Thursday, 15 January 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Penyebab Terjadinya Tanah Longsor dan Upaya Pencegahannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Penyebab Terjadinya Tanah Longsor dan Upaya Pencegahannya


Tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau campuran dari material tersebut yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah tersebut akan menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Penyebab terjadinya tanah longsor dan upaya pencegahannya sangat perlu kita ketahui sehingga dapat meminimalisir terjadinya tanah longsor maupun akibat-akibat yang ditimbulkannya.
Adapun tragedi longsor paling mematikan di Indonesia dan bencana tanah longsor pada tahun 2014 secara lengkap adalah pada artikel tanah longsor ini.

Faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor


Pada prinsipnya tanah longsor terjadi jika gaya pendorong pada lereng lebih besar dibandingkan dengan gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong biasanya dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.

Penyebab Terjadinya Tanah Longsor dan Upaya Pencegahannya

Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung terhadap kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, tapi faktor penyebabnya secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alam dan faktor manusia:

a) Faktor alam
  • Kondisi geologi : batuan lapuk, kemiringan lapisan, sisipan lapisan batu lempung, strukutur sesar dan kekar, gempa bumi, stragrafi dan gunung berapi.
  • Iklim : curah hujan yang tinggi di daerah tersebut.
  • Keadaan topografi : lereng yang curam.
  • Keadaan air : kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.
  • Tutup lahan yang mengurangi tahan geser, misalnya tanah kritis.
  • Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, atau getaran lalu lintas kendaraan di sekitarnya.

b) Faktor manusia
  • Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.
  • Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
  • Kegagalan struktur dinding penahan tanah.
  • Penggundulan hutan.
  • Budidaya kolam ikan diatas lereng.
  • Sistem pertanian yang kurang memperhatikan keamanan irigasi.
  • Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri.
  • Sistem drainase daerah lereng yang kurang baik.

Ciri-ciri tanah longsor yaitu sebagai berikut :
  1. Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing, yang biasanya terjadi setelah hujan.
  2. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba.
  3. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.
  4. Air tergenang jika musim hujan, menjelang bencana itu, airnya langsung hilang.
  5. Pintu dan jendela yang sulit dibuka.
  6. Runtuhnya bagian tanah dalam jumlah yang besar.
  7. Pohon/tiang listrik banyak yang miring.
  8. Halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles ke dalam tanah.

Upaya Pencegahan Terjadinya Tanah Longsor


  1. Jangan membuka lahan persawahan dan membuat kolam pada lereng bagian atas di dekat pemukiman.
  2. Buatlah terasering (sengkedan) pada lereng yang terjal jika membangun pemukiman.
  3. Jika ada retakan tanah, segeralah menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah dan melalui retakan tersebut.
  4. Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak.
  5. Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi.
  6. Jangan menebang pohon di lereng.
  7. Jangan membangun rumah di bawah tebing.

Hal-hal yang dilakukan selama dan sesudah terjadi bencana

1. Tanggap Darurat
Yang harus dilakukan dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah.

2. Rehabilitasi
Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga tentang perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannay supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan.

3. Rekontruksi
Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%.




7 comments:

  1. makasih infonya

    http://cbs-bogor.net/

    ReplyDelete
  2. http://act.id
    http://blog.act.id/
    bencana alam bs disebabkan oleh ulah manusia itu sndiri krna kurang wawasan atau kesadaran

    ReplyDelete
  3. Selalu waspada terhadap bencana alam ACT

    ReplyDelete
  4. matur suwun ngee...... it work :)

    ReplyDelete
  5. makasih tapi aku mintanya tiga ' makasih ya

    ReplyDelete
  6. Di musim hujan ini banyak sekali kejadian tanah longsor di beberapa daerah Indonesia

    Lembaga Relawan Bencana dan bantuan untuk bencana hubungi Aksi cepat Tanggap

    ReplyDelete
  7. Mari cegah banjir dengan menanam pohon sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi atas penanaman dan kampanyenya. http://www.greenwarriorindonesia.com

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.