Saturday, 3 October 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota

Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan itu terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.

Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana caranya mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suatu permasalahan.

Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu mempunyai ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik itu sudah tidak berlaku.

Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kotaBerikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.

  1. Sederhana
  2. Mudah curiga
  3. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  4. Mempunyai sifat kekeluargaan
  5. Lugas atau berbicara apa adanya
  6. Tertutup dalam hal keuangan mereka
  7. Perasaan tidak ada percaya diri pada masyarakat kota
  8. Menghargai orang lain
  9. Demokratis dan religius
  10. Jika berjanji, akan selalu diingat

Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.

Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengedepankan kenyamanan bersama dibandingkan kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community.

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:

  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibanding kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melaksanakan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
  2. orang kota biasanya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa tergantung pada orang lain
  3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
  4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
  5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

Hal itulah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh sebab itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.




No comments:

Post a Comment