BT–141°BT. Kawasan Asia Tenggara dilewati oleh garis khatulistiwa (ekuator) dan garis balik utara. Posisi geografis Asia Tenggara tersebut memengaruhi iklim dan kegiatan ekonomi penduduk.

Negara yang terletak paling utara di Asia Tenggara adalah Myanmar, sedangkan yang terletak paling selatan adalah Indonesia. Negara paling barat di Asia Tenggara adalah juga Myanmar dan paling timur adalah juga Indonesia.

b. Letak Geografis Kawasan Asia Tenggara

Letak geografis adalah letak suatu kawasan jika dilihat di permukaan bumi sebenarnya atau ditinjau dari kawasan sekitarnya. Berdasarkan letak geografis, Asia Tenggara berada di antara Benua Australia dan daratan utama Benua Asia serta terletak diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Adapun batas-batas kawasan Asia Tenggara sebagai berikut.

1) Utara : Negara Cina.
2) Selatan : Negara Timor Leste, Benua Australia, dan Samudra Hindia.
3) Barat : Negara India, Bangladesh, dan Samudra Hindia.
4) Timur : Negara Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Kawasan Asia Tenggara sangat strategis karena letaknya berada di antara dua samudra. Kawasan ini menghubungkan negara-negara barat dan timur sehingga kawasan ini sangat menguntungkan bagi peningkatan kegiatan perdagangan dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

Kali ini kita akan membahas tentang Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Apa yang dimaksud dengan istilah pembangunan ekonomi ? Istilah pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi sering dianggap sama pengertiannya, padahal kedua istilah itu mengandung arti yang berbeda. Untuk lebih memahami perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi, kita simak penjelasan berikut.

Kita mulai dari melihat definisinya, definisi Pembangunan ekonomi adalah Suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan per kapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara. Sedangkan definisi Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Jika dilihat dari tujuannya, pembangunan ekonomi bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, karena dengan pembangunan ekonomi dapat dicapai perubahan berupa kemajuan dan perbaikan menuju ke arah yang ingin dicapai. Sedangkan tujuan dari pertumbuhan ekonomi adalah untuk memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Dari sisi fungsinya juga mempunyai perbedaan, pembangunan ekonomi memiliki fungsi untuk meningkatkan pembangunan per kapita masyarakat, sedangkan pertumbuhan ekonomi berfungsi untuk meningkatkan kenaikan PDB dan pertumbuhan masyarakat.

Dari sifatnya juga berbeda, pembangunan ekonomi bersifat kualitatif, sedangkanp ertumbuhan ekonomi bersifat kuantitatif.

Tempat pelaksanaannya juga memiliki perbedaan, pembangunan ekonomi bertempat di sekitar wilayah pemerintah, sedangkanp ertumbuhan ekonomi di sekitar pemerintahan dan penghasil SDA.

Jika dilihat alasan atau motivasinya, pembangunan ekonomi memiliki alasan untuk mengurangi pengangguran, mengurangi kesenjangan stratifikasi ekonomi, dan meningkatkan pendapatan per kapita, sedangkan pertumbuhan ekonomi memiliki alasan untuk menekan kenaikan PDB.

Subjeknya juga berbeda, Subjek dari pembangunan ekonomi adalah Pemerintah, sedangkan subjek pertumbuhan ekonomi adalah Pengusaha

Objeknya juga berbeda, objek dari pembangunan ekonomi adalah Kebutuhan masyarakat, sedangkan objek pertumbuhan ekonomi adalah Menyejahterakan masyarakat.

Jika dilihat lebih jauh, faktor pendukung keduanya juga berbeda, faktor pendukung pembangunan ekonomi adalah Kebudayaan, teknologi, pemerintah, dukungan masyarakat, kondisi alam, dan perekonomian. Sedangkan faktor pendukung pertumbuhan ekonomi : SDA, SDM, kewirausahaan, dan investasi.

Faktor prnghambat Pembangunan ekonomi adalah Rendahnya pengetahuan, dan teknologi, rendahnya kualitas tenaga kerja, rendahnya anggaran pendidikan, faktor budaya yang bersifat menghambat, tingkat korupsi yang tinggi, rendahnya daya beli masyarakat, pengangguran, kekurangan modal,dan masalah pemerataan pendapatan. Sedangkan faktor penghambat pertumbuhan ekonomi adalah penduduk menurun, kegagalan dari pembangunan ekonomi, terbatasnya kualitas SDM, dan terbatasnya SDM.

Solusi dari pembangunan ekonomi adalah Meningkatkan pendidikan, dan memperluas lapangan kerja. Sedangkan solusi pertumbuhan ekonomi adalah Memperbaiki sistem politik dan ekonomi, meningkatkan hasil produksi, dan memperbesar tingkat muetasi dari tahun ke tahun.

Tolak ukur pembangunan ekonomi adalah Kenaikan per kapita, pertambahan pendapatan nasional, dan perubahan struktur ekonomi. Sedangkan tolak ukur pertumbuhan ekonomi adalah Produk domestik bruto, pendapatan per jam kerja, usia harapan hidup, inovasi, dan membandingkan pendapatan nasional dari tahun ke tahun dan tingkat produksi.

Kali ini kita akan membahas tentang Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam

Interpretasi bentuk kenampakan alam di permukaan bumi dapat kita amati pada peta. Peta adalah salah satu alat untuk mengenal Pola dan Bentuk Muka Bumi atau bentang alam dipermukaan bumi. Kenampakan alam pada peta disajikan dalam bentuk simbol dan warna. Berbagai bentang alam di permukaan bumi diantaranya adalah gunung, bukit, lembah, sungai, dan dataran.

Interpretasi peta merupakan cara membaca informasi yang terkandung dalam peta. Gambaran relief muka bumi dapat diinterpretasikan pada peta dengan cara sebagai berikut.
  1. Pada peta udara dan peta topografi yang diproduksi ulang dari foto udara dan biasanya diberi bayangan.
  2. Pada atlas, peta administrasi, dan bagan diberi arsiran.
  3. Pada atlas diberi warna yang berbeda-beda.
  4. Pada peta topografi perbedaan ketinggian ditampilkan dengan garis kontur.
Dengan cara-cara tersebut di atas relief muka bumi dapat diketahui perbedaannya. Relief muka bumi dapat dikenali dengan cara menginterpretasi peta.

a. Interpretasi Relief Muka Bumi

Salah satu cara untuk mengenali berbagai kenampakan alam adalah dengan cara membaca dan memahami peta topografi. Perbedaan relief muka bumi pada peta topografi, ditampilkan dalam bentuk simbol dan garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki ketinggian yang sama.

Setiap garis kontur memiliki jarak atau interval yang sama. Garis kontur tidak rapat menunjukkan tingkat kemiringan lereng landai. Sebaliknya, garis kontur rapat menunjukkan tingkat kemiringan lereng yang curam. Perbedaan ketinggian pada garis kontur biasanya dituliskan dalam satuan meter. Nilai contour interval (Ci) di setiap peta tidak sama. Nilai Ci dapat dihitung berdasarkan skala peta. Rumus untuk menghitung Ci sebagai berikut.

Ci = (1 / 2.000) x Penyebut Skala.

Contoh:
Peta A berskala 1 : 100.000. Berapa nilai contour interval (Ci) peta A ?
Jawab:
Ci = (1 / 2.000) × 100.000 = 50 meter.
Peta A memiliki contour interval (Ci) = 50 meter.

Berbagai bentuk muka bumi yang dapat dikenali dari peta sebagai berikut.

Interpretasi Relief Muka Bumi
1) Gunung
Gunung merupakan bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekelilingnya. Biasanya bagian yang menjulang tersebut dalam bentuk puncak-puncak gunung dengan ketinggian 600 meter dpal atau lebih.
Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam

2) Pegunungan
Sedangkan pegunungan merupakan bagian dari daratan yang merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 600 meter dpal. Contoh pegunungan Di Indonesia terdapat Pegunungan Bukit Barisan, Seribu, Meratus, dan Jaya Wijaya.

Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam
3) Bukit
Bukit yang merupakan bagian dari permukaan bumi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah di sekelilingnya, dengan ketinggian kurang dari 600 m dpal. Bukit tidak tampak curam seperti gunung. Perbukitan yang ada di wilayah Indonesia adalah Bukit Kelingkang di perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak, Bukit Menoreh di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, Bukit Kintamani di Bali, dan Bukit Burangrang di Jawa Barat.

Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam


4) Lembah
Lembah merupakan cekungan yang terletak di antara dua dataran tinggi. Lembah umumnya terdapat di kanan kiri sungai atau di kaki gunung. Lembah yang berada di kanan kiri sungai disebut cekung atau basin. Contohnya adalah Lembah Mamberamo dan Timika di Papua. Lembah yang terdapat di kaki gunung disebut ngarai atau kanyon. Contoh lembah adalah Ngarai Sianok di Bukittinggi Sumatera Barat dan Lembah Baliem di Papua.

5) Dataran Rendah
Dataran rendah merupakan daratan yang terletak pada ketinggian 0–200 meter di atas permukaan laut. Dalam atlas, dataran rendah biasanya ditampilkan dengan warna hijau. Di Indonesia banyak terdapat dataran rendah, di antaranya terdapat di Pulau Jawa, Sumatera, dan Papua.

b. Interpretasi Kenampakan di Daerah Pesisir


Kita telah mempelajari berbagai kenampakan alam yang terbentuk di daerah pesisir. Bentuk dari garis pantai dan garis kontur akan dapat membantu kita mengidentifikasi berbagai kenampakan alam yang terbentuk di daerah pesisir.

Kita dapat mengenali terjadinya erosi kenampakan alam di pesisir dengan terbentuknya tanjung dan teluk. Kedua kenampakan alam tersebut dapat dikenali dari peta topografi yang memiliki garis pantai yang tidak teratur. Bagian laut yang menjorok ke daratan disebut teluk. Bagian daratan yang menjorok ke laut disebut tanjung. Selain erosi, di daerah pesisir juga terjadi proses sedimentasi.

Proses ini akan membentuk kenampakan alam berupa beting atau gosong. Beting atau gosong adalah endapan pasir yang terbentuk pada laut dangkal agak jauh dari pantai. Kenampakan lain yang terbentuk adalah spit, yaitu seperti beting, tetapi tersambung dengan daratan. Pantai juga terbentuk di daerah pesisir. Selain tanjung, berbagai kenampakan alam di pesisir di atas terbentuk di daerah yang rendah.
Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam



c. Interpretasi Daerah Aliran Sungai

Daerah aliran sungai (DAS) merupakan daerah yang mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya melalui jaringan sungai menuju sungai utama sebagai saluran keluarnya. Antara Daerah aliran sungai yang satu dengan lainnya dipisahkan oleh batas daerah tangkapan air hujan yang berupa punggung/igir pegunungan atau tempat-tempat yang lebih tinggi dari sekitarnya.

Di sepanjang aliran sungai dari daerah hulu ke hilir akan terbentuk berbagai kenampakan alam berupa lembah, air terjun, dataran banjir, meander, danau tapal kuda, dan delta. Berbagai kenampakan tersebut dapat kamu kenali dalam peta topografi.

Berdasarkan gambar di bawah ini, informasi apa yang bisa kita peroleh ?

Gambar A menunjukkan aliran sungai di daerah dengan kemiringan lereng yang curam. Garis kontur yang membentuk huruf V menunjukkan di daerah itu terdapat lembah. Pada lereng yang curam sering ditemukan air terjun dan aliran air deras. Sungai dan anak sungainya adalah saluran air yang kecil.

Interpretasi Bentuk Kenampakan AlamGambar B menunjukkan aliran sungai di daerah yang topografinya lebih landai dan rata. Perubahan kemiringan lereng juga sangat sedikit. Lembah yang terbentuk lebih landai jika dibandingkan di daerah hulu. Sungainya memiliki saluran yang lebih besar dibandingkan dengan di gambar A.

Gambar C menunjukkan aliran sungai di daerah sangat landai. Di sekelilingnya terbentuk dataran banjir. Lembah yang terbentuk sangat lebar dan kemiringannya sangat landai. Di daerah tersebut terbentuk sungai yang berkelok-kelok yang disebut meander. Selain itu, juga terbentuk danau tapal kuda. Di muara sungai terbentuk delta.

Bentuk Muka Bumi (Relief) Daratan dan Dasar Laut

a. Relief Daratan

Permukaan bumi memiliki berbagai kenampakan alam yang sangat bervariasi. Ada daerah yang rendah, tapi ada juga daerah yang tinggi. Kesemuanya memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Gunung, lembah, plato, dataran rendah, dan bukit merupakan beberapa bentuk dari kenampakan alam yang ditemukan di permukaan bumi. Berikut ini merupakan penampang melintang dari kenampakan alam yang ada di daratan.

b. Relief Dasar Laut

Dasar laut memiliki relief yang hampir sama dengan permukaan bumi. Relief dasar laut dibedakan sebagai berikut.

1) Landas Benua/Kontinen
Landas kontinen atau landas benua adalah dasar laut yang merupakan kelanjutan dari sebuah benua. Daerah ini merupakan relief dasar laut yang menurun perlahan-lahan mulai dari pantai menuju ke arah tengah lautan sampai ke pinggir saat dasar laut tiba-tiba menurun. Landas kontinen memiliki kedalaman sekitar 200 meter. Contohnya adalah Dangkalan Sunda merupakan kelanjutan dari Benua Australia.

2) Palung Laut
Palung laut atau biasa disebut trench merupakan dasar laut yang sangat dalam, curam, sempit, dan memanjang. Palung laut terbentuk karena adanya gerak lipatan kulit bumi atau adanya patahan. Contoh palung laut adalah Palung Jawa memiliki kedalaman 8.000 m, Palung Mariana memiliki kedalaman 9.635 m, dan Palung Mindanao memiliki kedalaman 10.500 m.

3) Lubuk Laut
Lembah laut atau bekken adalah daerah yang dalam dan luas di lautan. Daerah ini berupa cekungan. Contoh Lubuk Laut adalah Indo-Australia Bekken di Samudra Hindia.

4) Punggung Laut
Punggung laut adalah bagian dari dasar laut yang menjulang ke atas sebagai pegunungan di laut. Contoh punggung laut di Indonesia antara lain terdapat di sebelah barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, dan selatan Pulau Sumba.

5) Gunung Laut
Gunung laut adalah gunung yang terbentuk di dasar laut. Gunung ini kadang ada yang sampai ke permukaan laut. Gunung ini terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanisme. Contoh gunung laut misalnya Gunung Krakatau di Selat Sunda.

Saturday, 24 January 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Proklamasi Kemerdekaan sebagai Pintu Gerbang Pembangunan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Proklamasi Kemerdekaan sebagai Pintu Gerbang Pembangunan

Proklamasi Kemerdekaan sebagai Pintu Gerbang Pembangunan memang benar adanya, tanpa kemerdekaan, pembangunan akan sulit dilakukan di negara tercinta ini. Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju keberhasilan pembangunan nasional. Bagaimana makna kalimat tersebut ? Pembangunan yang dicita-citakan masyarakat Indonesia, hanya akan dapat dilakukan setelah Indonesia merdeka.

a. Pengesahan UUD 1945

Rapat PPKI memiliki agenda untuk menyepakati Pembukaan dan UUD Negara Republik Indonesia. Piagam Jakarta yang telah dibuat oleh BPUPKI sebelumnya menjadi rancangan awal, dan dengan sedikit perubahan, disahkan menjadi UUD yang terdiri atas: Pembukaan, Batang Tubuh yang terdiri dari 37 Pasal, 4 Pasal Aturan Peralihan dan 2 Pasal Aturan Tambahan disertai dengan penjelasan. Dengan demikian, Indonesia memiliki telah landasan hukum yang kuat dalam hidup bernegara dengan menentukan arahnya sendiri.

b. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Sukarno dan Hatta ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia. Mereka ditetapkan secara aklamasi dalam musyawarah untuk mufakat. Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Supratman, mengiringi penetapan presiden dan wakil presiden terpilih.

c. Pembagian Wilayah Indonesia
Rapat PPKI tanggal 19 Agustus 1945 telah memutuskan pembagian wilayah Indonesia menjadi delapan provinsi di seluruh bekas jajahan Hindia Belanda. Kedelapan provinsi yang dimaksud adalah: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Borneo (Kalimantan), Maluku, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusatenggara), Sumatera, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta.

d. Pembentukkan Kementerian
Pimpinan panitia kecil melaporkan hasil rapat Panitia Kecil yang dipimpin oleh Mr. Ahmad Subarjo, hasil rapat Panitia Kecil mengajukan adanya 13 kementerian.

e. Pembentukkan Komite Nasional Indonesia
Pada tanggal 22 Agustus 1945, PPKI kembali menyelenggarakan rapat pembentukkan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang akan menggantikan PPKI. Sukarno dan Hatta mengangkat sebanyak 135 orang anggota KNIP yang mencerminkan keadaan masyarakat Indonesia. Seluruh anggota PPKI, kecuali Sukarno dan Hatta, menjadi anggota KNIP yang selanjutnya dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945. Tugas dan wewenang KNIP adalah menjalankan fungsi pengawasan dan berhak ikut serta dalam menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) Republik Indonesia.

f. Membentuk Kekuatan Pertahanan dan Keamanan
Presiden Sukarno mengesahkan secara resmi Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 23 Agustus sebagai badan kepolisian yang bertugas menjaga keamanan. Sebagian besar anggota BKR terdiri dari mantan anggota PETA, KNIL, dan Heiho. Pada tanggal 5 Oktober, berdirilah TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Supriyadi sebagai tokoh perlawanan tentara PETA terhadap Jepang di Blitar, terpilih sebagai pimpinan TKR. Atas dasar maklumat itu, segera dibentuk Markas Besar TKR yang dipusatkan di Yogyakarta oleh Urip Sumohardjo.

Wawasan
Puncak perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan dari tangan bangsa penjajah, adalah dengan diproklamasikannya Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagian besar rakyat Indonesia, dengan cepat dapat menanggapi hakikat dari makna proklamasi itu. Namun demikian, ada juga yang menanggapi kemerdekaan itu adalah bebas dari segala-galanya, sehingga mereka berusaha melawan kekuatan yang selama ini membelenggunya. Kondisi ini kerap kali memunculkan apa yang disebut: revolusi sosial. Sikap rakyat yang berbeda inilah yang pada gilirannya akan memunculkan perlawanan-perlawanan, baik terhadap tentara Jepang maupun kepada penguasa pribumi yang pada zaman kolonial Belanda maupun Jepang, berpihak kepada penjajah.

1) Rapat Raksasa di Lapangan Ikada

Rakyat Indonesia, baik di pusat maupun daerah, pada umumnya melakukan aksi-aksi yang mendukung diproklamasikannya Kemerdekaan Indonesia. Para pemuda yang dipelopori oleh Komite van Aksi Menteng 31, di Jakarta, menghendaki agar para pemimpin perjuangan kemerdekaan, mau bertemu dengan rakyat dan berbicara di hadapan mereka mengenai kemerdekaan Indonesia sebagai puncak perjuangan bangsa. Rencana ini direncanakan akan dilaksanakan dengan dua cara, yaitu: persiapan pengerahan massa, dan menyampaikan rencana itu kepada presiden.

Proklamasi Kemerdekaan sebagai Pintu Gerbang Pembangunan
Rapat Raksasa di Lapangan Ikada

Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta yang terpilih secara aklamasi oleh PPKI, menyetujui usulan rencana tersebut, demikian pula dengan paramenteri yang telah dilantik. Masalah yang menjadi perhatian adalah: sikap tentara Jepang dengan rencana tersebut. Presiden harus mempertimbangkan rencana tersebut dengan matang, agar tidak terjadi bentrokan dengan massa. Sukarno kemudian memutuskan untuk mengadakan sidang kabinet di kediaman presiden. Sidang kabinet diselenggarakan pada tanggal 9 September 1945 dan berlangsung sampai tengah malam, sehingga sidang ditunda sampai pukul 10.00 pagi keesokan harinya.

Pada pagi harinya, sidang dilanjutkan lagi di Lapangan Banteng Barat dan dihadiri oleh para pemimpin pemuda atau para pemimpin Badan Perjuangan. Para pemimpin pemuda menghendaki agar pertemuan antara pemimpin bangsa dengan rakyatnya, tidak dibatalkan. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, rapat menyetujui rencana itu. Presiden dan wakil presiden serta para menteri, kemudian menuju ke Lapangan Ikada. Ternyata, Lapangan Ikada telah dipenuhi oleh massa yang lengkap dengan senajata tajam. Tampak pula, tentara Jepang yang sudah bersiap siaga dengan senjata lengkap dan tank-tanknya.

Melihat kondisi ini, tampaknya bentrokan antara pasukan Jepang dengan massa, dapat terjadi sewaktu-waktu. Mobil presiden dan wakil presiden diberhentikan sebentar oleh komandan jaga, sebelum dipersilahkan masuk ke Lapangan Ikada. Sukarno menuju panggung dan menyampaikan pidato singkat, meminta dukungan dan kepercayaan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mematuhi kebijaksanaan-kebijaksanaannya. Sukarno juga memerintahkan massa untuk bubar dengan tertib. Imbauan tersebut ternyata dipatuhi oleh massa yang memadati Lapangan Ikada. Melihat fenomena ini, Rapat Raksasa di Lapangan Ikada ini adalah manifestasi pertama dari kewibawaan pemerintah Republik Indonesia kepada rakyatnya. Sekalipun rapat ini berlangsung singkat, akan tetapi telah berhasil mempertemukan rakyat dengan para-pemimpinnya dan sekaligus memberikan kepercayaan rakyat kepada para-pemimpinnya.

2) Tanggapan di berbagai Daerah terhadap Proklamasi

Berita proklamasi kemerdekaan segera menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Pekik merdeka mewarnai salam masyarakat Indonesia disetiap gang, pasar, kantor-kantor, dan berbagai tempat umum lainnya. Sebagian masyarakat merasa tidak percaya, akan tetapi luapan kegembiraan menghiasi hari-hari setelah tanggal 17 Agustus 1945. Rasa syukur masyarakat Indonesia atas kemerdekaan, dilakukan dengan berbagai cara. Doa syukur berkumandang di tempat-tempat ibadah, sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Rasa syukur terhadap kemerdekaan, bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dibuktikan dengan perbuatan. Semangat kemerdekaan, telah membakar keberanian rakyat Indonesia diberbagai daerah. Pada kesempatan, kalian akan mempelajari bagaimana besarnya semangat dan keberanian rakyat Indonesia dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan. Jiwa dan raga dipertaruhkan, dalam rangka menjaga kelangsungan negara Indonesia.

Renungkan
Rakyat Indonesia bersuka cita menyambut kemerdekaan. Kemerdekaan tersebut diperjuangkan oleh para pendahulu kita, dengan penuh pengorbanan. Selayaknya bangsa Indonesia yang hidup pada pembangunan jaman sekarang, selalu bercermin pada para pejuang kemerdekaan. Jiwa semangat berkorban, kerjasama, dan saling menghargai, ditunjukkan pada perilaku para pejuang kemerdekaan dalam memperjuangkan proklamasi dan mendirikan Republik Indonesia. Apabila kelak kamu menjadi pemimpin, toloooong... dahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, jangan lupakan itu.

Kali ini kita akan membahas tentang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 akhirnya terjadi. Para pahlawan berjuang melawan penjajah dengan tujuan tercapainya Indonesia Merdeka. Proklamasi adalah momentum penting bagi bangsa Indonesia. Kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan langkah awal untuk menata diri, agar diakui keberadaannya oleh dunia internasional. Bagaimana proses pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia ? Kamu perlu menghayati proses proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan melaksanakan aktivitas kelompok berikut ini. Untuk menambah informasi tentang proses proklamasi kemerdekaan Indonesia, kamu simak uraian di bawah ini.

1) Persiapan Pembacaan Teks Proklamasi


Pagi hari pada tanggal 17 Agustus 1945, parap emimpin nasional dan parapemuda kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan penyelenggaraan pembacaan teks proklamasi setelah selesai merumuskan dan mengesahkan teks proklamasi. Jepang saat itu mengira bahwa pembacaan proklamasi akan dilaksanakan di lapangan Ikada. Jepang telah mengetahui rencana pembacaan proklamasi, sehingga tentara Jepang memblokade lapangan Ikada. Barisan Muda pun telah ramai berdatangan menuju ke lapangan Ikada dalam rangka menyaksikan pembacaan teks proklamasi. Pemimpin Barisan Pelopor, Sudiro, juga datang ke lapangan Ikada dan melihat pasukan Jepang dengan persenjataan lengkap menjaga ketat lapangan Ikada tersebut. Sudiro melaporkan keadaan itu kepada Muwardi, Kepala Keamanan Sukarno. Sudiro mengetahui bahwa proklamasi akan diikrarkan di rumah Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Saat itu, halaman rumah Sukarno sudah dipadati oleh massa, menjelang pembacaan teks proklamasi. Dr. Muwardi memerintahkan kepada Latief Hendraningrat, untuk menjaga keamanan pelaksanaan upacara. Latief dalam melaksanakan pengamanan dibantu oleh Arifin Abdurrahman, untuk mengantisipasi gangguan dari tentara Jepang. Suasana halaman rumah Sukarno, terlihat sangat sibuk. Suwiryo, Wakil Walikota Jakarta, meminta kepada Wilopo untuk mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan. Wilopo meminjam mikrofon dan beberapa pengeras suara ke took elektronik milik Gunawan.

Sudiro memerintahkan kepada Komandan Pengawal rumah Sukarno, S. Suhud, untuk mencari tiang bendera. Suhud mendapatkan sebatang tiang bambu dari belakang rumah, dan menancapkan bambu tersebut di dekat teras, kemudian dia memberi tali sebagai kelengkapan untuk pengibaran bendera. Di tempat lain, Istri Sukarno, Fatmawati mempersiapkan bendera yang dijahit dengan tangannya sendiri. Ukuran bendera tersebut masih belum standar seperti ukuran bendera saat ini.

Para pemuda menghendaki agar pembacaan teks proklamasi, segera dilaksanakan karena mereka sudah tidak sabar dan sudah menunggu sejak pagi. Mereka mendesak Muwardi agar mengingatkan Sukarno, karena hari semakin siang dan suasana semakin panas. Akan tetapi, tetap Sukarno menolak jika ia harus melaksanakannya sendiri tanpa Hatta. Keteganganpun terjadi karena Muwardi terus mendesak Sukarno, untuk segera membacakan teks proklamasi tanpa harus menunggu kehadiran Hatta. Untunglah, lima menit sebelum pelaksanaan upacara, Hatta datang dan langsung menemui dan mendampingi Sukarno untuk segera melaksanakan upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia.

2) Pelaksanaan Upacara Proklamasi Kemerdekaan

Upacara proklamasi kemerdekaan dipimpin oleh Latief Hendraningrat, tanpa protokol. Latief segera memimpin barisan untuk berdiri, dengan sikap sempurna. Latief dan Suhud mengibarkan bendera merah putih secara perlahan-lahan, setelah pembacaan proklamasi selesai. Bendera merah putih dinaikkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya, yang secara spontan dinyanyikan oleh semua yang hadir pada saat itu.

3) Penyebaran Berita Proklamasi

Kelompok pemuda yang cukup berperan dalam penyebarluasan berita proklamasi, adalah kelompok Sukarni. Kelompok Sukarni ini bermarkas di Bogor Lama (sekarang menjadi Jalan Dr. Sahardjo, S.H.). Sukarni dan kelompoknya berusaha mengatur strategi untuk menyebarluaskan berita proklamasi. Seluruh alat komunikasi yang ada dipergunakan, seperti: pengeras suara, pamflet, dan bahkan mobil-mobil, dikerahkan ke seluruh kota Jakarta. Propaganda ini dimaksudkan pula untuk mengerahkan massa agar hadir dalam pembacaan teks proklamasi di Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Penyebaran berita tentang proklamasi tidak terbatas melalui udara, tetapi juga melalui koran dan selebaran-selebaran kertas. Peran buruh kereta api sangat besar dalam penyebaran tersebut, mereka membawa berita proklamsi melaui surat-surat selebaran. Pada tanggal 20 Agustus 1945, hamper seluruh harian di Jawa memuat berita proklamasi dan UUD Negara Republik Indonesia yang baru saja dibentuk. Selanjutnya, berita proklamasi dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru tanah air. Berita tersebut segera mendapat sambutan dari rakyat di seluruh penjuru tanah air, dari Sabang sampai Merauke.

Bagaimana makna Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ? Temukan jawabanya di sini

Kali ini kita akan membahas tentang Persiapan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Persiapan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Persiapan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berujung pada diproklamirkannya kemerdekaan negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Coba amati gambar pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di bawah. Siapa yang membaca teks proklamasi tersebut ? Dimanakah proklamasi tersebut dibacakan ? Mengapa diperlukan proklamasi kemerdekaan ? Bagaimana maknanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa sekarang ?

Persiapan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pembacaan Teks Proklamasi

a. Persiapan Kemerdekaan Indonesia


Kedudukan Jepang semakin terdesak oleh sekutu dalam Perang Dunia II di Asia Pasifik. Kekalahan Jepang, hanya tinggal menunggu waktu. akan tetapi, Jepang masih terus berusaha melawan dan mencari dukungan kepada bangsa-bangsa yang didudukinya dengan memberikan janji palsu, yaitu kemerdekaan. Koiso menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 7 September 1944. Janji itu dikemukakannya di depan Parlemen Jepang, dengan tujuan: untuk menarik simpati Indonesia. Sebagai pembuktian niat baiknya, ia mengijinkan pengibaran bendera merah putih di kantor-kantor, tetapi harus berdampingan dengan bendera Jepang. Kondisi Negara Jepang yang semakin terdesak oleh sekutu, justru menguntungkan bagi bangsa Indonesia. Jepang akhirnya memberikan kesempatan bangsa Indonesia, untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Bagaimana proses kemerdekaan Indonesia ? Mari kita simak informasi di bawah ini.

1) Pembentukkan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Jenderal Kumakichi Harada (panglima pemerintahan Jepang di Jawa), mengumumkan pembentukkan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Jundi Coosokai pada tanggal 1 Maret 1945. Tujuan BPUPKI adalah untuk menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia.

Anggota BPUPKI terdiri dari 63 orang, didalamnya terdapat perwakilan Cina, Arab, dan Indonesia, serta 7 orang Jepang. Pengurus BPUPKI terbentuk dengan pada tanggal 29 April 1945 dengan diketuai oleh Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat.

Sidang BPUPKI memiliki tujuan untuk merumuskan Dasar Negara dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Pembicaraan pertama dalam persidangan adalah merumuskan Dasar Negara dengan mendengarkan pidato-pidato yang disampaikan oleh beberapa tokoh pergerakan, seperti: Mr. Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Sukarno.

Wawasan
Pada tanggal 22 Juni 1945, dibentuk sebuah panitia kecil yang anggotanya sembilan orang. Panitia kecil ini diketuai oleh Ir. Sukarno, dengan anggota-anggotanya: Drs. Mohammad Hatta, Mr. Mohammad Yamin, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. AA. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, KH. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Tjorosujoso.

Hasil terpenting dari panitia kecil atau “Panitia Sembilan” ini adalah berupa Rancangan Pembukaan Hukum Dasar, yang isinya adalah tentang: Tujuan Berdirinya Negara Indonesia Merdeka. Rumusan tersebut dikenal dengan nama: Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Piagam Jakarta memuat Dasar Negara Indonesia (Pancasila), yang bunyinya sebagai berikut:
  1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. (menurut dasar) kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia
  4. (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Piagam Jakarta yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan ini, menjadi bahan dasar untuk dilaporkan dalam sidang pleno BPUPKI selanjutnya. Piagam Jakarta ini kemudian menjadi Mukadimah UUD 1945. Sila pertama dalam Piagam Jakarta diubah dari “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Perubahan ini terjadi karena adanya keberatan dari sebagian anggota.

Piagam Jakarta juga menunjukkan kebesaran jiwa parapemimpin bangsa. Perbedaan yang ada, tidak perlu mendorong perpecahan. Mereka mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Salah satu buktinya adalah, mengenai perdebatan sila pertama dalam Piagam Jakarta. Kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihilangkan dan diganti menjadi “Yang Maha Esa”. Perubahan ini didasari karena pendapat yang keberatan dari sebagian anggota.

Sidang kedua membahas rencana Undang-Undang Dasar (UUD). Sidang kedua ini juga membicarakan mengenai Bentuk Negara. Wacana yang muncul dalam persidangan mengenai bentuk Negara, adalah: bentuk Republik atau Kerajaan. Pada akhirnya, mayoritas peserta sidang setuju dengan bentuk republik.

BPUPKI membentuk panitia kecil, yang terdiri dari 9 anggota untuk mempercepat kerja sidang. Panitia ini bernama: Panitia Perancang UUD, yang diketuai Ir. Sukarno. Panitia ini menyepakati Piagam Jakarta untuk dijadikan sebagai inti Pembukaan UUD. Panitia Perancang UUD juga membentuk panitia lebih kecil, beranggotakan 7 orang, yang diketuai oleh Soepomo untuk merumuskan Batang Tubuh UUD.

Pada tanggal 14 Juli 1945, Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Sukarno, melaporkan hasil kerja panitia, yaitu:
a) Pernyataan Indonesia Merdeka.
b) Pembukaan Undang-Undang Dasar.
c) Batang Tubuh Undang-Undang Dasar.

Dengan demikian, Panitia Perancang UUD telah menyelesaikan tugasnya. Pada tanggal 16 Juli 1945, BPUPKI menerima dengan bulat naskah Undang-Undang Dasar yang dibentuk oleh Panitia Perancang UUD. Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI menyerahkan seluruh hasil pekerjaanya kepada Saiko Shikikan atau panglima tertinggi tentara di Jawa. Saiko Shikikan di Jawa menurut garis komando, berada langsung di bawah Saiko Shikikan Nanpo Gun (panglima militer tertinggi untuk daerah Selatan) yang bermarkas di kota Saigon, Vietnam.

2) Pembentukkan PPKI
BPUPKI dibubarkan setelah menyelesaikan tugasnya. Jenderal Terauchi pada tanggal 7 Agustus 1945 menyetujui pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritzu Zyumbi Inkai sebagai pengganti BPUPKI. Tugas utama PPKI adalah: mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan keperluan pergantian kekuasaan.


Pada tanggal 9 Agustus, Jenderal Terauchi memanggil 3 tokoh nasional, yakni: Ir. Sukarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat. Ketiga tokoh tersebut dipanggil ke Saigon/Dalat Vietnam, untuk menerima informasi tentang kemerdekaan Indonesia. Pelaksanaan kemerdekaan, akan dapat dilakukan dengan segera. Adapun wilayah Indonesia adalah seluruh wilayah bekas jajahan Hindia Belanda.

3) Peristiwa Rengasdengklok
Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, di Kota Hiroshima dan Nagasaki. Kedua bom atom tersebut mengakibatkan korban jiwa yang sangat besar, dan menghancurkan berbagai fasilitas. Pemerintah Jepang, benar-benar dalam kesulitan. Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.


Ketiga tokoh bangsa Indonesia yang dipanggil pemerintah Jepang yaitu Ir. Sukarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat, telah kembali ke tanah air. Keadaan politik di Indonesia telah terjadi perubahan sangat drastis. Para tokoh yang terus mengikuti perkembangan Perang Dunia II, berpendapat untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu keputusan Jepang. Perbedaan pendapat, sempat terjadi dalam mengambil keputusan: kapan proklamasi kemerdekaan dinyatakan.
Perbedaan pendapat terjadi antara golongan tua (paratokoh PPKI), dengan golongan muda yang diwakili tokoh-tokohnya dalam beberapa perkumpulan. Beberapa perkumpulan yang termasuk golongan muda, misalnya:
  1. Kelompok Asrama Menteng 31 yang dipelopori Chaerul Saleh dan Sukarni.
  2. Kelompok Asrama Indonesia Merdeka yang dipelopori Mr. Soebardjo
  3. Kelompok Asrama Mahasiswa Kedokteran yang mendukung Sjahrir.
Golongan muda mendesak, agar Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan. Sementara golongan tua tidak demikian, mereka menghendaki proklamasi menunggu perkembangan keputusan Jepang. Golongan tua beralasan untuk menghindari pertumpahan darah, mengingat pasukan Jepang masih banyak yang ada di Indonesia. Para anggota PPKI seperti Sukarno dan Hatta, tetap menginginkan proklamasi dilakukan sesuai mekanisme PPKI. Mereka beralasan bahwa kekuasaan Jepang di Indonesia, belum diambil alih. Akan tetapi golongan muda tetap kukuh menginginkan proklamasi kemerdekaan dilaksanakan sesegera mungkin.

Para pemuda mendesak Sukarno dan Hatta, agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka beralasan, bahwa saat itu Indonesia sedang mengalami kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Pertentangan pendapat antara golongan tua dan golongan muda inilah, yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Bagaimana jalannya peristiwa Rengasdengklok ? Dimana lokasi peristiwa Rengasdengklok ? Mari kalian telusuri dengan mengkaji uraian berikut.

Wawasan
Rengasdengklok merupakan salah satu kota kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kelompok pemuda revolusioner yang menghendaki kemerdekaan Indonesia untuk segera dikumandangkan, secepatnya membawa Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok dengan cara paksa. Peristiwa heroik ini dipicu oleh adanya perbedaan paham antara golongan tua yang moderat dengan golongan muda yang revolusioner dalam pelaksanaan proklamasi.
  1. Golongan Tua. Mereka yang disebut sebagai golongan tua adalah paraanggota PPKI yang diwakili oleh Sukarno dan Hatta. Mereka adalah kelompok konservatif yang menghendaki bahwa pelaksanaan proklamasi, harus melalui PPKI sesuai dengan prosedur maklumat Jepang, yaitu: pada tanggal 24 Agustus 1945. Golongan Tua beralasan, bahwa meskipun Jepang telah kalah, namun kekuatan militernya di Indonesia harus diperhitungkan demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kembalinya tentara Belanda ke Indonesia, dianggap lebih berbahaya daripada sekedar permasalahan waktu pelaksanaan proklamasi itu sendiri.
  2. Golongan Muda. Golongan muda tidak setuju terhadap sikap golongan tua. Golongan muda menganggap, PPKI adalah bentukan Jepang. Oleh karena itu, mereka menolak jika proklamasi dilaksanakan melalui PPKI. Sebaliknya Golongan Muda menghendaki, terlaksananya proklamasi kemerdekaan adalah dengan kekuatan sendiri, terbebas dari pengaruh Jepang. Salah satu tokoh pertama yang mendesak Sukarno dan Hatta, untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia adalah Sutan Syahrir.

Sikap golongan muda diputuskan dalam rapat di Pegangsaan Timur Jakarta, pada tanggal 15 Agustus 1945. Rapat tersebut dihadiri oleh: Chairul Saleh, Djohar Nur, Subianto, Kusnandar, Subadio, Margono, Armansyah, dan Wikana. Rapat yang dipimpin Chairul Saleh ini memutuskan, bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan masalah rakyat Indonesia sendiri, bukan menggantungkan kepada pihak lain.

Keputusan rapat itu kemudian disampaikan oleh Darwis dan Wikana kepada Sukarno dan Hatta di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Golongan muda mendesak mereka untuk memaklumatkan proklamasi kemerdekaan, pada tanggal 16 Agustus 1945. Naumun, Sukarno tetap bersikap keras pada pendiriannya, bahwa proklamasi harus dilaksanakan melalui PPKI. Oleh karena itu, PPKI harus segera menyelenggarakan rapat. Pro dan Kontra yang mencapai titik puncak inilah, akhirnya mangantarkan terjadinya peristiwa Rengasdengklok.

Golongan muda tersebut memutuskan untuk membawa Sukarno dan Hatta, keluar Jakarta dengan tujuan untuk menjauhkan Sukarno dan Hatta dari pengaruh Jepang. Golongan muda memilih Shodanco Singgih untuk melaksanakan pengamanan terhadap Sukarno dan Hatta. Sukarno dan Hatta kemudian dibawa ke Rengasdengklok yang ada di sebelah Timur Jakarta. Kota Rengasdengklok dipilih dengan alasan perhitungan militer. Anggota PETA Daidan Purwakarta dan Daidan Jakarta, memang sebelumnya pernah mengadakan latihan bersama di Rengasdengklok, sehingga terjalin hubungan yang baik diantara mereka. Letak Rengasdengklok sangat strategis bagi pengamanan, karena letaknya yang terpencil sekitar 15 km dari Kedunggede Karawang, pada jalan raya Jakarta-Tegal.

Di Jakarta terjadi dialog antara kedua golongan, golongan muda yang diwakili oleh Wikana, dan golongan tua Ahmad Subardjo. Dialog tersebut mencapai kata sepakat, bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta dan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Golongan muda mengutus Yusuf Kunto untuk mengantarkan Ahmad Subardjo ke Rengasdengklok dalam rangka menjemput Sukarno dan Hatta, setelah dialog tersebut. Kepada para-golongan muda, Ahmad Subardjo memberi jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan selambat-lambatnya pukul 12.00. Adanya jaminan tersebut membuat Cudanco Subeno selaku Komandan Kompi PETA Rengasdengklok, bersedia melepaskan Sukarno dan Hatta untuk kembali ke Jakarta dalam rangka mempersiapkan kelengkapan untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan.

Renungkan
Perbedaan antara golongan tua dan golongan muda hingga terjadinya peristiwa Rengasdengklok, menunjukkan adanya saling menghargai antara golongan tua dan golongan muda. Meskipun golongan muda membawa paksa golongan tua (Sukarno dan Hatta), namun mereka tetap menghormati kedua tokoh ini sebagai Bapak Bangsa. Golongan muda tetap memperlakukan kedua tokoh bangsa itu dengan hormat. Sukarno dan Hatta pun, tidak membenci golongan muda. Bahkan kemudian mereka menuruti keinginan golongan muda untuk memproklamasikan kemerdekaan tanpa persetujuan Jepang. Mari, kalian galang persatuan dan kesatuan untuk saling bermusyawarah.


4) Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sukarno dan Hatta akhirnya menyetujui proklamasi kemerdekaan, segera dikumandangkan. Sukarno dan Hatta tiba di Jakarta pada pukul 23.00, lalu menuju rumah kediaman Laksamana Maeda. Kediaman Laksamana Maeda dianggap tempat yang aman dari tindakan militer Jepang, karena Maeda adalah Kepala Kantor Penghubung Angkatan Laut di daerah kekuasaan Angkatan Darat.

Permasalahan muncul mengenai siapa yang harus menandatangani teks tersebut, setelah teks proklamasi disusun. Hatta mengusulkan, agar teks proklamasi itu ditandatangani oleh seluruh yang hadir sebagai Wakil Bangsa Indonesia. Sukarni dari golongan muda, mengajukan usul bahwa teks proklamasi tidak perlu ditandatangani oleh semua yang hadir, tetapi cukup oleh dua orang saja, yaitu Sukarno dan Hatta, Atas Nama Bangsa Indonesia. Sukarno juga diusulkan untuk membacakan teks proklamasi tersebut. Usulan dari Sukarni, diterima. Kemudian, Sukarno meminta kepada Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi tersebut, dengan perubahan-perubahan yang disetujui bersama.

b. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Para pahlawan kita berjuang melawan penjajah dengan tujuan tercapainya Indonesia Merdeka. Proklamasi adalah momentum awal yang penting bagi bangsa Indonesia. Kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan langkah awal untuk menata diri, agar diakui keberadaannya oleh dunia internasional. Bagaimana proses pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia ?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita pelajari di artikel Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ini.