Sunday, 6 July 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Kondisi Penduduk di Indonesia (Suku Bangsa dan Agama). Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kondisi Penduduk di Indonesia (Suku Bangsa dan Agama)

Indonesia memiliki berbagai suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki adat dan budaya. Beberapa suku bangsa yang dominan di Indonesia adalah Suku Jawa sejumlah 45%, Sunda 14%, Madura sejumlah 8%, dan Batak 7%. Perbedaa adat istiadat tiap tiap suku bangsa di Indonesia disebabkan perbedaan keadaan dan posisi geografis, letak permukiman penduduk, latar belakang sejarah, serta ligkungan masyarakat dan hukum adat.

Agama yang berkembang dan diakui di Indonesia adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Jumlah pemeluk Agama Islam di Indonesia sekitar 85%, Kristen sekitar 9,2%, Katolik sekitar 3,5%, Hindu sekitar 1,8%, Buddha sekitar 0,4%, dan Konghucu dibawah 0,1%. Kebebaan penduduk Inddonesia untuk memeluk salah satu agama dicantumkan dalam Undang Undang Dasar 1945. Walaupun berbeda beda suku dan agama kita harus menghormati suku dan agama lain.
Kondisi Penduduk di Indonesia ( Suku Bangsa dan Agama )

Sejak dulu kala, bangsa Indonesia hidup dalam keragaman. Kata-kata Bhinneka Tunggal Ika yang dicengkeram oleh lambang negara Garuda Pancasila , bukan cuma slogan atau pun omong kosong. Berdasarkan data sensus Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebanyak 237.641.326 jiwa. Sebanyak 99,62 persen atau 236.728.379 adalah warga negara Indonesia (WNI).

Dilihat dari sukunya, bangsa Indonesia terdiri 1.300 suku. Suku bangsa terbesar adalah Suku Jawa yang meliputi 40,2 persen dari penduduk Indonesia. Yang disebut Suku Jawa ini merupakan gabungan dari suku Jawa, Osing, Tengger, Samin, Bawean, Naga, dan lainnya. Suku yang paling sedikit jumlahnya adalah Suku Nias, dengan jumlah 1.041.925 atau hanya 0,44 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Yang menarik, suku-suku Papua yang terdiri dari 466 suku, jumlahnya hanya 2.693.630 jiwa atau 1,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan etnis Tionghoa jumlahnya sedikit lebih banyak, yaitu 2.832.510 atau 1,2 persen penduduk Indonesia. Seperti kita ketahui, suku-suku ini menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

Begitu juga dengan agama yang dianut. Menurut data sensus 2010, jumlah penduduk yang memeluk agama Islam sebanyak 87, 1 persen, Kristen 6,9 persen, Katolik 2,9 persen, Hindu 1,6 persen, Buddha 0,7 persen, dan Konghucu 0,05 persen.

Para pemeluk agama-agama ini juga menyebar di seluruh Indonesia. Jika data itu dilihat lebih teliti sampai  tingkat provinsi atau kabupaten, maka tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang penduduknya homogen atau sama. Misalnya, sukunya sama atau agamanya sama.

Bagaimana di kompleks di tempat tinggalmu? Apakah ada banyak suku lain, selain suku yang sama denganmu? Bagaimana dengan teman-teman di sekolahmu? Apakah teman-temanmu ada yang etnis Tionghoa, Suku Jawa, Batak, Sunda, atau lainnya? Bagaimana agama mereka? Apakah sama dengan agama yang kamu anut?

Meskipun ada suku mayoritas di sekolah atau tempat tinggalmu, bukan berarti tetangga dan teman yang sukunya minoritas itu tidak diakui atau dianggap tidak ada. Begitu pula bila di sekolah atau tempat tinggalmu ada agama mayoritas. Bukan berarti pemeluk agama yang minoritas tidak diakui atau dianggap tidak ada. Di tengah keragaman suku dan agama, kita bisa belajar dan mengembangkan hidup penuh toleransi. Bangsa yang berjiwa besar adalah bangsa yang mampu menghargai perbedaan.

Pertanyaan tentang kondisi penduduk di Indonesia :
  1. Berapa persen yang memeluk Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu di Indonesia ?
  2. Suku apa yang memiliki persentasi terbesar ?
  3. Agama apa yang memiliki persentasi terbesar ?




No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.