Tuesday, 27 January 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Saling Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Saling Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan

Saling keterkaitan antarkomponen lingkungan alam sangat perlu kita pahami karena setiap komponen lingkungan tidak dapat berdiri sendiri. Setelah kita memahami konsep-konsep pokok tentang lingkungan, mari kita bahas bagaimana keterkaitan antarkomponen alam (abiotik dan biotik), sosial budaya dalam kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarmu. Unsur budaya merupakan komponen binaan yang telah dikembangkan dalam kehidupan masyarakat. Untuk lebih memahami keterkaitan antarkomponen lingkungan tersebut, pelajari beberapa contoh di bawah ini.
  1. Di daerah pantai (komponen alam), berkembang kehidupan nelayan (komponen sosial) yang berbeda dari kehidupan petani (komponen sosial) yang tinggal di daerah pegunungan.
  2. Penduduk (komponen sosial) dalam memenuhi kebutuhannya membuka hutan (komponen alam) untuk dijadikan lahan pertanian.
  3. Untuk kepentingan pertanian dan penanganan banjir, pemerintah (komponen sosial) membangun bendungan (komponen binaan).
  4. Meluasnya lahan pertanian (komponen binaan) membuat banyak hewan (komponen alam) kehilangan habitat hidupnya, sehingga sebagian mengalami kepunahan atau bermigrasi ke daerah lain.
  5. Di daerah perkotaan (lingkungan binaan), berkembang lingkungan sosial yang sangat bervariasi (lingkungan sosial) dibandingkan dengan di pedesaan.
  6. Di daerah yang berbukit (lingkungan alam), rumah-rumah (lingkungan binaan) dibangun oleh penduduk secara terpencar atau menyebar dalam kelompok-kelompok kecil.
  7. Di daerah tropis (lingkungan alam) dengan curah hujan yang tinggi, atap rumah (lingkungan buatan) umumnya dibangun dengan lereng yang curam supaya air hujan cepat mengalir ke tanah. Bebrbeda dengan di daerah kering atau curah hujannya rendah yang atapnya dibuat lebih datar.

Apa kesimpulanmu setelah memperhatikan contoh-contoh tersebut?

Wawasan
Walaupun manusia saat ini dapat mengubah lingkungan, seperti membuat gedung, bendungan, jembatan, dan lain-lain, tetapi manusia tetap memiliki keterbatasan, khususnya saat menghadapi berbagai bencana alam. Karena itu, manusia tetap harus menjaga, menghargai, dan melestarikan lingkungan.
Saling Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan

Dari contoh-contoh di atas, ada keterkaitan yang sangat kuat antara komponen satu dan lainnya. Demikian juga halnya interaksi antara komponen yang satu dan komponen lainnya tidak dapat dipisahkan dan terus mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan manusia. Misalnya, pada zaman dahulu ketika kehidupan manusia masih sangat sederhana dan jumlahnya masih sedikit, mereka cenderung membangun interaksi yang harmonis dengan alam. Manusia mengambil seperlunya dari alam, sekadar memenuhi kebutuhan dasarnya, terutama makanan. Untuk memenuhi kebutuhan daging, mereka lakukan dengan cara berburu. Kebutuhan atas buah-buahan mereka peroleh apa adanya dari yang disediakan alam.

Seiring dengan berkembangnya kebudayaan dan teknologi, manusia mulai mengembangkan peralatan untuk membantu mereka mengambil dan mengolah sumber daya alam. Karena lebih mudah untuk mengambil dan mengolah sumber daya alam serta makin besarnya jumlah populasi manusia, volume sumber daya alam yang diambil manusia terus meningkat. Manusia tidak lagi hanya mengambil apa adanya dari alam, tetapi berupaya membudidayakannya melalui aktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan.

Budi daya pertanian atau peternakan merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat seiring waktu dengan meningkatnya populasi. Kebutuhan manusia juga makin beragam, tidak hanya berupa kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan rumah, akan tetapi juga beragam kebutuhan lainnya seperti kendaraan, perhiasan, alat komunikasi, dan lain-lain. Kebutuhan dasar pun makin beragam jenisnya. Jenis makanan yang dikonsumsi manusia juga makin bervariasi, begitu pula dengan pakaian. Rumah tidak hanya sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan serta binatang buas, tetapi juga menunjukkan status sosial seseorang. Rumah dan perabotan menjadi sangat beragam jenisnya. Semuanya berubah tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi sebagai gaya hidup.

Berbagai kondisi tersebut mengakibatkan permintaan akan sumber daya alam menjadi makin meningkat. Pengambilan atau eksploitasi sumber daya alam secara terus-menerus dilakukan dan menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Seringkali pengambilan sumber daya alam dilakukan manusia secara berlebihan dan tidak memperhatikan kelestariannya. Akibatnya, sebagian sumber daya alam mengalami kelangkaan dan kerusakan.

Kaitannya dengan Saling keterkaitan antarkomponen lingkungan alam pada masyarakat modern, manusia menempati posisi yang dominan terhadap lingkungannya. Manusia memengaruhi dan mengubah lingkungan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Hutan diubah menjadi lahan pertanian, kemudian menjadi desa, menjadi kota, dan seterusnya. Masyarakat yang masih tradisonal cenderung menyesuaikan diri dengan alam dan membangun hubungan yang harmonis dengan alam.

Masyarakat modern memiliki posisi yang dominan terhadap alam karena kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya, namun tetap saja mereka tidak mampu sepenuhnya menguasai atau mengubah alam. Pada sejumlah kasus, mereka mau tidak mau harus beradaptasi dengan alam. Contohnya, manusia sampai saat ini tidak mampu menghentikan bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain. Mereka pun belum dapat menentukan kapan gunung akan meletus. Upaya yang sebaiknya dilakukan ialah memperkecil dampak dari bencana. Manusia juga tidak mampu mengubah iklim dan unsur-unsurnya, seperti hujan, angin, dan lain-lain.




No comments:

Post a Comment