Tuesday, 15 September 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Dampak Gejala Atmosferik pada Kehidupan Manusia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Dampak Gejala Atmosferik pada Kehidupan Manusia

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet (bumi dll), dari permukaan planet itu sampai jauh di luar angkasa. Apa akibat gejala atmosferik pada kehidupan umat manusia? Secara langsung atau tidak langsung, cuaca dan iklim suatu daerah memberikan pengaruh yang cukup besar pada berbagai aktivitas kehidupan manusia, baik itu pada kegiatan mata pencaharian penduduknya atau pada kondisi sosial budayanya. Berikut ini beberapa contoh akibat gejala atmosferik pada kehidupan:

1. Dampak Gejala Atmosferik pada Kekayaan Hayati
Daerah yang mempunyai iklim tropis dengan kelembapan tinggi, mempunyai kekayaan hayati sangat banyak. Kekayaan hayati yang banyak mendorong munculnya kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan dan mengolah sumber daya itu, seperti industri, perdagangan, perhutanan, kerajinan tangan, dan lain-lain.

2. Dampak Gejala Atmosferik pada Pertanian
Dalam pelaksanaan kegiatan pertanian sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca atau musim. Tiap jenis tanaman memerlukan kondisi cuaca yang berbeda-beda sehingga jenis tanaman yang dibudidayakan di tiap daerah bisa berbeda-beda. Ada tanaman yang memerlukan pengairan banyak saat menanam, ada pula yang tanaman yang hanya membutuhkan sedikit air pada penanamannya. Oleh sebab itu, petani juga wajib memiliki kemampuan untuk memperkirakan saat tanam dan saat panen supaya produksi pertaniannya dapat optimal.

3. Dampak Gejala Atmosferik pada Nelayan Tradisional
Adanya angin darat dan angin laut mempunyai keuntungan sendiri untuk para nelayan, khususnya nelayan tradisional. Nelayan tradisional biasanya masih menggunakan perahu layar, sehingga untuk menggerakan perahunya memanfaatkan gerakan angin.

Dampak Gejala Atmosferik pada Kehidupan Manusia
4. Dampak Atmosferik pada Bidang Komunikasi
Adanya lapisan ionosfer di atmosfer yang dapat memantulkan gelombang radio yang dipancarkan oleh sebuah pemancar, menyebabkan siaran radio dapat diterima di tempattempat yang cukup jauh letaknya. Begitu pula, cuaca yang kurang bagus akan menyebabkan terganggunya siaran televisi, radio, telepon, atau peralatan lainnya yang menggunakan satelit.

5. Dampak Gejala Atmosferik pada Persebaran Penduduk
Iklim mempunyai pengaruh juga pada penyebaran penduduknya. Biasanya aglomerasi penduduk terjadi di daerah dengan kondisi iklim yang mendukung kehidupannya. Daerah gurun mempunyai penduduk yang sangat jarang sebab persediaan airnya sangat kurang.

6. Dampak Gejala Atmosferik pada Budaya
Pengaruh iklim pada budaya dapat kita lihat antara lain pada bentuk rumah dan pakaiannya. Di daerah pedalaman dengan iklim tropis basah misalnya, penduduknya memanfaatkan apa yang tersedia di hutan untuk bahan bangunannya, seperti atap rumbia atau daun palma. Selain itu, rumah itu biasanya didirikan di atas tiang supaya terhindar dari banjir, aman dari serangan hewan buas, serta tidak terlalu panas. Iklim juga mempengaruhi cara berpakaian penduduknya. Orang Eskimo yang tinggal di daerah kutub menggunakan pakaian yang tebal sebab iklimnya yang sangat dingin.

Sumber : Pusat Pembukuan Kemdiknas




No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.