Sunday, 20 September 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Angka Kelahiran dan Kematian. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Angka Kelahiran dan Kematian

Angka Kelahiran dan Kematian adalah dua faktor yang paling berpengaruh pada pertumbuhan jumlah penduduk di suatu negara. Penduduk adalah sekelompok manusia yang menempati suatu wilayah dalam waktu tertentu. Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai permasalahan dalam bidang kependudukan. Terutama jumlah penduduk yang komposisinya tidak seimbang. Jumlah usia nonproduktif lebih banyak dibandingkan dengan usia produktif. Secara internasional, jumlah penduduk Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

1. Angka Kelahiran
Angka kelahiran disebut juga fertilitas atau natalitas yang artinya menunjukkan angka kelahiran yang sesungguhnya. Kelahiran hidup adalah sutu kelahiran bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan dan bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Adapun angka kelahiran mati adalah kelahiran sseorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Angka Kelahiran dan Kematian

Faktor penunjang tingkat kelahiran adalah sebagai berikut.
  1. Kawin usia muda, di masyarakat pedesaan masih banyak perkawinan dalam usia muda sebab orang tuanya merasa malu jika anaknya tidak cepat mendapatkan jodoh.
  2. Besarnya angka kematian bayi, sebab banyaknya bayi yang meninggal mendorong orang tua mempunyai anak banyak.
  3. Adanya penilaian tinggi pada anak, karena: 1) Penerus keturunan. Anak adalah penerus keturunan keluarga, dengan demikian orang tua merasa was-was jika mempunyai sedikit anak sebab khawatir regenerasi keluarganya akan terhenti. 2) Sumber tenaga kerja. Setelah serang anak tumbuh dewasa, maka dia akan menjadi sumber pencari nafkahuntuk membantu orang tua. Pembawa rezeki, anak diharapkan membalas segala jasa orang tua dalam betuk materi. Oleh sebab itu, jika anak mendapatkan rezeki, maka orang tua tentu akan menikmatinya pula.
  4. Tumpuan pada hari tua. Jika orang tua sudah lanjut usia, maka anak akan menjadi tumpuan harapan orang tua yang wajib memenuhi segala kebutuhan orang tua.

Beberapa faktor penghambat tingkat kelahiran, yaitu adanya ke sadaran tentang pentingnya hal-hal berikut.
  1. Keluarga Berencana (KB). Kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak kehamilan, demi peningkatan taraf hidup dan kemajuan pendidikan.
  2. Undang-undang perkawinan yang menetapkan batas minimal usia untuk menikah untuk wanita 17 tahun dan lakilaki 20 tahun.
  3. Penundaan usia kawin, dengan alasan sekolah atau belum bekerja, para remaja mampu menunda usia pernikahannya.
  4. Peraturan mengenai tunjangan anak pegawai negeri yang menetapkan tunjangan hanya diberikan sampai anak yang ke-2.

2 Angka Kematian
Faktor kedua yang memengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kematian atau mortalitas. Kematian yaitu hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Faktor penyebab kematian (mortalitas) antara lain sebagai berikut.

  1. Belum memadainya sarana kesehatan
  2. Tingkat kesehatan masyarakat masih rendah
  3. Kurangnya gizi makanan sebagian besar penduduk
  4. Pencemaran lingkungan
  5. Kecelakaaan lalu lintas
  6. Peperangan
  7. Bencana alam dan wabah penyakit

Faktor pengendali kematian (penghambat) antara lain:

  1. Semakin meningkatnya fasilitas kesehatan
  2. Tingginya tingkat kesehatan masyarakat
  3. Makanan yang cukup bergizi
  4. Lingkungan yang bersih dan teratur
  5. Ajaran agama yang melarang bunuh diri dan membunuh orang lain
  6. Keadaan negara yang damai





No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.